Just Me and The Boys [Part 1]

Just me and the boys

FIRST CHAPTER IS OUT ! *umumin di poskamling*

semoga suka ! *harapan yang sangat simple*

*****

YURI POV

Winter, December 10th.

Hari ini? seperti biasa aku hanya masuk dan keluar kelas dengan sembarangan. Harusnya aku harus menghadiri sebuah kelas lagi saat ini. tapi aku terlalu malas. Dan disinilah aku terduduk diam di kantin kampus. Aku tidak peduli dengan beberapa pandangan aneh yang mengarah padaku, lagipula apa peduliku pada mereka? aku tidak seperti akan bernapas dengan hidung mereka. aku hanya duduk di kantin, saat seharusnya aku masuk ke kelas. Apa yang salah?.

Ah aku muak dengan kampus ini. kenapa aku bisa tersesat ke kampus menyebalkan dengan segudang peraturan aneh seperti ini. bahkan cara berjalanmu saja di atur. God, katakan ini tidak benar. Katakan bahwa aku ada di alam mimpi.

Ini adalah kampus dimana kau bisa berlomba menjadi orang paling bodoh. Bagaimana tidak?. Kau hampir tidak dapat menemukan orang bodoh disini. Kau bisa melihat beberapa orang berjalan berlalu lalang di antero kampus dengan medali di leher mereka. dan aku benar benar muak dengan itu. itu hanya membuatku sakit mata.

Aku tidak bodoh. Aku tidak pintar. Aku adalah seorang wanita yang biasa saja. Aku tidak terkenal. Aku tidak mempunyai banyak teman. Aku tidak mempedulikan semua kejadian di kampus. Ah… aku bahkan melupakan nama senat kami yang baru. Aku.. bukanlah apapun.

Sangat berbeda dari mereka yang ada di level atas kepopuleran. Yap. Setiap kampus memiliki sebuah cerita, dan ini cerita kampus kami. Cerita tentang bagaimana lima orang pria tampan yang memiliki kemampuan otak yang cermerlang duduk di singgasana atas di otak para wanita. Pria pria itu dengan kemampuannya mampu membuat pria pria pesaingnya jatuh terkulai tidak berdaya. Dari sisi manapun, mereka tidak akan menang melawan 5 pria yang kusebut tadi.

Nama? Oh… iya. Dari sekian banyak kejadian yang kulupakan di kampus. Aku hanya bisa mengingat ini. ke lima pria tadi adalah pria dengan sejuta bakat, dan salah satu bakatnya adalah bermusik. Mereka membuat satu band, yang tentu saja aku lupa apa namanya.

Tapi aku tidak melupakan nama pria pria itu seumur hidupku. Tidak akan pernah.

Kim Myung Soo, sebelum kujelaskan segalanya, biar aku beri penekanan di sini. Aku akan memujinya, tapi percayalah aku sangat membencinya. Dia tampan, baik hati dan selalu berjalan dengan gaya cool. Tapi di sisi lain, dia dingin, egois dan angkuh. Bahkan kau harus meluangkan 3 tahun waktumu di kampus ini hanya untuk melihat senyumannya. Tapi aku mengagumi otaknya, bagaimanapun di antara 4 pria yang lain, dia termasuk salah satu yang terpandai. Dan selalu mendapat singgasana atas di klasemen test apapun. Iya, dia pintar, tampan, cool dan terkenal. Apa yang kurang? Hampir tidak ada. Tapi percayalah, aku sangat membencinya di atas semua pujianku tadi.

Oh Se Hun, mungkin  dia adalah yang termuda di antara mereka, entahlah. Aku hanya memperkirakan dari wajahnya. Lagipula aku tidak tertarik untuk bertanya berapa umur pria itu. biar sekali lagi kutekankan disini, meskipun aku akui dia agak sedikit lebih baik dari Kim Myung Soo di mataku, tapi tetap saja aku tidak menyukainya. Dia…… misterius. Dan aku benci pria semacam itu. dia tidak pernah terlihat bergaul dengan orang lain diluar 4 pria populer itu. bahkan bisa kujelaskan, dia semacam freak. Aku pernah beberapa kali memergokinya bicara dengan dirinya sendiri. Dan aku tidak mau mengingatnya.

Park Chan Yeol. Oh Tuhan, tidak untuk yang satu ini. bisa kubilang dia adalah kebalikan dari sehun. Dia sangat aktif, terlalu aktif sampai rasanya tanganku gatal ingin memukulnya, mengikatnya dan membuatnya diam terpaku. Dia adalah pujaan para wanita –kecuali aku tentunya-, disini biar aku tekankan untuk ketiga kalinya. Aku memang membenci orang misterius seperti sehun, tapi aku lebih membenci pria aktif semacam chan yeol. Aku dapat langsung menumpahkan isi kepalaku jika ia telah mulai merayuku seperti ia merayu para gadis lainnya. Dan aku membenci itu.

Choi Min Ho, seorang berkepribadian hangat, berkharisma dan cukup cerdas. Bisa kukatakan dia mendekati sempurna. Tidak terlalu misterius, tidak terlalu aktif dan tidak terlalu cerdas. Tapi sungguh, dia bukan tipeku. Sekali lagi aku tekankan, aku membenci mereka. aku membenci setiap orang di dalam kelompok 5 pria aneh itu. dan minho, tentu saja aku membencinya. Tapi minho, bukanlah orang yang jahat. Ini tidak seperti aku memujinya atau aku menyangkal bahwa aku membencinya, tapi memang, ia bukan orang jahat. Setidaknya tidak seperti chanyeol yang menggoda para gadis. Minho bukan orang seperti itu. gadis berdatangan padanya, tapi kurasa ia tidak memilih salah satu dari mereka. ia hanya beraktivitas dengan gaya seperti robot, berulang ulang dan di tempat yang sama, sehingga semua fans nya dapat dengan mudah mengetahui apa kegiatan minho di kampus. Sungguh, hidupnya sangat monoton. Dan aku tidak menyukai hidup seperti itu.

Terakhir, pemimpin mereka, Kris Wu. Kurasa dia bukan orang korea, tapi apa peduliku?. Dari semua pria yang aku benci, dia ada di urutan pertama. Ia adalah salah satu pangeran dari negeri dongeng yang dipuja puja banyak wanita, bahkan kau tidak dapat membayangkan seperti apa rupawannya seorang kris wu. Tapi dia arogan, lebih arogan dari myung soo. Mungkin karena dia kaya. Dan aku tidak menyukai style nya. Terlalu…… klasik, retro dan angkuh. Entah manusia atau bukan seorang kris ini tapi wanita tetap saja berkerumun di sekitarnya seperti lalat.

oppa… oppaa” telingaku benar benar sakit mendengarnya, semua teriakan wanita akan begitu saja terdengar ketika salah satu, atau lima orang pria itu lewat.

