JUST ME AND THE BOYS [Part 5]

Just me and the boys (Minyul)

.Maafkan aku mengingkari janji post. kkk~

.akhirnya chapter ini selesai, yeyeyeye. tinggal nungguin penyelesaian konflik aja nih.

.happy reading, leave RCL, thanks.

***

“seharusnya aku tidak menyetujui misi ini”, aku menghempaskan tubuhku dengan kasar di atas sebuah sofa. Permukaan sofa yang lembut dan matrass yang cukup empuk membuat tubuhku melayang terpental dengan indah beberapa detik. Ini bukan kamarku, aku tidak berada di atas sofa milikku. Aku berada di sini terjebak bersama 5 orang pria menyebalkan dan 1 ahjussi yang pervert, dalam sebuah ruangan which was originally kris’.

Kami –aku dan 5 pria bodoh itu, telah sepakat untuk berada di sini sementara waktu, berusaha berlindung dan melindungi Takada Choi dari kejadian yang entah apa di luar sana. lagipula kami masih memiliki teka-teki besar di dalam kasus ini. alih-alih keluar dan menyerang, kami lebih suka bertahan dan memecahkan semuanya dengan kepala dingin.

Aku memutar bola mataku, menghembuskan napas berat dari hidung. Aku mengeluh.

Tepat di saat itu aku menangkap tatapan mata Kris yang tajam padaku. Bukan tatapan sinis, benci, atau iri seperti yang biasanya ia tunjukkan. Ini lebih kepada tatapan proteksi. Seperti aku adalah satu properti miliknya yang harus ia jaga. Aku tidak suka perlakuan seperti ini, jadi aku hanya diam dan berusaha tidak peduli. Aku mulai menggaruk kepalaku yang sebenarnya baik-baik saja.

Namun kurasakan perih menjalar di sepanjang saraf tanganku. Seketika aku tersadar, bahwa sejak beberapa menit yang lalu, tanganku masih terluka. Aku buka potongan kain dari baju yang kurobek pada tanganku ini. luka mengering masih di sana, menghiasi setiap kerutan di tanganku. Mereka memerah, tanda hitam mulai muncul. Ini tidak bagus.

Aku segera beranjak dari sofa, berlari kecil mencari kotak P3K yang sebenarnya terpajang lebar di dinding kamar mandi. aku menerobos masuk dan mengambil beberapa peralatan medik yang kubutuhkan. Perban, antiseptik dan beberapa plester luka.

Ketika aku telah mendapatkan semuanya di tanganku, aku berpapasan dengan Sehun yang kebetulan ada di ambang pintu kamar mandi. ia memelototiku, lengkap dengan semua benda yang ada di tanganku. Pria ini menggeleng, kemudian memindahkan benda-benda di tanganku pada tangannya. Ia berjalan menjauh, duduk di atas sofa. Matanya mengisyaratkan aku agar aku mengikutinya.

Tepat ketika aku telah duduk di sebelahnya, pria ini membuka tutup botol antiseptik dan menuangkan beberapa tetes pada sebuah kapas. Poni miliknya sedikit menutupi dahinya karena sehun terus menerus menunduk, sepertinya ia larut dalam konsentrasinya pada antiseptik.

“berikan tanganmu”, suaranya yang rendah menembus gendang telingaku. Aku bukan tipe wanita yang akan mendengar perintah dari seseorang yang lebih muda dariku, tapi mau bagaimana lagi? aku terluka, dan ini anugrah pria ini mau membantuku.

Aku mengulurkan tangan kananku, menatap sehun ragu. Pria ini terlihat berdecak, kemudian tersenyum sinis padaku.

“kedua tanganmu, kau melukai keduanya, noona”, pria ini tahu. Sepertinya ia memperhatikan luka lecet di kedua tanganku. Mau tidak mau aku mengulurkan keduanya. Mempertunjukkan kerut merah dan gosong di sana. Sehun dengan gesit mengoleskan antiseptik pada tanganku. Aku merasakan perih. Namun aku tidak boleh berteriak. Ini mengenai reputasi ku.

Sehun mengambil segulung perban dan mulai membungkus tanganku dengan benda putih itu. ia gunakan plester sebagai perekat dan sentuhan terakhir pada karyanya yang kini ada di kedua tanganku. Aku seperti petinju saat ini. walaupun aku jamin jari-jariku masih tersembul dan terlihat, namun dengan beberapa perban yang mengikat inti dari telapak tanganku, makin menunjukkan aku seperti pesakitan.

“ah. Ini membingungkan!”, aku mendengar suara teriakan frustasi dari chanyeol secara tiba-tiba. Aku menoleh, dan melihat pria tinggi itu sedang mengacak acak rambut di bawah topinya. Ia menatap lelah pada layar laptop di depannya. Myungsoo di sebelah chanyeol terlihat serius. Dahinya berkerut beberapa lapis.

“Motifnya bervariasi, tapi tidak ada satupun yang terkait dengan Takada Choi”, ia berbicara. Kerutan di ujung matanya bertambah. Beberapa kali kulihat pria ini membenarkan posisi duduknya, namun terlihat makin bingung setelahnya.

Aku bisa mengerti kode ketidak mengertian terpancar dari sorot mata dua orang itu. ini bukan seperti aku juga mengerti, ini sulit. Aku bahkan tidak sanggup mengatakan bahwa aku sendiri tidak mengerti kejadian apapun yang terjadi sangat cepat dalam satu hari.

Kasus ini rumit. Hanya itu yang bisa kujelaskan pada mereka.

Sehun meninggalkanku, sepertinya ia berbisik sesuatu di telinga kris saat ini. aku tidak ingin tahu apa yang mereka bicarakan, jadi aku hanya mengambil handphone ku yang telah aku matikan sejak beberapa jam lalu. Dan mulai mengecek isinya.

Ada 3 e-mail masuk di sana. dan ketiga-tiganya berasal dari Yoona, my buddy. Jika aku tidak salah ingat, ia ada di London saat ini, mengerjakan misi bersama tim yang dipimpin oleh Siwon.

Aku tidak sabar, aku membuka e-mail yang masuk pertama kali di handphone ku.

