KLISE [Part 2]

klise 8 copy

MAAFKAN AUTHORRRRR BUAT KETERLAMBATANNYA. TAPI ADA KABAR BAIK (ATAU BURUK, ATAU ENTAHLAH)

FF INI AKU BUAT SAMPAI CHAPTER 4… kkkk~ karena terlalu panjang kalau dibuat 2 Shot doang. hari ini Double Update. silakan menikmati~~~

**********

Hari ini aku sangat senang, eomma membawakan aku makan siang dan aku tidak pernah sesenang ini. eomma berhenti membuatkan ku makan siang sejak aku SMA, karena aku sendiri yang memintanya. Tapi belakangan aku selalu rindu pada masakan eomma dan memintanya membuatkan aku bekal makan siang lagi. eomma tidak pernah menyetujuinya karena ia khawatir akan image ku di kampus. Padahal aku tidak terlalu peduli. Hanya makan makanan masakan ibuku, apa yang harus dikhawatirkan?

Tapi akhirnya hari ini eomma membuatkan sandwich dengan telor setengah matang dan salad di dalamnya. aku senang sekali.

“berhenti tersenyum seperti orang gila”, jiyong menatapku jijik ketika aku menaiki motornya sambil tersenyum.

waeyo. Aku sangat senang hari ini. apa eomma memberikanmu makan siang juga oppa?”

“aku tidak manja sepertimu”¸aku menjulurkan lidahku pada jiyong lalu tanganku berpegangan erat pada pinggulnya. Motor melaju kencang, karena jiyong oppa sudah hampir terlambat hari ini di kelasnya. Sedangkan aku masih bisa bersantai. Kelas pertamaku satu jam lagi. tidak ada yang perlu dikhawatirkan, kecuali bagian aku bertemu klise nanti.

“yuri, ingat kau tidak boleh dekat dengan pria klise itu di depan umum”, jiyong oppa kembali memperingatkanku. Ayolah oppa, aku tidak bodoh. Aku juga tahu aku tidak akan dekat dekat dengan mereka di depan umum. Bahkan kalau aku bisa, aku tidak akan dekat dekat selamanya dengan pria pria itu, terutama myungsoo.

Aku hanya mengangguk kecil pada jiyong oppa, walau aku tahu ia tidak akan melihatnya karena ia sedang fokus pada jalanan di depannya. Aku memegang erat jaket yang dipakai oppa karena ia tiba tiba menambah kecepatannya, dan aku hampir terpental ke belakang.

oppa, berhati hati lah. Aku hampir jatuh”, aku memukul bahu jiyong oppa dan membetulkan posisi dudukku. Jiyong oppa seperti tidak mendengarku. Ia terus melaju seperti orang mabuk. Aku hanya menggeleng. Jiyong oppa sama seperti pria pria lainnya, tidak suka mendengarkan.

Akhirnya kami sampai juga di dalam parkiran kampus. Aku turun dari motor dan melepaskan helm yang kupakai dan merapihkan rambutku dengan asal. Jiyong oppa terlihat melepas jaketnya dan menatap satu mobil yang sedang dikerumuni oleh wanita di belakang kami.

“klise”, sahut jiyong oppa sebal. Kemudian ia menatap aku.

“mobil itu mengikuti kita sejak tadi, makanya aku menambah kecepatan, dan sepertinya myungsoo ada di dalamnya”, aku membulatkan mataku pada jiyong oppa, kemudian aku melihat ke arah mobil hitam itu. aku tidak bisa melihat siapa yang ada di balik kaca hitam disana, tapi dari plat nomor dan bentuk mobilnya, itu mobil milik myungsoo yang ia gunakan untuk mengantarku kemarin.

“yuri, kau harus hati-hati, oppa tidak menyukai orang itu”

“memangnya aku menyukainya? Tidak oppa.” Aku menaruh helem ku di tangan jiyong oppa dan berlari meninggalkannya dan keramaian itu, myungsoo tidak boleh melihatku, tidak saat ini. aku ingin waktu istirahat dari beban ini. sebentar saja.

Aku berjalan dengan cepat, tidak berlari, tapi aku hanya berjalan tergesa gesa. Melewati satu lapangan basket dimana ada luhan bermain di sana. aku tidak bisa berpura pura aku tidak mellihatnya ketika ia tersenyum padaku, ini sebuah keajaiban. Aku harus membalasnya, dan i did it. Aku membalas senyuman luhan padaku  terlepas dari pandangan beberapa wanita yang melihatku seperti orang gila.

“kenapa kau melihatku seperti itu?”, aku menegur wanita wanita dengan kacamata dan sepatu tebal di depanku, mereka hanya menggeleng dan pergi. Aku rasa aku salah dengan nada bicaraku, aku yakin mereka berpikir seperti aku membentaknya. Padahal aku hanya gugup.

Sepertinya luhan menyaksikan semuanya, dan dia tertawa. See? Luhan tertawa padaku, dan ia melambaikan tangannya. Aku seperti akan mati hari ini. Luhan? The boys that i admire since a long time a go, tersenyum padaku?. Ini seperti mimpi. Mungkin aku tidak akan beranjak dari sini dan aku akan terus memandanginya ketika beberapa wanita bodoh berteriak dan menghalangi pandangankku pada luhan.

Shit.  Mereka memang tidak pernah bisa melihat wanita lain senang.

Aku memutuskan berjalan menjauh dari situ. Semuanya akan sia sia karena sekeras apapun aku berteriak di antara kerumunan itu, teriakan ku akan tenggelam oleh teriakan para wanita seksi dan pemandu sorak yang berada di sekeliling Luhan. Sometime, it was disguisting. Tapi sepertinya luhan tidak keberatan dengan itu.

Aku melirik jam tanganku, aku masih memiliki waktu sekitar 45 menit untuk bersantai sebelum kelas ku di mulai. Aku mencari tempat di mana aku bisa tidur dan menyendiri. Dan perpustakaan adalah pilihan yang tepat. Mahasiswa dan mahasiswi di kampusku tidak terlalu tertarik pada perpustakaan, mereka lebih menyukai idol dan Klise. Hanya para pria dan wanita yang berkacamata tebal dengan dandanan oldies yang berkerumun di dalam perpustakaan. Namun jumlahnya tidak banyak. Hanya beberapa. Apalagi di pagi hari seperti ini, aku berani bertaruh paling banyak ada 5 orang di dalam sana. dan itu menjadi tempat ideal di dalam kepalaku untuk bersantai. Menghabiskan waktu 45 menitku.

Di depanku terlihat tulisan ‘Library’ terpampang dengan besar di sebuah pintu coklat. Aku segera masuk kesana, dan memberikan penghormatan dengan menundukkan kepalaku pada librarian yang ada di balik meja besar di dekat pintu.

“membutuhkan sesuatu?”, ia tersenyum padaku, tapi sungguh ia tidak seperti benar benar tulus tersenyum. Wajahnya sangat membuatku mual. Ia bukan tipe seperti orang yang ramah pada semua orang dan tiba tiba ia harus menjadi orang seperti itu.

“iya, aku akan membaca beberapa buku, tapi aku bisa mencarinya sendiri. Terima kasih”, aku hanya menundukkan kepalaku padanya. Aku tidak kenal siapa namanya, namun semua orang di sekitarku sering membicarakan tampangnya yang sangat cuek dan terlihat jahat itu.

Ia juga seperti bernapas lega ketika aku berbicara begitu, sepertinya ia senang ia tidak perlu beranjak dari tempat duduknya untuk mencarikan aku buku. Dan tujuanku juga tidak untuk membaca buku, aku ingin mencari ketenangan dengan tidur sebentar di sini sambil mendengarkan musik melalui headsetku.

Aku mencari tempat duduk di tempat yang paling aman dan tidak terlihat oleh siapapun. Dan aku memilih satu tempat di pojok. Di sana ada 2 tempat duduk kosong yang berhadapan. Dan aku memutuskan untuk mengambil sembarang buku dan berpura pura berakting seperti sedang membaca sambil berusaha memejamkan mataku.

Sebenarnya aku bisa saja duduk di sekitar tempat terbuka di perpustakaan mengingat aku hanya melihat 3 orang yang ada di sana. dan mereka terlihat sibuk dengan bacaan mereka masing masing.

Aku menguap, AC yang langsung mengarah ke tubuhku membuat ku lemas, mulutku mengangan dan terkatup beberapa kali seiring dengan mataku yang semakin berat. Tidur sebentar tidak ada salahnya. Aku menempatkan buku di depanku dan aku sandarkan wajahku di atas meja, aku mulai memejamkan mata. buku itu kini berfungsi menutupi wajahku sehingga tidak ada yang sadar bahwa aku sedang tidur.

Saat baru beberapa detik aku memejamkan mata, kudengar suara teriakan teriakan yang semakin berisik di telingaku. Dan aku tahu ini pasti karena klise bodoh itu. tapi ini aneh, karena semenit kemudian aku merasakan beberapa teriakan itu lenyap dan pintu perpustakaan berdebam dengan keras. Aku kaget dan menjatuhkan bukuku, aku mendongakkan kepalaku dan mencari apa yang salah dengan debaman pintu tadi.