GLOW… GLOW” , ah iya, aku baru ingat nama band mereka, Glow. Argh.. para wanita itu berteriak seperti orang gila, dan aku tidak tahan berlama lama di kantin. Suara mereka semakin bulat dan semakin mendekat, aku segera membawa sisa minuman mineral ku di tanganku dan berjalan ke arah lain. Teriakan teriakan wanita bodoh di depanku menghalangi jalanku, mereka berlari menabrakku seperti aku adalah bagian wanita invisible dari fantastic four.

Yah, selalu seperti ini. air mineralku tumpah ke baju yang aku pakai, membuat semuanya basah. Aku hanya bisa mengeluh dan mencaci maki semua yang menyebabkan ini, bukan para wanita yang seperti rusa berlari tadi yang aku maki, aku lebih suka memaki Glow. Mereka terlalu banyak mengundang bencana di kampus yang tadinya baik baik saja ini.

Aku segera mencari tissue di dalam tas ku, dan tidak sengaja aku menabrak pilar yang berdiri di sana, ini karena aku terlalu fokus pada isi tas ku. Untungnya tidak ada yang menyadariku. Semua orang sedang terpaku di sana bersama dengan Glow bodohnya itu.

“kau tidak apa apa?”, seseorang memanggil namaku, dan aku mendongakkan kepalaku sambil mengusap dahiku berkali-kali. Kulihat di sana seorang wajah pria, dia cukup tampan. Tapi aku tidak dapat melihatnya dengan jelas karena pantulan sinar matahari yang menyinari wajahnya. Aku menyipitkan mataku sampai maksimal sehingga aku bisa lebih fokus menyadari wajah siapa yang sedang aku lihat.

“kau tidak apa apa?”, pria itu mengulangi pertanyaannya karena ia tidak menemukan respon dariku. Aku segera mengangguk dan bisa dengan jelas melihat wajahnya. Wajah pria tampan yang selalu aku perhatikan dari jauh, seorang pria yang aku kagumi dari awal aku melihatnya. Dan pria ini kini berdiri di hadapanku.

“Nickhun oppa…” sahutku lemas. Aku tidak percaya ini. seorang pria yang selama ini hanya kupandangi dari jauh tanpa bisa aku sapa, sekarang ada di hadapanku memegangi bahuku dan tersenyum padaku. Aku tidak percaya lagi ini adalah kenyataan. Aku menginjak kaki kananku dengan kaki kiriku dan aku merasakan pedih di jari jari kakiku. Tuhan, aku tidak bermimpi.

“kau harus hati hati lain kali. baiklah, aku pergi dulu”, dan aku melihat tubuh nickhun membelakangi tubuhku. Jinjja… badannya sangat besar dan dia sangat manly,  benar benar tipeku. Ah iya, dan dia tidak termasuk dalam kawanan 5 pria bodoh itu. dan itu adalah poin penting buatku.

Aku sangat menyukai nichkhun sejak aku pertama kali melihatnya bermain basket di lapangan kampus. Badannya sangat kekar, aku bisa melihat otot bisep nya, dan beberapa kali ia membuka bajunya di lapangan, dan semua orang tahu abs nya yang menawan. Tidak ada yang bisa menyaingi nickhun jika itu adalah proporsi badan. Bahkan tidak 5 pria itu.

Nickhun terkenal, sama terkenalnya dengan Glow. Tapi ia tidak mengambil keuntungan dari kepopulerannya itu. ia humble dan seperti yang ia lakukan tadi padaku, mau berinteraksi dengan siapapun, bahkan orang yang tidak ia kenal seperti aku.

Yah…. aku harus mengakui ini, sudah satu tahun  aku berada di kampus ini, dan satu tahun pula aku menghabiskan waktu dengan memandang nikchun dari jauh. Aku masih tidak dapat berkenalan secara resmi dengannya. Aku terlalu malu. Aku terlalu takut ketika aku berhadapan dengannya, ia bisa membaca pikiranku. Aku tidak boleh menunjukkan siapapun bahwa aku menyukai nickhun dan nickhun juga tidak boleh tahu aku menyukainya.

Ini bukan karena gengsi dan harga diri seorang wanita seperti aku, tapi ini tentang keselamatannya.

Saat dia tahu, bagaimana kehidupanku. Mungkin ia akan menjauhiku seperti pria pria yang lain.

Inilah kenyataan lain yang harus kuhadapi di samping kehidupanku sebagai mahasiswi biasa. kehidupan yang bahkan tidak seorang pun sanggup membayangkannya. Dan aku hidup dalam bayang bayang ini selama 3 tahun. Secara rahasia. Dalam gelap. Hanya aku sendiri yang tahu.

Tiba tiba kudengar suara tembakan entah dari mana ada di atas kepalaku, dan aku mendengar suara wanita dari arah sana. beberapa orang yang mendengarnya panik dan berlarian tidak tentu arah. Mereka tidak lagi peduli dengan 5 orang pria yang ada di depannya. Mereka hanya berlari.

Aku terbuyarkan dari lamunanku, dan aku bergegas lari. Bukan untuk menjauhi sumber suara atau mengisi kepanikan orang lain. Tapi aku berlari mencari dimana letusan senjata api itu berasal. Kau tahu? Aku ini kwon yuri, the blackpearl. Inilah kehidupanku yang tidak bisa aku sebarkan kepada orang lain. An agent. Dan seharusnya aku sedang tidak ditugaskan untuk misi kali ini. tapi letusan senjata api itu tidak bisa aku biarkan begitu saja, mungkin saja terjadi tindakan kriminal di dekatku dan aku tidak bisa membiarkan itu.

Aku berlari meninggalkan tas ku, tepatnya, aku membuang tas ku sembarangan. Aku merogoh satu benda dari belakang jeans ku. Sialnya, aku tidak membawa senjata api hari ini. aku hanya membawa beberapa jarum beracun dan pisau. Dan hebatnya, aku tidak begitu pandai dalam melemparkan benda benda tajam ini. tapi apapun, akan kucoba. Aku harus mengetahui apa yang menyebabkan suara senjata tadi bisa ada di kampus ini.

Aku terus berlari sampai rambutku terurai dan berantakkan, aku menghindari kerumunan kepanikkan semua orang, aku menyembunyikan senjata tajam milikku di belakang tubuhku sementara aku berlari dengan ringan. Aku memilih menaiki tangga dari pada lift yang ada di depanku, karena lift hanya akan memperlambat gerakanku. Lagipula suara ini berasal dari atap, dan atap hanya berjarak 3 lantai dari tempatku berlari saat ini. dengan kondisi fisik ku yang terlatih dan kemampuan ku selama 3 tahun sebagai seorang agent, ini tidak akan ada apa apanya.

Aku berlari dan terus berlari, keringatku berjatuhan menetes dari tiap pori pori tubuhku. Rasa penasaranku dan insting ku sebagai agent mengalahkan semuanya.

15th floor, almost…. “ aku bergumam pada diriku sendiri. Ini adalah gedung 15 lantai, dan berarti atap ada di lantai di atas tanah yang aku pijak. Aku akan sampai. Aku bisa sedikit tersenyum lega, namun aku masih tidak tahu apa yang akan kuhadapi.

