JUST ME AND THE BOYS [Part 7]

Just me and the boys (Chanyul)

AKAN MENUJU ENDING DI CHAPTER DEPAN. YEAY~~

Makasih buat semua support nya.

***

“gadis ini memiliki masa-masa yang sulit dalam perawatannya. Luka terparah berada di otak belakangnya. organ paling vital. Namun ia masih bisa bertahan hidup. aku tidak bisa menjamin bahwa ingatannya akan kembali dengan sempurna dan intelejensi nya masih sama. Dan juga karena kerusakan beberapa fungsi syaraf di sana, kemungkinan besar gadis ini akan mengalami lumpuh sementara. dia masih memerlukan beberapa perawatan intensif dengan teratur, jadi kumohon agar teman dekat, keluarga atau kerabatnya tidak membebani otaknya dengan terlalu berat”

Kata-kata seorang pria bermantel putih dengan stetoskop menggantung di leher, masih terngiang-ngiang di kepala sehun. Kalimat pria itu tidak mengandung kebohongan sama sekali, namun bagian terdalam dari hati Sehun masih tetap tidak menerimanya.

Ia kini duduk di bangku taman belakang rumah sakit, di antara beberapa pohon bersalju. Hari-hari si Seoul menjadi semakin dingin. Natal akan tiba dalam 3 hari. Jika biasanya Sehun bersiap-siap menyambut natal bersama Glow di markas slotte,  maka tahun ini adalah tahun pertama mereka tidak melakukannya.

Pertama, slotte dan isinya sudah tidak ada, dan kedua, tidak ada yang patut untuk dirayakan dengan ini. Euforia natal kali ini terasa biasa saja untuk Sehun.

Di kejauhan, ia bisa lihat Chanyeol sedang mendorong kursi roda milik yuri. gadis itu terduduk di sana dengan mata kosong dan berkaca-kaca. Selain ‘ya’ dan ‘tidak’,  gadis itu tidak akan berkata apa-apa lagi.

Sudah seminggu, Yuri sudah siuman dan ia telah sadar sepenuhnya. Ingatannya belum kembali, tepat seperti apa yang diperkirakan dokter. Dan lagi… ia lumpuh. Kakinya tidak dapat digerakkan. Beruntungnya. Tangannya perlahan menunjukkan kemajuan dibanding saat pertama kali ia menggeliat di kasur. Setidaknya, tangan kanan dan kiri yuri bisa merespon dengan baik.

Yuri –seperti penderita amnesia pada umumnya, tidak dapat mengenali siapapun. Tapi anehnya ia bisa langsung akrab dengan Chanyeol dalam beberapa jam setelah ia siuman. Nama pertama yang ia hapal adalah nama Chanyeol. Bahkan yuri mengatakkannya lengkap dengan marga.

Dokter menjelaskan bahwa ada kemungkinan Yuri bisa mengingat hal-hal atau orang-orang yang membuatnya selalu tersenyum atau tertawa. It makes sense, karena di antara member Glow, hanya Chanyeol lah yang memiliki selera humor paling tinggi. Dan mungkin selama bersama mereka, diam-diam yuri terhibur dengan Pria tinggi ini.

Myungsoo, Kris, dan Minho adalah 3 orang berturut-turut yang yuri hapal kemudian. Agak sulit melakukan pendekatan dan mencoba ingatan yuri dengan hati –hati, tapi akhirnya mereka berhasil.

Sehun adalah satu orang yang tidak bisa yuri hapal. Pernah sekali ketika sehun mengenalkan dirinya pada Yuri, gadis itu berteriak histeris dan pingsan seketika. Ataupun ketika namanya di sebut oleh orang lain, Yuri akan bertindak seperti orang gila dan tidak dapat terkendali.

Untuk alasan inilah ia memilih duduk di bawah pohon saat ini. memandangi wanita yang dicintainya itu dari jauh.

“kau baik-baik saja”, Kris datang, di tangannya terpatri sebuah gelas plastik  yang masih di segel. Ia serahkan itu pada Sehun. Pria kurus itu menerimanya dengan baik. Ia membuka tutup gelasnya dan menyeruput air –yang ternyata kopi sedikit demi sedikit.

