THAT LAST SUNSET

That last sunset

A drabble one, with Kwon Yuri and Choi Min Ho only.

A MINYUL SWEET STORY.

Attention : this is Angst.

DISCLAIMER : I JUST OWN THE PLOT, THE IDEA, AND POSTER. Wp account, source image, PSD, PNG, Font and etc were oen by the owner. DON’T DO TAKE  OUT HALF/ FULL OF MY STORY WITHOUT PERMISSION. PLAGIARISM IS CRIMINALITY. *you are a nice person, aren’t you?*

******

Dua orang itu sedang duduk di bawah sinar matahari sore. Mereka menutupi tubuhnya dengan ilalang yang berserakan. Bayangan tubuhnya mulai hilang seiring dengan jingga nya mentari. Angin semilir berputar di atas ubun-ubun mereka. menyampaikan satu pesan sore yang damai. Burung-burung terbang bergerombol, kembali pada sarangnya. Seorang gadis memejamkan mata, ia merebahkan tubuhnya ke belakang, berbaring. Tangannya merentang bebas, berbaur dengan sentuhan ilalang yang membuat tubuh gatal. Ia kegelian, tertawa.

Pria di sebelahnya menyusul. Berbaring di sebelahnya, merentangkan tangan dan tersenyum menatap langit sore.

“aku ingin terus seperti ini, menatap langit sore, bersamamu. Minho-yah…”, sang gadis berbicara. Giginya berderet rapih, seiring dengan senyumannya yang mengembang. Matanya memancarkan keheningan yang teduh, air wajah nya melukiskan kegembiraan yang sendu, bibirnya menyinggingkan senyum yang hampa.

“… jika saja aku masih bisa memiliki satu hari lagi”, matanya berkaca-kaca. Suaranya mulai parau tapi ia mencoba tersenyum. Seolah ia tidak berkata apapun. Pria di sebelahnya menoleh. Memandang lemah gadis itu. di genggamnya tangan gadis itu kuat, membuat keduanya berpandangan.

“kau bisa memiliki berapapun hari yang kau inginkan dalam setahun, aku akan memberikannya untukmu”, si pria menunjukkan ekspresi wajah yang damai namun serius. Membuat si gadis tertawa renyah.

“kau berkata seolah-olah kau adalah Tuhan, Minho-yah”, gadis itu melepaskan genggaman tangannya. Ia memeluk tubuhnya sendiri, merasakan gatal dari ilalang. Angin masih berhembus, menyampaikan pesan yang tidak bisa dikatakan lewat bibir. Gadis itu meredup, stamina dan kegembiraannya seakan lenyap tiba-tiba.

“tapi Tuhan tidak akan memberiku hidup seperti ini jika ia adalah kau…”, wanita itu menerawang, matanya berkaca-kaca, hampir menangis. Tenggorokannya tercekat kuat, membuat kepalanya berat. Sakit di sekitar kepalanya mulai terasa menggerogoti kesadarannya ketika perlahan air mata jatuh dari pelupuk matanya, “Tuhan terlalu tidak adil padaku, Minho-yah…”, gumamnya pelan.

Pria di sebelahnya menoleh. Air mata itu membuat hatinya sesak, napas nya berat dan ubun-ubun nya panas.  Di genggamnya kembali wanita itu dengan cepat. Selalu erat. Lebih erat dari sebelumnya.

“Tuhan terlalu sayang padamu, Yuri-yah.”, pria itu membagi pandangannya dengan si gadis.

“Aku tahu. Dan itu mengapa aku berkata Tuhan tidak adil. Dia terlalu menyayangiku. Membuatku harus cepat-cepat menemuinya”, gadis itu menghentikkan air matanya. Satu usapan lembut tangannya menyentuh di pipinya, membuat aliran air dari pelupuk matanya terhenti. Gadis itu menatap si pria. Pandangan matanya teduh, ia mencoba tersenyum.

“buatlah Tuhan tidak menyukaimu, sehingga kau tidak perlu cepat-cepat menemuinya”

Pria itu menangkap suara dan ekspresi suram yang ditunjukkan si gadis melalui senyumannya. Hatinya sesak. Napasnya menjadi berat.