Yuri, aku mencoba meneleponmu beberapa kali, kau sedang dalam misi? Handphone mu tidak pernah aktif jika aku membutuhkanmu. Jinjja. Aku beritahu sesuatu yuri, ini buruk. Keadaan menjadi sangat buruk. Di London, kami telah menemukan beberapa orang yang hilang. Mereka semua disekap dalam banker bawah tanah di sebuah ladang terpencil. Sayangnya, mereka telah berubah menjadi sangat mengerikan. Tubuhnya kurus, kulitnya mengering. Mereka kelaparan. Ini bukan kondisi normal dari seseorang yang dinyatakan hilang selama seminggu. Hipotesa kami, mereka telah di sekap sejak lama. Untuk itu, kami melakukan visum saat ini. dan hasilnya akan keluar dalam beberapa jam lagi. aku akan memberitahumu segera. Kau perlu waspadai hal ini di Tokyo. Semua bisa saja terjadi”

Aku menelan ludahku. Pertanyaan retoris seperti, ‘benarkah?’, ‘apakah yoona berbohong?’ dan sebagainya berputar di dalam kepalaku. Aku membenarkan posisi dudukku. Ini akan menjadi sangat menarik.

kau sudah membaca email pertamaku? Kuharap kau sudah. Hasil visum telah keluar, dan kami tidak benar-benar salah, mereka dinyatakan telah disekap selama lebih dari 4 bulan. Kau baca? 4 BULAN, yuri. Bagaimana bisa? Lalu siapa yang berkeliaran selama seminggu sebelum kasus menghilangnya orang-orang ini? apakah mereka hantu? Atau siapa?. Ini lah yang sedang kami selidiki saat ini yuri. kau harus berhati hati. Bisa jadi ini jebakan untuk FBI maupun Slotte”

Aku mengernyitkan dahi. 4 Bulan? Korban di sekap selama itu?. dan lagi, siapa yang ada dalam CCTV ini? jika mereka telah disekap selama 4 bulan, tidak ada jaminan bahwa orang di CCTV adalah orang yang sama dengan mereka yang hilang di sana. aneh. Aku segera membuka e-mail ketiga.

“Yuri, kami diserang. Aku dan tim tidak bisa menghubungi markas besar. Jaringan komunikasi dengan Slotte terputus. Aku bahkan tidak bisa menghubungi JYP. Yuri, apakah kau di sana? segera hubungi aku jika kau masih hidup”

“SHIT !” aku berteriak keras, membuat semua mata terpaku padaku. Tanpa menunggu aba-aba, aku berhambur ke depan laptop yang dimiliki Myungsoo. Aku ambil alih benda itu. kulihat Myungsoo mengomel padaku. Aku tidak peduli. Aku mencoba menghubungi markas Slotte di Seoul. Beberapa kali, hingga myungsoo berhenti mengomel. Namun tidak ada jawaban dari sana. aku memencet tombol di ponselku, mencoba menghubungi siapapun yang aku kenal dalam markas Slotte di Seoul,  namun tidak ada satupun yang menjawab. Bahkan aku tidak mendengar nada sambung dari sana.

Aku mencoba mengirim e-mail pada mereka, termasuk Yoona. aku pegang dahiku erat erat setelah beberapa email dinyatakan unsend dan invalid receiver. Hanya email pada yoona yang terkirim. Setidaknya aku bisa bernapas lega.

Kris dan Sehun menatapku. Berusaha meminta penjelasan.

“Tim di London di serang, jaringan dengan Slotte terputus. Keadaan menjadi kahar”

Aku mencoba menjelaskan dengan kalimat singkat. Mereka pandai, dan mengerti dengan segera. Hanya chanyeol yang terlihat panik. Bagaimanapun, JYP adalah ayahnya. Tidak ada kata panik yang terlambat untuk ini.

Myungsoo terlihat menenggelamkan wajahnya di dalam tangkupan tangannya. Ia mengusap-usap wajahnya dengan pelan. Melihat reaksi kami.

“mereka memulai dengan cepat”, kris bergumam. Namun cukup keras sehingga aku bisa mendengarnya.

“siapa yang memulai dengan cepat?”

Belum sempat kris menjawab, kudengar suara derap langkah kaki yang begitu cepat memenuhi lorong di depan kamar kami. Tanpa diperintah, aku mencari senjata dan menyematkan beberapa di pinggang dan kakiku. Myungsoo mematikan lampu, sementara Takada disembunyikan dalam lemari. Dalam penjagaan ketat, Minho dan Chanyeol. Aku, Kris dan Sehun berada di lini depan. Mengarahkan moncong senjata kami ke ambang pintu.

Dalam beberapa detik, aku bisa mendengar suara tembakan yang semakin dekat. Mereka menembak dengan brutal. Terbukti dari irama peluru yang sangat tidak pas di telingaku. Mereka tidak mempunyai jiwa seni dalam memegang senjata.

Aku bisa mendengar suara derap langkah itu berhenti di depan pintu kamar kami. Aku merasakan seseorang menarikku mundur. Dan kini, aku berada tepat di belakang Kris dan Sehun. Aku berjalan pelan, memposisikan diriku di tengah mereka. namun Sehun, mendorongku mundur kembali dengan tangannya.

“aku masih bisa menembakkan senjata dengan tanganku”, ujarku dengan nada sedikit kesal. Aku mengira mungkin sehun masih khawatir dengan luka di tanganku. Tapi percayalah, luka ini tidak akan memperlambat gerakanku.

“tetap di sana, jangan remehkan aku dan Sehun”, Kris menimpali, tanpa sedikitpun menoleh padaku. Aku tersenyum sinis, aku melangkah lebar, dan dalam satu loncatan, aku kembali ada di depan sehun dan kris. Membelakangi mereka dengan arogan.

“dan kalian, jangan sekali-kali meremehkan Kwon Yuri”.

Pintu terbuka, suara tembakan muncul dari mana-mana. Chanyeol menyalakan lampu, dan aku bisa dengan jelas melihat ada sekitar 9 orang masuk dengan brutal ke dalam kamar. Mereka semua pria dengan baju hitam dan wajah yang ditutupi oleh topi rajutan sebatas leher.

Aku, Kris dan Sehun mengisi 3 arah mata angin yang berbeda. Aku maju ke depan beberapa langkah sambil menembaki pria di depanku, sementara sehun dan kris berlari di samping kanan dan kiriku, menebas semua yang mereka lihat dengan pelurunya.

Jarak kami dengan musuh begitu dekat, dan menjadi sangat berbahaya jika peluru singgah di salah satu tubuh kami. Aku memutuskan mematahkan tangan musuh dengan taekwondo ku. Setidaknya mereka tidak bisa memegang senjata lagi. aku berhasil melumpuhkan 2 orang di saat 5 lainnya datang sebagai bala bantuan.