Aku tidak berani berdiri dan melihatnya. Karena sepertinya perpustakaan ini aman aman saja. Aku kembali mengambil buku ku yang terjatuh di atas lantai dingin dan meletakkannya di posisi semula. Aku dengan santai mencoba melupakan debaman tadi dan kembali menutup mataku.

Tapi aku tidak bisa. Bukan karena aku masih penasaran apa yang terjadi dengan keanehan tadi, tapi aku merasa suara langkah kaki berderap dengan pelan ke arahku. Aku yakin aku sudah bersembunyi di pojok ruangan dan aku juga yakin tidak ada satu orangpun yang akan mencariku pagi pagi seperti ini. jadi aku hanya membuka mataku dan mendengarkan derap langkah itu tanpa beranjak dari kursiku.

“jangan pura-pura tertidur di sana, clumsy girl”

YAP! Aku mengenali suara ini, dan aku mengenali parfum ini. aku benar benar sial.

“apa yang kau inginkan kim myung soo? Ini kampus, seharusnya kau dan aku tidak sedekat ini”, aku berbicara dengan sangat pelan karena aku menyadari mungkin ada 4 orang lagi yang ada di perpustakaan ini mendengarkan kami.

“semuanya sudah aku usir bersama wanita wanita bodoh diluar sana, kunci otomatis ruang klise rusak. Aku tidak ada pilihan lain selain berlindung di sini”

“tapi timing nya terlalu pas. Apa kau tahu aku ada di sini? Kau mengikutiku?”

“i-ini tidak seperti aku mengikutimu bodoh, sudah kubilang kunci otomatis ruang klise rusak. Dan aku terdampar disini”, aku memandanginya dari ujung kepala hingga ujung kaki. Untuk sementara, aku tidak ingin berpikir lebih banyak. Walaupun ia seperti terlihat gugup, tapi aku tidak  ingin tahu apa yang membuatnya gugup. Aku hanya mencibir dan mendaratkan kepalaku di atas meja seperti semula. Aku berusaha memejamkan mataku.

“Ya..ya ya.. apa yang kau lakukan?”, aku merasa terganggu, tidakkah ia tahu aku akan tidur. Dia bodoh atau apa? aku mengangkat kepalaku, aku berdiri di hadapannya, mencibir dan melipat tanganku di depan dadaku.

“apa maumu sebenarnya ya kim myung soo?”, myungsoo terlihat memajukan bibirnya dengan sebal dan tersenyum dengan sarkastik

“kenapa kau berteriak padaku? Aku hanya bertanya”

“ini karena kau menjengkelkan, kau selalu bertanya ini itu padaku. Jika tidak ada yang harus aku lakukan sebagai slave mu, maka menyingkirlah dari tempat ini. kau bisa menemukan kursi kosong yang lain”

“aku tahu aku tahu, kau tidak perlu membentakku. Kau ini menyebalkan”

“apa kau berpikir dirimu tidak menyebalkan?. Kau lebih menyebalkan dari apa yang membuatku sebal di dunia ini. kau harus tahu itu.”

aigo aigoo kau ingin menjadi pemandu sorak atau apa? kecilkan suaramu bodoh. Mereka bisa mendengar kita”, aku terlanjur larut dalam emosi dan tidak menyadari nada suara ku semakin meninggi setiap aku berbicara dengan myungsoo. Aku menggigit bibirku dan memperhatikan sekitarku yang sepertinya aman aman saja. Aku bernapas lega.

“ohh… aku tidak bisa tidur dengan keadaan seperti ini, aku harus keluar dari tempat ini”, aku menggelengkan kepalaku dengan asal dan mulai mengayunkan kakiku dengan perlahan.

jamkanman”, myungsoo menahanku dengan kalimatnya, aku mau tidak mau refleks menoleh ke arahnya. Ia membawa sesuatu di tangannya dan aku tidak menyadari itu dari awal. Ia menyerahkan satu tas tangan padaku, isinya lumayan berat tapi aku tidak langsung melihat isinya. Mataku masih terpaku pada tangannya dan tanganku yang sama sama memegang tali tas itu. aku bisa merasakan tangannya yang lembut di sana.

ige mwoya?” aku bertanya padanya dan ia melepaskan tangannya dari tas itu.

“kau akan tahu”, ia memasukkan tangannya ke kantongnya dan berjalan menjauh dariku, dan aku tahu ia pergi keluar dari perpustakaan ini karena setelahnya kudengar para wanita berteriak dengan gila di luar sana.

Aku terpaku pada tas kecil yang pria bodoh itu berikan padaku. Aku duduk kembali, melihat satu kotak hitam di dalamnya. aku mengeluarkannya dan membuka ikatan dari kotak hitam itu. dan aku sangat kaget dibuatnya.

Aku melihat sebuah handphone baru berwarna hitam glossy terpampang di dalam box hitam itu, aku memegang handphone itu dan menyalakannya. Ini adalah handphone touch screen keluaran terbaru, yang di iklan kan oleh ia dan luhan di TV. Dan aku sempat tersedak ketika aku sekarang menggenggamnya. Aku sedang menebak nebak apa maksud myungsoo dengan semua ini, dan kemudian telepon itu berdering mengagetkan ku yang sedang melamun sambil mengelus handphone di tanganku. Aku lihat nomor yang ada di sana, tanpa nama. Aku menelan ludahku dan mengangkatnya.

yoboseyo” ucapku lembut.

“yuri-shi, simpan nomorku. Aku akan menghubungimu ke nomor ini jika aku memerlukanmu” dan setelahya telepon itu putus, aku bahkan belum sempat berkata apa apa. tapi aku tahu orang yang meneleponku di seberang sana. itu adalah myungsoo.

aigoo… apa yang dia lakukan ini… memberiku telepon genggam? Apakah ia tahu berapa harganya? Apakah ia akan menambah saldo hutangku?”, aku lemas dan hanya bisa terduduk di atas kursi sambil memegangi handphone baruku itu.

“pertama tama aku akan menyimpan nya”, aku mengetikkan jari jariku pada layar handphone ku dan menamai nomor myungsoo sebagai ‘evil’ kemudian aku tertawa girang. Aku tidak pernah segembira ini. tapi aku tidak tahu apa yang membuatku gembira. Apakah aku memiliki handphone baru atau apakah aku senang karena myungsoo yang memberikannya?

Ah tidak tidak, mungkin ini adalah kemungkinan pertama.

Dan aku tersenyum untuk ini.

End Of Yuri POV

=====================================

Hari itu yuri lewati dengan tidak banyak bertanya pada myungsoo. Ia masih canggung pada myungsoo karena pria itu memberikannya sebuah gadget dengan sangat tiba tiba. Dan myungsoo juga sepertinya tidak ada niatan mengajak ngobrol yuri selama di dalam kelas walaupun mereka duduk tidak terlalu jauh satu sama lain.

Yuri beberapa kali menguap dalam setiap penjelasan yang diberikan seorang pria tua klimis di depan kelasnya. Ia hanya menyangga kepalanya setiap kali ia hampir terlelap. Beruntungnya, tempat duduknya saat ini bukan di pojok seperti biasanya, karena bangku pojok sudah terisi oleh segerombolan wanita yang berpenampilan eksentrik. Yuri duduk di bagian tengah kelas, dan ia harus duduk di antara luhan dan beberapa wanita yang mencoba mengambil foto dari luhan yang sedang belajar.

Yuri tidak tertarik, ia hanya sesekali menggeleng dan menguap. Tapi ia akan kembali terbangun dan membelalakkan mata ketika ia melihat luhan tersenyum padanya. Itu seperti obat baginya.

waeyo?” yuri berbicara dengan nada pelan pada luhan ketika ia mendapati luhan menertawainya

anieyo, kau hanya sangat lucu ketika kau terlelap seperti itu. lidahmu terjulur”, yuri langsung menutup mulutnya dengan tangannya. Ia tahu inilah kebiasaannya, ketika ia mengantuk dan hampir tertidur, ia secara refleks menjulurkan lidahnya seperti mengejek orang.

“kau tidak perlu seperti itu, hahaha”, luhan menertawainya lagi. dan yuri melepaskan tangannya dari mulutnya. Pria itu benar benar hangat. Dan itu bisa dikatakan bukan pertama kalinya yuri mengobrol dengannya. Ia beberapa kali pernah mengajak yuri bicara namun tidak pernah sebanyak sekarang. Mungkin kejadian di antara yuri dan myungsoo berdampak baik hanya dalam hal ini.

oppa, mereka mengambil fotomu diam diam”, yuri menunjuk pada beberapa wanita yang sedang asik memegang handphone mereka di tangan.