“aku selalu baik”

“kau yakin? Aku tidak melihatmu menghabiskan makan siangmu”

“aku sedang tidak berselera”

“karena Yuri?”

Sehun meneguk kopinya perlahan, jakunnya naik turun seiring dengan zat cair yang menerobos kerongkongannya. Ia menggenggam gelasnya erat, ia rapatkan syal nya dan menatap lekat-lekat pada wanita yang terduduk di kursi roda di kejauhan.

“dia—masih tidak mengingatku”, kali ini Kris tertunduk, tangannya disangga oleh pahanya sendiri. Ia tidak ikut menatap gadis di atas kursi roda itu –seperti yang dilakukan sehun. Pria dengan rambut pirang ini memilih menatap rerumputan yang habis di tenggelamkan oleh salju.

“dia hanya butuh waktu”, sambut pria pirang itu singkat. Sehun tersenyum. Namun siapapun tahu senyumnya bukan untuk mewakili sepercik kebahagiaan yang terkubur di dalam hatinya.

“—dan di saat waktu itu telah tepat datang, mungkin aku sudah tidak berada di sini”, Sehun tertawa. Kris menatapnya datar.

“sudah kubilang jangan membahasnya”, Kris bicara dengan nada dingin. Seakan marah karena sesuatu.

“maafkan aku, tapi cepat atau lambat aku akan pergi dari Korea. Kembali ke kehidupan normal bersama kedua orang tuaku”, Kris menepuk pundak Sehun berkali –kali, memberi satu pengobatan mental. Sehun hanya menundukkan kepala sambil menyilangkan tangannya di depan dada. Ia mencoba bertahan dari kedinginan.

“aku tahu—kita semua tahu karena kita akan melakukan hal yang sama, Chanyeol, Myungsoo, Minho, kau dan bahkan aku akan kembali menjalani hidup kita masing-masing, tapi kau tidak bisa menyerah atas Yuri. dia pasti akan mengingatmu”

“kau tidak perlu menghiburku. Aku tahu kau mencintainya, hyung. Aku tidak mempermasalahkan ingatan yuri tentangku. Ada atau tidak ada aku dalam otaknya, tidak akan mengubah apapun. Dia Kwon Yuri, dan aku siapa? Oh Sehun yang pathetic

Kris meremas bahu Sehun erat, menahan pria itu agar nada suaranya tidak berubah menjadi parau. Kris sangat mengerti apa yang dirasakan oleh Sehun, tidak diingat oleh orang yang paling dicintainya seumur hidup adalah pengalaman menyakitkan. Ia pun sadar bahwa ia mencintai Yuri, namun ada sesuatu di dalam diri Sehun yang membuat Kris merasa cinta nya akan sia-sia. Sehun adalah pecinta yang gigih. Dia tidak akan mudah berpaling dari satu gadis ke gadis lainnya. Dia juga bukan tipe seorang dongsaeng yang gampang jatuh cinta pada seorang noona. namun ketika pria ini berkata bahwa ia mencintai seorang gadis, maka ia akan melakukan segalanya untuk gadis itu.

Kris masih mengingat bagaimana ia dan sehun bertemu di sebuah cafe. Mereka sama-sama bekerja di slotte, namun tidak pernah mengenal satu sama lain. Sampai akhirnya mereka ditugaskan dalam tugas yang sama –melindungi yuri. Jauh sebelum Glow terbentuk, Sehun dan Kris secara diam-diam melakukan penjagaan ketat secara ketika Yuri ditugaskan dalam misi. Mereka menjaga yuri dari jauh. Pernah satu ketika yuri terjebak di dalam api di satu apartemen dalam misinya, wanita itu pingsan, dan Sehun menerobos api dengan tangan kosong hanya untuk membawa tubuh gadis itu pergi dari sana.

Kris tidak dapat menjelaskannya, tapi ia bisa bilang bahwa Sehun berani mati demi cintanya. Tidak hanya sekali dua kali Sehun hampir merasakan mati hanya untuk menyelamatkan gadis keras kepala itu. Tapi sehun tidak pernah –dan tidak mau belajar. Cintanya mengalahkan semua rasa takutnya.

