JUST ME AND THE BOYS [Part 6]

Just me and the boys (MyungYul)

Update~~

***

“apakah kau tidak terlalu jauh membawaku?”, aku menepuk pundak Nickhun pelan. Kami ada di satu ruang lapang di ujung geladak kapal. area ini adalah area landasan bagi helikopter, aku bisa mengetahuinya sekilas dari gambar spiral yang terbentuk di lantai besi nya. lagipula di sana ada satu helikopter yang bertengger gagah.

Aku bisa melihat salah seorang dengan headphone besar dan terlihat seperti pilot kapal itu keluar. Tangannya yang kekar menyambut mataku pertama kali. matahari tidak menyembul dari ufuk, aku hanya bisa melihat pria di sana dengan samar.

Salju perlahan turun, malam sudah semakin larut. Aku bisa merasakan rasa dingin menjadi sangat berbahaya. Aku tidak memakai mantel tebal apapun, bibirku kaku. Jari-jariku yang masih terluka mengeras seketika.

Nickhun memunggungiku, sepersekian detik kemudian ia menggenggam tanganku, kuat. Saraf di tanganku menjadi tegang, aliran darahku seakan terhenti. Nickhun seperti mencekik nadiku perlahan, dan itu membuatku menghempaskan tanganku seketika.

“maaf, tapi kau memegangiku terlalu kencang”, ucapku ketika ia menatapku marah. Pria ini melihat tanganku kembali saat aku sedang mencoba menjaga jarak darinya. Ia mencoba meraih tanganku lagi, dengan sangat kasar, lebih kasar dari sebelumnya. Dia bukan Nickhun yang aku kenal.

Aku mulai merasa aneh dengan iklim di sini, aku mencoba berjaga-jaga, aku letakkan pisau di tangan kananku. Pria di depanku, menyeringai.

Kulihat pria di belakang Nickhun dengan tangan yang besar berdiri tegap di sebelahnya. Wajahnya familiar. Dan aku tidak pernah seingat ini untuk mengenalinya. Dia Thunder. Seseorang yang kami cari cari dalam sehari ini.

Thunder menyeret seseorang di belakangnya. dan aku bisa melihat pria tinggi yang kurus dengan rambut coklat serta luka-luka yang tidak terhingga di tubuhnya.

Sehun di sana, terbaring kesakitan. Seperti ia telah menerima perlakuan kasar dari pria yang menyeretnya. Aku mengambil senjata laras pendek ku, aku mencium ada yang tidak beres pada pria-pria ini.

“siapa kalian?”, aku acungkan senjataku. Pada Nickhun dan Thunder sekaligus. Aku memegang kedua senjata laras pendek itu dengan kedua tanganku. Masih terasa luka lecet di dalam gulungan perbanku. Tapi melihat Sehun diperlakukan tidak manusiawi, mungkin lecet ini tidak ada apa-apanya.

Prok…prok…prok…

“akhirnya kau datang juga, bahkan dengan senjatamu. Tidak salah selama ini aku mempercayakan dirimu pada Nickhun”, Thunder bertepuk tangan, matanya membesar, salah satu ujung bibirnya menyeringai seram, menunjukkan sederet gigi putihnya yang kusam di terkam keremangan malam.

Aku segera mengalihkan pandanganku pada Nickhun. Pria ini expressionless. Tidak menunjukkan emosi apapun dalam wajahnya selain sorot mata kegamangan. Tanpa perlu diberitahu lebih lanjut, Thunder dan Nickhun sepertinya ada pada pihak yang sama. Mungkin juga Bang Yong Guk ada di bawah payung yang sama dengan mereka. Tapi sejauh ini, aku tidak melihat ada nya tanda-tanda bang yong guk di sekitarku. Jadi aku hanya berasumsi, salah satu dari kami pasti sedang berhadapan dengannya.

Sehun meintih kecil, ia berusaha melepaskan tali yang mengikat lehernya. Namun Thunder menariknya kembali, membuat napas pria itu tersengal. Aku bersiap menarik pelatuk ku.

“Lepaskan pria itu!”, Suara gertakan ku hanya di anggap angin lalu. Nyatanya, Thunder masih terus menarik dan menyeret sehun yang sudah kepayahan.

Di belakangku, aku bisa mendengar suara ledakan sebanyak 3 kali. sumbernya ada di ujung yang berlawanan dengan ujung geladak ini. tidak sampai beberapa detik, satu ledakan yang lebih besar terjadi. Dan itu membuat semua tamu berteriak di dalam ballroom. Kapal bergoyang. Mungkin ada kebocoran di salah satu sisinya. Perhatianku sempat teralih pada suara itu, sehingga aku tidak mengetahui bahwa kini Nickhun mengarahkan moncong senjatanya padaku.

“mati di sini bersama yang lain”, kudengar suara tembakan sampai dua kali, salah satunya mengenai pangkal pundakku. Darah mengucur dari sana. aku membalasnya dengan melepaskan 3 tembakan sekaligus. Nickhun berguling dengan cepat, dan setelah ia menyeimbangkan tubuhnya dalam posisi terduduk, ia menembaki ku kembali. Thunder melepaskan sehun di tengah medan pertempuran. Aku tidak punya waktu untuk menariknya di antara semua serangan dari dua pria itu. aku berlari kecil, berguling dan terpelanting untuk bersembunyi sempurna di balik kaki-kaki helikopter besar.

“apa yang kalian inginkan sebenarnya !”, aku mencoba mengalihkan perhatia mereka sambil mengisi peluruku, dan melepaskan perban di tanganku yang mulai mengganggu.

“tidak ada yang kami inginkan selain membunuhmu”, Thunder mengincar tumit kakiku dengan pelurunya, lucky me… aku sudah berpindah beberapa senti dari jarak tembak peluru Thunder. Aku menatap ke arah tengah area kosong, Sehun terbaring di sana, melemah. Ini akan sangat bahaya jika pertempuran dengan peluru terus terjadi semakin brutal. Ia bisa tertembak.