“aku sudah cukup terbiasa dengan ini, lagipula ini tidak banyak, lihat mereka yang berusaha mengambil gambar myungsoo di sana”, yuri menoleh pada arah yang ditunjuk oleh luhan, dan melihat myungsoo dengan malas mengetuk ngetukkan pulpen nya di atas meja. Yuri bisa melihat beberapa wanita dan bahkan ada beberapa pria yang diam diam memotretnya dan tertawa setelahnya. Myungsoo seolah olah seperti patung, dan ia tidak bereaksi apa apa.

“apa kau terganggu dengan hidup seperti ini, oppa?” ucap yuri begitu saja pada luhan. Namun arah matanya masih menatap ke arah myungsoo. Dan dia tidak tahu apa yang membuatnya masih lekat menatap myungsoo.

“kadang kadang ini menggangguku, setiap hari ada saja foto foto aneh di internet tentang aku dan myungsoo. Aku anggap ini bonus dari pekerjaan kami, kenapa kau tiba tiba bertanya hal serius seperti itu?”, yuri terkesiap, ia mengallihkan pandangannya dari myungsoo ketika myungsoo dengan tiba tiba menangkap matanya.

“ah… kau mengagetkanku”, yuri dengan refleks mengelus dadanya, luhan terlihat tidak mengerti

“apa yang kau katakan? Apa aku mengagetkanmu dengan pertanyaanku?”, luhan terlihat kebingungan namun ia tidak melepas senyumannya pada yuri. dan yuri menelan ludahnya, ia kaget karena tiba tiba myungsoo menatapnya, dan mata mereka bertemu. Dan ia tidak bisa mengatakan itu pada luhan.

“ah bukan bukan…. err…. sesuatu yang baru kuingat mengagetkanku oppa”, luhan mendekatkan tubuhnya pada yuri dan yuri menahannya.

“apa yang kau ingat dengan tiba tiba hingga membuatmu kaget?”, yuri menghindari luhan. Ia sebenarnya senang berada di dekat luhan jika kamera kamera itu tidak ada di sana.

oppa, jangan terlalu dekat. Mereka mengambil gambar kita”, luhan langsung tertawa kecil dan mengangguk, ia melebarkan space antara dirinya dan yuri. yuri bisa bernapas lega, sejurus kemudian dosen terlihat mengakhiri perkuliahannya. Dan ini membuat yuri selamat dari semua pertanyaan luhan.

Yuri merasa getaran di dalam bajunya. Awalnya ia agak sedikit kaget tentang apa yang bergetar tiba tiba. Tapi  ia mengingat sebuah ponsel hitam glossy yang diberikan myungsoo padanya. Ia mengeluarkan ponselnya dan melihat ada satu pesan di sana.

From : Evil

Aku dan luhan akan ada event hari ini, kau harus mengikuti kami dalam jarak 2 meter di depan umum.

Yuri mengeluh.

To : Evil

Event apa? aku harus mengganti bajuku dulu. Dan aku harus makan siang.

Ia menekan tombol send pada ponselnya. Yuri melihat ke arah myungsoo yang terlihat sedang memegangi ponselnya dengan tatapan dingin. Yuri menyunggingkan bibirnya sebelah, dan menunggu jawaban dari myungsoo. Sementara luhan sedang sibuk dengan beberapa wanita yang menyalaminya.

Yuri merasa ponselnya bergetar kembali. Dan ia membuka pesan dari myungsoo.

From : evil

Luhan memiliki beberapa baju wanita di dalam ruang klise. Kita akan makan siang di saat event itu. jangan banyak mengomel.

Yuri memasukkan ponselnya dengan kesal ke dalam saku celananya sementara ia bisa melihat dengan jelas myungsoo terlihat tersenyum senang di hadapannya. Ia menatap luhan yang telah selesai menyalami beberapa fans wanitanya.

“luhan oppa, apa kau memiliki baju wanita?”, yuri berkata dengan nada penasaran, namun dalam nada pelan.

“kau tahu? Siapa yang memberitahumu?”

“pria bodoh di sana, tapi apa kau benar benar mempunyai pakaian wanita?”

“myungsoo maksudmu? Aish.. pria itu. aku punya beberapa, itu hadiah dari para fans pria yang menyukaiku memakai baju wanita. Tapi aku tidak bisa memakainya dan aku tidak bisa membawanya ke rumah, jadi aku mengoleksinya di ruang klise, jangan salah sangka padaku”

Yuri terlihat bernapas lega pada apa yang telah luhan jelaskan. Setidaknya ia tidak curiga bahwa luhan memiliki sedikit ‘keunikan’ dengan mengoleksi pakaian wanita.

“aku akan meminjam beberapa, myungsoo menyuruhku, apa kau mengijinkannya?”

“oh, tentu saja. Apa myungsoo menyuruhmu menghadiri jadwal kami hari ini?”, yuri mengangguk dengan cepat.

eo ! dan aku dipaksa mengikuti kalian dalam jarak dua meter”, yuri memajukan bibir bawahnya dengan cute. Keadaan di dalam kelas sudah agak sepi karena beberapa bodyguard  sudah berdatangan dan menghadang para wanita mendekati luhan dan myungsoo. Luhan menggenggam tangan yuri tanpa diketahui banyak orang, namun myungsoo bisa dengan jelas melihatnya dari tempat duduknya.

“kau bawa ini, masuklah ke ruangan, nanti kami akan menyusul, kita akan bicara banyak di sana”, dalam genggamannya itu, luhan memberikan sebuah kartu kecil pada yuri. yuri baru mengerti ketika luhan sudah tidak ada di dalam jarak pandangnya. Ia bersama beberapa bodyguardnya sedang berjalan keluar. Dan myungsoo juga terlihat mengikuti luhan, tapi sekilas, sangat sekilas, yuri bisa melihat tatapan myungsoo yang mengerikan padanya.

Yuri tidak ingin banyak membuang waktu, ia berlari, dan menembus kerumunan wanita di depannya yang berlari ke arah berlawanan dengan arah yang dituju yuri. ini bagus. Mungkin luhan dan myungsoo sengaja tidak langsung berjalan ke ruang klise untuk memberikan kesempatan pada yuri masuk ke ruang itu lebih dulu tanpa diketahui siapapun.

Yuri tiba di depan ruangan itu dan memasukkan kartu yang diberikan luhan padanya di sebuah lubang kecil di dekat gagang pintu itu. tidak lama terdengar suara klik dan pintu itu terbuka tanpa harus yuri mendorongnya.

Yuri melihat ke kanan dan ke kiri, kemudian mulai mengayunkan kakinya masuk ke dalam ruangan itu. namun ia merasa tangannya berat dan ia tahu seseorang sedang menggenggamnya saat ini.

“apa yang kau lakukan disini yuri?”, seseorang menemukannya. Yuri ada di dalam masalah.

=======================================

“apa yang kau lakukan di sini yuri?”, yuri menoleh ke arah suara pria di belakangnya dan menemukan jiyong di sana.

“ah oppa, kau mengagetkanku. Aku dalam tugas, aku tidak bisa berlama lama di sini”

“pria pria itu menyuruhmu melakukan apa lagi?”

aish…  akan kuceritakan jika selesai, nanti aku akan meneleponmu, sekarang aku sedang terburu buru. Maafkan aku oppa”

“menelepon? Kau telah menemukan ponsel mu kembali?”

anieyo…  myungsoo memberikan aku ponsel baru, nanti akan kuceritakan setibanya di rumah. Katakan pada eomma dan nara aku akan pulang terlambat hari ini. annyeong oppa” yuri bergegas masuk ke dalam ruang klise dan menutup pintunya. Ia harus segera berganti baju sebelum luhan dan myungsoo datang.

Jiyong hanya bisa menggaruk garuk kepalanya yang tidak gatal ketika melihat yuri masuk ke dalam ruangan itu. tidak lama, ia mendengar suara sandara mendekatinya, dan mereka pergi ke lain tempat.

Yuri menemukan setumpuk rok, jeans, kemeja dan bahkan gaun di sana. dan semuanya ditujukan untuk luhan. Yuri menggelengkan kepala.

“fans pria lebih mengerikan dari wanita”, yuri segera memilih baju yang ada di sana dan masuk ke dalam satu kamar mandi luas di dalam ruangan itu. yuri mengunci pintunya dan segera mengganti bajunya. Baju yang ia pakai selama kuliah hari ini, ia masukan ke dalam sebuah plastik kecil dan menaruhnya di dalam tasnya.

Yuri bisa mendengar suara pintu terbuka dari luar dan ia bisa dengan jelas mendengar suara myungsoo di sana, mengeluh. Yuri tidak mendengar suara luhan di antara decitan pintu dan keluhan myungsoo. Dan dengan teriakan yang membabi buta di luar sana, yang bahkan masih bisa terdengar dari dalam kamar mandi, mungkin luhan masih bersama para fans wanitanya. Membagikan tanda tangan dan berfoto bersama.

