JUST ME AND THE BOYS [Part 2]

Just me and the boys 3

Sorry if too late :p

***

Aku, Minho dan Kris telah kembali ke ruanganku dan bergabung dengan mereka yang ada di sana. Sehun terlihat fokus di depan layar. Entah kenapa aku menemukan dirinya aneh di sana. ia seperti… tidak hidup. kau tahu patung lilin yang berada di musium di London?, kurasa dia adalah salah satunya. Wajahnya memang tampan, tapi terkesan abstrak. Aku tidak bisa menemukan pori-pori di wajahnya. Dia memang seperti patung lilin. Misterius seperti biasa.

Chanyeol, bukan seperti chanyeol yang biasa aku lihat. Kali ini dia lebih banyak duduk diam memandangi komputer bersama Sehun. Aku bersyukur dia tidak berteriak teriak seperti orang gila di ruanganku. Kerutan di dahinya terlihat oleh mataku. dia berpikir. Dan aku baru melihat pria idiot ini memutar otaknya.

Aku menggelengkan kepalaku, aku tidak akan mendapatkan apa-apa jika hanya terus memperhatian mereka. aku memutuskan mengambil sebuah file kasus dari atas meja. Kris menatap ke arahku, seolah sesuatu telah diambil paksa darinya.

wae?”, sahutku, membalas tatapan mata dari Kris.

“aku sedang membacanya”, jawab Kris singkat. Aku tidak ingin menyulut pertengkaran, aku kembalikan file itu ke atas meja. Sementara aku mengambil file lainnya yang berwarna merah. Minho tiba-tiba mendengus keras. Aku kaget, kukira ada kerbau dari mana yang datang di antara kami.

wae?” sahutku dengan nada yang sedikit tinggi, menutupi kekagetanku.

“Aku sedang meneliti file yang kau pegang”, aku memutar bola mataku. menaruh file itu di tempatnya semula. Kemudian kulihat tangan Minho meraihnya. Aku pergi dari mereka. ke luar ruangan. Aku berdiri di sana, menunjukkan kekesalan.

cih, aku leader nya. dan aku harus berada di luar ruanganku sendiri. That boys… jinjja”, aku memutuskan untuk berjalan menyusuri lorong. Ada baiknya jika aku bertemu dengan Yoona saat ini. dan tujuan utamaku adalah ke tempat Siwon oppa. Yoona satu tim dengannya, dan mungkin ia sedang briefing di ruangan Siwon oppa. Yah… aku bisa sekalian mencuri kesempatan melihat pria tampan itu.

Aku tertawa terkekeh tanpa aku sadari. Membuat semua orang yang berpapasan denganku bergidik. Mungkin mereka pikir aku sudah gila.

Aku tiba di depan pintu ruangan siwon oppa. Ada penindai di sana, aku tidak bisa keluar masuk seenaknya. Aku juga harus menunjukkan wajahku pada kamera, agar orang yang di dalam bisa membukakkan pintu mereka untukku.

1 menit  berlalu, namun aku tidak mendapatkan apa apa selain lelah karena berdiri sambil terus menatap kamera kecil. aku seperti orang bodoh. Aku berdecak, membalikkan badan dan kembali berjalan ke ruanganku.

Di tengah lorong, aku bertemu dengan Gikwang. Aku tersenyum pada pria tampan itu. ah… aku tidak tahu kenapa belakangan ini aku seringkali tersenyum menebar pesona pada pria pria tampan. Oh, tidak semua. Kecuali ke lima pria bodoh di ruanganku tentunya.

“kemana kau akan pergi, yuri-ssi?” sahutnya padaku. Aku tersenyum, lagi.

“kembali ke ruanganku. Aku meninggalkan para pria bodoh itu di sana”

“pria bodoh?”, Gikwang terlihat bingung.

“anak dari JYP-Ahjussi serta teman-temannya.”

“maksudmu Glow? Aigoo… mereka tim mu?”

“sayangnya, Iya..” sahutku sambil menghela napas, gikwang terlihat tertawa lepas di depan wajahku. Membuat aku harus melihat ekspresi nya yang langka ini.

“kenapa kau tertawa?”

“ini lucu. Yuri-ssi… Yuri-ssi.. sebaiknya kau berhati-hati pada mereka. kau bisa saja sedang dipermainkan mereka saat ini..”, aku mengerutkan dahi. Tidak mengerti.

“maksudmu?”, Gikwang adalah seorang agen yang lebih senior dariku. Sebelum aku direkrut oleh slotte, dia adalah yang pertama ada di sini. Meskipun umurnya tidak jauh berbeda denganku, tapi pemikirannya yang bijaksana, adalah salah satu nilai plus dia di slotte. jadi jika ia berkata aku harus berhati-hati pada Glow. Maka aku harus percaya.