Aku memutar otakku, mencari cara bagaimana mengamankan Sehun terlebih dahulu.

“Yuri-ssi, silakan menyusul kedua orang tuamu ke neraka”, Nickhun menembaki ku dengan brutal, aku tidak bisa melawan, atau sekedar mengulurkan tanganku menyerang pria ini. aku mengeluh, kuharap Kris dan yang lain ada di sini, membantuku.

“kenapa? Apakah agen terbaik Slotte telah kehilangan keberaniannya?”, Thunder tertawa, ia mulai berjalan perlan ke arah Sehun. Membuat tubuhnya menjadi sasaran empuk di tengah sana.

Aku menembaknya beberapa kali. aku yakin pria itu tertembak di dada dan di pahanya. Namun tidak ada tanda-tanda Thunder limbung. Ia masih berdiri gagah, sekali lagi menginjak dada sehun dengan kencang. Aku bisa merasakan jeritan nya. hatiku teriris.

Pria itu mengenakan baju anti peluru di balik tubuhnya, shit. Aku mengomel dalam hati.

“kau dengar jeritan ini, yuri-ssi? Segera keluarlah, buang senjatamu, dan biarkan aku membunuhmu dengan tanganku”, di akhir kalimatnya, ia menginjak dada Sehun lebih kencang lagi, Sehun berteriak, darah terbatuk keras dari mulutnya. Mata sendu dari Sehun menghadap ke arahku, memberi kode gelengan kepala singkat, pertanda aku tidak boleh setuju akan permintaan Thunder.

Thunder mulai berjongkok, ia genggam dagu sehun kuat-kuat dan memelintir lehernya pelan, darah keluar kembali dari mulut sehun. Aku memegangi senjataku erat, mataku sedikit terpejam. Ini yang aku tidak sukai dari bekerja dalam tim.

“sebaiknya kau keluar, menukar hidup pria ini dengan hidupmu. Apa kau mau pria tidak bersalah ini mati?”

Tiba-tiba aku mendengar suara ledakan 3 kali yang beruntut dari dalam kapal. jeritan kembali membahana. Sepertinya ada yang salah, kurasa Thunder dan antek-anteknya merencanakan untuk menenggelamkan kapal ini. Hipotesa ku menjadi sangat masuk akal setelah aku menyadari bahwa aku masih berlindung di balik kaki helikopter. Aku menebak, bahwa mungkin setelah membunuhku, mereka akan terbang dengan helikopter ini dan menyelamatkan diri. Licik.

Di akhir ledakan ketiga, Sehun kembali berteriak, kali ini kakinya di injak dengan keras, aku bisa merasakan sesuatu yang patah dari jarak ini. mata sehun terpejam, ia terlihat sangat kesakitan. Nickhun memperhatikan drama di depannya dari jauh. Bersiap menembakku ketika aku melakukan sesuatu yang tidak terduga.

Shit !”, aku merasakan peluh menetes dengan brutal dari dahiku. Teriakan sehun menggangguku. Aku tidak bisa diam saja di sana. aku juga sebenarnya tidak mengerti alasan mereka membunuhku, tidak mengerti kenapa mereka menyebut-nyebut orang tua ku dalam motifnya. Tapi aku tidak mempunyai waktu untuk memecahkan rasa penasaranku. Keselamatan sehun dan tim lebih penting saat ini.

Aku mengingat bahwa aku masih memiliki sebuah handphone di saku celanaku, aku memeriksanya. Namun layar hitam legam adalah satu-satunya pemandangan yang ku dapat. This phone is out of battery.

Aku benar-benar dalam kesulitan kali ini.

Kuintip posisi Nickhun, ia masih bersiap menembakku kapan saja. Sedangkan Thunder, masih asik menyiksa sehun yang semakin melemah setiap detiknya. Aku menggigit bibirku, melihat sehun –pria aneh dengan semua jeritan dan luka di sana, hatiku teriris. Pikiran ku kacau. Tidak pernah kubayangkan aku akan dihadapkan pada kondisi sulit seperti ini.

get out girl. This guy almost die” Thunder terkekeh seram, tangannya menggenggam pisau tajam, dan dari bahasa tubuhnya, pria ini bersiap menikam Sehun kapan saja. Aku tidak bisa berpikir terlalu lama. Aku harus cepat mengambil keputusan. Aku pejam mataku selama sepersekian detik, kemudian berguling dan menunjukkan tubuhku sebagai mangsa mereka.

Thunder terlihat puas, ia meninggalkan sehun dan menendangnya dengan kasar, menjauh dari kakinya.

“jatuhkan senjatamu”, perintah Nickhun, dua pria itu mulai berjalan pelan ke arahku. Masih dalam posisi menghunus senjata tajam dan senjata api.

a-andwae, no-noona” rintihan kecil dari sehun masuk ke dalam telingaku. Namun untuk kali ini saja, aku berpura-pura tidak mendengarnya. Aku menjatuhkan senjata api ku.

“keluarkan semua senjata dan peluru di dalam tubuhmu, girl”, Thunder sepertinya mengetahui bahwa aku masih memiliki beberapa bom asap, pisau dan jarum beracun di belakang tubuhku. Aku menyerahkan semuanya dan menjatuhkannya. Mataku menunjukkan rasa amarah.

“tidak usah menunjukkan mata itu pada kami”, Thunder kali ini tepat di hadapanku, berbicara sehingga napasnya meniup poniku. Nickhun ada di belakangku, mengikat tanganku dengan tali yang dibawanya entah sejak kapan.