“Hiduplah lebih lama. Ceritakan pada anak anakmu tentang aku, seorang wanita yang mencintaimu diam-diam”

Pria itu menarik tubuh si gadis dan merapatkan tangannya pada tubuhnya. Pria itu memeluknya. “kenapa harus aku?, kau yang harus bercerita. ketika aku mempunyai anak, maka kau lah satu-satunya ibu mereka. Kau tidak akan kemana-mana, Yuri-yah

Pria itu menggenggam lengan kanan si gadis, menuntunnya ke dalam dadanya, sentuhan lembut kulit telapak tangan si gadis beradu dengan debaran yang dibuat oleh jantung pria itu. “kau akan ada di sini, sekarang atau nanti, di sini atau jauh, ada atau tidak ada, hidup atau…”, pria itu menggigit lidahnya, merasa ada yang salah dengan kalimatnya. Ia berhenti.

“mati”, sahut gadis itu. tidak ada ekspresi yang pasti yang terlihat dari raut wajahnya. Tapi tangannya semakin dingin, kontras dengan tubuhnya yang panas. Gadis itu tidak merasa urat-urat syaraf di kakinya bekerja.

“pergi, bukan mati. Aku tidak suka kau bicara seperti itu”, gadis itu menerawang, dada pria yang bidang membuat wadah yang tepat untuk menampung wajahnya.

“apa itu benar…” si gadis terbata-bata. Pria itu menaikkan satu alisnya. “… apa kau benar akan selalu mengingatku di dalam hidupmu? Walau setelah aku pergi?”, si pria merasa seperti ada gempa bumi di dekatnya. Dan tangan wanita itu gemetaran, memegangi kerah bajunya.

“sebaiknya kau tidak melakukan itu, Minho-yah. Jangan pernah mengingat diriku, karena hidup atau mati. Aku tidak akan pernah bisa mengingat dirimu lagi”, wanita itu tersenyum, ia melanjutkan kalimatnya sebelum si pria sempat membuka mulutnya.

alzheimer, ataxia, kuharap aku tidak pernah mendengar dua istilah ini”, tangan gadis itu gemetar hebat. Menyebabkan Minho harus memeganginya. Perasaan kalut menyergap di dalam dirinya. Pemandangan di depannya, membuat hatinya sakit.

“aku tidak berguna, walaupun aku diberi kesempatan hidup, Minho-yah. aku tahu, aku selalu merepotkanmu. Bahkan aku tidak dapat berjalan dengan usahaku sendiri. Aku selalu meminta bantuanmu atau Ayah hanya untuk mengganti celana akibat air seniku, aku tidak bisa mengontrol otakku, aku bahkan dapat melupakanmu dengan mudah. Aku bukan seseorang yang pantas memiliki dan dimiliki olehmu Minho-yah. kau terlalu sempurna untuk disandingkan denganku…”

Si Gadis itu tenggelam di dalam dada sang pria. Mulutnya berbusa, bukan karena ia terlalu banyak bicara, tapi karena ia tidak bisa mengontrolnya. Air liur menetes dari sudut bibirnya. Bukan karena dia tidak sengaja meneteskannya, tapi itu hanya terjadi dengan sendirinya. Ia tidak kuasa mengontrol apapun yang dilakukan tubuhnya. Tubuhnya hanya melakukan apapun, walaupun ia tidak mau. Si gadis menyadarinya, ia terisak. Hidungnya memerah dan matanya berair. Tenggorokkannya tercekat, ia terbatuk.

“…kau lihat.. kau seharusnya melihatnya, aku tidak bisa mengendalikan tubuhku sendiri”, wanita itu berkata dengan terbata-bata. Seperti ada sebuah sekrup yang mengganjal di tenggorokannya. Ia kesulitan bernapas, badannya kembali mengejang dengan hebat. Air mata turun, mengalir melalui pelupuk matanya. Darah keluar dari hidungnya, perlahan tapi pasti.

Si pria kebingungan. Di ambilnya ponsel dari saku celananya. Ia menekan beberapa tombol dan menelepon beberapa orang dengan panik. Sesekali diliriknya gadis di depannya.