“Ini bukan seperti mereka berbahaya atau apapun… tapi ada satu hal kekanak-kanakkan di antara mereka yang harus kau tahu. Kau satu-satunya wanita di sana bukan, yuri-ssi?”

Aku mengangguk. Tim ku hanya beranggotakan 6 orang dan hanya aku satu satunya wanita di sana. walaupun aku tidak setuju dan protes pada JYP Ahjussi, tapi keberatanku ditolak mentah mentah. Dibayar dengan penjelasan panjang lebar.

Gikwang terlihat tertawa kembali di depan wajahku, membuatku diam dan menaruh lenganku di pinggang, menunggunya kembali normal.

“apa yang ingin kau coba katakan padaku, Gikwang-ssi?”

ah. Mianhae. Ini sangat lucu hingga membuatku sakit perut.” Ujarnya sambil mengatur napasnya. Aku tidak tahu apa yang membuat dia ketawa seperti orang gila. Tapi aku cukup merasa dipermalukan. Aku berdiri seperti orang bodoh, membuang-buang waktuku.

“Mungkin JYP ahjussi yang memilih mereka sebagai Tim mu, tapi percayalah padaku, Park Chan Yeol yang memintanya. Aku mendengarnya sendiri. Mereka mengatur dirimu agar satu tim dengan mereka”, aku mengerutkan dahi.

“Park Chan Yeol yang memintanya? Apakah kau yakin?”

“aku ada di sana saat ia datang ke kantor JYP dan memohon mohon padanya. Kau bisa memegang kalimatku”

“Tapi untuk apa?”, aku merasakan nadiku berdenyit dengan kencang.

“ini yang harus kau waspadai. They have a bet of you”, aku terbelalak.

a bet? Taruhan apa yang kau maksud?”

“ah~ aku tidak tahu jelas, tapi 5 bocah itu mungkin merencanakan sesuatu untuk mendekatimu, yah.. kau tahu apa yang anak muda lakukan pada umurnya. Mungkin mereka ingin menjadi kekasihmu atau sesuatu seperti itu”

Aku merasa tersedak. Aku memegangi dahiku. Menyibakkan poni di sana, ini seperti harga diriku di injak injak. Gikwang tertawa terkekeh sebelum akhirnya berpamitan padaku. Aku kembali dengan pandangan yang suram. Aku adalah Kwon Yuri, Kwon Yuri dengan harga diri tinggi, moralitas yang sempurna dan berkelas. Kenyataan bahwa aku dijadikan bahan taruhan oleh pria pria idiot itu membuatku muak.

Aku berjalan cepat, lebih cepat dari angin yang perlahan dibuat oleh tubuhku. Aku menindai mata dan sidik jari sebelum akhirnya menerobos masuk ke dalam ruanganku. Kulihat mereka semua menatap ke arahku, 5 pria bodoh itu.

Mungkin mereka kaget dengan gerakanku yang tiba tiba, tapi aku sudah tidak peduli. Ini memuakkan.

“siapapun, katakan padaku, katakan semuanya tentang taruhan itu”, mata mereka saling memandang. aku mengetuk-ngetukkan kakiku ke lantai. Bagaimanapun aku masih peduli dengan style ku saat ini.

“kau tahu?”, baiklah. hanya reaksi ini yang aku dapatkan. Mereka hanya menatapku sekilas kemudian kembali dengan aktivitas nya masing-masing. Aku dipecundangi. Mereka tidak menganggapku sebagai makhluk hidup di antara mereka. ah~ mereka mungkin terlalu lama bicara dengan alien, dan lupa bagaimana caranya berbicara dengan seorang manusia.

“hanya itu?”, aku menaikkan satu alisku. Tidak bisa dipercaya, mereka hanya mengangguk dalam timing yang sama. Aku menarik napas kemudian menghelanya dengan cepat. Walaupun aku ingin membuat mulutku berbusa dengan melontarkan beberapa kalimat cacian pada mereka, tapi toh mereka tetap saja tidak mendengarkanku.

Aku hanya duduk di sana, sendiri, menatap layar ponselku dengan kesal. Aku tidak tahu apakah ada yang menyadari kekesalanku atau tidak. Bisa kukatakan satu hal, keputusanku untuk membenci mereka dari awal, tidak pernah se benar ini.

****

Aku tidak mau berkumpul dalam satu lingkaran bersama pria-pria itu. tapi analisis Chanyeol pada website internal FBI dan hasil rekaman yang dianalisis Myungsoo membuahkan hasil. Karena tugasku adalah sebagai pemimpin, aku adalah orang pertama yang dipercaya untuk mendengarkan analisis mereka. Sehun bertugas untuk menjelaskannya padaku.

“…mereka memang hilang. Aku bisa menjamin ini seperti kejadian mistis…” aku mulai mengangkat alisku bahkan di awal kalimatnya. Dapat kutangkap senyuman seringai yang diperlihatkan oleh Myungsoo padaku, seolah dia mengatakan selamat-menikmati-analisis-aneh-sehun.