“kau terlalu cantik untuk mati, tapi kau harus mati” Thunder menggunakan satu jari telunjuknya untuk menyusuri lekuk wajahku. Aku menggelengkan kepala, menghempaskan telunjuk nista itu, tapi kali ini ia mencoba mencium bibirku. Kaki ku yang masih bebas, menendang selangkangannya dengan refleks –perlindungan utama ala wanita, namun Thunder menamparku segera. Perih segera kurasakan.

“aku tidak akan menambah penderitaanmu, semula aku akan membunuhmu dengan cepat, tapi kau sepertinya memintaku untuk melakukan sedikin atraksi dalam akhir hidupmu”, Thunder mengeluarkan sebuah pisau kecil, dan mulai menyusuri wajahku dengan ujung tajam benda itu. awalnya ia hanya tersenyum dan bermain singkat di permukaan kulitku, namun setiap detik berlalu, ia menggunakan sedikit tenaganya dalam menggerakan benda itu, sehingga darah segar mengalir dari setiap jejak yang dibuat dari pisau itu di wajahku.

“pertama-tama, mari kita mulai dari wajahmu yang cantik ini”, aku merasa perih, namun aku tidak bisa melakukan apa-apa, Nickhun mengunci tubuhku dengan tali. Tidak hanya tangan atau kakiku, ia bahkan melilitkan tali di sekitar leherku.

shut up”, aku masih sanggup berbicara dengan darah yang mulai masuk ke dalam mulutku. Thunder tertawa terbahak-bahak.

you just shout to me?” pria ini mulai mengiris bibirku kecil, aku merasakan perih luar biasa. lebih perih dari ketika ia mengiris wajahku.

“jika saja yongguk-hyung masih hidup, ia pasti akan tertawa melihat kau seperti ini”, ucap Thunder.

Suara bom bergema kembali di belakangku. Ada sekitar 4-5 ledakan, di ledakan yang ke-5 aku merasakan seperti getarannya semakin kuat. Dari asap yang mulai beterbangan di sekitarku, aku bisa mengetahui jarak sumber ledakan dan jarakku saat ini semakin dekat.

Thunder dan Nickhun tertawa bersamaan, Nickhun mengikat salah satu ujung tali yang melilit leherku ke salah satu kaki-kaki besi helikopter. Entah apa maksudnya.

Thunder baru saja akan menusuk perutku dengan pisau di tangannya, tapi sebuah suara tembakan mendarat mulus di punggungnya. Aku melihat Minho dengan asap yang mengepul dari senjatanya. Ia berdiri gagah, mengacungkan senjatanya.

Myungso terlihat membantu sehun berdiri, dan Kris berdiri paling depan. Jalannya terpincang-pincang, mungkin ia tertembak di sekitar pahanya. Chanyeol berdiri di sebelah Minho, mengacungkan senjata laras panjang dengan laser merahnya.

Thunder berbalik, mulai teralih perhatiannya pada ke-4 pria di sana.

“lepaskan yuri”, gertak kris. Giginya rapat, urat-urat dari wajahnya menyembul ke permukaan. Ia seperti sangat marah.

she is ours, now”, Thunder terkekeh, menunjukkan ekspresi angkuh pada kris. Peluru yang bersarang di belakang punggungnya, tidak sedikitpun menembus permukaan kulitnya. Itu tidak efektif. Satu-satu nya cara melawan Thunder adalah, melibatkan diri dalam pertarungan dengan tangan kosong.

Chanyeol menembakkan pelurunya pada tubuh bagian depan Thunder, setelah Thunder tergoncang sedikit karena efeknya, tidak ada yang terjadi lagi.

“dia memakai baju anti peluru”, bisik myungsoo pada chanyeol.

Minho kulihat mulai bergerak, ia berguling dan menyerang Nickhun yang baru saja masuk ke dalam kursi pilot di dalam helikopter. Thunder melemparkan pisaunya ke arah Kris, dan menarik pelatuk dari senjatanya, menembaki Kris.

Chanyeol lebih cepat, ia melumpuhkan kedua tumit Thunder dalam dua kali tembakan. Kemudian segera tiarap dan bergabung dengan Sehun dii atas lantai.

“kau baik-baik saja, Sehun?”, ujarnya. Sehun hanya mengangguk. Walaupun ia terluka di sana-sini, tapi ketika Chanyeol memberinya satu senjata api seukuran telapak tangan, semangat hidupnya berkobar kembali. Aku cukup bersyukur untuk ini.

Kris berhadapan dengan Thunder. Bisa kukatakan bahwa keadaan mereka seimbang jika aku tidak menghitung baju peluru yang dipakai Thunder. Mereka sama-sama terluka dan berjalan terpincang pada bagian kaki. Senjata laras pendek sama sama mengancam satu sama lain.

Minho dan Myungsoo secara berkelompok berlari ke arah Nickhun. Menembaki kaca helikopter dengan brutal. Namun bisa kurasakan suara desing dari baling-baling helikopter mulai dinyalakan. Minho membuka pintu helikopter dengan paksa, dan menarik tubuh Nickhun keluar. Mereka jatuh bergulingan di tanah.

Di sisi lain, Kris telah mendapat satu lagi luka tembak di bahunya. Darah mengalir deras. Chanyeol berusaha menyerang kaki Thunder dengan beberapa tembakan lagi, membuat pria itu tersungkur. Kris dengan cekatan, menahan rasa sakitnya, melucuti senjata dari tangan pria itu. tubuhnya ia baringkan di atas tubuh Thunder, dan ia mulai memukulinya dengan kencang.

Aku bisa merasakan gerakan kecil dari helikopter itu ketika sehun datang padaku dengan pelan. It is impressive,  dengan luka yang ada di seluruh tubuhnya, aku kagum ia masih dapat berjalan seolah ia normal dan tidak terluka.

“kau baik-baik saja?”, ia bertanya lemah –hampir berbisik.