Sehun tidak pernah berkenalan secara resmi pada Yuri –meskipun ia berkali kali menyelamatkan hidupnya. dan Yuri tidak pernah bertanya siapa yang menyelamatkannya. Mungkin ia pikir tim medis atas polisi lokal yang melakukannya. Sehun lebih suka diam dan menatap yuri dari jauh tanpa bisa mengatakan apa yang dirasakannya.

Ketika yuri terbaring di rumah sakit dalam koma beberapa bulan lalu di LA, sehun memperhatikannya dari balik pintu. Tanpa berani menyentuh atau menatap matanya yang tertutup sempurna. Ketika wanita itu bangun, Sehun akan menghilang, kembali memperhatikan wanita itu dari jauh.

Kris tersenyum. Ia berdiri dan memasukkan tangannya ke dalam kantung jaket tebalnya.

“aku tahu kau sangat mencintainya, dan kuakui aku juga telah mencintainya sejak lama. Kau tidak bisa pergi meninggalkan gadis itu. karena jika kau lakukan—“, Kris menggerakkan jakunnya naik dan turun beberapa kali, Sehun menatapnya serius “—aku akan mengambilnya darimu”.

Dan di akhir kalimatnya, Kris berbalik. Berjalan menjauh dari Sehun.

Pria kurus yang duduk itu tertawa, tertawa hambar. Ia tidak ingin itu terjadi. Namun ia tidak bisa melawan kehendak kedua orangtuanya. Ia memang harus pergi dari Korea, dan meninggalkan wanita yang mengubah hidupnya selamanya.

***

keesokan harinya.

“Yuri-noona, kau tahu ini apa?”, Chanyeol memberikan yuri sebuah album foto yang selamat dari sisa-sisa kerusuhan di slotte. album itu berisi file pribadi Yuri selama ia menjadi agen di sana.

“ini aku?” sahutnya lemas.

eo, ini kau. Terkesan?”, Myungsoo meletakkan satu buah mangkuk berisi bubur di tangannya. Ia mulai menyendokkan beberapa suapan ke mulut Yuri. namun Yuri menggeleng, ia menolak untuk makan. Matanya terpaku pada lembar demi lembar foto yang ia lihat.

“kenapa aku berpakaian seperti ini?”, Yuri bertanya ketika ia melihat foto seorang wanita dengan busana hitam dan beberapa senjata di tangannya. Di sebelahnya terdapat seorang ahjussi yang terlihat ikut berpose di atas kursi dengan kaki yang di angkat ke atas meja.

“kau menyukai pesta kostum, sama seperti ahjussi di belakangmu. Namanya JYP”, Minho berbohong. Mereka telah sepakat, akan membuat Yuri menjadi gadis normal dengan melupakan masa lalu nya. waktu mereka tidak banyak lagi, mereka harus kembali ke kehidupan biasa. dan membohongi yuri adalah satu satu nya cara keluar dari masa lalu nya yang kelam. Jika tidak begini, siapapun tahu bahwa Kwon Yuri yang keras kepala ini akan kembali memegang senjata walaupun ia bekerja sendiri. Dan Glow, tidak menginginkan ini.

Seperti yang diketahui, Nickhun, Yongguk dan Thunder mungkin sudah tidak ada di dunia ini. tapi siapa yang bisa menjamin bahwa keturunan mereka, sanak saudara mereka, atau siapapun, masih menyimpan dendam pada Yuri tentang ini. dendam Thunder dan sekutu nya, bukan hanya statis pada yuri saja, tindakan mereka dengan menghancurkan Slotte, menunjukkan kebencian terbesar pada instansi itu. lagipula, mereka bekerja sama dengan yakuza dan juga siapa yang tahu bahwa FBI cukup ‘suci’ dalam kasus ini.

Intrik nya meruncing. Dan dengan sisa beberapa orang saja dari slotte, tidak akan mampu melawan pergumulan besar itu. tidak ada yang bisa memastikan siapa yang benar dan siapa yang salah. Bahkan alasan dahulu Takada Choi memerintahkan membunuh orang tua Thunder dan sekutunya saja masih tanda tanya besar.

Tidak ada cara lain selain melupakan semuanya dan kembali pada kehidupan normal ketika mereka masih punya kesempatan.