“sehun seriuslah sedikit”, chanyeol memukul bahu Sehun, membuat ia terbatuk.

“baiklah, bukan mistis. Tapi percayalah ini misterius—“

“aku tahu ini misterius, maka dari itu kita berkumpul di sini”, aku menyelanya. Aku tidak bisa lagi mendengarkan basa basi lebih banyak lagi dari bibir pria itu.

“baiklah. pertama-tama biar aku jelaskan, Tokyo adalah salah satu tempat menghilangnya agen FBI yang terbanyak. Dari 54 korban 14 di antaranya hilang di Tokyo. Menurut data di dalam jaringan internal FBI. Mereka rata-rata ditugaskan dalam misi penjagaan. Tidak ada misi penting khusus. Tapi satu keanehan muncul di sini…” aku menelan ludahku, Sehun terlihat mengotak atik layar Laptop di depanku, membuatnya muncul di layar yang lebih lebar sehingga kami bisa melihatnya dengan jelas.

“Namanya Park Cheon Dong, dikenal sebagai Thunder. Ia ditugaskan dalam penjagaan khusus bagi pengusaha penting di Tokyo, Takada Choi. Seorang pengusaha Korea-Jepang. Ia minta perlindungan FBI terkait ancaman dari yakuza atas sepak terjangnya…”, aku mengernyitkan dahi.

“apa itu yakuza?”, aku memang tidak mengetahui apapun soal tokyo. Ini adalah misi perdanaku di sana. jadi wajar jika aku tidak tahu istilah di sana.

“gembong kriminal terbesar. Kau tidak akan dapat membayangkan sampai kau menemukannya”, sahut Kris menerangkan. Aku hanya mengangguk.

“bisa kita lanjutkan, leader-ssi?”, Sehun bertanya sopan. Tapi entah kenapa aku merasa begitu terganggu. Apa susahnya jika ia langsung menyebut namaku saja?. Pada akhirnya aku mengangguk juga.

“aku mengecek semua data CCTV atas kamera jalanan di Tokyo. Terutama di sekitar rumah Thunder, dan aku menemukan ini…”, Myungsoo menunjukkan satu video di layar besar di depanku. Di video itu aku bisa melihat sosok pria klimis dengan rambut hitam, jas perlente dan sepatu hitam berjalan santai. Terlihat satu headphone cable tersemat di telinganya. Di tangannya ada sebuah koper. Ia berjalan dengan tergesa gesa, meninggalkan mobilnya dan segera menghilang dari satu sudut jalan. Di jalan berikutnya, CCTV  bisa menangkap gambar seorang pria yang sama seperti sebelumnya, namun tanpa koper di tangannya. Myungsoo terlihat mengulang kembali dan memperlambat bagian itu.

“kalian lihat ini?”, Sehun mencoba membawa konsentrasi kami kembali padanya.

“kopernya hilang setelah pria itu belok di sudut jalan ini. pertanyaannya adalah, apa isi koper itu sehingga pria ini membawanya dan menghilangkannya segera?”, aku mengangguk. Analisis Sehun terdengar masuk akal.

“Tapi, ada kemungkinan sesuatu terjadi dengannya saat ia melintasi sudut jalan itu, dan membuatnya harus melepaskan kopernya, bukan?”, Minho masuk dalam analisis Sehun. Dan aku tidak mau mengatakan ini, tapi ini terdengar masuk akal. Analisis mereka sangat rasional. Aku bahkan tidak sempat mengucapkannya dengan lidah. Mereka gesit.

“aku sempat berpikir begitu, tapi ketika aku melihat gerakan di dalam video itu secara lambat, kondisi pria itu baik dengan membawa koper atau tidak, terlihat sama. Tidak mungkin ia melepaskan koper itu karena paksaan. Tidak ada tanda tanda kekerasan di sana, bajunya masih rapih, ia masih sangat sempurna. dan jika dilihat dari waktu saat ia berbelok dan saat kamera selanjutnya menangkapnya, terdapat spare  sekitar 20 detik saja. Bagaimana bisa satu kekerasan atau paksaan dari pihak lain terjadi dan membuat pria itu menyerah hanya dalam 20 detik?…”

Kris berusaha membantah hipotesa Minho. Sehun mengangguk setuju. Aku menoleh pada layar di depanku. Meneliti pria itu dengan seksama. Benar, tidak ada yang aneh dari tubuh pria itu baik sebelum atau sesudah kopernya hilang. Dan lagi di antara tikungan itu, aku melihat satu celah sempit samar. Celah itu tidak tertangkap kamera manapun, sehingga aku kesulitan menjelaskan seperti apa kondisi celah itu.

“kurasa ada sedikit celah di sana, ketika aku melakukan zooming, gambarnya pecah. Dan aku tidak bisa melihat dengan detail” sahut Myungsoo, diiringi dengan anggukan penuh energi milik Chanyeol.