“jauh lebih baik daripada kondisimu”, di akhir kalimatku, aku rasakan perih yang menguasai bibirku. Irisan yang dibuat Thunder pada bibirku semakin membuka. Darah mengalir, tidak sebanyak sebelumnya namun cukup hebat untuk membuat bibirku memerah.

Sehun segera mengusapkan jempolnya pada bibirku, menghapus darah di sana dengan sangat pelan, seperti ia tidak ingin melukai bibirku.

Aku menatap matanya, ia terlihat sangat khawatir. tapi sebenarnya yang harus lebih dikhawatirkan adalah dirinya sendiri. Beberapa saat yang lalu, aku bisa mendengar beberapa tulangnya patah akibat injakan keras Thunder. Ini tidak ada apa-apanya dibanding dengan luka kecil di wajah dan bibirku.

“apa ini… sakit?” ucapnya penuh perhatian. Aku menggeleng, berbohong.

“bisakah kau membukakan tali ini? aku perlu bertarung”, di akhir kalimatku, suara ledakan semakin menjadi. Jaraknya semakin dekat dengan keberadaan kami saat ini. orang –orang dari dalam gedung kapal keluar berhamburan. Dan mereka hanya bisa berdiri melihat pertarungan kami.

Aku sempat tidak memperhatikan bagaimana jalannya pertarungan Minho, Myungsoo dan Nickhun. Tapi sepertinya Nickhun sedikit lebih unggul. Nickhun kembali ke dalam helikopter setelah membanting tubuh myungsoo keras-keras.

Ia menjalankan helikopter nya pelan. Minho menerobos masuk ke dalam helikopter dengan sekali loncatan, dan mulai mencekik leher Nickhun dengan kuat. Aku tidak dapat melihatnya dengan jelas, karena pertarungan mereka semakin masuk ke dalam tubuh helikopter.

Sehun mulai membuka ikatan simpul di kaki dan tanganku, namun saat ia melepaskan tali di leherku, helikopter itu mulai berjalan. Aku ikut terbawa, ikatan itu mencekik leherku, membuat aku hampir kehabisan napas. Aku mau tidak mau harus mengikuti kemana helikopter itu bergerak, jika tidak, aku akan mati tercekik.

“YURI !” Sehun mengerjarku, berusaha melepaskan ikatan tali mati yang ada di leherku. Tali ini lebih tebal dari tali yang mengikat tangan dan kakiku sebelumnya, sehingga aku susah untuk melepaskannya. Sehun berlari terseok-seok, sepertinya ia mulai merasakan rasa sakit di kakinya yang patah. Ia tidak dapat menyeimbangkan gerakan kakinya dengan kecepatan konstan dari langkah kakiku.

Shit! Aku menggerutu. Aku terus berlari mundur sambil berusaha melepaskan ikatan dari leherku. Kecepatan helikopter semakin bertambah, dan sialnya, aku terjatuh. Tali itu menyeretku. Aku tersengal.

“MINHO, HENTIKAN HELIKOPTERNYA”, Chanyeol berteriak dari jauh. Sepertinya ia menyadari keadaanku. Myungsoo yang terluka di bagian dadanya, mulai bangkit, menyusul Sehun yang mulai terjatuh lemas.

Kris masih belum selesai dengan Thunder. Beberapa kali ia hantamkan pukulannya di wajah Thunder, namun Thunder, sesuai namanya, bertindak cepat dan gesit layaknya petir. Ia bisa dengan mudah membalikkan serangan Kris.

Chanyeol mulai bergerak. Ia tembakkan beberapa pelurunya pada bagian tubuh yang terluka pada Thunder. Walaupun tidak mengenai organ vitalnya, tembakan itu bisa memperlambat gerakannya. Sehingga dalam kekuatan terakhirnya, Kris bisa menggunakan jarum beracun nya untuk menambah kelumpuhan di syaraf Thunder.

Alih-alih berteriak kesakitan, Thunder tertawa terbahak-bahak, kemudian terbatuk darah.

“kalian tidak akan mendapatkan apa-apa dengan mencoba membunuhku”, sahutnya. Thunder mengayunkan kepalan tangannya di udara, hendak memukul Kris yang ada di depannya, namun Kris lebih gesit, ia menendang Thunder tepat di selangkangannya dan memberi kode pada chanyeol untuk terus menembaki Thunder pada baju anti pelurunya yang telah ia robek.

Tubuh Thunder terpelanting jatuh, matanya terbuka lebar. ia tertawa.

“kalian akan mati dalam 30 detik. Kematianku akan memicu bom lebih besar di dalam kapal ini, sudah kubilang, kalian tidak akan mendapatkan apa apa dengan membunuhku”, Thunder terbatuk beberapa kali. tubuhnya tenggelam dalam darahnya sendiri. Ia tersenyum singkat sebelum akhirnya tidak bergerak sama sekali.

Chanyeol memperhatikan akhir pertarungan kris dan Thunder dari jauh. Ia berlari mendekat. Menepuk pundak kris beberapa kali, sambil menatap iba pada sosok kaku Thunder di atas lantai.

“apa yuri-ssi mengajarimu menendang selangkangan seperti itu?”

***

damn! Damn!” aku putus asa, sebanyak apapun aku berusaha melepaskan tali di leherku, tali itu akan semakin merekat kuat, membuat napas ku semakin tersengal. Aku sempat berpikir tentang apa yang dilakukan minho di dalam sana. seharusnya ia bisa lebih cepat.

“YURI!” kris dan chanyeol berlari di sampingku, dua-dua nya berusaha melepaskan tali di leherku. Aku tidak bisa menjawab pertanyaan mereka, karena aku harus bisa menghemat napasku dan mengatur denyutan nadiku. pun aku tidak ingin mati dengan cara seperti ini.