Aku mundur beberapa langkah ketika mereka mengacungkan senjatanya ke arahku. Salah satu na bahkan menarik pelatuknya. Aku kalah dalam nol sepersekian detik. Namun pria itu lah yang pertama terjengkang dengan bersimbah darah, bukan aku.

Aku menoleh sebentar ke belakang, dan asap mesiu mengepul dari senjata yang dipegang Sehun. Ia melirik sebentar ke arahku, dan menggelengkan kepalanya.

“sudah kubilang tetaplah ada di belakangku”, Sehun menarikku mundur. Ia berjalan beberapa langkah di depanku sambil terus menembaki sasaran di depanku. Kris, membantunya. Ia mengambil titik lemah dari Serangan Sehun, melindungi sehun dengan peluru yang diluncurkannya.

Sekita 14 orang tumbang di depan kami dengan bermandikan darah. Chanyeol tersenyum girang, melepaskan penjagannya dari Takada di lemari. Di sela sela teriakannya, aku bisa mendengar benda berdetak. Seperti jam.

do you hear that?” aku bertanya pada Myungsoo. Dan ia mengangguk cepat. Berlari ke depan kami, memeriksa setiap tubuh yang tumbang di sana. ia menggeleng begitu membuka baju salah satu pria bermasker itu.

the bomb is tickling” ia memperingatkan. Chanyeol dan Minho segera membawa Takada keluar dari lemari. Sementara sehun dan kris mengapitku.

“apa kau bisa menjinakannya?”, sahut Kris waspada. Myungsoo mengangguk, “aku bisa. Tapi kita hanya memiliki 20 detik lagi. lagipula ini bukan bom yang berbahaya. Tidak akan menghancurkan satu kapal pesiar ini”

“20 DETIK? Apa lagi yang kau tunggu, cepat pergi. Idiots”, aku memperingatkan. Chanyeol dan Minho segera merespon, ia membawa Takada pergi dari kamar, entah kemana. Disusul Kris dan Sehun yang kini menarikku seperti aku adalah tawanan. Myungsoo tertinggal di belakang. Aku menatap Kris.

“apa yang akan pria itu lakukan? dia ingin mati?”, Kris menggelengkan kepala. Aku melepaskan ikatan tangan pria itu dari tubuhku, sehingga sehun kaget seketika. Aku meluncur, berlari kembali ke arah kamar. Melihat myungsoo sedang mengotak-atik beberapa kabel di atas bom itu. dia menyadari keberadaanku dan tersenyum sinis.

“kau kembali?”

i am the leader. Aku bertanggungjawab atas keselamatan anggota tim ku. Dan apa yang kau lakukan saat ini adalah tindakan bodoh”

“aku tidak melakukan tindakan bodoh, aku mencoba meminimalisir dampak ledakan”

“kau bilang ini tidak akan menghancurkan seisi kapal pesiar”

“tapi aku tidak mengatakan bahwa bom ini tidak akan menghancurkan seluruh lantai 7 bukan?”

Aku memelototinya, angka di dalam bom berkurang menjadi 15 detik saja. “apa kau bilang? Menghancurkan seluruh lantai 7?”

“benar, dan untuk itu aku disini, dengan sedikit potongan kabel ini, mungkin efek sampingnya akan berkurang”

Aku hanya bisa melihat myungsoo, sisa waktu mengejar kami. Sehun dan Kris kembali padaku, mencoba menarikku kembali bersama mereka. aku menolak. Myungsoo terlihat selesai dengan pekerjaannya, hanya 10 detik tersisa untuk menyelamatkan diri. Aku menariknya segera. Di detik ke 9 aku telah melangkah 2 meter dari bom itu. kris dan sehun ada di depanku, myungsoo di sampingku. Kami berlari. Menyusul chanyeol dan minho yang entah ada dimana.

“kita tidak bisa menggunakan elevator”, ucap Myungsoo terengah-engah. Kris dan Sehun mengarahkan kami pada tangga darurat di ujung lorong. Aku lagi-lagi harus menggunakan tangga laknat itu. aku tidak mengingat detik ke berapa sudah berlalu. Ketika aku baru saja menuruni 15 anak tangga, aku mendapatkan diriku bergetar hebat. Suara nyaring datang, merusak satu pintu besi di pangkal tangga. Aku mendongak ke atas, pintu itu sudah lepas dari engselnya. Aku tidak bisa membayangkan kekuatan bom itu jika saja aku berada di sana. mungkin aku sudah mati.

“kau bilang kau menetralisirnya?”, ucap sehun sarkastik ketika melihat efek hebat dari bom itu.

i did. Jika aku tidak melakukannya, mungkin kita yang ada di sini sekarang sudah mati”

Aku menelan ludahku sambil terus berlari. Di lorong pada lantai 5 aku bisa melihat Takada Choi bersama Minho dan Chanyeol. Mereka terlihat kebingungan. Aku tidak tahu apa yang membuat mereka terpatung di sana. sampai akhirnya aku sampai di belakang mereka.

Beberapa orang berseragam hitam seperti sebelumnya menghadang kami. Mengacungkan senjata laras panjang pada kami. Minho dan Chanyeol mengacungkan senjata mereka kepada pasukan tidak terhingga di depannya. Aku mengambil satu pistol di saku belakang celanaku, membawanya gagah di tanganku. Kami membentuk formasi U melindungi Takada.

Suara tepukan tangan terdengar kendang, satu orang berjas dan berkacamata hitam berdiri dengan angkuh di antara pasukan itu. ia tertawa sinis, kemudian melepaskan kacamatanya. Aku memperhatikan detail wajahnya dengan teliti. Dan menemukan sosok Bang Yong Guk dalam wajah pria itu.

he is a real one”, bisik Minho padaku.

as expected, from Slotte.. tidak kusangka mereka akan mengirimkan kalian ke kapal ini”

“apa yang kau inginkan?”, Kris menjawab tajam, bahkan tidak menunggu beberapa detik jeda dari pernyataan Yongguk.

“aku? Aku tidak menginginkan apapun selain seseorang yang sedang bersama kalian”, Kris berdehem beberapa kali, aku melihat ke arah Takada. Pria tua itu tidak berbicara apapun sejak bersama dengan kami. Dan dia sangat ketakutan saat ini.