“kau sudah mencoba menggabungkan kedua video itu?”, sahutku. Chanyeol menaikkan alisnya.

“maksudku, lihat di video pertama, bagian celah hanya terlihat setengahnya. Dan di video kedua, tertangkap sisa setengahnya. Mungkin sesuatu bisa kita dapatkan jika menggabungkan keduanya”

Chanyeol terlihat bersinar. “AH !” ia berteriak. Membuat aku sedikit kaget. Ia segera mengotak atik laptop, bersama sama dengan myungsoo. Beberapa kali aku bisa mendengar myungsoo mengarahkan chanyeol melakukan ini dan itu pada video di depannya. Sehun berdehem, ia menyandarkan kepalanya pada sebuah sofa. Dan aku melakukan hal yang sama tanpa aku sadari.

Sehun dan aku berada di satu sofa kecil yang sama, sedangkan sisanya berada di dalam satu sofa besar yang empuk, dengan meja besar di sana. ketika aku menjatuhkan kepalaku di sofa, dan menemukan sehun melakukan hal yang sama, aku memandangnya.

Tapi ia memilih memandang cicak.

Harga diriku hancur seketika.

“lihat ini. kalian akan kaget. Katakan padaku jika aku salah lihat”, sahut chanyeol. Ia menunjukkan satu rekaman video yang telah ia satukan. Ia mengkonversikannya menjadi satu buah gambar yang sangat besar.

Pointer mouse nya mengarahkan kami memperhatikan fokus chanyeol. Disitu aku bisa melihat celah. Celah yang bahkan cukup memasukkan tubuh satu pria sebesar Thunder. Celah itu gelap sehingga kami tidak bisa melihat ke dalamnya. namun ketika chanyeol melakukan zooming in  pada gambar itu, kami terbelalak. Aku tersedak.

Sebuah sepatu terlihat sedikit di sana. sangat kecil, sehingga aku bisa memuji chanyeol untuk ketelitiannya. Sepatu itu berwarna hitam, sehingga kalau dilihat sekilas, sepatu itu seolah olah tidak ada di sana. satu yang pasti. Sepatu itu adalah sepatu yang serupa dengan yang dipakai Thunder. Terlihat dari kilapan glossy dan satu merek yang tersemat di bagian pinggirnya.

“kau lihat ini, hyung?. Sepatu yang serupa…” Myungsoo mengalihkan pandangannya pada Kris. Myungsoo sepertinya bisa menebak apa yang kris pikirkan saat ini.

“tapi bukan berarti ini sama”, ucap Minho sambil membetulkan letak jaketnya.

“tenang, simpan kekagetan kalian untuk sesuatu yang akan kalian lihat segera…” Sehun kembali melanjutkan analisis nya, ia mengambil laptop dari chanyeol dan segera memencet mencet sesuatu di sana. video lainnya muncul di depan kami.

“ini adalah rekaman CCTV dari seorang agen yang hilang, namanya Hinamori Shisui. Ia hilang tepat ketika berada di dalam apartemennya..”, aku membelalakkan mata. hilang di dalam apartemen? Mana mungkin? Apartemen itu adalah satu bangunan yang tertutup.

“lantai berapa ia tinggal?” sahutku penasaran.

“10”, jawab sehun singkat. Ini menambah rasa shock yang melanda diriku. Kulihat Kris yang masih belum bisa move on dari kasus Thunder, dan Minho terlihat masih mengangguk angguk berusaha mencerna.

“jangan katakan kau mencoba memberitahuku bahwa ia hilang di lantai 10, di dalam apartemennya secara tiba tiba?”, aku menegaskan pertanyaanku kembali, sehun menyandarkan kepalanya di atas sofa, ia mengangguk. Kemudian melemparkan senyum menyebalkannya padaku.

“sudah kubilang ini seperti mistis”, sahut sehun singkat. Chanyeol membagi pandangan tidak menyenangkan pada sehun. Dan membuat sehun berhenti membahas sesuatu yang dia anggap sebagai ‘mistis’ di kepalanya itu.

“semua bisa dijelaskan secara rasional, berhentilah menyebut semua kasus ini mistis”, Minho menambahkan. Myungsoo yang ada di sebelahnya, tertawa melecehkan.

“aku sudah mengecek data CCTV di dalam apartemen itu, dan tidak menemukan satu CCTV pun yang menangkap gambar wanita itu beraktivitas. Terakhir dia hanya tertangkap kamera pada sehari sebelum ia dikabarkan hilang, jam 7.25 malam waktu setempat. Dan setelahnya, tidak ditemukan adanya aktivitas dari wanita itu. FBI menangkap keganjilan itu karena wanita ini tidak menyampaikan laporan hariannya ke markas besar. Ia mengutus beberapa orang mengecek ke dalam apartemen, dan tidak menemukan apapun di sana. semua materi milik wanita ini masih utuh, tidak ada tanda kekerasan… baju baju nya masih di sana, TV masih menyala, namun wanita itu hilang “, Myungso menjelaskan. Menggantikan sehun yang sudah terlihat malas duduk di sofa. Sehun mendesis di akhir kalimat myungsoo. Ia terkekeh.