“Myungsoo, tangkap ini, dan lemparkan pisau milikmu”, Kris berteriak. Ia melemparkan senjata besar milik chanyeol pada myungsoo, sementara myungsoo melemparkan pisau tajam miliknya ke arah kris. Sehun sudah tidak dapat berlari. Ia masih berdiri, namun dengan papahan dari Myungsoo.

“Minho, kau harus lebih cepat !” ucap Chanyeol. Minho terlihat sibuk di dalam, berkelahi dengan Nickhun. Dalam beberapa detik, kepala keduanya tersembul keluar, berada di ambang pintu. Tidak ada yang memegang kemudi helikopter.

Leher minho dicekik oleh Nickhun dengan kuat. Kemudian keadaan berbalik. Nickhun lah yang menjadi bulan-bulanan. Kris bisa melihat bahwa pertarungan itu seimbang, sehingga ia berlari ke arah pintu helikopter, dan menancapkan pisau tepat di tenggorokan Nickhun yang terbuka.

Minho menatap kris dengan tatapan kesal.

“aku bisa menyelesaikan ini sendiri”, ucapnya. Kris hanya mengangkat bahunya. Kemudian menunjukkan keadaan yuri yang terseret di belakang helikopter.

Nickhun belum menyerah, ia melepaskan pisau di lehernya, dan tanpa merasa sakit, ia tancapkan pisau itu di paha kanan Minho. Kris kembali pada Chanyeol, membantu yuri. sedangkan Minho masih berusaha bertarung sekali lagi dengan Nickhun.

Pertarungan menjadi semakin seru ketika beberapa ledakan terjadi di dekat mereka. bahkan tempat dimana sosok Thunder berbaring, retak.

this is bad, kapal akan tenggelam” ucap Myungsoo. Ia mengedarkan pandangannya ke segala arah, ia bermaksud mencari sekoci atau semacamnya, namun benda-benda itu mungkin sudah rusak karena ledakan.

Myungsoo mencoba memapah sehun lebih cepat, ia harus membawa dirinya dan sehun menggapai helikopter di depannya. Hanya itu satu-satunya cara agar selamat dari ledakan di sekitar mereka.

“apa kau bisa berjalan lebih cepat, Sehun-a”

i think i can. I am Oh sehun anyway”

Myungsoo tersenyum, memegang pundak sehun erat. Ia mulai mempercepat langkahnya.

Di tempat lain, Minho berhasil menjatuhkan tubuh Nickhun keluar dari helikopter, dan tepat di saat myungsoo melihatnya, ia menembakkan beberapa peluru dari jauh pada tubuh itu. tidak ada waktu untuk memastikan apakah tubuh itu masih bergerak atau tidak, karena ledakan semakin intens dan kapal miring ke arah kanan.

Motherfucker”, gerutu kris. Aku bisa mendengar makian itu melewati telingaku. Sepertinya ia benar benar terganggu dengan kondisi ini. langkahnya melambat, aku mengingat dua tembakan pada kakinya beberapa waktu lalu.

Hanya chanyeol yang masih bisa mengimbangi gerakan makin cepat dari helikopter.

Minho mulai memegang kemudi pesawat karena aku merasakan gerakan tidak stabil dari helikopter itu. mungkin ini adalah kali pertamanya memegang helikopter secara nyata, bukan dari games seperti yang biasa ia mainkan.

Ledakan semakin parah. Kapal semakin miring, hampir mencapai 45 derajat. Aku bisa melihat sehun dan myungsoo yang bertahan pada pegangan besi dari geladak. Mereka terus berjalan, namun kami semakin jauh.

“Tuas nya macet”, ucapnya keras. Sepertinya terdapat masalah teknis di sana. namun aku beruntung memiliki chanyeol, ia datang dengan solusi.

“kabelnya ! kau sambungkan kabel merahnya !”, suara desing dari baling-baling membuat chanyeol harus berteriak ekstra keras. Aku masih berusaha melepaskan tali dari leherku, di saat ledakan ketiga terjadi.

Aku tidak tahu apa yang dilakukan minho dalam selang waktu ledakan itu, tapi helikopter tiba-tiba melambat, dan perlahan berhenti. Chanyeol dan Kris membantuku melepaskan tali dari leherku.

AH !” Aku berteriak, berusaha mengambil satu tarikan napas lega dari hidungku dan mengeluarkannya dalam satu hembusan via mulutku.

Minho menjalankan mundur helikopternya, berusaha menyusul Myungsoo dan Sehun yang tertinggal di belakang, namun satu ledakan lebih besar menghantam kami, membuat helikopter hampir terjatuh ke air. Mungkin minho dengan refleks menarik tuas naik. Sehingga helikopter itu melayang.

GUNAKAN TALI” Kris berteriak. Ia mulai memanjat dengan tali yang masih terikat di kaki kaki helikopter, ia mengulurkan tangannya padaku, dan membuatku memanjat perlahan. Di bawahku, ada chanyeol. Kami semua perlahan, bantu membantu mulai menaiki helikopter yang melayang rendah. Setelah kami sampai di atas tubuh helikopter, Minho menurunkan tuas nya, melayang lebih rendah dan mundur, ke tempat dimana myungsoo dan sehun terjatuh.

Luka bakar terlihat di tangan mereka. aku tidak sanggup lagi melihat daging merah di permukaan tangan sehun yang awalnya sangat mulus.

“Myungsoo-a, raih tali ini”, Chanyeol memerintahkan. Myungsoo berusaha menarik tali yang menjuntai padanya dengan kedua tangannya. Setelah ia dapatkan, ia serahkan tali itu pada sehun.

“kau naiklah terlebih dahulu”, ucapnya singkat. Sehun dengan sisa energinya, meraih tali itu dan berusaha terlihat kuat dalam memanjat. Di bawahnya, ada myungsoo yang juga dengan susah payah berayun pada tali di sana.