“berikan dia pada kami, dan kami akan membebaskan seluruh tawanan di dalam kapal ini”, suara senapan yang di reload terdengar kencang dari beberapa pasukan di depanku. Aku segera bergerak ke arah Takada, membelakanginya dan melindunginya. Sementara Myungsoo mendorong tubuh Takada kembali masuk ke dalam tangga darurat, ia menutup pintu besi nya dan memenjarakan tubuh Takada di sana.

Setelahnya, aku pikir aku bisa mulai menyerang pasukan itu, namun kris dan sehun serta 3 pria di depanku membentuk formasi U, kali ini melindungiku.

“kami tidak akan menyerahkannya”, ucap Sehun tajam. Ia mengarahkan moncong senapannya pada Yongguk. Pria arogan itu tertawa kencang.

“apa yang kau harapkan dari wanita itu? ia lebih berguna jika ia bersamaku”, aku tertegun. Tidak bisa menangkap apa yang terjadi di sini. Aku mendadak tidak bisa mengerti siapa tokoh yang diperebutkan di sini. Apakah Takada? Atau……..

“Yuri akan tetap bersama Slotte, apapun yang terjadi”, Chanyeol memantapkan nada suaranya. Membuat tenggorokanku tertohok. Kenapa mereka memperebutkan ku?

w-what’s going on?” ucapku terbata bata, aku menarik baju Minho meminta penjelasan, namun pria itu berakting seolah dia tuli. Hal yang sama kulakukan pada 4 pria lainnya, namun mereka mematung.

“Sehun, Myungsoo, bawalah Yuri dan Takada ketika keadaan kacau. Minho dan Chanyeol, bersamakku di sini kalian mengerti?”

ya.”

“no.”, aku berkata di timing yang tepat di saat pria-pria itu berkata sebaliknya.

“sebaiknya kau berkata iya”, Sehun memelototiku. Yongguk menembakkan peluru perdananya ketika sehun mulai menarikku dari medan pertempuran. Aku tidak dapat menjelaskan keadaan ini dalam kata-kata. Semuanya sangat kacau, Myungsoo membawa Takada entah kemana, sedangkan Kris sibuk dengan senjatanya. Sehun yang membawaku, harus beberapa kali berjalan mundur menjauh demi melindungiku dari serangan di belakang tubuh kami.

Ketika aku menemukan sebuah pilar besar, aku menarik sehun ke sana, berlindung dan mencoba mengisi kembali peluru dalam senapan kami. Sehun terengah-engah, aku bisa melihat peluh menetes, menuruni dahinya.

Tepat di detik itu, sebuah peluru nyaris saja menembus dahi pria itu. Sehun terlihat geram,  rambutnya basah karena keringat, ia berdiri di belakang pilar, dan menembakkan beberapa kali peluru. Aku pikir dia akan meleset karena beberapa peluru itu keluar dalam rentang waktu yang tidak terlalu lama. Aku mengira ia hanya menembak asal. Tapi baku senjata yang ada di sana, perlahan tidak terlalu intens seperti sebelumnya.

Sehun menarikku berdiri, dan kami berlari kembali, keluar dari ruangan besar itu, menuju satu kolam renang yang sangat besar. Kolam renang itu berada di area outdoor. Dan kami bisa dengan jelas melihat satu jalan buntu di depan kami.

Sehun berhenti, pandangan matanya beredar. Aku segera menariknya ke satu tempat tertutup. Di balik bar yang ada di sekitar kolam renang itu. kami duduk dengan terengah engah, berusaha mengatur napas. Aku menyadari bahwa di detik ini, aku telah terpisah dengan tim ku. Hanya ada sehun di sini. Dan itu tidak membantuku untuk tenang.

“apa yang terjadi sebenarnya? Siapa Bang Yong Guk? Kenapa ia menginginkanku?”, aku bertanya ketika sehun mengisi kembali senjatanya dengan peluru. Ia sepertinya mempunyai beberapa senjata lagi di punggungnya. Dan tidak lupa, bom asap yang ada di saku depan kemejanya. Ia mengatur napasnya, aku sangat berharap ia ada dalam fase normal sekarang, sehingga pertanyaanku bisa dijawab dengan logis.

“ceritanya panjang”, jawabnya singkat.

“kita memiliki banyak waktu untuk mendengarkan cerita panjang itu”, aku menatap matanya. Sehun berusaha mengalihkan perhatiannya dengan mengotak-atik senjatanya. Namun aku memegangi tangannya. Membuatnya terpojok.

“aku tidak tahu bagaimana ini bisa terjadi. Tapi beberapa bulan lalu, saat JYP memanggil kami ke ruangannya, ia memerintahkan aku dan kris secara pribadi untuk melindungi dirimu”

“melindungi aku? Untuk apa?”

“bisakah kau mendengarnya sampai selesai?”, aku mengangguk pelan. Pria ini sedang serius.

“Takada Choi adalah mantan FBI. Dia beralih profesi menjadi pengedar narkoba dan mulai berhubungan dengan yakuza. Yakuza yang bekerjasama dengannya, belakangan mengetahui masalalunya dan mulai menyerangnya. Ia meminta perlindungan FBI karena ini. di sisi lain, informasi ini diketahui oleh Slotte secara rahasia, dalam hal ini… hanya JYP, aku dan Kris yang mengetahuinya. JYP memberitahukan kami ada kemungkinan yakuza menyerang baik FBI maupun Slotte. karena kami dianggap bekerja sama dengan Takada Choi. JYP juga menceritakan kemungkinan tentang bagaimana Slotte dan FBI mungkin telah di mata-matai, atau kemungkinan terburuknya, ada penyusup di dalam organisasi ini. dan mengenai kau…kami diminta melindungimu terkait dengan posisimu dalam Slotte. JYP percaya bahwa kau adalah agen terbaik yang pernah Slotte miliki. Ia mengatakan jika Slotte diserang, maka kau lah yang akan menjadi sasaran utama para yakuza. Informasi mengenai dirimu sudah tersebar luas”

Aku mengangguk tanda mengerti. Jadi ini sebabnya JYP melarangku dalam beberapa misi akhir-akhir ini. tapi kenapa harus aku? Bukankah ada Siwon dan Victoria yang levelnya berada jauh di atasku? Aku gatal ingin menanyakan hal ini pada Sehun, tapi pria ini terlihat belum menyelesaian kalimatnya.