“apa wanita wanita itu tidak kehabisan suara setiap hari berteriak seperti orang gila?”, yuri menggelengkan kepalanya. Ia berhasil memakai sebuah jeans hitam ketat di kakinya, dan ia kagum karenanya. Jeans itu benar benar melekat pada kakinya, seperti ukurannya ditujukan untuknya. Dan kaki yuri terlihat indah dengan mengenakan celana itu.

Satu lagi yang harus ia ganti, ia harus mengganti bajunya dengan sebuah kemeja cute berwarna merah muda dengan sedikit pita di bahunya. Ia hanya menemukan baju itu untuk atasannya karena di antara semua atasan yang lain, hanya itulah yang paling sederhana dan terlihat pas dengan tubuhnya. Yuri juga tidak lupa membawa sebuah jaket denim yang melengkapi penampilanya sehingga pita tadi tidak terlalu terlihat di bajunya.

Yuri merapihkan rambutnya asal dengan jari, karena ia tidak menemukan sisir di dalam kamar mandi itu. setelah ia rasa cukup, yuri segera berjalan ke arah pintu dengan hati hati, berusaha membuka pintu itu. namun sial bagi yuri. pintu itu tidak bisa terbuka walau yuri berulang kali memutar mutar knop dan kuncinya.

Yuri sangat panik, ia tidak ingin terkunci di sana. ia berpikir bagaimana caranya ia bisa keluar, dan akhirnya ia hanya mengetuk ngetukkan pintu itu dengan telapak tangannya membuat kebisingan.

Myungsoo yang baru saja minum sesuatu dari lemari pendinginnya tersedak dengan suara itu, ia mencari sumber suara itu dan menemukan sesuatu di dalam kamar mandi.

“siapa di dalam?”, sahut myungsoo. Yuri seperti menemukan satu harapan.

“myungso-ah ini aku , yuri, aku terkunci di sini, aku tidak tahu bagaimana caranya keluar, tolong aku”, yuri berteriak dari dalam kamar mandi pada myungsoo. Dan myungsoo terlihat kebingungan.

“kenapa kau tidak bilang kau akan memakai kamar mandi, bodoh. Kunci ini memang belum diperbaiki”

“mana aku tahu, kau tidak memberitahuku”

“kenapa kau tidak bertanya?”

“berhentilah bicara, keluarkan aku dari sini”, suara yuri terdengar semakin panik. Dan itu membuat myungsoo mondar mandir tidak beraturan. Kadang myungsoo melemparkan pandanganya ke arah lain dan kadang ia memandang pintu kamar mandi itu dengan ragu.

“MYUNGSO CEPATLAH”, myungsoo mendengar yuri berteriak dengan keras dan itu hanya membuatnya semakin bingung.

“aku tahu. diamlah kau bodoh, aku juga sedang berpikir”, myungsoo kembali meneriakkan kalimatnya pada yuri. myungsoo tidak memiliki ide. Ia tahu bagaimana rasanya terkunci di dalam kamar mandi yang pengap. Ia pernah merasakannya ketika kecil dan itu pengalaman tidak menyenangkan. Myungsoo mencoba menenangkan pikirannya, ia mendekatkan dirinya pada pintu itu dan berusaha mencongkel engsel pintu itu dengan linggis yang ia temukan di dekat alat alat pertukangan. Ia berusaha dengan sangat pelan dan teliti mencoba merusak engsel di sana sehingga ia berharap pintu itu terbuka.

Sementara di dalam kamar mandi, yuri masih terlihat panik. Ia berpikir bahwa myungsoo tidak akan membantu mengeluarkannya dari sana. ia memikirkan jalan lain yang bisa membuatnya keluar dan yang ada di otaknya hanyalah mendobraknya. Yuri tidak mempunyai pilihan lain, ia harus mendobraknya.

Yuri mengambil ancang ancang beberapa meter dari pintu itu, dan memasang kuda kuda. Ia berlari dengan kencang dan menjejalkan tubuhnya ke pintu kayu yang keras itu. sehingga ia merasa tubuhnya sakit. Myungsoo terkaget dengan apa yang dilakukan yuri dari dalam kamar mandi. tapi itu berhasil membuat satu engselnya terlepas, hanya tinggal satu engsel  atas dan ia bisa membukanya. Myungsoo terus menghancurkan engsel itu dengan linggisnya, sementara ia bisa mendengar yuri merintih kesakitan di dalam kamar mandi.

“gadis bodoh”, myungsoo mengeluh. Kali ini ia berhasil membuka satu lagi engsel pintu terakhir. Namun di lain pihak, yuri sudah kembali dengan kuda kudanya dan menjejalkan tubuhnya di pintu kayu itu. myungsoo menghindar karena debaman pintu itu semakin keras, dan ia bisa merasakan pintu itu jatuh beberapa senti dari tubuhnya. Myungsoo bernapas lega, jika ia tidak menghindar tepat pada waktunya mungkin saja ia telah tertimpa pintu itu.

Tapi belum sampai disitu saja, myungsoo yang terduduk kaget di atas lantai dibuat kembali kaget. Ia melihat yuri yang seperti terbang di atasnya, yuri sepertinya kehilangan keseimbangan karena tiba tiba pintu itu terbuka dan jatuh. Myungsoo bisa dengan jelas melihat yuri ada di depan matanya, ia tidak bisa mengindar karena jarak mereka terlalu dekat.

Myungsoo menutup matanya, begitupun yuri.

Dan yuri pun mendarat dengan sempurna di atas tubuh myungsoo. Kakinya menimpa lantai sedangkan tubuhnya ada di dada myungsoo, kepala yuri ada di atas kepala myungsoo, berhadapan dengan bibir mereka yang saling bersentuhan. Myungsoo membuka matanya dan melihat yuri ada di depannya, tidak ada banyak jarak di antara mereka. myungsoo bisa merasakan detak jantung yuri dan yuri juga bisa merasakan hembusan napas myungoo. Selama beberapa detik mereka tidak menyadari apa yang mereka lakukan. yuri hanya memandang myungsoo dan myungsoo tidak melepaskan tubuhnya dari yuri.

Mereka sama sama mendengarkan degupan jantung satu sama lain.

Dan dengan tiba tiba mereka mendengar suara pintu depan terbuka. Yuri langsung sadar dari kelinglungannya dan beranjak dari tubuh myungsoo. Ia tidak berani menatap myungso dan melangkah kembali ke dalam kamar mandi, mengambil tas nya.

“myungsoo-ah, apa yang kau lakukan di lantai? Dan apa yang terjadi pada pintu itu?”, luhan terlihat kebingungan menatap myungsoo dan yuri di lantai sementara, pintu kamar mandi terlihat rusak sangat parah. suara luhan terdengar menggema di ruangan itu. yuri berlari ke arah dimana luhan berdiri, dan ia duduk di sofa yang ada di belakang luhan.

“a-ah… i-ini salahku.. aku tidak sengaja merusaknya”, myungsoo berdiri dan menepuk-nepukan baju dan celananya dari debu, ia berbohong pada luhan karena ia sendiri tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi baru saja.

“a-aku akan menemui kalian di venue, aku perlu ke rumah sekarang”, myungsoo terlihat salah tingkah ketika matanya bertemu dengan mata yuri. ia segera melangkahkan kaki keluar dan pergi dari ruangan itu. meninggalkan luhan dengan kebingungan.

“apa yang sebenarnya terjadi padanya, yuri-ah?”, luhan bertanya pada yuri, yuri menggeleng kemudian tersenyum pada luhan. Ia tidak dapat mengatakanya. Yuri meraba bibirnya. Ada perasaan aneh ketika ia melakukan itu, dan itu membuat dirinya terganggu.

Aku harus mencuci ini segera.

===================================

Yuri sedang berjalan ringan ketika tangan luhan menyentuh tangannya erat. Yuri bisa merasakan ketika luhan menarik tangannya itu, menuntunnya ke sebuah mobil yang ada di halaman parkir belakang sekolah. Luhan sengaja tidak memilih naik mobilnya di depan umum karena ia tahu yuri harus ada bersamanya.

Yuri tahu apa yang ingin Luhan lakukan, jadi ia hanya menurut dan masuk ke dalam mobil itu. luhan dan yuri sama sama duduk di jok belakang, sementara yang menyetir adalah satu ahjussi berkacamata yang terlihat memiliki otot lengan yang besar.

“sebenarnya kita akan menghadiri event apa?”, ujar yuri penasaran setelah mobil melaju dengan kencang.

fanmeeting, karena myungsoo terluka, kami tidak dapat melakukan show. Tapi kami bisa melakukan sekedar talkshow dan reality show yang tidak membutuhkan banyak pergerakan tubuh”, yuri mengangguk.

“dan… kenapa aku harus ikut?”, luhan tertawa.

“kau adalah slave myungsoo. Kurasa ia ingin agar kau ada bersamanya, mungkin dia akan memberimu beberapa pekerjaan..”