Ledakan lebih besar terjadi kembali, kami melayang terlalu rendah, sehingga helikopter terkena imbas getarannya. Myungsoo dan Sehun berayun keras pada tali. Aku sontak berteriak histeris. Sehun terjatuh dari ketinggian 2 meter karena getaran itu. mungkin energinya sudah terkuras.

“SEHUN !”, Aku refleks berteriak. Myungsoo mengulurkan tangannya seiring dengan merendahnya helikopter kami, namun sehun tidak bergerak, matanya masih berkedip tapi tubuhnya kaku. Jatuh dari ketinggian 2 meter dengan berbagai luka di tubuh merupakan kondisi yang tidak bagus.

Aku memejamkan mataku, memikirkan satu cara. Bagaimanapun kami adalah tim, dan aku bertanggungjawab untuk ini.

Aku membuka mata dengan satu rencana gila. Aku bulatkan keberanianku, dan terjatuh bebas dari helikopter.

“YURI !” Kudengar teriakan kris dan yang lain.

Aku tiba di atas permukaan kapal yang sudah miring, dan dengan tidak mengindahkan teriakan sebelumnya, aku berlari ke arah sehun. Menyentuh tubuhnya yang dingin.

“kau baik baik saja, sehun-­ah?”, aku bisa merasakan detak jantungnya, tapi aku tidak bisa mendengar ia berbicara. Aku menggoyang-goyangkan tubuhnya. Dia tidak boleh menjadi sehun yang seperti ini.

“Sehun-ah, kau mendengarku?”, kakinya menggeliat. Bibirnya ia gigit, hanya dengan melihatnya, aku seolah bisa merasakan kesakitan yang kini dirasakannya. Ia menderita terlalu banyak, dan semuanya disebabkan olehku.

Aku mengingat kembali bagaimana ia menyelamatkanku dari bom dan musuh, bagaimana ia berusaha menggantikan posisi ku dari tangan Thunder, bagaimana ia beradu pendapat denganku, bagaimana ia marah ketika melihat aku terluka, bagaimana ia kecewa ketika seorang pria menyentuhku. Aku mengingat semuanya secara refleks.

Perasaan aneh memenuhi dadaku, aku merasa sesak. Lebih sesak dari tertembak.

“SEHUN-AH” Aku berteriak histeris, ketika tubuhnya mengejang dan napasnya tersengal. Dengan refleks, aku tekan dadanya kuat kuat beberapa kali, membuat jantungnya memompa darah. Sebutir air mata jatuh mengalir dari pipiku, ketika perlahan sehun membuka matanya, ia melihatku, mata coklat itu.

don’t die, jebal”, aku kembali mencoba memompa jantungnya dengan tekanan pada tanganku. Tangan sehun perlahan terangkat. Jempolnya hinggap pada bibirku. Ia mengusapnya lembut. aku merasakan perih karena luka ku masih terbuka di sana, namun usapan itu memberikan sensasi yang lebih hangat, seolah luka itu tidak pernah ada.

don’t die, sehun-ah, promise me, i will help you”, dengan refleks, aku menangis. Ini sangat aneh, air mata itu dengan sendirinya mengalir dari pelupuk mataku. dan perlahan jatuh, bermuara di atas pipi pria di depanku.

Jempolnya lagi-lagi menyusuri bibirku, kali ini ia naik, ke pipiku dan menghapus beberapa bulir air mata yang masih mengalir di sana.

d-don’t cry, promise me” ia bergumam, setengah berbisik. Kemudian ledakan terjadi di dekat kami, aku memeluk sehun erat di dalam tubuhku, mengunci ia dari serpihan besi yang beterbangan.

Pria ini adalah satu pria asing bagiku, tapi berada di sini, hampir kehilangannya, membuat aku susah bernapas. Aku lihat kembali wajah sehun di dalam tanganku, ia tersenyum, kulitnya semakin pucat, darah segar keluar dari kakinya.

Pria ini benar-benar bodoh. Ia terluka, namun ia malah tersenyum.

i told you, don’t cry. I will die if you cry”, ucapnya berbisik. Kemudian napasnya tersengal beberapa kali. aku panik. Aku berikan napas buatan padanya. Bibir kami bertemu, dan aku mentransfer beberapa oksigen untuknya.

Ia masih tersengal, aku berusaha melepaskan napas buatanku, dan kembali memompa jantungnya, namun ia menarikku pelan, seolah tidak ingin bibirku lepas dari tautannya. Aku tidak berusaha melawan, sambil terus mentransfer oksigen, bibir sehun menciumku lembut, menghapus luka di bibirku dengan air liurnya.

Ledakan kembali terjadi, dan kali ini kemiringan kapal hampir 65 derajat. Aku merosot, hampir jatuh ke air, namun tanganku ku kaitkan pada tiang tiang di sekitarku. Sehun masih menciumku, seolah ledakan tidak pernah terjadi.

Kemudian tanpa aba-aba, ia melepaskan bibirku dengan segera, pria ini tersenyum dengan sangat aneh, darahnya mengalir saat tenggorokannya terbatuk. Ia mengusap kepalaku lembut, seperti menghilangkan status ­noona-dongsaeng di antara kami.

“sekarang, aku bisa mati dengan tenang”, ucapnya.

Tepat di akhir kalimatnya, sehun tersengal beberapa kali, kris datang dari atas tali dan mengulurkan tangannya padaku. Sementara ledakan terus terjadi bertubi-tubi membuat aku tidak bisa berlama-lama di sana.

Sehun terus terbatuk, darah kental keluar dari sana. ia sekarat. dan aku tidak bisa menerimanya.

“YURI, NAIKLAH” Kris berteriak padaku. Namun aku mematung, Sehun sudah terbujur kaku di atas tanganku. Matanya terpejam dan aku tidak bisa menjelaskan apa yang terjadi. Semuanya begitu cepat, aku bahkan belum sempat mengatakan apa-apa padanya.