Aku sampai di depan sebuah pintu besar yang bertuliskan rooftop di permukaannya. Aku membukanya perlahan dan membuat kewaspadaan yang sangat tinggi pada tubuhku. Bagaimanapun, seorang agent tidak boleh melukai dirinya sendiri. Peraturan agent yang paling dasar.

Aku mengisi sela sela jari kanan ku dengan jarum jarum beracun, dan memegang pisau tajam dengan tangan kiriku. Aku waspada melihat ke kanan dan ke kiri. Aku mendengar suara wanita terisak di pojok atap. Dan sontak kakiku melangkah dengan refleks ke arah suara itu, dengan sangat hati hati aku berusaha mengendap seperti kucing walaupun aku tahu tidak ada gunanya mengendap di atap yang lapang, kemanapun kau pergi, kau hanya melihat satu ruangan terbuka yang luas.

Dan aku akhirnya menemukan wanita itu terduduk di pojok di balik banyaknya kardus kardus.

Dan aku membelalakkan mata.

Aku memang melihatnya, wanita yang terisak. Dari luka dan robekan di bajunya, aku menyimpulkan sepertinya ia baru saja mengalami satu percobaan pembunuhan. Dan hebatnya, bukan hanya wanita itu saja yang kulihat di sana, tetapi seseorang dengan topi rajut dengan panjang yang fenomenal hingga menutupi leher dan wajahnya. Aku tidak dapat melihat siapa di balik topi rajut itu, tapi aku yakin dia adalah pelakunya. Tapi pria itu sudah tidak berdaya, terbukti dari gerakannya yang terkunci tali temali. Dan satu poin penting terakhir, bukan hanya dua orang itu yang aku lihat disana, ada satu poin penting yang membuatku muak seketika.

Aku melihat lima pria tinggi disana tersenyum puas padaku, hingga membuat perutku ingin muntah hanya dengan melihatnya.

late again, yuri-shi?”

Ini adalah alasan utama ku tidak menyukai mereka. 5 orang pria bodoh yang menamakan diri mereka Glow. I hate to say this, but all of them were like me. they were agent. and we work under the same company, Slotte. This is annoying.

“oh… kalian kesini… kupikir kalian akan meninggalkan ini dan tetap bermain main bersama para wanita bodoh itu”, aku tersenyum sinis, Myung Soo maju ke hadapanku, sementara 4 pria lain berdiri menertawai aku.

“dan kupikir kau masih di sana dengan nichkhun mu itu, yuri –shi”… Oh God, i hope i can kill them now and shut up his mouth. Aku hanya bergumam di dalam hati, sambil beberapa kali menghela napasku, myungsoo masih berdiri dan berjalan ke arahku. Dan aku dengan refleks menghunuskan pisauku padanya. Aku membuat pose seperti aku akan menyerang, namun aku hanya refleks melakukan itu.

Myungsoo seperti tidak mau kalah, ia mengepalkan tangannya dan memposisikan tubuhnya membentuk satu kuda kuda seperti akan meninjuku dengan tangannya. Oh, myungsoo… come on, you know it is boring, aku memiliki kemampuan judo dan karate yang lebih bagus darimu, seharusnya kau tahu itu. aku meremehkannya. Dan memang aku harus meremehkannya. Tidak ada alasan bagiku untuk takut pada pria yang ada di hadapanku sekarang ini. aku adalah seniornya, aku adalah senior mereka semua dan aku telah melewati ribuan misi berbahaya. Dan untuk kejadian kecil seperti myungsoo di hadapanku ini, ini bahkan tidak ada apa apanya.

Hanya saja aku melakukan ribuan misi itu dengan senjata, dan kali ini aku menghadapi myungsoo hanya dengan pisau dan jarum. Ironis.

“hentikan myungso-ah, kita harus kembali ke Slotte” kudengar suara satu orang pria yang sangat kubenci hadir di belakang myungsoo. Kris.

but hyung… i want to fight this nuna”, myungsoo terlihat menuruti perkataan kris ketika kris tanpa banyak ekspresi menatapnya. Aku ikut membereskan senjataku.

Kulihat chanyeol mengeluarkan satu tools seperti sebuah remote. Dan meletakkannya di atas kepala wanita korban pembunuhan tadi. aku tahu apa nama alat itu karena aku juga memilikinya. Kami, agent memilikinya. Itu adalah alat pembuat memori palsu pada manusia. Kami, agent yang telah terbongkar identitasnya oleh beberapa orang, harus memperbaiki  kerahasiaan identitas kami. Dan disinilah alat itu diperlukan. Agent saat ini bukan seperti saat aku 3 tahun lalu, yang harus memakai topeng dan menyamarkan diri kemana mana. Agent cukup dapat bergerak bebas as long as they have that tools called memoria. Alat itu bernama memoria. Dan aku menyukai bagaimana alat ini bekerja.

Kau tahu alasan mengapa aku sering sekali melupakan sesuatu?

Karena aku dengan intens memakai alat itu. jika ada satu kejadian yang tidak kusukai atau tidak perlu kuingat, aku akan menghapusnya dengan memoria. Aku hanya perlu menyetting alat ini untuk menghapus ingatanku sebatas ingatan yang aku inginkan saja, dan aku tidak akan menggantikan ingatan yang akan di hapus itu dengan ingatan baru yang aku inginkan. Aku hanya menghapusnya dan tidak menggantikannya. Aku membiarkan memori kosong pada otakku semakin besar. Dan aku menggunakannya untuk menyimpan memori memori lain yang lebih berharga untukku. Alat ini sangat berguna.

“kau behentilah melamun, nuna. Kita harus kembali ke Slotte. Kau tidak akan ikut bersama kami?”, kudengar suara chanyeol membuyarkan lamunanku, dan aku tersadar aku hanya berdiri di sana tanpa melakukan sesuatu. Aku mengangguk, bagaimanapun aku telah ditakdirkan di sekolah ini bersama mereka. mau tidak mau, aku harus menjadi ‘keluarga’ dengan mereka. itu yang Slotte tugaskan padaku.

Selama aku bertindak sebagai masyarakat normal, aku diharuskan melanjutkan kuliahku di sini, dan bertemu dengan pria pria aneh ini.

Nasib buruk.

“kau akan tertinggal jika kau tidak segera melangkah”, suara sehun dingin memanggilkku, diikuti minho yang hanya memandangku dengan tatapan dingin. Yah.. aku benci keadaan ini. aku benci mereka. tapi aku tidak mempunyai pilihan. Aku yang terlanjur hidup seperti ini sejak awal, sudah tidak dapat berpindah haluan lagi. aku sudah jatuh terlalu dalam di pekerjaan ini. beresiko tinggi, mengancam nyawa, tapi bagaimanapun, aku sangat menyukai pekerjaan ini. there is no jobs will suit me better than this jobs did. And the pay was good i think.

===========================================

yuri-shi. tell me what did you run all over the campus?”