“ini benar benar tidak adil” yuri menghembuskan napasnya kuat kuat sehingga poninya tertiup udara yang keluar dari mulutnya. Bibirnya dimajukan sedikit dan itu membuat pipinya bergelembung. Luhan menemukan sosok yuri yang cute di depannya. Dan Luhan percaya bahwa ia sangat gemas dengan pipi milik yuri, ia secara refleks mencubit pipi kanan yuri.

tindakan luhan itu membuat yuri sedikit terlonjak. Yuri sama sekali tidak memperhitungkan bahwa luhan akan menyentuh pipinya. Ini adalah mimpi baginya.

mian, kau sangat lucu. Aku gemas”, Luhan tersenyum pada yuri, dan itu membuat yuri melayang tidak kembali. Ia berfantasi dengan otaknya, membayangkan Luhan adalah seorang pria idamannya yang selama ini ia cari.

“kau melamun?”, seru luhan, membawa kembali pikiran yuri dari fantasi nya.

“ah~ tidak—“ ucap yuri tidak jelas, sehingga sekali lagi luhan tertawa karena dirinya.

Yuri hanya menunduk dan terdiam tanpa suara, membiarkan luhan menyelesaikan tawa yang keluar dari mulutnya. Sesekali yuri meneguk air dari botol yang dipegangnya untuk menghilangkan perasaan tegang yang menyelimuti dirinya.

Perasaan yuri kacau, ia saat ini ada di sebelah Luhan. Bahkan jarak mereka kurang dari 3 jengkal tangannya. Sementara Luhan dengan santainya melontarkan candaan untuknya dan mencubit pipinya. Ini membuat yuri sangat malu. Pipinya memerah dan napasnya tidak beraturan. Ketegangan semakin meningkat ketika Luhan secara tidak sengaja menyentuh tangan yuri karena mobil yang mereka tumpangi berhenti mendadak.

Yuri hampir saja menjatuhkan jantungnya ketika luhan melakukan itu. yuri bersumpah kulit Luhan bahkan lebih halus dari kulit sandara eonni.

Sesaat setelah Luhan melepaskan tangannya dari punggung tangan yuri, yuri merasakan sedikit kekecewaan yang menyergapnya. Namun sepertinya Luhan tidak menyadari perubahan air muka yang ditunjukkan yuri. Luhan terlihat memanjangkan lehernya berusaha melihat apa yang menyebabkan mobil itu berhenti mendadak dari kaca depan.

“sepertinya di depan mobil myungsoo” sahut luhan pada yuri. yuri sekejap hilang gairah hidupnya yang sempat membara karena sentuhan Luhan. Ketika mendengar nama myungsoo di sebut, ia merasakan batu karang dan kerbau yang beterbangan di kepalanya. Bahkan ia sempat membayangkan jika kepala kerbau itu adalah wajah myungsoo di kepalanya.

Tidak lama, yuri merasakan satu ketukan di jendelanya. Dan ketika ia mengintip, ada satu ahjussi yang ia kenali sebagain supir myungsoo di luar jendela tersebut.

Yuri yang kebingungan sekaligus kaget, mendadak lupa letak tombol menurunkan kaca jendela mobil, padahal tombol itu ada tepat di sebelahya. Luhan yang menyadari hal itu, segera membungkukkan tubuhnya di atas paha yuri, dan meraih tombol di sana. kemudian ia tersenyum pada yuri. yuri mengucapkan terima kasih dengan sangat pelan sehingga bahkan paus tua pun tidak dapat mendengarnya.

Setelah kaca jendela mobil diturunkan, ahjussi itu terlihat berbisik pada yuri .

“nona, silahkan ikut mobil tuan myungsoo”, yuri menggelembungkan pipinya. Ia melihat sebal pada ahjussi itu walaupun ia yakin ahjussi itu tidak bersalah apapun padanya. Namun cukup hanya mendengar nama myungsoo dari bibirnya, darah yuri sudah mendidih.

“suruh tuan mudamu mengajak wanita lain. Aku sudah memiliki tumpangan”, ahjussi itu terlihat ragu, dan segera berlari kecil ke mobil yang terparkir di depan mobil yuri dan luhan. Tidak lama kemudian, ahjussi itu datang dengan muka yang lebih kusut dan suram. Membuat yuri penasaran apa yang dikatakan myungsoo pada ahjussi ini.

“nona, sebaiknya kau ikut kami”

“aku bilang tidak”, yuri baru saja akan menutup kaca jendela nya ketika tangan Luhan mencegahnya. Ia mendongak pada ahjussi itu dan tersenyum lembut padanya.

ahjussi, apa myungsoo mengancam akan memotong gajimu lagi?”, yuri membuka mulutnya lebar. Ia tidak percaya dengan kalimat luhan yang baru saja di dengarnya.

Yuri belum sempat terkatup dari kekagetannya, ia harus melihat ahjussi itu mengangguk. Pertanda apa yang dikatakan Luhan itu benar. Yuri menghela napasnya.

“apa dia selalu seperti ini, Luhan-shi?”

“biasanya dia lebih buruk dari ini”

Yuri menggelengkan kepala.

arrasse arraseo, aku akan ke mobil nya. bilang pada tuan mudamu tunggu 30 detik”, ahjussi  itu berlari ke dalam mobil myungsoo dan menyampaikan apa yang dikatakan yuri padanya. Tidak lama kemudian ia kembali pada yuri. yuri terlihat sedang membereskan isi tas nya.

“Tuan muda mengatakan 10 detik sudah lebih dari cukup, nona”, yuri melemparkan pandangan sebal yang ia tujukan pada myungsoo di dalam mobilnya. Ia berdecak. Yuri mengambil tas nya dan menaruhnya di bahu. Ia mengayunkan kaki kanannya terlebih dahulu, dan keluar dari mobil itu. Luhan melambaikan tangan padanya. Yuri tersenyum dengan gembira dan membalas lambaian tangan Luhan. Kemudian ia berjalan dengan berat ke arah mobil myungsoo.

Yuri membuka pintu jok belakang mobil, dan menemukan myungsoo di sana.

Yuri menghembuskan napas beratnya, kemudian dengan malas masuk ke dalam mobil myungsoo. Ia duduk dan melipat tangannya dengan sebal, tanpa sedikitpun menoleh ke arah myungsoo.

Myungsoo berakting seperti ia seolah –olah tidak peduli. Ia membuka satu bungkus coklat dan memasukkannya ke dalam mulutnya. Ia mengunyah coklat itu perlahan, duduk dengan tenang dan melihat pemandangan kota Seoul di luar kaca jendela mobilnya.

Myungsoo menggoyang-goyangkan kakinya, kemudian ia meletakkan coklat di tangannya ketika melihat yuri yang tidak bereaksi apapun sejak masuk ke dalam mobil. Myungsoo mengambil satu coklat lagi yang masih terbungkus dengan rapih, ia menawarkannya pada yuri.

“mau coklat?”

“….” yuri diam seribu bahasa, ia bahkan tidak melihat sedikitpun ke coklat yang sedang diulurkan padanya. Myungsoo mengambil kembali coklat itu. dan menawarkan satu buah permen lollipop pemberian salah satu fans nya. ia membawa lollipop itu tepat di hadapan wajah yuri.

“permen?”

“….” yuri masih tidak tertarik. Ia duduk termangu melipat tangannya sambil terus menghindari kontak dengan myungsoo.

Myungsoo tidak menyerah, ia mengambil satu botol air minum miliknya yang masih utuh dan menjulurkannya pada yuri.

“minum?”, kali ini yuri bergerak. Ia melepaskan tangan yang beberapa menit dilipatnya di depan dada. Yuri menatap ke arah myungsoo setelah sebelumnya menarik napas yang sangat panjang.

“bisakah kau berhenti mengganggu ketenanganku?”, nada bicara yuri sebenarnya biasa saja, hanya saja emosi nya yang sebelumnya terpendam, dan rasa ketenangan ia yang terusik membuat sebuah kalimat dari mulutnya menjadi sangat menyeramkan bagi myungsoo. Myungsoo terlihat menggeser tubuhnya beberapa senti menjauh dari yuri. sementara yuri mengatur napasnya.

“kau berteriak. Apa salahku lagipula? Aku hanya menawarkanmu makanan dan minuman”

“kau hidup, itu sudah sangat salah buatku. Lagipula kau ini kenapa? Aku sudah mendapat tumpangan di dalam mobil Luhan, dan kau memaksaku untuk berada satu mobil denganmu. tidak bisakah kau hanya sendiri di sini? Kau mengganggu waktuku bersama Luhan—“, yuri menelan ludahnya. Ia terlalu emosi dan tidak sengaja menyebutkan apa yang membuatnya emosi pada myungsoo secara terbuka.

Myungsoo menggenggam botol di tangannya erat.

“jadi kau kecewa karena aku menjauhkanmu dari Luhan?”, yuri terlihat bingung. Ia sendiri tidak mengetahui kenapa arah pembicaraan mereka membahas Luhan. Ia menggigit lidahnya dan mengutuk dirinya sendiri di dalam hati.

Kemudian ia berbicara dengan lantang di hadapan wajah  myungsoo.