Matanya memerah, badannya masih mengejang sehingga roknya terangkat. Si pria segera menutup teleponnya dan membuangnya sembarangan. Di pegang nya tubuh elok itu dengan satu tangannya, ia menariknya, membawa ke dekapan hangatnya. Membuat tubuh mereka bergetar bersamaan. Pria itu tidak kuasa membendung seluruh emosi di dalam hatinya. Ia menumpahkan tangisannya di bahu si gadis.

Gadis itu terdiam, hanya air mata yang mewakili perasaannya. Mulutnya berbusa.

“…t-tenanglah Yuri, mereka akan datang, para dokter itu akan membantumu sekali lagi. bertahanlah”, pria itu terbata-bata menyelesaikan kalimatnya. Ditatapnya wajah gadis itu, tetap cantik walau dengan busa dan darah yang melingkari bibirnya. Gadis itu tidak berkata apa-apa, dan ia memang tidak menunggu kalimat apapun yang akan dikatakan gadis itu. pria itu membawa wajah gadis itu pada wajahnya, ia menghapus busa-busa dari bibir gadis itu dengan bajunya. Perlahan, ia mengecup lembut bibir gadis itu.

Getaran hebat melanda tubuh sang pria. Bukan hanya karena sensasi dari bibir gadis itu. tapi tubuh si gadis semakin terlonjak lonjak dengan kuat. Air mata jatuh tepat di batang hidung sang pria, ia menatap wajah gadis itu lembut, dan air mata yang sama, dijatuhkannya di pipi si gadis.

“jangan tunjukkan wajah seperti itu padaku, Yuri-yah. jangan menangis lagi. kau akan selamat”, gadis itu tetap menangis, seakan air mata adalah bahasa satu-satunya yang bisa ia sampaikan. Gadis itu berusaha bertahan, namun rasa sakit menderanya dengan segera. Perih dimana mana, kaku dimana mana, ia bahkan tidak bisa membedakan makhluk di depannya adalah nyata atau hanya  halusinasi belaka.

Tapi ia mencoba, ia mencoba memerintahkan otaknya untuk mengirim sinyal pada tangannya. Gadis itu bisa mendengar sirine dari sebuah mobil yang sangat familiar  dengannya, setidaknya… telinganya masih mendengar dengan jelas. Dengan susah payah, ia berhasil menggerakkan jari jarinya. Gadis itu yakin ia bisa menggerakkan tangannya, namun kenyataannya hanya jari jarinya yang bergerak.

Ia tidak menyerah, di sela sela busa yang kembali keluar dari mulutnya, ia mengirimkan sinyal kuat pada tangannya, membuat salah satu dari lengannya terangkat. Ia bersyukur. Ia ingin tersenyum. Namun otot otot motorik di pipinya tidak mengijinkannya. Gadis itu tidak dapat melakukan apa apa selain mengangkat tangannya pelan.

Ia mengayunkannya perlahan, dan menempatkan tangan itu tepat di dada si pria.

Getaran hebat di tubuh si gadis dapat kembali dilihat pria itu, ia merasakan tangan hangat di dadanya semakin dingin setiap detik berlalu. Sirine ambulance dan deru desing beberapa mobil sudah semakin mendekat.

“bertahanlah sebentar lagi, jebal”, ucap si pria lirih. Gadis itu hanya menangis dan menangis. Seperti air matanya tidak akan pernah berhenti.

“sampai kapan kau akan menangis, eoh?. Bertahanlah Yuri-yah. bertahanlah untukku, hanya beberapa menit saja”, gadis itu kembali menangis. Pria di depannya tidak kuasa lagi membohongi dirinya. Ia mengeluarkan semua emosinya sekali lagi, menangis di depan wanita itu.

“kau lihat aku? Apa kau ingin membiarkan seorang pria menangis di hadapanmu? Kau tidak ingin melindungi harga diriku, Yuri­-yah? kuharap berusahalah bertahan…”, pria itu menggenggam erat lengan gadis di depannya. Ia tiba-tiba merasakan dua kali tepukan di dadanya. Tepukan dari tangan yang semakin dingin, seperti es.