Aku tahu saat ini akan datang, hari ini adalah tepat hari dimana semua agent dalam slotte berkumpul setiap bulannya untuk menyampaikan laporan pada Mr. JYP. Dia adalah pendiri slotte dan mantan agent FBI legendaris. Tapi jujur, aku belum pernah mendengar apapun tentangnya.

Pandangan mata semua agent tertuju padaku, tidak terkecuali 5 orang pria idiot itu, oh… kecuali kris dan minho tentunya.

“a gun, a girl was shoot by gun in campus’ rooftop”, JYP terlihat memutar mutar kepalanya sambil menghabiskan cerutu yang dihisapnya. Ia kemudian menaruh cerutu itu di sela jari telunjuk dan jari tengahnya kemudian ia bicara dengan nada serius padaku.

did that part of your mission?”, aku menggeleng. Itu memang bukan misi ku dan memang aku tidak memiliki sebuah misi apapun saat itu, aku hanya sedang berakting sebagai seorang mahasisiwi pemalas yang ada di kantin dan kemudian suara senjata itu datang.

“no, but i can’t let—“

“no.. no.. no…” JYP terlihat menghisap kembali cerutunya sambil menggelengkan kepalanya setelah ia berhasil memotong kalimatku.

“just dont do everything which is not in your mission, yuri-shi”, aku mengangguk dan meminta maaf. Tapi aku menghela napas panjang. JYP ahjussi itu tidak marah padaku, aku memang susah di atur dan bisa dibilang ini adalah entah kali ke berapa aku melanggar apa yang di sarankan oleh slotte.

Slotte berkewajiban menjaga identitas rahasia para agent nya karena kami sebenarnya ilegal, kami bekerja di bawah bayang-bayang FBI tapi bukan sebagai FBI. Kami melakukan semua pekerjaan yang tidak bisa FBI tangani. Meskipun itu pekerjaan kotor dan konyol. Tapi kami tidak diakui sebagai perusahaan swasta yang legal dan pasti FBI tidak menginginkan itu.

Jika publik tahu FBI bekerja sama dengan perusahaan seperti kami, maka akan menjadi buruk bagi reputasi mereka.

Kami tidak membantu siapapun, kecuali mereka yang meminta. Maka tindakanku kali ini dengan berusaha membantu seorang wanita di atap tadi, termasuk salah. Karena tidak ada yang meminta di selamatkan. Tepatnya, wanita itu tidak meminta jasa kami.

Sama denganku, kelima pria bodoh yang ada di depanku juga diperlakukan sama oleh JYP ahjussi. Meskipun salah satu dari mereka adalah anaknya sendiri, Park Chan Yeol.

“seharusnya kau bisa lebih berhati hati. Ingat kalian adalah agen. Harus profesional”, aku mengikuti gaya bicara JYP dengan menggerak gerakan dan memajukan bibirku.

yuri-shi,  apa yang sedang kau lakukan dengan bibirmu? Kau mengejekku?”, aku terkesiap. JYP ahjussi sepertinya menyadari apa yang kulakukan. Aku menunduk sambil menggoyang goyangkan kaki ku di bawah meja besar.

“kalian, sebaiknya kalian juga berhenti dari kegiatan glow. Kalian banyak menarik perhatian. Ini tidak bagus”, JYP terlihat menasihati kelima pria idiot itu dan aku senang mendengarnya. Akhirnya JYP menyadari juga bahwa kegiatan bodoh mereka dikampus benar benar sia-sia. Aku berdoa agar mereka membubarkan glow.

“ini tidak bisa dilakukan, jika kami membubarkannya, itu hanya akan menarik lebih banyak perhatian”, ujar kris tegas dan dingin. Oh God. Ketika pria ini berbicara maka aku jamin JYP Ahjussi tidak akan berbicara banyak. Kris adalah salah satu agen andalan ahjussi jadi ia tidak mungkin banyak beradu mulut dengannya.

“oh baiklah”, benar kataku, ahjussi tidak akan menentangnya. Kris. Pria itu bagaimanapun harus ku kalahkan.

“baiklah, aku akan langsung menyampaikan satu pokok masalah penting kali ini, aku telah menerima permohonan FBI mencari beberapa agen mereka yang menghilang sejak seminggu yang lalu”

“agen menghilang? Apa apa-an itu?” kudengar seorang wanita dengan perawakan pendek dan sintal berbicara di antara jeda yang dibuat oleh JYP. Wanita itu bernama Victoria, dia adalah senior ku di slotte dan dia adalah orang pertama yang aku kagumi dari para agen wanita di sini. Instingnya sangat kuat dan gerakannya dalam beladiri sangat cepat dan gesit. Ia berbakat.

“benar, menghilang. Mereka mencoba melacaknya dengan beberapa alat pelacak yang mereka tanamkan pada alat alat yang para agen itu pakai, tapi sinyalnya hilang dari radar. Dengan kata lain, mereka benar benar menghilang dan tidak dapat ditemukan. Namun begitu, hal ini masih di rahasiakan dari media, karena mereka masih menjaga reputasi mereka sebagai agen pemerintah terpercaya, dan sebagai gantinya, mereka meminta bantuan slotte untuk misi ini”

“sebentar, sudah berapa orang yang hilang dalam FBI?” Siwon, seorang oppa yang duduk tidak jauh dariku bertanya.

“menurut catatan yang kudapat, ada sekitar 54 orang yang menghilang”, aku membelalakkan mataku tidak percaya.

“bagaimana bisa? 54 orang dalam seminggu?”, Chanyeol panik seperti orang gila di depan forum. Ini sudah kebiasaannya, berteriak di depan forum, jadi aku tidak terlalu kaget.

“benar, dan ini sudah termasuk kejadian luar biasa. dan FBI tidak ingin informasi ini bocor ke publik. Apalagi diketahui oleh pemerintah. Dan mereka menyerahkan semua penyelidikan pada Slotte. aku membagikan beberapa data dasar dalam file biru yang ada pada meja kalian masing masing”, aku melihat file biru yang baru saja di bagikan oleh sekertaris JYP, Yenny eonni. Dia membagikan semuanya dengan rapih dan teliti. Aku membuka file biru itu dan melihat ke 54 data orang yang hilang dan tidak dapat ditemukan itu. termasuk data tentang bagaimana kepribadian orang itu, lingkungannya dan aktivitasnya selama seminggu terakhir. Rata-rata mereka yang hilang berada dalam kisaran umur 25 hingga 40 tahun. Ada beberapa pria dan wanita. Jika dillihat dari jabatan dalam FBI, mereka tidak terlalu berpengaruh. Mereka hanya agent biasa dan tidak ditugaskan untuk hal-hal penting. Dan bisa kusimpulkan, tidak ada yang mencurigakan dari file ini.

“kurasa mereka semua tidak memiliki kaitan sama sekali. Mereka hilang secara random”, aku berkomentar setelah aku menutup file biru ku.

“itu dia yang harus kita pecahkan. Kita harus tahu bagaimana hubungan ke 54 orang hilang ini dan kemana mereka”, sahut JYP padaku.