“ya, kau mengganggu.”, myungsoo terlihat sedikit kesal, terbukti dari genggamannya yang semakin kuat pada botol di tangannya. Ia seakan tidak mau kalah, myungsoo menggeser maju tubuhnya dan menatap wajah yuri dengan ekspresi muak dan sebal.

“kau seharusnya berterima kasih aku ijinkan semobil denganku. Kau tidak seberuntung wanita wanita yang tiap detik teriak di dekat telingaku”

“kau salah, aku tidak seberuntung wanita-wanita itu karena mereka setidaknya tidak memiliki kontrak denganmu. dan jika aku boleh memilih, aku dengan sukarela akan menukar posisi ku dengan wanita-wanita itu saat ini. asal aku bebas dari kontrak bodoh mu itu”

Myungsoo meletakkan kedua tangannya di pinggulnya. Wajahnya hanya beberapa senti dari yuri. mereka bahkan bisa merasakan dengus napas dari hidung satu sama lain.

“kenapa kau begitu membenciku?”

“karena kau sendiri yang membuat aku membencimu”

“kenapa kau tidak membenci Luhan?”

“karena Luhan bukan dirimu”

“……”, myungsoo menelan ludahnya dengan kesal, sehingga yuri bisa melihat jakun myungsoo yang naik turun di lehernya. Myungsoo memutar bola matanya dengan kesal dan kembali tajam menatap yuri di depannya.

“apa yang membuatmu begitu menyukai Luhan?”, yuri tersenyum meremehkan myungsoo. Kemudian ia mengangkat dagunya, berbicara dengan sombong pada myungsoo.

“karena dia adalah pria yang hangat, selalu tersenyum dan sangat baik. Ah…. dan juga dia tidak memaksa seorang wanita untuk memiliki kontrak paling aneh dengannya. Dia tipeku”

Myungsoo menggenggam kuat botol di tangannya. Ia masih menatap wajah puas yuri di depannya, myungsoo mundur bergeser menjauh, botol yang ada di genggamannya dibukanya. Ia mengenggak beberapa teguk air mineral dari botol itu dengan tergesa gesa karena kesal. Beberapa kali ia tersedak, dan yuri hanya tersenyum meremehkan diam-diam.

Tidak berapa lama, yuri bisa merasakan mobil yang mereka naiki berhenti di satu lobby hotel. Myungsoo turun setelah sebelumnya berbisik pada yuri bahwa jarak mereka setidaknya 2 meter dengan yuri di belakangnya. yuri mengiyakan dengan malas. Tapi ia masih bertanya-tanya kemana mereka akan tuju, ia mempunyai sedikit firasat buruk pada myungsoo karena saat ini mereka ada di sebuah hotel.

Myungsoo tiba di depan lift, yuri menghentikan langkahnya karena ia ingin naik lift yang berbeda dengan myungsoo. Tapi myungsoo terlihat membisikkan sesuatu pada bodyguard nya dan menarik yuri ke dalam lift yang sama dengan mereka.

Yuri masuk lift dengan langkah gontai. Ia berdiri di sebelah myungsoo. Sementara di depan myungsoo ada dua orang dengan jas dan kacamata hitam sebagai bodyguard nya.

“kenapa kau mengajakku ke tempat seperti ini?”

Pertanyaan yuri membuat myungsoo menahan tawa nya. bagaimanapun suara yuri yang pelan dan berbisik di telinganya itu seperti sebuah lawakan profesional dan membuat perutnya geli. Ia balas berbisik pada yuri, menghindari sebisa mungkin pada bodyguard itu mendengar pembicaraan mereka.

“tempat seperti apa? hotel?. Pabo. Meskipun satu satunya wanita yang tersisa di dunia ini adalah kau, aku tidak akan melakukan apa yang sedang kau khawatirkan. Jangan membuat aku tertawa”

Yuri memainkan lidahnya di dalam rongga mulutnya. Ia sedikit mengutuk myungsoo dengan semua tingkahnya pada dirinya hari ini. kemudian ia teringat Luhan. Ia belum melihat Luhan semenjak mereka tiba di hotel itu.

“dan kemana Luhan?”, pertanyaan yuri membuat myungsoo terganggu, ia memilih diam dan menggelengkan kepalanya. Tidak lama pintu lift terbuka, myungsoo melangkahkan kaki nya pertama kali keluar dari lift dan berjalan ke satu ruangan dengan tulisa “Klise” di permukaan pintunya.

Yuri mengikutinya dari belakang, tapi ketika mereka ada di depan pintu  itu, myungsoo menyuruhnya masuk pertama kali.

Yuri tanpa banyak protes masuk ke dalam ruangan itu. dan di dalamnya di dekorasi seperti salon. Yuri bisa melihat tas make up, busana dan beberapa peralatan perawatan dan styling rambut di atas meja rias yang berdiri kokoh di sana. belum lagi yuri melihat beberapa ahjussi dengan dandanan menor ala wanita sedang bolak-balik mendandani Luhan yang duduk berhadapan dengan sebuah cermin rias. Yuri bisa menebak apa yang akan Klise lakukan.

“kukira kau tidak mempunyai job sampai kau sembuh dari luka-lukamu”, yuri menginterogasi myungsoo yang mulai dikelilingi para ahjussi menor. Sementara dirinya dipersilakan duduk di sofa, menunggu ke dua pria di depannya duduk berlama-lama di depan cermin rias.

“ini adalah satu satu nya kontrak yang tidak bisa dibatalkan, yuri-shi. myungsoo dan aku telah setuju untuk pekerjaan ini karena produsernya adalah Ayah myungsoo. Tidak mungkin kami membatalkannya. Lagipula acara ini bukan acara menyanyi atau menari seperti yang biasanya kami lakukan. hanya acara Variety Show biasa”

Luhan menjelaskannya pada yuri membuat yuri mengangguk-angguk. Sementara myungsoo sudah sibuk dengan penata rambutnya yang terlihat menyemprotkan sesuatu di rambutnya. membuatnya menjadi berkilauan.

“kau bisa melihat shooting perdana kami di ballroom depan lift” sahut Luhan lagi

“acara apa yang akan kau bintangi, Luhan-shi?”

dating with star. Acara dating bersama fans. Aku dan myungsoo akan memilih masing-masing dua fans yang beruntung yang akan kami bawa ke Bali, untuk berlibur selama 2 hari”, yuri membelalakkan mata. ia pernah ke Jeju dan mengetahui keindahannya, tapi ia tidak pernah ke Bali atau ke Luar negeri. Dan lagi, yang ia tahu, Bali adalah satu pulau dengan kekayaan alam yang eksotis. Iklim tropis dan hawa yang sejuk. Ia langsung berdesir bagaimana membayangkan dirinya ada di sana.

“Yuri-shi, sebaiknya kau ambil tempat duduk mu di dalam ballroom. Kau akan kehabisan seat”, yuri tersentak, Luhan sudah berdiri di depannya. Dan perlahan duduk di sebelahnya. Myungsoo memperhatikan mereka dari pantulan cermin dengan diam-diam.

“untuk apa? aku tidak dalam mood ku untuk menonton acara kalian. Mian, Luhan-shi”

Myungsoo berdehem dan mengangkat satu kakinya ke kaki yang lain. Pandangannya sinis pada pantulan wajah yuri di cermin.

“kau harus ikut dan menonton acara ini”, yuri berdecak.

shirreo”

“kau harus dan ini perintah”, ucap myungsoo menegaskan. Yuri diam seribu bahasa. Bagaimanapun ia adalah seorang slave dan ia harus menyetujui apapun yang diperintahkan oleh myungsoo. Yuri menenggelamkan tubuhnya di dalam sofa yang empuk. Sementara Luhan terlihat sedang memainkan game psp miliknya.

“pergi sekarang, tidak ada yang menyuruhmu bermalas-malasan di sofa”

“pergi kemana?”

“ke dalam ballroom. Duduk dengan tenang sampai acara selesai. Cari tempat dimana aku bisa dengan jelas melihatmu dari atas stage

“cih.”

“aku tidak suka kau menggerutu”

“aku tidak menggerutu”

“barusan kau menggerutu”

“……” yuri menatap sinis myungsoo di cermin, kemudian ia berdiri dengan sigap. “..kau tahu myungsoo? Kau sangat menyebalkan”

Kemudian yuri pergi dengan langkah gontai dan kesal. Ia menutup pintu ruangan itu dengan kasar dan segera berjalan menuju ballroom. Di depan lift, ia bisa melihat seorang wanita dengan kacamata hitam dan mantel berbulu berjalan ke arahnya dengan anggun. Yuri bisa mengenali wanita itu, seorang aktris kenamaan dan papan atas, Uee.