“aku menceritakan tentang misi melindungimu pada 3 orang member Glow lainnya dengan sedikit twist. Aku memberikan mereka taruhan, salah satu dari kami yang dapat melindungimu dari apapun, akan mendapatkan reward apapun yang si pemenang inginkan. Dan mereka menyetujuinya. Tapi ketika kau terjebak di lift, dan aku menyelamatkanmu, kris menceritakan semua kejadian sebenarnya pada mereka. dan kami, berakting seolah-olah kami masih berada dalam misi yang sama denganmu, maaf untuk ini”

Ia menelan ludahnya, kemudian menatapku dalam.

“kami menerima pesan dari markas bahwa JYP telah tewas. Semua agen yang tersebar di beberapa wilayah, mungkin mengalami hal yang sama. Mereka-para yakuza itu menginginkan baik Slotte dan FBI musnah. Dan mereka memancing Slotte terlebih dahulu dalam kasus kehilangan orang-orang dari FBI. Yongguk adalah mata-mata di dalam FBI, sama seperti Thunder. Kurasa kau juga baru saja tahu seperti kami. Jadi aku bisa simpulkan, kasus hilangnya agen FBI adalah umpan agar agen terbaik Slotte, dapat keluar dari markas, dan mereka dapat menyerang markas dengan bebas”

Aku mengangguk mengerti. Peluh menetes dari dahiku. Masalah ini rumit. Dan aku berada di dalam jaring-jaring yang tidak dapat aku temukan jalan keluarnya.

“apakah sejak awal, kau mengetahui bahwa Thunder dan Yongguk adalah mata-mata?”

Sehun menggeleng pelan. Mulutku membentuk huruf o.

“apakah semua misi ini menjadi sebuah perangkap untuk kita?”, kali ini sehun mengangguk. Ia menggenggam tangan tanganku erat. Matanya lekat menatapku. “tapi kau jangan khawatir, kami akan melindungimu. Kau adalah yang terbaik, dan yang terbaik tidak boleh terluka”

Tepat di akhir kalimatnya, suara bom terdengar di belakang kami. Bom itu berasal dari dalam bangunan. Aku tiba-tiba khawatir berlebihan. Di sana masih ada Kris, Minho, Chanyeol bahkan Myungsoo dan Takada. Apakah mereka baik-baik saja?

Tanpa peringatan, Sehun menodongkan senjatanya pada seseorang di belakang kami. Ada wajah familiar di sana. ia tersenyum, dan Sehun dengan bebas menurunkan senjatanya. Ia mengajakku pada pria itu.

“Nickhun-ssi, kau terlambat” ucap Sehun. Ia menyerahkan beberapa bom asap pada pria itu. aku speechless. Sepertinya aku ada di dunia berbeda dengan seluruh ketidaktahuanku. Belum selesai otakku mencerna kejadian ini, muncul lagi satu kejadian baru. Nickhun, pria yang selama ini kusukai, kini ada di depanku. Di dalam medan perang ini. entah apa maksudnya. Dan lagi, dari pembicaraan sehun barusan, seperti ia dan nickhun adalah dua orang yang telah mengenal lama.

“beberapa yakuza mencari masalah di tengah laut” Nickhun menggetarkan pita suaranya. Aku menunduk, tidak berani menatap matanya.

“kau baik-baik saja, yuri-ssi?”, Pria dengan dada bidang itu menatapku. Memperhatikanku dari ujung kepala hingga kaki. Alih-alih menjawab, aku tersipu dalam diam. Pria ini dengan mata bulatnya yang besar sungguh terlihat seperti seorang wajangnim untukku. Dan pertanyaan nya itu seperti sebaris pertanyaan protektif pada seorang putri untukku.

i-i am fi…”

“she was fine”, Sehun memotongku. Jantungku berdegup sangat kencang. Perasaan kesal pada Sehun sepertinya tertutup semua dengan perasaan senangku dengan kehadiran Nickhun di sini. Namun aku mencoba tetap sadar. Kehadiran nickhun di sini menandakan dirinya adalah orang yang patut diperhitungkan.

w-what are you doing here, anyways?”, aku mencoba mengatur kembali otakku tetap pada tempatnya. Meskipun begitu, aku belum berani secara langsung menatap mata bulat di sana. suara tembakan terdengar kembali, kali ini Nickhun membuat tangannya di kepalaku, dengan sedikit tenaga, ia membuat tubuhku tiarap di atas tanah.

Nickhun merogoh saku depan jaketnya dan melemparkan beberapa bom asap dari sana. aku berada di pelukannya ketika ia berdiri dan berlari ke arah lain, menjauh. Sehun di belakang kami. Mencoba melindungi kami dari peluru yang masih membahana.

Kami memutar, melewati satu ruangan sempit menuju ke dalam kabin kapal kembali. Aku merogoh saku celanaku ketika seorang berbaju hitam menghadang kami, aku melemparkan beberapa jarum beracun. Dan itu efektif. Racun itu bekerja dengan cepat melalui aliran darahnya di dada. Aku meninggalkan pria itu sendiri, Nickhun menarikku.

Sehun menyusul kami dengan terengah-engah. Sementara beberapa pria mulai bisa mengimbangi langkahnya di belakang. Sekilas ia berbicara keras pada Nickhun, “Bawalah yuri ke tempat aman”, dan terakhir, aku hanya bisa melihat punggung sehun yang tegap di sana. Nickhun langsung membawaku dengan gesit. Tanpa bisa aku memprotes sebait kata pun.

Dalam 5 menit, kami tiba di sebuah ruangan besar lengkap dengan kemudi dan beberapa peralatan canggih. Dengan sekali mellihat, aku bisa tahu bahwa ini adalah ruangan kapten kapal. ada beberapa ahjussi dengan rambut pirang dan setelan putih, lengkap dengan topi ala kapten. Mereka terlihat ketakutan dan duduk di pojok sofa.

Mereka bangkit, seperti menemukan secercah harapan hidup lagi ketika kami datang pada mereka. aku mencoba tersenyum, menenangkan mereka. namun satu tembakan, membuat para ahjussi itu berhamburan, kembali ke pojok sofa. Aku mencari tempat berlindung yang pas, dan menemukan sebuah tempat di balik tumpukkan peti kayu di ujung ruangan. Aku menarik Nickhun kesana.

Setelah semua persiapan kurasa cukup, aku mulai mengatur napasku. Nickhun memperhatikan semua gerak gerikku. Aku baru sadar sepenuhnya bahwa sedari tadi aku masih memegangi tangan kekarnya. Aku berdehem beberapa kali, kemudian melepaskan tanganku dengan canggung. Mungkin pipiku memerah saat ini.