Mata pria itu berkaca-kaca. Bibirnya menganga, hatinya hancur seketika.

Ia memang merasakan tepukan itu. itu nyata, bukan halusinasi. Tapi sepersekian detik setelahnya, gemetar hebat di tubuhnya berhenti. Ia tidak lagi merasakan resonansi dari gemetaran di tubuh si gadis. Gadis itu tidak lagi memproduksi banyak busa di mulutnya, hidungnya pun sudah berhenti mengeluarkan darah segar.

Tapi itu bukan pertanda baik. Mata si gadis terpejam hangat. Bibirnya tidak tersenyum, tapi wajahnya begitu teduh. Tangan si gadis perlahan merosot turun dari dada si pria. Hari pria itu mencelos. Satu ruang penuh di hatinya tiba-tiba kosong. Otaknya tiba-tiba tidak dapat bekerja dengan benar.

Sirine ambulance semakin dekat, beberapa derap langkah terdengar jelas di telinga si pria. Namun ia lemas. Seperti kehadiran mereka adalah sebuah kegiatan sia-sia. Pria itu merasakan beberapa orang datang berkerumun di dekatnya. Ia bisa melihat mereka berbicara, menggerak-gerakkan bibirnya. Tapi tidak ada satu kalimatpun yang bisa menembus gendang telinganya.

Pria itu kembali menatap si gadis. Kali ini gadis itu terlihat tidur di atas sebuah kasur beroda. Beberapa orang mengangkatnya dan mendorongnya masuk ke dalam ambulance. Mata gadis itu tidak dapat lagi dilihatnya ketika seseorang menutup tubuhnya dengan kain putih. Beberapa tangisan pecah. Seorang ibu-ibu pingsan di dekat kasur itu.

Pria ini lemas, terlalu lemas bahkan untuk sekedar bernapas. Pori-pori nya tidak dapat menangkap sirkulasi udara di sekitarnya. Senja menerpa wajahnya, melukiskan satu warna jingga yang lebih gelap. Burung burung sudah tidak terlihat di pupil matanya. Berganti dengan bintang yang semu perlahan muncul.

“kau mengatakan akan melihat senja bersamaku. Tapi kau tidak mengatakan ini adalah senja terakhirmu.. yah nappeun yeoja

Dengkul pria itu seakan tertanam pada tanah basah di bawahnya. Ia tidak bergerak, ia menjatuhkan tubuhnya di sana, memandangi senja yang perlahan memudar di ufuk barat. Memandangi malam temaram bersama kesepian yang baru saja akan dihadapinya. Ia menarik napasnya, kemudian membuangnya malas. Pria itu mengangkat tangannya, dan menyentuh dadanya sendiri. Debaran aneh tidak beraturan terasa di sana. pria itu menangis. Namun bibirnya tersenyum. Merasa harta karun tertanam di sana.

“kau tahu kenapa Tuhan ada?”

“kau selalu bertanya hal-hal yang tidak perlu, Yuri-yah. berhentilah mengangguku dengan pertanyaan pertanyaan bodoh mu itu”

“tidak, ini bukan pertanyaan bodoh. Biar kuberitahu jawabannya. Tuhan ada untuk menciptakan kau dan aku. Benar?”

“yah.. aku sudah tahu.”

“aku hanya menegaskan. Dan kau tahu.. kenapa manusia di beri hati hanya satu?”

“kalau dua berarti kau kelainan, bodoh”

“dengarkan aku dulu, Yah Minho pabo-ya..”

“ck… baiklah. kenapa?”

“Tuhan hanya menciptakan satu hati untuk kita, karena ia menginginkan kita hanya mencintai orang-orang terbatas saja. Tidak semua orang bisa bebas masuk dan keluar dari hati kita. Menurutku begitu, dan disinilah aku sekarang”

“wae. Wae. Wae. Singkirkan tangamu itu dariku, Yuri-yah. kau menakutiku. Apa yang kau inginkan?”

“ini tandaku mengklaim orang orang yang telah mengisi hatiku. Satu tepukan di dada untuk orang yang aku sayangi, dua tepukan di dada untuk orang yang sangat spesial, sangat teramat spesial..”