“tapi ada kemungkinan terburuk jika beberapa agent akan menghilang lagi, mengingat kita belum bisa menyimpulkan apa apa dan siapa pelaku penculikkan agents ini”, kulihat minho berbicara di forum. Nadanya datar dan tegas. Ia duduk di sebelah kris, dan kris terlihat mengangguk anguk setuju dengan Minho.

“ini lah yang akan kusampaikan pada kalian. Aku akan membagi kalian menjadi beberapa tim yang bekerja dengan masing masing 6 orang di dalamnya. aku tidak peduli bagaimana kalian melakukannya, aku akan memberikan kalian ijin akses ke dalam sistem FBI sampai tugas ini terungkap. Untuk penggolongan tim, kalian bisa lihat di layar ini”

Aku mendongakkan kepalaku melihat bagaimana ada 5 tim terbentuk di sana. masing masing beranggotakan 6 orang. Aku mencoba mencari dimana nama dan fotoku terpampang. Dan aku membuka daguku lebar lebar, aku bisa mendengar chanyeol menertawai aku saat ini.

ahjussi, kenapa aku harus menjadi satu tim dengan glow?” aku protes pada JYP. Sejujurnya jika boleh memilih, aku lebih memilih menjadi satu tim dengan victoria atau siwon. Daripada dengan 5 orang pria menyebalkan di depanku ini.

“ini sudah kuputuskan berdasarkan kemampuan kalian dan analisis ku?”

“kemampuan apa? analisis apa? aku ingin sekelompok dengan tim lain”

“biar kujelaskan, yuri-shi. pertama kris, kris berbakat dalam memimpin dan mengatur strategi, yah meskipun ia tidak terlalu tangguh dalam adu fisik, tapi kuakui kemampuannya dengan senjata cukup hebat. Lalu chanyeol anakku, ia sangat pintar dan handal dalam urusan tekhnologi, sesuatu yang tidak dimiliki mu, maka aku masukkan dia di dalam tim mu,  kim myung soo, ia sangat pintar. Ia dapat dengan mudah memecahkan dying message di test masuk pertamanya ke slotte dan aku yakin ia bisa membantumu dengan otaknya, Sehun dia sangat pandai dalam menyusup dan memata matai, dan aku yakin kemampuannya ini sangat diperlukan. Lagipula dia gesit dan tangguh kau pasti akan membutuhkannya. Terakhir minho, tangkas bertarung dan membawa senjata. Namun ia tidak banyak menggunakan otaknya dalam menyerang, dia sama sepertimu. Kau akan membutuhkan partner bertarung seperti dia. Dan terakhir adalah dirimu yuri. harus kuakui bahwa kau adalah asset berharga yang dimiliki slotte. kau pintar, cantik, cerdas dan tangkas dalam bertarung, namun kau selalu mengutamakan emosimu dan tidak mengindahkan keselamatanmu, untuk itu perlu ada 5 orang ini yang akan membatasi setiap gerakan gegabahmu. Kau akan memimpin mereka, tapi kau juga akan di batasi oleh mereka. kau paham sekarang , yuri-shi?” JYP menjelaskan panjang lebar padaku, aku akui, sedikit banyak dari apa yang dikatakannya memang tentang kebenaran. Tapi aku tidak suka part nya yang menyebutkan bahwa aku gegabah. Apakah aku gegabah? Aku rasa tidak. Dan lagi JYP menyamakan aku dengan Minho. Pria yang seperti robot itu, aku sama sekali merasa berbeda dengan pria tinggi itu. sepertinya analisis JYP mencakup beberapa kesalahan tapi aku tidak protes kembali padanya, karena seburuk apapun keadaannya, aku adalah pemimpinnya, dan setidaknya ke lima pria idiot itu harus mengakui aku adalah pemimpin dari tim ini.

“yuri-shi, jika kau tidak ingin satu tim dengannya, biar aku saja kkkk~” seorang temanku, yoona berbisik padaku.

you have siwon oppa in your team, yoona-yah. No one better than him. I am envy of you”

“but i love those guys. They are very young and talented. The one that should be envy is me”

“oh shut up yoona-yah. You dont know how they treat me everyday. They are just young. Not talented”

“seems like you hate that boys very much… aigoo…yah yuri-yah, be careful, someday you may fall in love with them”

“it won’t happen. Never. And please stop teasing me”

“eww…. i am scared~~”

“yoona-yaaa” aku memukul pundak yoona dengan tenagaku, tapi yoona mendorong kursi beroda nya dengan kuat dan menjadikan kursiku sebagai alat pantul. Ia menjauh dariku dengan instan.

cih. That clumsy girl” aku berdecak padanya, tiba tiba yenny datang padaku dan memberiku sebuah flashdisk dan satu buat file berwarna merah.

“kau adalah pemimpin tim 5. Ini file untukmu, kau harus pelajari ini”, Aku mengangguk dan menunduk sopan pada yenny, sementara kulihat beberapa team leader lain seperti siwon oppa, victoria eonni, GD oppa, dan Hyorin eonni sudah menerima file  merah sama seperti yang aku pegang saat ini. dan mereka sama sama melihat ke arah layar dimana JYP sedang berdiri di depannya membawa sebuah pointer dan mengarahkan sinar merah dari pointer itu ke layar di depan nya.

“aku membagi kalian dalam 5 tim dengan tugas yang berbeda. Ke 54 orang itu menghilang dengan tiba tiba dalam tugasnya. Dan mereka menghilang di 5 tempat yang berbeda. 10 orang menghilang di Seoul. 9 orang menghilang di London. 11 orang menghilang di New York. 10 orang menghilang di Hongkong dan 14 orang menghilang di Tokyo. Pembagian tugas kalian seperti ini ..” JYP menunjukkan bagan bagaimana kami akan dibagi dalam beberapa misi berbeda.

TIM I

Leader  : GD

Crew      : Taemin, Seungri, Seohyun, Sandara and Luhan

Target   : Seoul

TIM 2

Leader  : Siwon

Crew      : Yoona, Eunhyuk, CL, Taeyang and Suho

Target   : London

TIM 3

Leader  : Victoria

Crew      : Zhou Mi, Henry, Tao, Chen and Krystall

Target   : Hongkong

TIM 4

Leader  : Hyorin

Crew      : Nana, Sooyoung, Lee joon, Gikwang and Jessica

Target   : New York

TIM 5

Leader  : Yuri

Crew      : Minho, Kris, Chanyeol, Myungsoo and Sehun

Target   : Japan

Aku menelan ludahku dengan beberapa nama yang tertera di sana, bahkan Lee Joon pun ada di dalam daftar nama itu. padahal yang aku tahu ia ada di dalam misi ke sebuah pulau kecil di selatan Filipina.

“untuk mereka yang tidak hadir di forum ini namun namanya tertera di sana, mereka ada di dalam perjalanan, dan aku menugaskan mereka membatalkan misi mereka saat ini. paling lambat besok, mereka akan bergabung dengan kalian.” JYP sepertinya bisa membaca pikiranku, aku belum sempat bertanya namun ia sudah menjelaskan semuanya.