Uee berjalan melewatinya seolah tidak ada orang di sana. padahal di satu jalan itu, hanya ada yuri dan wanita itu saja. Tapi yuri tidak ambil pusing. Ia terus berjalan dan masuk ke dalam ballroom tersebut. Tidak sulit buat yuri untuk masuk ke dalam sana, yang menjaga pintu depan dari ballroom itu adalah bodyguard pribadi myungsoo, dan sepertinya myungsoo sudah memerintahkan bodyguard itu untuk mempersilakan yuri masuk ke dalam ballroom walau tanpa tiket seperti beberapa wanita yang lain. Lagipula pintu dimana ia masuk adalah pintu tersendiri. Sehingga ia tidak perlu mengantri dan berdesakkan dengan para wanita dengan make up tebal di dekatnya.

Setelah berhasil masuk, yuri mengambil satu seat di belakang. Ia tidak ingin tersorot flash dan kamera yang berserakan di setiap sudut di ruangan itu. lagipula ia bisa sakit mata melihat spanduk bergambar wajah myungsoo di depan matanya.

Yuri duduk, mengambil ponselnya dan memainkannya. Ia beberapa kali mengirimkan pesan pada Jiyong walaupun Jiyong tidak membalasnya. Yuri hanya ingin keluarganya tahu bahwa ia baik-baik saja. Seperti janjinya pada Jiyong.

Yuri bisa merasakan kenyamanannya bermain ponsel terganggu karena beberapa teriakan dan kasak kusuk wanita di dekatnya. Satu orang wanita dengan rambut pirang dan temannya dengan rambut hitam berbisik di depannya.

“apa kau lihat ada Uee di sini? Kurasa memang berita Uee berhubungan dengan Myungsoo oppa itu benar.”

andwae. Ini tidak bisa terjadi. Aku sangat membenci wanita itu. ia terlihat arogan”

“benar, aku juga tidak menyukai Uee. Tapi aku tidak begitu terganggu dengan gosip itu selama itu bukan Luhan oppa ku”, dua wanita yang sedang berbisik itu cekikikan di depan yuri. membuat yuri geli dan menggelengkan kepalanya. Ia geli dengan bagaimana salah satu wanita tadi menyebut Luhan sebagai ‘luhan oppa ku’.

Kemudian ia mengingat satu percakapan mereka tentang myungsoo-uee. Yuri yakin ia tidak pernah mendengar gosip ini sebelumnya. Tapi dengan adanya Uee disini, ini cukup membuktikan bahwa memang terjadi sesuatu antara mereka.

Tapi yuri berusaha tidak peduli, ia memainkan ponselnya kembali. Tapi perasaannya berubah. Ia menjadi tidak konsentrasi dan lebih sering melamun daripada memandangi layar ponselnya. Yuri kesal pada dirinya sendiri dan memasukkan ponselnya ke dalam saku bajunya.

“kenapa aku jadi kesal dengan tiba-tiba?”, gumamnya pada dirinya sendiri. Tidak lama, lampu di ballroom itu padam, dan satu spotlight dan lighting  yang sangat menyilaukan tersorot dari depan stage. Yuri bisa mendengar teriakan dan tepuk tangan para wanita di depannya. Bahkan beberapa di antara mereka harus ditegur oleh staff karena mereka langsung berdiri seperti orang gila ketika melihat Klise datang.

Dua pria perlente dengan tuxedo hitam yang glamour. Kim Myung Soo dan Lu Han berdiri di sana. melambaikan tangan ke para wanita itu dan berpose untuk kamera yang ada di depan mereka. seorang MC dengan baju seksi datang di antara mereka dan menyela. MC itu memperkenalkan dua orang pria di sebelahnya dan kemudian mempersilakan mereka duduk di sofa yang sudah disediakan di atas stage.

Yuri merasa ponsel nya bergetar, ia mengambil ponsel nya dari sakunya dan membaca sebuah pesan yang ada di sana.

from : Evil

YA ! Aku tidak melihatmu, kau duduk dimana?

Yuri membaca pesan itu, dengan malas ia melihat ke arah stage dan myungsoo di sana, baru saja menenggak sebuah air mineral sambil memegangi ponsel miliknya di tangan kanannya.

To : Evil

Aku duduk di belakang. Di depan penuh dengan wanita-wanita gila yang berteriak

Myungsoo terlihat meninggikan lehernya mencari sesuatu. Tapi dia tidak bisa melihat apapun selain banner dan handuk handuk bertuliskan namanya yang di angkat oleh para fans nya.

“myungsoo, fokuslah, 30 detik lagi setelah iklan di TV selesa kita akan mulai secara live” Luhan berbisik pada myungsoo karena ia terlihat gelisah.

“ada sesuatu yang harus kutemukan, sebentar”, myungsoo mengetikkan sesuatu di layar ponsel nya, dan ponsel yuri bergetar.

From : Evil

YA ! KAU DIMANA? ANGKAT TANGANMU JIKA KAU MELIHATKU

Yuri melihat huruf kapital di pesan singkat yang dikirimkan myungsoo. Ia sebenarnya malas, tapi entah dorongan apa membuatnya mengangkat tangannya ketika pandangan myungsoo teralih ke posisinya. Myungsoo melihatnya, ia memasukkan ponsel nya ke dalam saku ketika aba aba “action” mulai di dengarnya.

Acara dibuka dengan perbincangan ringan di antara MC dan Guest Star. Yuri menangkap sebenarnya tidak ada yang penting dari pembicaraan itu, kecuali bagian ketika myungsoo mengatakan bahwa tubuhnya terluka karena terjatuh. Yuri tahu ia tidak terjatuh, ini akibat ulahnya.

Myungsoo juga bercerita bagaimana ia tidak bisa beraktivitas selama beberapa minggu ke depan karena luka itu. dnan yuri menggigit bibirnya merasa bersalah. Luhan bercerita lain lagi, cerita ringan dan hangat. Membuat semua fans nya bertepuk tangan dan berteriak ketika Luhan baru saja menyelesaikan kalimatnya. Yuri tidak bisa duduk dan diam saja menyaksikan euforia di depannya. Ia tersentak dan ikut bersorak ketika Luhan bercerita.

Setelah beberapa menit berbincang bincang, kini tibalah acara inti. Semua wanita yang ada di ballroom itu diminta menuliskan namanya pada selembar kertas yang baru saja di bagikan. Dan menyerahkan nya kembali pada petugas dengan baju hitam di masing masing row seat. Tidak terkecuali yuri. ia menuliskan namanya dan menyerahkannya pada ahjussi dengan baju hitam dan benda kecil di telinganya seperti headset.

Ketika semua kertas terkumpul, yuri bisa melihat kertas itu diletakkan di sebuah box transparan di antara Myungsoo dan Luhan.

Keadaan menjadi sangat ramai ketika MC mengatakan bahwa akan dipilih 4 fans beruntung untuk berlibur ke Bali bersama Klise. Yuri bisa merasakan jeritan histeris dari para wanita di depannya. Jeritan itu sangat tidak beraturan sehingga bisa membuat gendang telinganya pecah. Bahkan sekilas yuri malah mengira jeritan itu karena ada fans yang mabuk atau mati di tempat. Entahlah. Tapi ini terlalu berlebihan untuk yuri.

Myungsoo berdiri di hadapan box itu, dan menatap box itu dengan menggigit bibirnya. Giliran pertama mengambil kertas undian itu adalah Luhan. Ia tersenyum dan melambaikan tangan pada para fans nya, kemudian mencelupkan jarinya ke dalam tumpukkan kertas di depannya. Ia memutar mutar tangannya di sana, dan mengambil secarik kertas. Kertas itu diberikannya pada MC.

MC membuka kertas itu dan membacakan nama wanita beruntung yang kertasnya baru saja dipilih oleh Luhan.

“Park Ji Yeon, Chukahamnida” seketika ruangan dipenuhi rasa kecewa dalam nada keluhan yang sama. Yuri geli melihat bagaimana satu orang wanita loncat loncat naik ke atas panggung sementara beribu wanita lain mengeluh di belakangnya.

Wanita itu berlari lari kecil ke atas panggung dan berdiri di sebelah Luhan. Luhan menjabat tangannya. Wanita itu terkekeh kegirangan. Yuri hanya bisa melihat sambil mendengus. Ia terganggu dengan bagaimana senyuman luhan yang hangat diberikannya pada wanita itu.

Tidak lama Myungsoo mengambil gilirannya. Ia menyerahkan secarik kertas pada MC.

“Nicole, chukahamnida” seorang wanita seksi dengan rambut sebahu berjalan santai sambil tersenyum ke atas panggung. Dia tidak sesenang wanita pertama tadi, tapi akhirnya ia berdiri di sebelah Myungsoo. Myungsoo menjabat tangannya, namun dengan tatapan dingin. Ia menyunggingkan senyum, namun terkesan sangat dipaksakan.

“namaku Nicole”, sahut nicole berbisik sambil tersenyum pada Myungsoo, myungsoo terlihat gelisah dan memasukkan satu tangannya di saku tuxedo nya. ia hanya membalas singkat kalimat Nicole dengan “ya, aku sudah mendengar namamu dari MC”. Dan Nicole tersenyum kecut pada Myungsoo.