“kuharap Sehun baik-baik saja” ujarnya. Aku hanya mengangguk tanda setuju. Keheningan melanda segera, selain suara tembakan dan gemetar ketakutan dari beberapa orang di ruangan ini, aku tidak mendengar apa-apa lagi.

and who are you anyways? Kau belum menjawab pertanyaanku”, aku mengulang pertanyaan yang belum sempat pria ini jawab. Nickhun merogoh sesuatu dari kantung bajunya dan mengeluarkan satu card id yang ia genggam di sana. ia menunjukannya padaku.

i am part of FBI. Dan ditugaskan untuk melindungi dirimu”

“FBI?”

“iya, sejak lama. Kau hanya baru menyadarinya sekarang?”

Aku mengangguk pelan. Nickhun ditugasi melindungiku? Apakah FBI sudah mengetahui bahwa sejak awal yakuza itu mengincarku?, kepalaku rasanya mau pecah.

“dan yuri-ssi, orang yang hilang di Tokyo, sudah ditemukan. FBI menemukannya beberapa jam yang lalu. Sebenarnya aku ingin memberitahu ini pada Sehun dan Kris, namun sesuatu terjadi pada jaringan Slotte, dan aku terpaksa harus menyusul kalian kesini”

“apa maksudmu perjalanan ini sia-sia?”

“aku tidak bermaksud mengatakan itu, tapi jika melihat keadaan ini. jawabanku, ya”

“apa menurutmu Slotte dan FBI jatuh dalam perangkap yakuza ini?”

“hmm”, Nickhun mengangguk pasti, “kau bisa ikut denganku? Ada sesuatu yang harus kutunjukkan padamu dalam kapal ini”

Aku mengangkat alisku. Menunjukkan sesuatu? Apa yang perlu ia tunjukkan padaku?. Pikiranku menjadi sangat kacau. Tapi mengikuti Nickhun akan lebih baik daripada aku harus bertahan di balik tumpukkan peti ini sampai 24 jam ke depan.

Aku berlari di belakangnya, mengendap-endap, berhati-hati. Aku memegan senjata-senjata ku erat. Berharap mereka dapat diandalkan ketika aku ingin bertahan hidup. Nickhun membuka pintu, dan satu peluru tepat menancap di permukaan tembok di sebelah kami. Perang ini serius. Nickhun mengacungkan moncong pistolnya ke depan, dan menembakkan satu peluru tanpa ragu. Aku bisa melihat peluru kencang yang berbalut dengan emosi menembus dada pria asing di depanku.

Nickhun, entah bagaimana, terlihat berbeda saat ini. ia menjadi… mengerikan.

***

Sehun membolak-balikkan badannya ke depan dan belakang. Ia terkepung di dalam sarang musuh. Mereka tidak bersenjata api. Ini lebih seperti ninja. Mereka menyerang dengan tangan kosong. Sehun harus berhati-hati, karena jika ia terlalu fokus pada serangannya di satu pria, maka pria lain akan menghantamnya dengan telak dari belakang. Jika ia tidak salah hitung, ada 7 pria yang berdiri mengelilinginya saat ini.

go give up”, pria dengan masker yang paling terlihat tinggi di antara mereka maju. Pria ini berhadapan face to face dengan Sehun. Sementara 6 pria lain mundur teratur. Pria ini membuka masker nya. dan Sehun bisa dengan jelas melihat wajah Thunder di sana.

Park Cheon Doong”, gumamnya pelan. Pria bernama Cheon Doong itu tertawa terbahak-bahak.

“bagaimana kau bisa mengetahui nama asliku? Ah~~ kau terus menerus menyelidiki kasus hilangnya aku dari FBI?”

“apa yang kau inginkan?”

simple. That girl and that ahjussi”

“kamu tidak akan pernah mendapatkan mereka”

“tidak masalah, lagipula aku sudah mendapatkan wanita nya, aku hanya perlu berusaha sedikit lagi untuk mendapatkan si pria tua”

Sehun menangkap keganjilan dari isi pembicaraan mereka, “what do you mean?”

“you are not aware? Your girl is actually on my hand now. Kau memberikannya secara sukarela pada kami. Yuri kalian sudah ada di tangan kami”, Thunder tertawa terbahak-bahak. Sehun mencoba mengingat apa yang ia lakukan dalam 10 menit terakhir. Kejadian tentang bagaimana ia menyerahkan keselamatan yuri pada Nickhun mengganggunya seketika.

do you mean that Nickhun….”

“yes. Nickhun adalah salah satu dari kami”, Thunder tertawa kembali. Kali ini ia memerintahkan anak buah nya menyerang Sehun dengan gesit.

“SHIT !”, sehun berteriak dongkol. Ia baru saja akan berlari menyusul Nickhun dan Yuri pergi. Namun langkahnya tertahan di antara 6 pria berbaju hitam. Jika saja interkom di dalam mulutnya masih berfungsi, ia pasti telah menyampaikan informasi penting ini ke yuri dan beberapa buddy nya secara langsung dan efisien.

***

Kris terengah-engah. Ia menahan rasa sakit peluru yang hinggap di pahanya. Ia mencabut peluru itu dengan sedikit bantuan dari besi yang ia temukan di sana. ia robek bajunya dan mengikatnya pada pahanya, berharap darahnya berhenti mengalir. Chanyeol duduk di sebelah Kris, ia menatap pada satu tubuh yang terbujur kaku di depan mereka. Takada Choi baru saja menghembuskan napas terakhirnya karena peluru yang bersarang di jantungnya.

Walaupun Kris dan Chanyeol saat ini terluka parah, namun setidaknya mereka masih hidup. sementara Myungsoo dan Minho, tidak diketahui keberadaannya sekarang.

“Bagaimana dengan yuri dan sehun?”, Chanyeol, dengan terengah-engah bertanya.

“mereka seharusnya baik-baik saja, yang perlu dikhawatirkan adalah Myungsoo dan Minho. Sebelum ledakan itu, mereka sedang baku hantam dengan Yongguk. Kuharap tidak terjadi sesuatu pada mereka”

“apakah yongguk sehebat itu? uri minho adalah pria yang tangguh. Dan myungsoo juga pria yang cerdas”

“Bang Yong Guk adalah perpaduan keduanya. Ingat chanyeol, kau tidak bisa meremehkan lawan”

Raut wajah cemas kembali ditunjukkan chanyeol. Matanya terpejam beberapa saat, rasa lelah, cemas, takut, sedih dan marah tercampur jadi satu. Membuat napasnya menjadi sangat berat. Tiba tiba kris bangkit, dengan susah payah. Ia menahan rasa sakit di pahanya.