“wae… kenapa aku hanya mendapat satu tepukan di dada? Aku tidak spesial? Yah, clumsy girl, aku sahabatmu dari kecil. apa kau tidak menganggapku spesial?”

“spesial untukku adalah orang yang bisa mencuri hatiku, dan membuatku tidak bisa berpaling dari orang itu, hidup atau mati. Dan kau bukanlah orangnya saat ini”

“kenapa kau berkata seperti kau akan mati… aigoo… baiklah… sudah kuputuskan, aku akan menjadi orang spesial agar mendapatkan tempat di hatimu itu. bersiaplah. Aku akan menghantuimu sampai kapanpun”

“andwae~ jangan menghantuiku, kau bukan orang mati”

“ini perumpaan, bodoh”

“ah~ arraseo~”

Pria itu memejamkan matanya, memori menguasai otaknya. Air matanya mengalir, telinganya seakan tuli. Tapi pria itu tersenyum.

Kau memberiku tepukan dua kali?. aku tahu kau akan melakukannya, aku tahu aku spesial. Terima kasih, Yuri-yah. maafkan aku jika aku adalah pengecut. Membuatmu menunggu bertahun-tahun hanya untuk menyadari bahwa kau cinta padaku. Tapi pada akhirnya, apa yang aku lakukan adalah kesalahan. Seperti hari ini, membiarkanmu pergi dari sisiku selama-lamanya. Tidak seharusnya aku menyetujui idemu untuk kabur dari rumah sakit hanya untuk melihat senja hari ini. pada akhirnya, kau tidak melihatnya, bukan Yuri-yah?…

Setelah kau pergi, mungkin aku juga akan pergi. Bukan menyusulmu, tapi pergi dari masa depanku. Aku tidak ingin beranjak dan melupakanmu. Maafkan aku, tapi aku tidak akan pernah memiliki anak. Karena aku tidak memilikimu secara nyata. Kau benar, hati hanya diciptakan satu karena dia memiliki kapasitas terbatas. Dan milikku, sudah terisi penuh oleh dirimu. Jika kau memaksa aku mengisinya dengan orang lain, maka hatiku akan meledak…

Yuri-yah, aku tidak tahu kau bahagia atau tidak selama ini. tapi hatiku selalu berdetak kencang bahkan ketika aku menyebut namamu. Aku berpikir, akankah jantung ini berdetak ketika kau tidak ada? Bisakah aku bertahan?…

Kwon Yuri,

namamu itu sudah seperti obat. Dan aku adalah pecandunya. Kadang itu seperti racun, dan aku adalah korbannya. Tapi di saat yang sama, namamu seperti selimut yang datang saat aku kedinginan, seperti es yang menerobos masuk ke kerongkongan ku di saat aku kehausan, kau seperti nada ‘do’ di dalam tangga nada hidupku, dan aku tidak akan memulai apapun tanpa nada ‘do’ itu. kau lah penggeraknya. Kau lah segalanya.

Kwon Yuri,

Nama itu… nama yang selama ini menjadi aspirin bagi tubuhku, mungkin besok akan tersemat di dalam batu marmer dingin yang mereka sebut sebagai nisan.

Aku bersumpah, aku tidak ingin melihatnya, bahkan di dalam mimpiku.

Pria itu menarik napasnya panjang, dan menghembuskannya dalam satu hentakkan.

Aku tidak akan mengucapkan selamat tinggal. ketahuilah, kau hanya meninggalkan ku secara fisik, tapi kenangan ini, akan abadi di dalam ingatanku.

i will find a way to make you live, even it just in my own memories.

****

 .angst one.

.I HATE IT, but i don’t know, why i make this.

. Keep Calm FlammingPearls. kkkk~.

leave me your Review. Keep RCL.