“..detail dari misi di daerah target ada di dalam flashdisk yang kalian pegang, pelajari dan paling lambat lusa kalian sudah ada di dalam misi. Aku menunggu hasil, selamat bekerja.. and don’t die”

Dan forum di bubarkan, aku membawa map merah dan biru beserta flashdisk di tanganku ke ruanganku, sekilas aku melihat kris menatapku. Aku menghela napasku, aku mau tidak mau harus bekerja dengan mereka. ini demi tugas, dan aku harus bersikap profesional.

you there, come to my office. You five” aku berjalan cepat diikuti chanyeol yang dengan girang berjalan di belakangku sementara 4 lainnya berjalan dengan cool menikmati para pegawai wanita yang memuja wajah mereka.

Aku pura pura tidak mendengarnya, meski kuakui ini sangat mengganggu. Bagaimana mereka melihat pria pria di belakangku dan berteriak, sementara aku yang ada di depan dilewatinya begitu saja, padahal aku adalah senior di sini. Pegawai pegawai wanita itu sudah melupakan aku dan sekitarnya jika mereka melihat kawanan glow ini.

Aku tiba di ruanganku, aku diminta melakukan scan sidik jari dan kornea, dan setelahnya, pintu ruanganku terbuka dengan sendirinya. Ini adalah sistem keamanan di dalam Slotte agar tidak sembarang orang bisa masuk dan keluar dengan seenaknya. Semua data dan aktivitas di slotte terpantau dengan teliti oleh kamera. Dan gedung slotte ini letaknya ada di tengah kota Seoul, tepatnya di bawah tanah dari gedung hotel yang tidak terlalu terkenal di kota Seoul. Kami tersembunyi, dan kami bertugas secara profesional.

Aku membuka pintu dan dengan sendirinya mereka berhamburan masuk ke ruanganku. Chanyeol masuk dan memperagakan gaya bahagia di depanku serta beberapa kali memuji desain ruanganku sementara 4 lainnya berpencar.

Aku menutup pintu dan memperhatikan mereka yang asik melakukan kegiatannya masing masing. Kris duduk di sofa dan terlihat membaca baca buku dan beberapa koran yang aku taruh di sana. Minho duduk sambil memejamkan mata di sebelah kris. Sementara chanyeol masih asik memperhatikan beberapa lukisan dan desain ruangan ku. Myungsoo sedang berdiri dengan tangan dimasukkan ke dalam saku, memperhatikan koleksi action figure ku. Dan sehun tampak seperti orang mati. Ia hanya memandangi layar komputer mati di mejaku tanpa berkedip. Dan aku bersumpah, ia terlihat sangat freak saat ini.

“Oke, cukup main main nya. kutegaskan saat ini, kalian adalah bagian dari tim 5 dan harus kukatakan dengan terpaksa, bahwa aku akan memimpin tim ini, suka atau tidak. Jadi sekarang duduklah, aku akan membuka file di dalam flashdisk ini. dalam dua hari kita harus bisa menentukan apa yang akan kita lakukan terlebih dahulu dan pergi ke jepang. Kalian paham?”

just go to the point”  kris dengan tatapan membunuhnya menatapku. Oke, ini tidak seperti aku akan mati atau apa dengan tatapannya, tapi aku yakin aku sempat tersedak ketika menelan ludahku sesaat tadi.

Aku segera membuka flashdisk itu dan memasukkannya pada sebuah TV besar yang ada di ruanganku, sehingga mereka bisa melihatnya dalam tampilan slideshow.

“ada 14 orang yang hilang dalam 14 tugas berbeda di jepang, 4 di antaranya adalah orang korea yang sedang ada di dalam misi di sana. mereka hilang dalam jangka waktu satu minggu. Menurut data yang aku baca….”

“2 orang hilang pada hari pertama, dan selanjutnya berturut turut hilang dua orang. Benar?”, aku benci ini, tapi Myungsoo memutus kalimatku.

“benar” aku jawab pendek, aku tidak ingin memulai satu keadaan yang tidak nyaman di dalam tim ku hanya karena masalah sepele.

“sepertinya ini random, aku tidak melihat adanya benang merah di antara para korban yang terdata di dalam file merah ini”, minho membaca baca file merah yang aku tinggalkan di meja di depannya, dan sepertinya ia sudah membaca baca data file dari korban.

exactly. Aku juga berpikir seperti itu. mereka ada di kisaran umur 25 sampai 40 tahun, ada 9 orang laki laki dan 6 orang wanita. Di antara 9 laki laki itu, 4 di antaranya adalah orang korea, sedangkan 6 wanita itu adalah agen FBI asal jepang. Tidak ditemukan keanehan selama rekaman laporan mereka pada FBI selama seminggu. Dan mereka semuanya menghilang dengan tiba tiba”

“apakah kita memiliki rekaman CCTV di sekitar lingkungan korban?”, Sehun yang sejak tadi menatap komputer mati, kini mulai berjalan ke arahku dengan dua buah tangan yang ia letakkan di belakang tubuhnya.

“kurasa kita seharusnya punya, JYP bilang ia memberikan semua data di dalam flashdisk ini”

“berikan pada chanyeol, dia tahu apa yang harus ia lakukan”, kris memerintahkanku. Meskipun aku adalah ketua tim nya, tapi aku mengakui kemampuan memimpin kris jauh lebih tinggi daripada aku, dan aku tidak menemukan alasan mengapa JYP tidak menjadikan kris sebagai ketua tim. Mungkin ada satu kelemahan kris yang tidak kami tahu, dan JYP tahu.  Dan aku, tidak ingin berpikir terlalu jauh.

Aku mendengar derap langkah chanyeol mendekatiku, ia meminta ijin mencabut flashdisk yang menancap di layar TV besar, dan membawanya ke komputer milikku. Ia duduk di balik meja kerjaku dan mulai membuka buka isi file itu. sehun ada di sebelah chanyeol. Ia terlihat sibuk berdiskusi dengan chanyeol.

“myungsoo, apa kau bisa membantuku dengan menganalisis Track Record mereka selama bertugas di FBI. I mean like their CV or stuff. Aku curiga ini ada kaitannya dengan misi mereka sebelumnya. Kau bisa masuk ke jaringan FBI bukan?”

“aku tidak sepandai chanyeol dan sehun dalam soal IT, tapi kau bisa mengandalkanku”, myungsoo terlihat mengambil sebuah laptop milikku yang ada di pojok ruangan, dan ia mulai membuka dan menyibukkan jarinya di sana.

“kris dan minho, kalian ikut aku, kita akan ke gudang senjata dan membawa perlengkapan untuk misi ini”, aku membawa mereka di belakangku. Minho dengan malas beranjak dari sofa dan kris tanpa banyak bicara mengikuti aku pergi.