“ayo”, ucapnya singkat. Chanyeol hanya mengangguk pelan. Ia memapah kris di bahunya, namun pada langkah pertama, Kris menolaknya. Ia lebih suka berjalan dengan sandaran tangan pada tembok ketimbang pada chanyeol.

***

“sudah kubilang kau letakkan senjata lebih ringan di sebelah kanan, agar sasaranmu tepat, bodoh”, Myungsoo beberapa kali beradu pendapat dengan Minho. Mereka saat ini bersembunyi di balik drum-drum besar di ruang mesin. Keadaan yang sangat panas, membuat kulit mereka berkeringat dan memerah. Di depan mereka ada satu orang yang tertawa lebar. Seringainya mampu membakar amarah siapapun yang melihat. Bang Yong Guk di sana, berdiri arogan, walaupun darah dan beberapa luka menghiasi wajahnya.

“aku sudah melakukannya. Itu tidak efektif. Kita harus melawannya dengan tangan kosong”

“itu yang kukatakan beberapa waktu lalu, bodoh. Dan pertanyaannya, bagaimana memancing pria ini bertarung dengan tangan kosong? Senjata di tangannya terlihat sangat lekat”, Myungsoo kembali beradu pendapat dengan Minho.

“jangan buat aku memutar otakku. Kau yang harus berpikir. Aku didedikasikan untuk menggunakan tenaga ku, bukan otakku”

“aku telah berpikir jauh, jika saja kau tidak mengagetkan ku dengan serangan tiba-tiba mu, bodoh”

“berhenti memanggilku bodoh”

“gunakan otakmu, dan aku akan berhenti memanggilmu bodoh”

Myungsoo masih asik terlibat perdebatan singkat dengan Minho, ketika yongguk tanpa peringatan menembaki mereka dengan brutal. Minho berguling di tanah dan mencoba membalas peluru yongguk dengan satu sampai tiga kali tembakan. Ia menghemat pelurunya, karena peluru myungsoo sudah hampir habis. Sedangkan minho hanya bisa memiliki 12 peluru lagi.

“sst, myungsoo-ah, apakah otakmu mengetahui dimana letak peluru tambahan saat ini?” Myungsoo menggelengkan kepalanya, pertama untuk jawaban ‘tidak’ atas pertanyaan minho, dan kedua untuk sikap ‘prihatin’ atas pertanyaan bodoh itu.

Get out the two of you, don’t be such a rat”, Yongguk berteriak, ia menembaki myungsoo dan minho kembali. Tembakannya memiliki satu karakteristik yang khas, brutal. Ia bagaikan rambo yang sedang mencari mangsa. Minho tidak bisa melawan, ia menghemat tenaganya.

Myungsoo memperhatikan daerah sekitar mereka, dan menemukan satu potongan kabel listri yang tergantung di udara. Kabel itu terpotong di tengah, dan salah satu ujungnya menjuntai ke bawah, kebetulan letak kabel itu tidak jauh dari kepala yongguk. Dan itu memunculkan satu ide di kepala myungsoo. Ia berbisik pada minho.

“kau lihat kabel itu?”, myungsoo mengarahkan mata minho dengan tangannya. Minho mengangguk pelan.

plan A, kau serang dia face to face, coba alihkan perhatiannya, aku akan mencari cara membawa kabel itu pada tubuh yongguk”

Minho mengangguk, ia berteriak dari tempat persembunyiannya tanpa berpikir. Myungsoo menutup wajahnya penuh dengan tangannya. Aku memang bilang kau harus mengalihkan perhatiannya, bodoh. Tapi setidaknya kau berpikirlah sebelum bertindak.

“Ya ! Yongguk-ssi, apa yang membuatmu begitu benci pada yuri-ssi?”, Yongguk tertegun mendengar pertanyaan minho, ia tertawa kemudian.

“aku membenci wanita itu, karena dalam tubuhnya, mengalir darah pembunuh keluargaku”, Minho bertatapan dengan myungsoo dalam diam. Myungsoo mulai mengendap, ia merangkak keluar dari persembunyiannya dengan hati-hati, berharap yongguk tidak mengetahuinya. Minho mulai bangkit, menunjukkan wajahnya pada yongguk, ia berjalan berhadapan dengan senjata yang siap di tangan masing-masing.

“pembunuh keluargamu?”

“benar. Orang tua nya adalah agen FBI. Mereka membunuh orang tuaku sesama agen FBI di dalam misi mereka, hanya dengan alasan, Takada Choi memerintahkan mereka”

“Takada Choi?”

“dia adalah calon-pemimpin dari FBI jika saja ia tidak melakukan kesalahan itu. pria ini, dengan alasan tidak jelas, memerintahkan orang tua yuri –yang pada saat itu adalah agen terbaik, membunuh orang tuaku, orang tua Thunder dan orang tua Nickhun—“

“Nickhun katamu?”, Minho menaikkan satu alisnya, sedangkan myungsoo yang masih merangkak, sempat berhenti mendadak mendengar percakapan mereka.

“ah benar, aku belum mengatakan ini padamu. Nickhun adalah salah satu dari kami. Ia, aku dan Thunder masuk ke FBI karena kepentingan ini. dan keberuntungan mengarahkan Nickhun untuk dapat satu kampus dengan kalian. Ini memudahkan kami memantau gerak gerik Yuri setiap hari”

how could you do that”

“i told you. I need to do my revenge on her,  dan sejak dia direkrut oleh Slotte, rencana ini sempat ter-delay beberapa waktu. Slotte mengawasi setiap agennya, dan satu satunya cara mendekati yuri tanpa Slotte curiga adalah melalui perangkap dan misi”

“kau menjebak kami saat ini?”

“bisa dibilang seperti itu”

“baiklah—“, Minho menangkap tubuh Myungsoo yang perlahan semakin dekat dengan kabel terjuntai itu. “—aku tidak akan segan segan membunuhmu karena ini”, Minho mengacungkan senjatanya tepat di wajah yongguk. Namun ia kalah cepat, yongguk melepaskan pelurunya, dan itu mengenai sedikit dari bagian samping tubuh minho. Minho dapat menghindar, sambil berguling, ia lemparkan lagi satu peluru ke arah yongguk, namun dengan perhitungan cermat agar peluru itu tidak sampai mengenai myungsoo yang diam-diam ada di belakang pria itu.