*i don’t know why, but i cry while i made this* *sob

65 thoughts on “THAT LAST SUNSET

  1. yunique eka cahya berkata:

    Me too, i cry while i read this.. Bnyk kta dn kalimat yg makna ny dlm bgt buat sya pribadi. Tuhan itu adil, setidak ny disaat2 terakhir waktu ny, dia didampingi org yg special dihdpny.. Ahhhh ga mau tau # todongin author pke pistol.. Ottokhe air mta sya ga mau brenti, ini smua gra2 author ny huwaaa😥 bru beberapa hri sya ga bka blog ini, Sekali ny ngebuka ada dua ff bru, tpi sya mutusin bca yg ini dlu alhasil banjir air mta deh. Boleh ga thor sya nikahin otak author? soal ny ff ny bgs si, gmna dong? bahasa ny, alur ny, dn setting ny sya ska smua ny. Ok Keep writing Eonni (blh sya panggil bgtu?)

    • bapkyr berkata:

      aduh takut ditodongin pake pistol segala -____-
      baca yang The Academy juga ya dear. eh tapi itu Thriller.
      jangan nikahin aku juseyo. aku udah setuju di nikahin myungsoo :p
      iya dipanggil apa aja boleh. kkk~

  2. salsabila azditama berkata:

    Baguss ceritanya authorr><
    Tapi just me and the boys nya blm di publish ya thor?pdhal nunggu" itu mulu😦 cepat di publish ya thor*maksa ._.v
    Ff nya ditnggu teruss^^

  3. Baek Lina is Yurisistable berkata:

    Berharep bgt minyul couple d kehidupan nyata tp jgn jaln crita bgni heee… ceritax sedih bgt thor.

  4. lee minri (choiminri) berkata:

    thor, jujur dri smw ff author yg aku ngerti cuma klise sama never day goodbye selain itu nggak ada lagi yang aku ngerti ._.v

  5. Nadia KrisYul Shipper berkata:

    Sedih TT.TT jahaaaattttt

    Author… masa aku gak boleh baca ff yang The Academy?

  6. rani nur soshi berkata:

    huaa..nyesek tp sweet..keren eon..dlm crita’a..
    minyul akan selalu bersama walau fisik mereka terpisah..hehe

  7. YurisistablePearl(Bilqis Raudya) berkata:

    SO Sadddddddddd,,,,,,,😥😥 ,, hwaaa,hiks,,hiks,, mom,, mom,*mom : manja banget sih,,udh gede tau ,
    Eon,, sedih banget eonn,, kata2ny ituloh,nusuk,,mak jleb,,jleb d hati*lebay kumat
    So sweet juga sih,, tp kasihan yulnie meninggal,,, waaaa,,

  8. Angeline berkata:

    Eon alzaimer itu penyakit kayak apa sih ??
    Hehe mian gak tau -,-” tapi eon ffnya bagus banget walupun sad..😥 tapi tetep bagus, ffnya eon emang selalu bagus.. Aku nungguin kelanjutan ff JMTB sama sirine eon usahain cepet publis ya eon

    • bapkyr berkata:

      Itu semacam menurunnya fungsi kerja otak, jadi perlahan lahan orang makin lupa sama lingkungannya, lupa namanya, lupa cara bicara, lupa fungsi tubuh, lupa cara bernafas, pokoknya kalau udah lupa bernapas, itu bisa menyebabkan kematian. ini belum ada obatnya betewe.

  9. kwonzhuwie berkata:

    Nyesek bacanya TT_TT
    kata2nya mantep banget, itulah titik yg bkin sedihnya bukan krna yulny meninggal
    huaa *numpang mewek dlu bentar* :p

  10. BestfriendExoSone berkata:

    tuh minho setia bangetzz..hiks..hiks, kasihan minyul.. kasihan yul unnie..
    paling gak nahan waktu “gadis itu tetap menangis, seakan air mata adalah bahasa satu-satunya yang bisa ia sampaikan”..*ambil tisu terakhir

  11. Niaaa berkata:

    Okesip ini keren ! Sukaaaa bangeetlah !
    Mewek, nyesss T.T
    bikin mata melek gini baca ff di blog mbaa, abis ceritanya keren2 penasaran terus jadinyaa..
    Dari segi cerita, bahasa, feel, alur sukaa bangetlaah😀
    good job ! Semangat mba buat nulisnya🙂 siapa tau jdi penulis terkenal hihii *nguiiingg

    • bapkyr berkata:

      hai nia. well pertama tama. aku masih gatau kamu siapa dan itu bikin gregetaaaan.
      kedua, makasih udah bersurfing ria di mari. kk~

      ketiga, ini masih jauh dari kata keren kkk~

      but anyway thanks a lot for reading.