“YURI!” kris kembali berteriak. Namun aku dengan total, tidak mengindahkannya. Sehun berbaring di atas kapal, dan aku tidak dapat bergerak lagi. seolah separuh dari nyawa ku sudah hilang entah kemana.

Satu suara keras menimpa kepalaku, benda keras, seperti besi atau entahlah. Benda itu tepat mengenai kepala belakangku di saat ledakan terakhir terjadi. Kepalaku menjadi sangat pusing, perlahan semuanya menjadi gelap. Hanya tangan sehun yang bisa aku lihat dengan jelas. Aku menggenggamnya kuat, sebelum akhirnya aku tidak tahu lagi apa yang terjadi pada tubuhku.

***

Hujan salju membasahi 4 orang pria tinggi dengan setelan serba hitam. Mereka berdiri di atas pusara yang baru. Beberapa orang dengan pakaian serba hitam hadir di sana. beberapa mereka kenal, namun sebagian besar tidak diketahui. Ke-empat pria itu adalah Kris, Myungsoo, Minho dan Chanyeol.

Salju turun dengan lebih cepat seiring dengan malam yang semakin dingin. Mereka beranjak secara bersamaan dari sana. pergi dalam diam, dalam hening. Dua pusara baru sudah cukup bagi mereka untuk menghabiskan tangisannya.

Terbaring di sana adalah JYP dan Lee Gikwang. Dua orang sahabat, kerabat dekat, ayah, teman, suami dan seorang partner kerja yang baik. Chanyeol, anak tunggal dari JYP, sudah habis dengan tangisannya. Ia tidak bisa menahan apapun yang sudah menjadi suratan takdir dengan kepintarannya.

Lain dengan myungsoo, Gikwang adalah sahabat terbaiknya. Dan melihat bagaimana akhir hidup dari sahabatnya, membuat air matanya sempat surut.

Tiga hari berlalu sejak kejadian di dalam kapal pesiar. Pihak FBI sudah secara resmi meminta maaf pada khalayak umum, serta secara pribadi meminta maaf pada Slotte. sisi buruknya adalah, slotte telah berakhir. Dari ratusan agen yang ada di sana, hanya 20 orang yang tersisa. termasuk di dalamnya, Sehun dan Yuri berada di rumah sakit dalam masa perawatan.

Tapi seperti pepatah, di balik satu keburukan, ada berjuta kebaikan. Agen yang berjumlah 20 orang itu, ditawari untuk bekerja pada FBI secara resmi. Sebagian besar dari mereka menerimanya dengan senang hati. Namun 4 pria tadi tidak memberikan jawaban apapun. Mereka menunggu yuri dan sehun sadarkan diri.

“bagaimana keadaan sehun?”, Chanyeol bertanya ketika mereka secara bersamaan masuk ke dalam mobil hitam. Kris duduk di belakang setir, minho di sebelahnya. Sedangkan myungsoo dan chanyeol ada di jok belakang.

“sehun jauh lebih baik, yang perlu dikhawatirkan adalah yuri. hantaman keras di kepalanya diduga akan mempengaruhi fungsi otaknya, efek buruknya, mungkin ia akan menderita amnesia”, Myungsoo menjelaskan. Chanyeol menghembuskan napas kecewa.

“seburuk itukah kondisi yuri?”, tanya Minho. Kris hanya diam, tanpa bereaksi apapun. Myungsoo mengangguk cepat.

“kudengar sehun mendapatkan bantuan besi sebagai penyangga tulangnya yang patah. Benarkah itu, hyung?” chanyeol menuntaskan rasa penasarannya dengan terus bertanya.

“benar. Pada kaki kanan nya. kaki kirinya hanya mengalami retak, sedangkan kaki kananya sudah dinyatakan patah”, jelas minho.

“bagaimana dengan luka tembak di dadanya?”

“peluru sudah diambil, ia akan pulih dengan segera”, tambah minho.

Chanyeol mengangguk. Di dalam otaknya, ia masih membayangkan bagaimana detik-detik penyelamatan heroik dari kris di saat-saat terakhir yuri dan sehun. Kris turun dan membawa tubuh sehun dan yuri di tangannya. Kemudian chanyeol dan myungsoo menarik kris perlahan untuk sampai ke atas helikopter tepat sebelum kapal itu benar-benar mengalami kemiringan 90 derajat.

Chanyeol merasa beruntung memiliki hyung seperti kris. Tindakan dan cara berpikir kris yang sangat cepat dan akurat dapat digunakan dalam saat-saat genting.

“kita sampai”, chanyeol menggelengkan kepalanya ketika mendengar suara berat dari kris. Ia rupanya berpikir terlalu lama. Sekarang mereka sudah sampai di parkiran rumah sakit.

4 pria itu berjalan dengan gaya, menuju salah satu ruangan yang besar. Di dalamnya ada dua tempat tidur. Di sebelah kanan, terbaring yuri dengan segala peralatan infus yang lengkap. matanya masih terpejam. Sedangkan di sebelah kiri, ada Sehun yang sudah sadarkan diri. Namun tubuhnya terlihat masih sangat rapuh dan lemah.

“kalian bawakan jajangmyeon ku?”, ucap sehun ketika ia melihat wajah sahabatnya dari ambang pintu.

“maafkan hyung mu. Kami buru-buru”, ucap myungsoo. Ia mengusap-usap rambut sehun seperti anak kecil. sehun mengibaskan tangan myungsoo dan menatap sinis padanya.

wae wae wae?”

don’t treat me like a child”

“but you are the maknae.. maknae”

“cih”, sehun mendesis. Kris dalam diam, berjalan ke arah tempat tidur milik yuri. ia membenarkan posisi tidur gadis itu. rambut yuri yang menutupi sebagian wajahnya, ia singkirkan, sehingga kris dengan jelas dapat melihat wajah yuri.