“sebaiknya kau tewas di sini, kembali pada Slotte yang sudah hancur, tidak akan memberimu hidup yang lebih baik, hahaha”, Yongguk tertawa puas. Ia tembakan beberapa peluru lagi. Minho sudah bersembunyi sempurna di balik pilar. Ketika timing nya pas, ia tembakan satu atau dua peluru ke arah yongguk, namun karena kepanikannya, ia tidak dapat menembak dengan benar.

Fokus minho bercabang, dengan bagaimana ia memikirkan keterlibatan nickhun serta dengan masalah keselamatan yuri. dan lagi, ia masih tidak bisa percaya bahwa Slotte sudah lumpuh saat ini.

i dont believe your words, loser”, Minho mencoba memancing amarah Yongguk ketika myungsoo sudah siap dengan kabelnya. Yongguk terus bergerak maju, membuat jarak ia dan myungsoo semakin jauh. Ini akan menyusahkan myungsoo untuk menyerang. Minho melihat semuanya. Ia dengan sangat hati-hati memasang badannya di depan yongguk. Dan badannya menjadi sasaran empuk peluru yongguk.

Peluru pertama tepat tertanam di betisnya. Membuat darah berlelehan di celananya. Tepat di saat peluru kedua hendak diluncurkan, Minho begerak maju, menembakan satu peluru tepat di dada yongguk. Pria ini terbatuk. Kemudian tertawa. Ia membalas perlakuan minho dengan satu tembakan lagi yang ia arahkan pada dada Minho. Jika ini terjadi, maka minho akan selesai sampai di sini.

Myungsoo bertindak lebih dari cepat untuk ini. ia mengeluarkan senjata apinya dan menembak yongguk dari blind spot di belakang tubuhnya. Belum selesai sampai di situ, yongguk berbalik dan mulai menembaki myungsoo, namun karena limbung, tidak ada satupun peluru yang hinggap di tubuh myungsoo.

Myungsoo menggunakan kesempatan itu untuk menaruh potongan kabel di kepala yongguk. Segera, tidak sampai 5 detik, tubuh yongguk bergetar hebat diiringi dengan teriakan yang kencang. Senjatanya jatuh berdebam di tanah. Myungsoo bisa merasakan sedikit sentuhan kecil dari listrik di tangannya. Sehingga dengan refleks, ia melepaskan kabel itu dari tangannya sebelum ia sendiri ikut gosong tersetrum.

Yongguk jatuh terkulai di atas lantai. suasana panas menggerayangi seisi ruangan. Myungsoo baru saja mengambil kesimpulan semua perlawanan ini sudah selesai, namun ia dengan jelas merasakan rasa sakit di punggungnya. Pisau menancap di sana, untungnya tidak sampai dalam.

Darah keluar dari punggungnya. Ia menoleh ke belakang, dan masih menemukan yongguk yang terkekeh.

“a-aku…t-tidak akan membiarkan musuhku pergi tanpa lu-luka”, dan setelahnya pria ini menutup matanya, meninggalkan hembusan terakhirnya pada amarah dari mata myungsoo.

Minho merangkak, myungsoo membantunya. Darah masih mengucur deras di punggung myungsoo, namun tidak cukup banyak jika dibandingkan pendarahan pada betis minho.

“kau baik-baik saja? Kau masih bisa berjalan?”, tanya Myungsoo. Minho mengangguk.

“luka ini lebih baik, daripada aku harus merasakan tendangan maut di selangkanganku”

Myungsoo terkekeh, kemudian ia memapah minho di bahunya.

“kita harus menemui yuri, memberitahu semuanya”

***

Maaf buat para pecinta yongguk, thunder dan nickhun. karakter jahat mereka hanya imajinasi kayur saja. mohon dimaklumi :p

RCL ya RCL, ini FF tadinya kau di protect. tapi ga jadi deh, :p

108 thoughts on “JUST ME AND THE BOYS [Part 5]

  1. kimyuki berkata:

    ini bukan ff, aku harus bilang ini apa?!
    jinjja daebak .. !!
    speechless .. author keren banget😉
    baru kali ini aku baca ff tegangnya setengah mati

  2. Devi kyeopta berkata:

    ya ampun bagaikan nonton film yg tegang ny minta ampun, smpek merinding sendiri nge bayanginnya,,…
    keren banget ni ff thor, bru prtm kli nemu ff bgini..😀

  3. intan berkata:

    Haduhhh, di part ini sungguh menegangkan.
    Anggota tim Yuleon banyak yg terluka.
    Ya ampun, Nickhun adalah salah satu kelompok dari Yongguk dan Thunder?? Sungguh mengejutkan.😮

  4. Lulu Kwon Eun G berkata:

    Tuh kan tuh kan.. jdi itu toh alesannya humpp.. malah ngabalik Yuleon yg harus d jgain..
    wah Nickhun jahad juga trnyata… Rumit rumit gmn nasib Yul tuh ><
    next y kayur

  5. liliknisa berkata:

    Makin seru ceritanya. Ternyata nickhun fbi dan ternyata dia buka salah satu penjahatnya OMG
    Ga terduga banget dia kan keliatan baik
    Lanjut kepart selanjutnya kak nyun

  6. kaura berkata:

    sumpah demi apa actionnya keren banget, bener2 menguras adrenalin.
    tapi ngga kebayang nichkhun bisa jadi jahat hehehe

  7. Anonym berkata:

    Banyak fakta-fakta yang mulai muncul ke permukaan di part ini dan benar-benar mengejutkan kak😀 daebak😀

  8. nurulnijma90 berkata:

    Makin tegang, makin seru jg!! 😆😆Menurutku alasan yongguk klise.Kan ortunya yuri yg berbuat,kenapa anaknya yg jd sasaran balas dendam? ga ada hubungannya.part ini jg ngebuka identitas asli nickhun, ugh..ga bisa bayangin reaksi yuri kalo denger kenyataan pahit ini.
    agen slotte mau nyampein,gmn ya reaksi yuri soal ini? Ok, langsung capcus part 6~~🏃

  9. RiKu.Cho04 berkata:

    Oh shittt!!!! What the hell what’s going on! Kenapa yg d bales malah Yuri… Hell yeah, yuri udh idup sndiri coba… Orngtua nya udh mati. Then, why? Oh, semoga team Yul baik2 saja… Cwok tampvvan jgn mati, apa lagi yuri…Big no no!!

Leave your review, don't treat me like a newspaper.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s