Aku membuka pintu ku setelah aku berteriak pada mereka bahwa mereka dapat membuka ruanganku hanya dengan password kombinasi angka dan huruf. Aku melakukan ini untuk berjaga jaga ketika mereka membutuhkan sesuatu di luar ruangankku agar mereka bisa keluar masuk dengan tertib. Tanpa harus menunggu pemindaian mata dan sidik jari olehku.

“apakah ini tidak terlalu cepat untuk memilih senjata saat ini, sementara kita tidak tahu apa yang akan kita hadapi?”, Kris bertanya padaku

“tidak ada kata terlalu cepat untuk senjata, dan ketika kau sampai di sana kau akan tahu bahwa kita adalah orang terakhir dari lima tim yang mengambil senjata”, aku tersenyum puas pada mereka. karena aku tahu, setiap aku bekerja di dalam team, yang akan pertama di serbu oleh mereka di dalam slotte adalah senjata. Ini adalah oksigen bagi kami, dan kami tidak mau kehabisan senjata baru karena tim lain mendahului gerak kami, aku tahu betul bagaimana Hyorin eonni sangat menyukai senjata. Dan aku tahu betul pasti ia akan ada di dalam gudang senjata saat ini.

Gudang senjata adalah tempat terjauh dari semua ruangan yang ada di Slotte. jika ruanganku dan ruangan pertemuan tadi ada di lantai 2 di bawah permukaan tanah, maka gudang persenjataan ada di lantai 10 dari ruang bawah tanah ini. aku memakai lift khusus untuk sampai di sana. lift ini transparan sehingga aku bisa melihat tim 3 yang dipimpin oleh victoria eonni terlihat sedang bergerombol membawa beberapa senjata di dalam kardus.

you see that, third team got swag” ucapku pada kris dan minho.

Aku sampai di lantai 10, dan di pintu lift aku bertegur sapa dengan mereka dari tim 3. Dan setelahnya aku segera pamit dan menuju satu ruangan besar yang hanya satu satunya di lantai 10 ini. aku melakukan penindaian mata, sidik jari dan wajah. Prosedur di sini lebih rumit karena setiap satu orang masuk ke dalam gudang itu, maka pintu akan menutup otomatis menyebabkan minho dan kris harus mengulangi prosedur yang sama untuk masuk ke dalam gudang persenjataan ini masing masing.

Tidak lama, ini hanya memakan waktu sekitar 1 atau 2 menit, lalu kami berkumpul di lobby utama dari gudang persenjataan itu. walaupun namanya gudang, ini tidak seperti gudang. Di lobby ini adalah tempat dimana aku dapat memilih senjata apa yang bagus untukku via katalog. Ada seorang pemandu yang akan menjelaskan bagaimana fungsi dan kegunaannya.

Aku melihat katalog senjata berapi dan melihat berbagai senapan laras pendek dan laras panjang di sana. aku tertarik pada satu senapan laras pendek yang ukurannya lebih kecil dari biasanya. Pemandu itu menunjukkan bagaimana benda yang kusukai itu bekerja, namun di akhir kalimatnya ia mengecewakanku.

“.. senjata ini baru saja di ambil oleh siwon dan beberapa orang yang mengikutinya”, aku kecewa, dan mulai membolak balikkan katalog itu lagi. membaca spesifikasi setiap senjata dan mencoba berdiskusi dengan kris dan minho.

“myungsoo pandai adu fisik, tapi ia lemah dalam penggunaan senjata, kusarankan ia memakai senjata tajam dan senapan biasa untuk melindungi diri, dia harus ada di dalam posisi defense” kris menerangkan padaku.

“siapa di antara kalian yang bisa mengimbangiku dalam penggunaan senjata?”

“mungkin itu minho, mengingat gerakanmu adalah tipe gerakan tidak terduga, minho bisa switching senjata dengan cepat, sama sepertimu”, aku mengangguk dan minho terlihat diam tanpa ekspresi.

“dan apa yang kau bisa selain mengatur strategi?”, aku bertanya pada kris

“kau tidak perlu khawatir, meskipun aku tidak sepandai minho dalam menggunakan senjata, aku bisa bertarung. Aku bisa menggunakan samurai dan pedang. Tapi aku tidak selincah minho”

“jadi ini artinya, di dalam tim, hanya aku dan minho sebagai attacker?”

“sehun adalah satu orang yang pandai. Dia adalah mata mata dan dia ahli menggunakan segala macam senjata, lagipula myungsoo juga tidak buruk. Kami menjulukinya bom master, ia penjinak bom dan sangat suka dengan segala yang berurusan dengan bom. Dan ia pandai melempar bom. Dia kartu as kita” untuk pertama kalinya, aku bisa mendengar minho berbicara panjang lebar padaku. Aku sempat terkesima dan menatap wajah kris yang sepertinya juga agak kaget.

“maaf, jadi senjata mana yang akan kalian pilih?”, pemandu itu mengingatkan kami. Aku hampir lupa pemandu itu masih ada di sana.

“baiklah, aku butuh ini dan ini…” aku mengarahkan jariku pada semua senjata api yang aku butuhkan, tidak lupa aku menambahkan beberapa senjata tajam, bom, granat, gas beracun, tali temali, binocular, dan beberapa perlengkapan pelindung lainnya. Aku membawa sebanyak yang aku bisa karena ini adalah sebuah misi besar yang aku terima sejak misi ku di Paris beberapa tahun lalu yang menyebabkan aku koma selama 1 minggu di rumah sakit.

Tapi aku tidak pernah gagal, separah apapun keadaanku setelah selesai dalam misi, aku tidak pernah gagal. Dan aku tidak akan membiarkan yang satu ini gagal. Meskipun aku akui ini adalah kali pertama aku bekerja sama dengan 5 pria bodoh ini. dan aku sedikit kaget bahwa mereka tidak sebodoh yang aku pikir.

Pemandu itu pergi dengan beberapa catatan di gadget kecil miliknya, tidak berapa lama ia membawa kami ke satu ruang kosong yang di desain seperti ruang latihan menembak.

“silahkan coba beberapa senjata ini, untuk senjata tajam, bisa di coba di ruang sebelah sini”, pemandu itu mengarahkan pandangan mata kami pada satu lagi ruangan khusus untuk mereka yang ingin mencoba senjata tajam.

Ini yang paling aku suka dari gudang senjata, aku dapat mencobanya sebanyak yang aku mau. Aku sangat suka dengan menembak. Dan aku memilih mencoba senjata itu. sementara kris ada di ruang dengan senjata tajam di dalamnya, dan minho memilih bersamaku, mencoba senjata laras panjang dan laras pendek itu satu demi satu.

Untuk bom dan granat, aku menolak untuk mencobanya. Karena memang belum di sediakan fasilitas internal di dalam gedung untuk dua tipe senjata ini.

Aku membuka pelindung wajah dan telingaku, setelah selesai mengetes hampir setengah dari senjata yang aku pilih. Dan aku memutuskan mengambil semuanya. Minho juga telah selesai mengetes sisanya, kami keluar dan menandatangani beberapa data terkait dengan pengambilan senjata ini.