“… dan wanita beruntung lainnya adalah, chukahamnida Lee Sun Kyu”, seorang wanita berperawakan kecil dengan rambut blonde pendeknya berlari ke atas panggung dan segera menjabat tangan Luhan. Yuri bisa melihat kepribadian cute yang ditampilkan oleh wanita satu itu.

Terakhir giliran Myungsoo. Sebelum ia mencelupkan tangannya ke dalam kertas kertas di dalam box, tanpa di sadari kamera atau MC dan siapapun yang ada di atas stage ia memasukkan satu kertas kecil dengan gerakan cepat pada box itu. ia memegang kertas kecil itu sambil menyatukannya dengan kertas kertas lain. Ia memutar mutar isi box itu dan menarik satu kertas yang dipegangnya dari awal.

Luhan menatap Myungsoo dengan tatapan apa-kau-serius-melakukan-itu? sedangkan myungsoo membalas tatapan luhan dengan senyum mengembangnya. Myungsoo menyerahkan kertas itu ke MC, MC Membukanya dan membacakan nama terakhir yang dipilih oleh Klise.

“Orang terakhir yang beruntung. Chukahamnida Kwon Yuri”. yuri tersentak. Wajah dan ekspresinya berubah, dari flat menjadi sangat shock. Dia memang sudah tahu bahwa dirinya akan ikut pergi ke Bali. Tapi dia tidak tahu jika dirinya adalah salah satu dari 4 fans yang beruntung itu. dia bahkan menolak menyebut dirinya adalah fans Klise.

Yuri bingung, namun ia tetap berjalan ke atas stage. Dilihatnya para wanita yang lemas di sekitarnya. Namun ia juga bisa melihat seorang namja tersenyum dengan sangat evily dari jauh.

Kim Myung Soo. Pria itu…….. kau akan habis segera.

==========================================

EOTTEEEEE? bagaimana? How is it?

Getting a better Plot, or something?

mereka akan berlibur ke BALI. Yihaaaaa *ke soetta, pesen tiket*

kkk~~~

Leave your comment (s)

55 thoughts on “KLISE [Part 2]

  1. choi minri berkata:

    Wah thor aku kirain nanti yuri nggak terpilih
    Eh… ternyata yuri terpilih kkk~

    Jadix klise sampe part 4 nih? Di tunggu part 4 nya klo bisa jngan lama lama ne thor…. dirmh jdi bsen nggak ada ff update sama sekali

    Hwaiting !!!

    • bapkyr berkata:

      Myungsoo nya curang sih. tapi demi cinta kan ya :p
      iya sampe part 4 + ekstra cerita di epilognya.

      bakalan ada update an terus dari ku. apalagi pas hari libur. chingu ketauan abis UN ya :p kkkk~

      ini Klise udah tamat. lanjut fokus ke Sirine dan Just me and The boys (JMTB)
      JMTB kalau bahasa perfilm annya, coming really really soon deh. aku perlu edit poster nya dulu soalnya biar greget dan ga bikin sakit mata :p

    • bapkyr berkata:

      ini kaya drama korea. pas aku buat ini FF keingetan drama Boys Before Flowers. jadilah tingkah laku myungsoo mirip Go Jun Pyo. hahahaha

  2. Hani"thahyun"_Kim berkata:

    ya!! kim myungsoo klo suka sama yuri bilang dong..hahaha
    yuri,, blak”an ngebanggain luhan dan ga nyadar tuh mungsoo udh kesel setengah matii..cemburu yaaa..
    lanjuuuuut

    • bapkyr berkata:

      yuri nya ga peka sih :p
      padahal kalau aku jadi yuri langsung aku peluk itu myungsoo, bawa ke rumah, diiket, di ulek terus di bikin sambel *eh *salah fokus

      segera go go go ke part 3 dan 4 dan epilog. udah tamat loooh

  3. Fitri Andriani berkata:

    kyaaa… myungsu curang ittuu… hehee tapi berkat itu yuri bisa ngikut kebali, horee..😀

    • bapkyr berkata:

      keren ya ke Bali. tadinya pengen masukin Pulau Jeju. tapi Jeju udah mainstream. makanya aku ubah jadi bali. haha sekalian promosiin Bali gitu :p

      myungsoo nya main curang, tapi gapapalah demi cinta :p

  4. Yuri snsd,Jihyun 4minute,Bomi apink + b2uty berkata:

    Authoooor dari td ga bsa buat aku berhenti tersenyum aku suka bngt ff nya author itu yg libur ke bali kok cuma 4 fans tambahin satu bomi apink hehehe waaah asik dong ke bali apa lagi bareng luhan & myungsoo oppa uda ga sabar lagi ingin lhat yuri unnie tersiksa oleh myungsoo dan kecemburuan l ama yulhan *langsung kabur ke next part

  5. Lee Midah berkata:

    Ya! Myungsoo kau curag sekali!!! >.< plakkk
    tapi kenapa aku lebih suka yuri ma Luhan #kambuh deh yulhanshippernya hehehe ^^V
    Over all bagus, bahkan lebih bagus dari tulisanku #kliatan lebih amatirannya
    Keep writting thor, aku lanjut besok ya cos dah malam hehehe😛

  6. Tansa berkata:

    Hahaahaah ternyata dugaanku meleset tentang yuri.. Tapi aku senang dia terpilih walaupun cara myungsoo sangat licik hihihhi next part

  7. seria berkata:

    wkwkwkwk.. Ngakak bgt.. Aku pkir fans nya sdh dipilih trnyata dari para penonton.. Si myungso pantes maksa bgt yuri buat duduk di kursi penonton.. Dia bermain licik~

  8. Bintang Virgo berkata:

    hahahah
    myungsoonya cemburu abis..
    Klise dan 4 fans termasuk yuri bakalan pergi ke bali…
    wah…
    andaikan ini benar… pasti bakalan keren..

    ceritanya TOP banget deh…

  9. intan berkata:

    Hahahahahha, MyungYul moment nya..
    Senyum2 sendiri aku.
    Keliatannya Myungsoo udah mulai tertarik nih sama Yuleon.
    Aku mempunyai firasat buruk ketika Yuri akan pergi ke Bali, saya sedikit curiga(?) Mungkin malah nggak suka sama fans beruntung yg nama nya Nicole..
    Dia mencurigakan, sifatnya sedikit aneh. :v

  10. Lulu Kwon Eun G berkata:

    iyaa sweet bgt, mau moment sm Myungsoo ato Luhan.. akh, geli sndiri bacanya.. kocak jg kelakuannya Yuleon haha
    serasa lyt drakor bneran.. feel.a dpet bgt😀
    good job kak Nyun… izin baca kenjutannya ya kak, gomawo..

  11. liliknisa berkata:

    Ada ada aja myungsoo buat bikin yuri marah. Kejadian apa yang bakal terjadi dibali
    Bagus kak nyun ceritanya gemes ^^

  12. wulan berkata:

    hahahaaah…. yuri eonni bener” kesel sama myungsoo, gegra dia ganggu momentnya sama luhan…
    mereka mau liburan ke bali, bakalan ada kejadian apa lagi nih antara myungyul di bali..??

  13. vialee945 berkata:

    kalo aku jadi yuri, pasti bakalan jadi cewek paling beruntung . ampun dah x_x myungsoo gitu… astagaaaaaa :’)
    myungsoo suka nih sama yuri, tapi gengsi aja pang.. jadi myungsoo cuma bisa cemburu pas tau yuri suka sama luhan jiakaka

  14. Ersih marlina berkata:

    Ngakak pas yuri bilang kerbau berputar d kepalanya
    biasanya kan bintang yah

    ahaha, unsur kesengajaan myungsoo
    bilang aja kalo kamu udah cinta sma yuri kkk
    lnjut bca, hwaiting

  15. acimu berkata:

    Udah kelihatan pakai banget klw myungsoo itu suka sama yuri. Sampai” dia harus curang seperti itu. Wkk lucu sekali myingsoo kelimpungan nyari yuleon

  16. Ara19 berkata:

    Maybe this chappie will be my fav chapter kakNyun,keke~
    Awee ga kebayang betapa malunya Yuri kepergok tidur dg lidah yg terjulur,apalagi kepergok sama Luhan,wkwk~
    Paling gokil itu pas Yuri lagi ganti baju di kamar mandi di ruang Klise yng ternyata kuncinya rusak and omigosh,ada adegan MyungYul kisseu~aaaa bacanya jadi seneng sendiri,apakah itu first kiss?kyaaa~
    Bali?Bali disebut-sebut juga toh,iyasih Bali kan emang tempat yang cocok buat liburan gitu *sayangnya eyke belum pernah ke Bali huaa* *gaadayangnanyabaidewey
    Izin baca next chapter-nya ya KakNyun dan kayaknya aku ngerasa betah berlama2 di blog ini,dan aku sadar sekarang udh jam 12 malem kkkk~
    Oke,aku mau baca next chapnya dulu ya KakNyun^^

Leave your review, don't treat me like a newspaper.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s