“sudah kubilang ini mistis”, aku gerah dengannya, kutatap matanya langsung agar ia segera sadar dan bangun dari dunia paranormalnya itu.

Ia berdehem padaku, pandangan matanya dingin. Tubuhnya tidak menunjukkan energi yang bisa membuat siapapun bergairah. Berbanding terbalik dengan chanyeol.

“terakhir, rekaman CCTV yang aneh lainnya. Terjadi saat detik-detik hilangnya seorang agen pria bernama Bang Yong Guk. Dikenal dengan nama bbang. Asal korea, ditugaskan di Jepang selama 2 tahun. Ia sedang tidak dalam misi ketika ia hilang”

“lalu untuk apa dia ada di Jepang?”, sahutku

“ia sedang dalam cuti panjang. Dan berencana tinggal di jepang beberapa waktu dengan adiknya. Pada saat bbang hilang, adiknya sedang tidak ada di hotel tempat mereka menginap. Pria ini tertangkap kamera hotel sedang duduk di ruang tunggu utama hotel. Kalian bisa lihat rekaman ini…”, Myungsoo menjelaskan. Ditampilkannya satu video. Dimulai dari adegan dimana aku bisa melihat pria berambut pirang berjalan. Ia duduk di ruang tunggu, duduk nyaman di atas sofa. Beberapa kali pria itu menoleh ke kanan dan ke kiri. Ia mengecek ponselnya. Kemudian terlihat memasukkan ponsel itu kembali ke sakunya. Kemudian ia melihat ke arah kamera. Dan aku kaget dibuatnya. Tidak ada kata yang keluar dari mulutnya. Ia hanya melihat kamera kurang lebih dalam 10 detik. Kemudian tangannya memegangi sebuah miniatur kapal pesiar yang ada di meja di hadapannya. Ia mengetuk ngetukkan jarinya di sana beberapa kali. kemudian melihat ke arah kamera sekali lagi. bibirnya bergerak membentuk satu kata seperti Fu-ku-o-ka, kemudian ia menghela napas, dan pergi dari sana.

Video selanjutnya yang diputar oleh Myungsoo adalah video dimana Bang Yong Guk itu menghilang. Pria itu mengemudikan mobilnya kencang. Kemudian ia berhenti di sebuah drive thru fast food. Memutarinya dan kembali menjalankan mobilnya. Mobil hitam itu menabrak pohon dengan kencang. Dan aku tidak melihat adanya satu orang pun dalam tabrakan itu. seolah-olah dia tidak pernah ada di dalam mobil itu.

“tidak ada saksi mata?”, tanyaku penasaran. Myungsoo dan chanyeol menggeleng bersamaan.

“semua kasus hilangnya agen FBI ini diperkuat dengan hanya satu kesamaan. Tidak adanya saksi. Dan itu yang menyulitkan FBI dalam menginvestigasi kasus ini”, sehun menjelaskan.

“kalian lihat pria itu memandang kamera? Itu seperti dying mesage. Entahlah”, Minho berpendapat.

Aku juga setuju dengan apa yang dikatakan Minho. Kami bukan detektif, kami mata-mata, namun beberapa kali kasus yang aku tangani berkaitan dengan hal seperti ini. dying messages and stuff.

“itu mungkin saja, tapi apa maksudnya… menunjukkan miniatur kapal pesiar kepada kamera…” sahut kris. Ia  masih berpikir. Alisnya terangkat, dahinya mengerut. Semuanya terasa sangat berat di kepalanya. Aku bisa membacanya hanya dengan mendengar dengusan napasnya.

Aku beranjak dari sofa, kupegang ponselku. Dengan malas, aku menelusuri semua aplikasi di dalamnya. aku memasang headset di telingaku. Dan membaca pesan suara dari Yoona. pesan itu datang 2 jam yang lalu. Dan aku tidak menyadarinya.

yuri-yah. saat kau mendengarkan pesan ini, aku sudah ada di pesawat. Aku ke London hari ini, Siwon oppa memerintahkan kami bergerak. Bagaimana dengan tim mu? Kapan kalian akan ke Tokyo?. Pasti sangat menyenangkan. Apalagi bersama 5 pria tampan di depanmu. Kkk~. Ah iya aku ingin memberitahumu, kau ingat pembicaraan kita tentang blind date untukmu?, pria itu membatalkannya. Kapalnya harus segera berlayar ke China. Tunggu beberapa hari lagi. mianhae~~ hwaiting ne~~…sstt.. sampaikan salamku pada kris. Kkkk~’