Sehun meminta bantuan chanyeol untuk didudukkan dalam kursi roda. Dan dengan kursi rodanya ia berusaha berjalan ke arah kris dan yuri.

“dia akan terbangun, bukan?”, ucap sehun. Kris duduk dengan tenang di kursi sebelah ranjang yuri. ia menggeleng.

Chanyeol, myungsoo dan minho memutuskan keluar dari ruangan itu sementara. percakapan antara sehun dan kris mereka anggap sebagai percakapan pribadi, tidak untuk mereka dengar.

“tapi dia adalah wanita yang hebat, dia selalu mengatakan ‘aku kwon yuri’, kau ingat?”, kris diam dengan kalimat sehun. Ia tidak bergeming sedikitpun.

“… kwon yuri yang kukenal, lebih kuat dari apapun. Dia adalah seorang noona cantik yang sangat hebat. Kharismanya bahkan membuat kau dan aku setuju dalam misi melindunginya tanpa berpikir panjang. Kwon yuri yang kukenal, tidak akan ingin berlama-lama membiarkan tubuhnya berada di balik selimut putih dan terpejam, ia menyukai senjata, ia menyukai udara bebas. Kwon yuri yang kukenal adalah kwon yuri yang tidak suka ditangisi atau dikasihani, ia tidak suka menjadi lemah. Kwon Yuri yang kukenal adalah satu-satunya wanita yang kau dan aku cintai. Dan dia akan terbangun untuk ini. ia mempunyai satu tugas lagi yang sangat penting. Memilih antara aku atau kau…”

Sehun menatap sendu pada gadis di depannya. Kris menundukkan kepalanya lesu. Mereka tenggelam dalam diam. Tangan yuri tidak bergerak. Tidak ada jaminan kapan yuri sadar dari koma. Tapi mereka tetap menunggu. Kris dan sehun tidak dapat melakukan apapun selain menunggu gadis itu terbangun.

***

LEAVE RCL JUSEYO

129 thoughts on “JUST ME AND THE BOYS [Part 6]

  1. Sjelfeu berkata:

    Aaakkkkhh akhirnya mereka selamat dari perang mengerikan itu, semoga yuri cepet sembuh dan memilih minho *loh

  2. Tansa berkata:

    Aaahhh baru ngeh kalau Sehun cinta sama Yuri . . .
    Aku pikir tadinya mereka cuma suka-suka doang sama Yuri..
    Kasian banget Sehun sampe terluka parah gitu . . .
    Ga sabar baca next partnya ~

  3. Jia Jung berkata:

    Hiks.. Hiks..😦
    Eon, ada yg mau aku tanya, kooperasi itu apaan? Bukan’a kooperatif ya..
    Hehehe..
    Kenapa jadi gini? Tapi b’syukur Yul n Sehun msh selamat..
    Gimana kalo tar Yul amnesia?
    Trus kira2 sapa yg bakal dipilih Yul??
    Makin penasaran..

    Jia Jung

  4. intan berkata:

    Yuleon kau harus kuatt, kau harus sadar.😥
    Di part ini sungguh2 biat aku deg2an, panik, adem panas aku sungguh nggak bisa berpikir jernih.
    Bener2 menegangkan.

  5. Lulu Kwon Eun G berkata:

    Demi apah, yg tadinya lucu trs tegang mpe tegang bgt, shock, baca juga ampe gigit jari, gk nyangka jd sediiiih bgt jg…
    huaa..
    cepet sadar dong Kwon Yuri Glow menunggumu ^^
    gada kata laen, author nya memang LUAAARRR BIASAH….

  6. raditaputri berkata:

    ahhh kak nyunnnnnn, kak nyun sukses membuat hatiku dag dig dug pas adegan thunder dkk, well ini bagus kak nyun….
    Yuri, ayo cepet sadar dong, 5 pria itu masih setia menemanimu,,,
    Tulisannya bagus eon, diksinya aku sukaaa😀

  7. liliknisa berkata:

    Ternyata sehun suka sama yuri. Ah sedih dan menegangkan. Beneran keren kak nyun susah mau ngomong apa lagi ^^

  8. kaura berkata:

    huaaa aku kira sehun sama yuri bakal mati waktu di kapal, alhamdulillah selameet
    dan kayaknya pertanyaan kris udah kejawab deh dari cara yuri nyelametin sehun

  9. Anonym berkata:

    Aku kira dua pusara baru itu punya yuri sama sehun ternyata si JYP sama gikwang -_- ini feelnya ngena banget apalagi pas bagiaaan helikopter itu huhuhu😦 kira-kira siapa yg bakal dipilih yuri ya :3

  10. nurulnijma90 berkata:

    Sempet deg degan pas sehun nutup matanya, aku kira dia mati..😰mungkin reaksiku bakalan kyk yuri, nangis sambil mohon2 ‘jgn mati,jgn mati’untung aja ga.
    authornya emg pinter ngaduk2 emosi+ngetwist cerita..
    misinya udh kelar, walaupun hrs jatuh korban dr kedua pihak. skrg tinggal klimaksnya nih, gmn akhir kisah slotte member, jg yuri yg masih terbaring koma..kira2 dia bakalan sadar dan inget atau sadar tp amnesia??
    Let’s check next part!!🙌

  11. RiKu.Cho04 berkata:

    Eihhhh… Sampe lupa cara nafas pas adegan selamat menyelamatkan di kapal… Huftttthhh… Poor sehun, tapi ya maknae yg satu ini mash bisa aja curi kisseu pas d wktu genting… Mana dia udah sekarat…. >.< greget… How about uri Yuri… Get well soon, eonni… Kalo tdurnya kelamaan, ntar cwo2 glow, pindah halauan…kkkk

Leave your review, don't treat me like a newspaper.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s