Kulihat kris bermandikan keringat ketika aku selesai menandatangani semua dokumen. Aku tidak heran, mengendalikan senjata tajam lebih susah dari senjata api, bahkan aku yang sudah beberapa tahun ini belajar menggunakan teknik melempar kunai secara benar saja, belum bisa menguasainya sepenuhnya.

Kulihat ruangan di mana kris selesai melakukan pengetesan senjata, ada 9 panah menancap di pusat target, aku terbelalak. Kris memanah dengan tepat 9 kali. ia mengalahkan rekorku dengan 3 panah. Aku juga melihat beberapa apel dan tomat yang terbelah dengan rapi secara horisontal. Ah, bahkan apel itu ada yang terpotong menjadi dadu dengan ukuran kecil.

kurasa kris lebih cocok menjadi seorang ninja dari pada agen.

******

Hellow adik adik yang manis *ala kak seto*, ih author lagi bete sumpah. yang komen bagaikan butiran debu. padahal yang jadi viewers banyak. aku jadi kecewa. kekurangan oksigen buat nulis. kepikiran buat di protect aja gitu sih kadang-kadang.

tapi ya sudahlah. sekali lagi dihimbau buat para readers. bukan karena aku benci atau apa sih, sebenernya kalau kalian menunjukkan rasa empati sama aku, aku juga ga akan gigit kok. ini ciyus.

be active ya chagiya *ala baekhyun*

oke dah. ini FF gimana? kurang panjang? banyak typo nya? kurang menantang? kurang kelihatan konfliknya? atau kurang ajar?*eh

pokoknya ditunggu dengan sangat untuk kritik dan sarannya. buat perbaikan chapter selanjutnya.

oh iya, buat yang bingung dengan kalimat asing dalam bahasa inggris atau korea nya, bisa ditanyakan di kolom komentar.

kenapa aku selipin bahasa inggris di FF ini?

jawabannya : karena mereka agen internasional. jadi wajar lah sedikit sedikit ngomong inggris gitu ya bechek bechek gak ada ojyek.

oke sekian bacotan author. sampai juga di chapter mendatang. ketik reg spasi author kirim ke rumah myungsoo. caw

114 thoughts on “Just Me and The Boys [Part 1]

  1. Jia Jung berkata:

    Eonni, as always.. Dae to the Bak..
    Kenapa ga diceritain Kris bisa keringetan begitu, waaahh nyeplak dah tu baju..
    Penasaran pengen liat adegan tembak menembak’a..
    Wuuuww, pasti “something” bgt ya..

    Jia Jung

  2. Malisa berkata:

    Seriously. Ini keren bangeeettt. Aku udh lama gak baca ff yang macam ini. Dan ini totally awesome!

  3. Devi kyeopta berkata:

    wahh keren, bru pertma kali baca yg ada agen agennya😀
    klo nonton sih sering😀
    keren deh pok nya thor, saya suka.
    dan kenalin sy readers bru dsini..🙂😀

  4. nurulnijma90 berkata:

    nyun~~*bnr kan namanya??*
    nice to meet you,new reader here,,^^
    aku suka bgt sm bhsnya yg ringan & gampang ngertinya,apalagi castnya!!uri duizhang >///<
    di sini aku bnr2 nikmatin ceritanya

  5. SSY_ELF berkata:

    WOW!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! *o*
    oke, gak konsen sama para namja tampan itu… aku suka semuanya masa :3 *dijewer Yeol*
    Yul eonni~~~~~~~~~~~~~~`

    love this ff❤

  6. intan berkata:

    Kkyyaaaaa, aku seneng banget..
    Aku suka kalo genre nya action.😀
    Hhaaahhh, Yuleon memang keren (y)
    Tmbh suka sma Yuleon.
    Oh, ternyata 5 orang itu -Chanyeol,Kris,Minho,Myungsoo,Sehun- itu juga anggota dari agent ya.
    Wahh keren. ^_^

  7. Lulu Kwon Eun G berkata:

    walaaah Beruntung nya yuleon.. di tugasin breng 5 cowo idiot *eh
    abis baca prologue aq kira yg jd agent cuma yuleon trs fikiran q yuleon jd agent yg lindilungin Glow gitu..trnyata Glow jg Agent toh
    hadeuh terkecoh-_-

  8. raditaputri berkata:

    Wehhh, beruntung banget Yuri eonni😀
    Bisa bareng sama bias aku pula *tunjuk Myungsoo sama Minho..
    Review : Aku suka eon sama yang genre action, dan kadang2 bisa dibikin tegang,, bikin tegang2nya yang banyak ya eon😀

  9. liliknisa berkata:

    Menarik banget kak ceritanya. Minho sekali ngomong panjang banget hoho
    Lanjut part selanjutnya ^^

  10. kaura berkata:

    ini udah pas banget kok dan karakter heroin si yuri keren binggo !
    mandiri and cool at the same time😉
    penasaran gimana kelajutannya, keep writing ya authornim ^^

  11. KwonYurilu berkata:

    abis baca yang satu ini aku jadi tambah suka sama fanfic yang genre action, keren kak nyun, semoga lanjutannya bakal lebih greget get get lagi

  12. Anonym berkata:

    Ini FF kurang ajar kak-_- kurang ajar kerennya😀 jadi bayangin rasanya jadi agent itu gimana hihi dan duitnya juga katanya lumayan xD tapi pas bagian koma 1minggu aku gamau hahaha😀 aku ngakak yang sehun malah liatin komputer mati beneran freak dah ahh hahaha😀 aku kira 5orang itu perusuh atau apa ternyata agen juga😀 kak bukannya yang dijepang itu 14 yg ilang ya? Kenapa katanya ada 9pria dan 6wanita ya? Bukannya itu jadinya 15 ya? Eh apa aku yg salah baca? Gatau deh pokoknya keren :3❤

  13. jaimee_raara berkata:

    hai kakak, ini chapter 1 nya wowwww banget kak, aku paling suka penggambaran latarnya detail banget jadi gampang bayanginnya, trs aww belum ketebak nanti yuri bakalan jadian sama sapa hihi. dari semua ff chaptered kakak yg aku liat dilibrary, aku milih baca ini karena emang aku lagi buat ff action ala spy2 gitu jadi pengen dapet inspirasi lebih lah, keren pokoknya kak:))

  14. RiKu.Cho04 berkata:

    Aw.aw.aw… Kali ini yuri agent… Lima cwok tampvvvan dg keahlian masing2 dtmbh yuri…great team… Ya, meskipun yuri sndri sebelnya mnta ampun sama mereka, but over all this is the best team. Yuri-ssi, jaga itu hobae2, kerasin gpp lah ya, kpan lagi dpt kelima cwok itu d dlm misi penting…
    Btw, agen FBI yg ngilang itu bnyak bner, musuhnya pasti juga kmplotan yg ckup besar n ada orang dalam… Fighting Yuri dkk…

Leave your review, don't treat me like a newspaper.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s