Aku tertawa geli, “mwo ya, gadis ini… ckck”, aku menggelengkan kepala perlahan sambil bergumam kecil. seseorang memperhatikanku dengan tatapan nistanya. Ia men-scan tubuhku dari atas sampai bawah, kemudian menggeleng berat.

mwo ya?!” aku merasa risih dengan pandangan milik myungsoo itu. cara dia memandangku dan meremehkanku seperti aku adalah model majalah pria dewasa yang kurang terkenal. Itu nista, sungguh.

anieyo, aku hanya penasaran apa yang kau dengarkan”, ucap myungsoo santai. Ia memakai headphone besar di telinganya. Kris memperhatikan kami berbicara, kemudian ketika pandangan mata kami bertemu, ia tenggelam di dalam buku yang dipegangnya.

Aku menghela napas ku, memutar tubuhku dan kembali memutar ulang suara yoona di ponselku. Berapa kalipun aku mendengar ia menitipkan salamnya pada kris, ada kupu kupu yang melayang di perutku. Aigoo~~~ siwon lebih baik dari pria ini yoona-yah.. tunggu sampai kau tahu bagaimana sifat aslinya. Aku bergumam kecil.

Pesan suara dari yoona adalah kabar bahagia buatku. Baru baru ini ia memaksaku menghadiri sebuah blind date yang telah diaturnya jauh jauh hari. Aku ingat ketika yoona mengatakan pria itu adalah temannya semasa sekolah di Jerman. Dan hebatnya, pria ini adalah cruise crew. Dia adalah kru kapal pesiar holiday trip dari Seoul menuju China dan sebaliknya.

Seharusnya aku bertemu dengan pria ini dalam beberapa hari. Tapi syukurlah ini tidak pernah terjadi.

Tunggu… apa aku mengatakan kapal pesiar?

Aku sadar akan sesuatu, aku langsung menggenggam erat ponsel ku dan pergi ke menu browser. Di sana aku mengetikkan beberapa keyword dalam sebuah mesin pencari. Beberapa artikel yang aku maksud muncul di halaman pertama. Aku membukanya. Membaca judul dan isi artikel itu dengan perlahan sambil scrolling up and down di layar ponsel layar sentuhku.

Di akhir paragraf, aku merasa seperti menemukan harta karun. Aku memekik. Tiba tiba energi aneh merasuki tubuhku. Membuatku kehabisan napas karena terlalu senang.

“aku rasa dia dimasuki jiwa roh halus”, kudengar sehun berbisik pada Chanyeol. Dan chanyeol hanya mengangguk. Aku secara refleks menarik telinga sehun seperti anak kecil. tapi aku tidak marah. Ini hanya karena aku ingin melakukannya saja.

“aku menemukannya.” Sahutku girang, kris berpandangan dengan minho, bingung. Sedangkan chanyeol dan sehun masih memperhatikan aku mendetail, mungkin mereka benar benar berpikir aku kerasukan roh halus. Aigoo.

“menemukan apa?”, myungsoo satu satunya pria yang masih sadar dan fokus padaku, bertanya.

“kode yang ingin diberikan pria bernama Yongguk itu pada kamera. Ini tentang kapal pesiar. Aku baru saja menemukan, ada sebuah kapal pesiar sedang sandar di dermaga Pelabuhan Fukuoka. Itu adalah kapal pesiar buatan Jepang. Kau tahu siapa pemiliknya?”, Minho mengernyitkan dahinya.

“Takada Choi, pria yang mengaku di ancam oleh yakuza”, kulihat chanyeol melebarkan pupil matanya. Ia berteriak seperti orang gila. Kurasa sama seperti ekspresi yang baru saja aku tunjukkan. Ini seperti aku dan chanyeol baru saja menemukan harta karun yang hilang ditelan masuk ke perut unta.

“apa yang ingin kau katakan adalah… Takada Choi dalam kasus Thunder-ssi ada hubungan dengan Bang Yong Guk yang memberi kita message?”, Minho menyelidik. Hipotesa kedua ia lontarkan.

mollaseo. Aku tidak tahu, tapi aku yakin sesuatu di dalam pesan Yongguk-ssi mengarah pada kapal pesiar itu. tapi aku butuh satu lagi bukti yang bisa meyakinkan jika kapal pesiar ini yang dimaksud oleh Yongguk. Chanyeol-ssi, bisakah kau mengecek seluk beluk tentang kapal itu? apakah Takada memiliki hubungan khusus dengan kapal itu?”