      • Niaaa berkata:

        hahaha dan ini bikin aku bahagia karena bikin orang gregetan *ketawa evil wkwkwk
        aku temen ny fariz mba, mba pasti lupa iya kan ? iya kan ? iyaa pasti huhuu :”
        pas RAT kopsis ituloh yg mba ny jdi MC thn 2010 (klo ga salah hihi) mba lengser diganti mba rere dan aku wakil pembuku nya hehee
        tapi yasudah klo tidak ingat, tidak apa apa haha
        yg pasti aku suka semua cerita di blog ini ^^

  12. Just26th berkata:

    ataxia itu yg kelainan motorik itu kan? jadi inget salah satu sinetron /loh/ inget sinetron itu jadi kebayang gimana sakitnya yuri disini hweee;;–;; pasti susah banget ngendaliin otaknya. dan… alzaimer? aku lupa sih tapi kyknya penyakit pikun gitu bukan? /slap/
    ah ngenes baca kata”nya. terlalu menusuk ugh! ambulans memang selalu datang terlambat kalo orangnya udah kritis. tapi kalo yuri tetep hidup kasian juga;;–;; tapi minho juga kasian;;-;;
    great!! /kasih sepuluh jempol/

  13. ica siangel berkata:

    Huaaaaaaaa makin mewek.
    Sblum ini aq baca “the academy”, disana Minho yg ‘pergi’. Nah disini, giliran Yuri yang ‘pergi’.
    Yaa Tuhan,
    Kak Yun, huaaaaaaa
    Kata2nya MinHo itu loooh,
    MinHo, aku padamu !!! Muaachh muaachh
    *mewek lagi

  14. Luluu berkata:

    Kaknyun :” aku nyesek banget bacanya ;A; apalagi kaimat kalimat trakhir yang italic itu😥 hueeee.. perasaanku dipermainkan *abaikan* kenapa yuri harus alzaimer? Ataksia pula.. kejamnyaa ;A; tp trakhir yg yuri nepuk dada dua kali itu … hueee.. nyesek . Apalagi pas tau artinya.. hiks..
    good job author (y) feel nya beneran dapet, kena. Hehe.. keep writing!!!

  15. seria berkata:

    nyun.. Maaf sebelumnya.. Tp aku cuma bisa kasih komen ‘keren’.. Karena gk tau mesti komen apalg.. Emang keren bgt.. Suka kt2nya.. Dalem~

  16. Anonym berkata:

    Aku tahu ini dipublish btahun 2013 tapi masih komen gapapa kan kak nyun? Aku kan reader yang baek :3 feelnya ngena banget kak berasa pengen nangis huhuhu😦 aku baru tahu kalo yang kena alzheimer itu gelajalnya gitu ya gabisa ngontrol diri ngeri juga sih u,u daebak pokoknya😀

  17. febrynovi berkata:

    KAKNYUN OHMY WAE T_T

    seperti yang kupernah bilang di comment sebelumnya, kaknyun itu bisa mengekspresikan dengan baik isi ceritanya T_T seakan-akan kakak pernah mengalami semua itu & kaknyun tuang ke dalam tulisan.

    kaknyun ilopyu T_T

  18. tikasilvia berkata:

    Nyesek bgt kak
    dan aku menangis
    ini bnrn bikin aku mewek deh
    aku kyk ngrasain kehilangan yg minho rasain
    feelnya bnr2 dpt
    ntah kenapa untuk bbrapa detik aku smpe ngrasain hati aku juga ikut kosong
    seolah bener2 kehilangan yuri
    huhuhu
    aku gk bohong
    ff ini bnr2 menyentuh

  19. hyenayurisistable berkata:

    Aku nangis deh kak baca ff ini
    ini ff bener2 menyentuh
    dapet banget feelnya
    aku berasa ngrasain apa yg minho rasain
    Pas di part “kesepian yang baru saja akan dihadapinya”
    Entah kenapa itu nyess bgt di hati aku

Leave your review, don't treat me like a newspaper.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s