Aku merasa sedikit kagum pada kinerja otak ku sekarang. Setidaknya aku sudah menunjukkan kemampuanku sebagai seorang leader pada mereka. Chanyeol menurut padaku, ia mengetikkan sesuatu di dalam laptopnya, dan aku menunggu dengan sabar hasilnya. Keterampilan chanyeol dalam IT sudah tidak bisa diragukan lagi. terbukti, hanya dalam waktu 5 menit setelah perintaku, pria itu segera memberi hasilnya padaku. Matanya terbuka lebar.

it is amazing, noona. to thinking that something like this could happen was a… miracle?”, chanyeol menampilkan slide show di layar lebar. Aku bisa tersenyum lega melihat hasilnya.

“Pesiar itu berangkat dari Pelabuhan Fukuoka menuju Tokyo, ia tidak singgah di Busan atau dimanapun sebagaimana Ferry kecil di sana, ia memutar melalui laut cina, laut filipina kemudian bersandar di Pelabuhan Tokyo…” sahut Chanyeol menjelaskan temuannya.

“sebentar… apa yang kau maksudkan kapal pesiar dengan nama Fero Cruise?”, Kris menyela pembicaraan antara aku dan chanyeol. Aku menatapnya dengan tatapan bagaimana-kau-bisa-tahu. Dan mengangguk cepat. Kris terlihat tersenyum puas.

“kapal itu milik Keluargaku”, ada rasa kaget dan syukur yang terselip dalam ekspresi ku sekarang. Pertama bersyukur karena akhirnya ada seseorang yang menghembuskan kabar baik dalam masalah ini, namun aku kaget karena keluarga macam apa yang bahkan memiliki satu kapal pesiar mewah di perairan perbatasan korea dan jepang?

whoa~ hyung… jinjjayo?”, chanyeol terkesima, kris hanya mengangguk.  “daebak!”. Sahut chanyeol lagi.

“kita belum selesai dengan kasus ini, biar aku yang menjelaskan…” ucapku. Aku memandangi air muka mereka satu demi satu dan menghela napas panjang, setidaknya mereka mendengarkanku, walau pandangan mereka hanya kosong ke depan layar.

“kapal pesiar itu, Fero Cruise adalah kapal wisata. Isinya hanya turis lokal dan internasional. Ia akan beroperasi selama dua kali dalam satu bulan. Turis turis dari Korea akan menyebrang dari Busan menuju Fukuoka menggunakan Ferry kecil, kemudian melanjutkan trip menggunakan kapal pesiar itu ke Tokyo. masalahnya adalah di sini, Yongguk-ssi, menyebutkan satu ejaan seperti Fukuoka dan memegangi kapal pesiar di tangannya. Aku meminta chanyeol melakukan pencarian sederhana. Dan hasilnya, hanya ada satu kapal pesiar di Fukuoka. Dan itu hanya Fero Cruise…” aku menghentikkan kalimatku sebentar untuk melihat reaksi mereka. myungsoo terlihat serius. Aku kembali melanjutkan penjelasan dan hipotesa ku.

“jika aku benar, maka titik pemecahan masalah ada di sini. Kurasa Bang Yong Guk, sebagai korban terakhir dari kasus hilangnya FBI ini menemukan sesuatu. Dan mencoba memberitahunya pada FBI melalui kamera CCTV di hotel… ada satu pertanyaan yang muncul di otakku seketika. Apakah FBI tidak menyadari pesan Yongguk-guy ini? atau mereka menyadarinya dan membiarkan kita yang mengurusnya? Atau adakah hal lain yang FBI sembunyikan dari kasus ini?… aku masih belum bisa memecahkannya. Karena setahuku, bukti rekaman sekecil apapun, pasti dapat dipecahkan oleh FBI… dan bukti di tangan kita ini, membuat pertanyaan yang lebih besar di otakku..”

“kurasa ada sesuatu yang FBI sembunyikan dari kasus ini. aku juga sempat heran, agen intelijen itu dengan mudahnya menyerahkan kasusnya kepada pihak Slotte.” Jelas myungsoo, memperkuat hipotesaku.

“apa yang FBI bisa sembunyikan dari Slotte? kita sudah bekerjasama sejak FBI didirikan. Tidak ada yang Slotte tidak tahu”, ucap Minho menambahh argumen kontradiksi.

“dan itu yang harus kita cari tahu, katakan leader-ssi, apakah kau ingin kita berangkat ke dalam kapal pesiar itu dan memulai penyelidikan dari sana? mengikuti message dari Yongguk-guy?”, tangan sehun menepuk pundakku, ini tidak sopan. Aku menggubrisnya, membuat tangannya terkulai. Ia memandangiku dengan tatapan aneh, dan aku memandanginya dengan tatapan kesal.

“kurasa kita harus memulainya dari sana. dengan atau tanpa persetujuan leader-ssi. Aku menyukai penyelidikan ini”, sahut myungsoo melecehkanku. Ia tahu aku sedang beradu pandang dengan sehun dan mengabaikan pertanyaan yang seharusnya langsung segera aku jawab. Ia berdehem, dan aku menatapnya dengan tatapan termarah yang pernah aku miliki.

“kita akan ke sana, Kris-ssi. Kuharap kau bisa mengaturnya”, aku berdiri, meletakan kedua tanganku di pinggul. Merasa menjadi boss yang sebenarnya. Perasaan aneh menyergapku, dan aku menyukai perasaan ini. memperbudak lima pria itu terasa sangat menyenangkan. Yah… walaupun aku tahu aku adalah objek taruhan mereka.

Kulihat kris sedang sibuk menggenggam ponselnya, ia letakkan satu headset nirkabel di telinganya. Ia berbicara serius. Hanya 20 detik saja, ia langsung menepuk pundakku, mengatakan bahwa kami bisa pergi ke Busan hari ini juga, karena Ferry penyebrangan terakhir ke Fukuoka akan berangkat  pukul 7 malam ini.

Aku melihat jam ku, ini masih siang. Tapi mengingat kami ada di Seoul, dan harus segera ada di Busan sebelum jam 7, membuat waktu yang ada harus dipergunakan dengan baik.

Aku membagi tugasku dengan para pria itu. senjata akan ditangani langsung oleh aku dan Minho. Kunai, shuriken, jarum, samurai, pedang, dan senjata tajam akan disortir kembali oleh Kris. Sisanya akan bersiap dengan alat komunikasi, radar, penindai dan senjata pelengkap yang diperlukan.

Aku sudah merasa hidup dengan hanya memegang senjata laras pendek. Aku menunggu memakai ini selama seminggu terakhir. Sudah lama aku tidak menggunakan senjata setelah misi terakhirku. Tapi mengingat senjata adalah barang yang sukar dimiliki dan dipakai sembarangan, aku membatasi nya. aku tidak boleh membawa senjata ketika berkeliaran di tempat umum. Ini adalah peraturan dasar bagi para agen.

Agen selama di depan umum, tidak boleh mengeluarkan senjata api kecuali terdesak, sebagai penjagaan diri, hanya dibekali beberapa senjata tajam yang aman.

Aku mungkin sering membawa senjata tajam. Tapi jujur saja, aku tidak lihai menggunakannya.

Kulihat chanyeol telah selesai dengan persiapan nya. ia membawa beberapa baju dan celana serta sepatu miliknya. Laptop, alat komunikasi dan GPS sudah ia masukkan dengan rapi ke tas ransel hitam yang ia sediakan. Namun ia terlihat bingung. Kemudian ia membalikkan tubuhnya, dan berjalan ke arahku. Ia berdiri di hadapanku, kemudian merendahkan tubuhnya, aku sedang mengikat tali sepatuku ketika ia melakukan  itu. aku mencoba memasang wajah penasaran pada chanyeol, karena ia hanya diam sambil sesekali menggigit bibirnya. Aku langsung mengerti hal aneh yang akan dia katakan ketika ia menunjukkan baju bajunya di atas sofa milikku.

“yuri-ssi, apakah aku diperbolehkan membawa 2 koper?”

Dan aku hanya menggeleng lemah mendengar pertanyaan bodoh itu.

****

Eotte? a short one?

tapi posternya baru :p

kkkkk~ tapi ini agak susah di cerna, karena aku sendiri gatau ini pada ngomongin apaan tokohnya. buahahahhaa.

Tapi RCL tetap ditunggu ya🙂

94 thoughts on “JUST ME AND THE BOYS [Part 2]

  1. Anonym berkata:

    Hahaha ngga tau kenapa tapi aku ngerasa banyak komedinya disini kkkk~ hahaha yang sehun mandangin cicak tuh hahaha gokil😀 yosh akhirnya misi dimulai penasaran gimana mereka nyelesein masalah ini😀 hahaha keren banget jadi agen apalagi yg pinter IT kaya chanyeol :3

  2. nurulnijma90 berkata:

    huweehh…bs kebayang dikepalaku pas Glow+yuri nerangin kronologi hilangnya agen2 FBI.analisisnya…duh..kece pake BGT!!aku bayangin tiap scenenya.ini beneran kyk nonton film.blm lg soal ttg tingkah2 anggotanya yuri +sifatnya yg macem2,kdg nyebelin trs ada yg aneh pula.tp ga bs dipungkirin kemampuan mrk emang juara,yuri beruntung tuh bs jd leadernya.

    Kkk😁😁…sabar ya yuri,walaupun jd taruhan.ksh pelajaran aja tuh sm 5 bocah klo seorang yuri ga bs dipermainin dg taruhan konyol!

  3. RiKu.Cho04 berkata:

    Keren…keren… Teka teki, teka teki!!! Yeeeiiyyy… Oh my God, penasaran gimna ini terungkap d kpal pesiar, hehehe,
    btw, chanyeol mw bawa 2 koper? Bang lu mau travelling/pindah rumah apa mw jadi agent?

Leave your review, don't treat me like a newspaper.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s