Chanyeol akan hidup mandiri di Jepang, ia mendapat tawaran pekerjaan graphic designer untuk perusahaan animasi di sana. Myungsoo mungkin akan kembali pada orang tua nya yang kaya raya di Prague. Minho lahir dan dibesarkan di Korea, ia tidak mempunyai keluarga untuk singgah. Satu-satu nya tempat untuk mengasingkan diri adalah kawasan Filipina. Di sana terdapat satu panti asuhan tempatnya dipungut oleh JYP. Kris akan kembali menjadi pangeran dari LA. Hidup bermewah-mewah bersama keluarganya yang terlanjur kaya raya.

Dan Sehun akan pulang bersama orang tuanya ke Italia. Memulai kehidupan barunya di sana.

Yang tersisa adalah Yuri. dan gadis ini membuat para pria itu harus menunda rencana mereka sampai ia pulih.

“aku terlihat menyeramkan”, Yuri mengagetkan 3 pria di depannya dari lamunan panjang. Gadis itu membuka lembar lain lagi dari foto albumnya.

“aku tahu tempat ini, ada di mimpiku”, ucapnya lemah. Myungsoo melihat gambar yang coba yuri tunjukkan padanya. Sebuah gedung –markas Slotte. myungsoo hanya tersenyum. Tidak mampu menjawab apapun. Ia takut kalimatnya malah akan membangun ingatan buruk yuri tentang slotte.

“ada begitu banyak aku di dalam gambar ini. tapi aku tidak dapat mengingat apapun, maaf”, yuri menggigit bibirnya, menatap Minho dan Chanyeol dengan tatapan menyesal.

“ah~ tidak apa-apa, kau tidak usah memaksakan dirimu”, Chanyeol berusaha menghibur Yuri. gadis itu tersenyum.

“kalau begitu, ceritakan tentang aku. Kalian mengenal aku sejak lama, bukan? bagaimana tentang orang tuaku? Apa yang aku lakukan di sepanjang hidupku? Kalian bisa menceritakannya?”

Myungsoo menukar pandangan bingungnya pada Chanyeol. Minho memilih berbalik badan dan menatap tembok –bicara dengan cicak seperti yang biasa Sehun lakukan. mereka diselamatkan oleh bunyi pintu yang tiba tiba terbuka. Kris muncul di ambang pintu kamar Yuri.

ah~ hyung. Darimana saja kau, ponselmu tidak aktif. Kami mencarimu” Chanyeol berbasa-basi pada Kris hanya untuk menghilangkan pandangan matanya dari Yuri yang meminta jawaban. Kris sempat bingung. Ia yakin ia masih mengaktifkan ponselnya. Dan lagi ia tidak pernah merasa ada telepon masuk dari Chanyeol dan yang lain.

“Chanyeol-ssi, kau belum menjawab pertanyaanku. Ceritakan tentang aku. Aku juga ingin tahu bagaimana aku hidup sebelum menjadi seperti ini”

Kris mengerjap. Ia akhirnya mengerti kenapa chanyeol bertindak sangat aneh padanya. Chanyeol membagikan pandangan bingungnya ke arah Kris. Pria blonde ini berjalan, melewati Chanyeol dan menepuk pundaknya beberapa kali.

“apakah kau yang akan bercerita, Kris?”, Kris tersenyum pada Yuri. “apa yang harus aku ceritakan?”

“semuanya. Ceritakan bagaimana aku hidup sebelum aku terbaring di sini. Apa yang membuatku bisa seperti ini dan bagaimana kalian bertemu denganku. Aku ingin mendengarnya. Aku ingin ingatanku kembali”

Kris duduk di pinggiran kasur yang ditempati yuri. ia menyingkirkan selimut putih yang sebagian menutup tangan kiri yuri. dengan penuh kehangatan, kris meraih tangan itu, mengisi ruas ruas jarinya dengan tangannya sendiri. Jempolnya memberi usapan hangat pada pungung tangan yuri.

“kau tidak perlu mengingat apapun, Yuri. meskipun kau melupakan semuanya, kami yang akan mengingatnya untukmu”

Kris menatap yuri lembut. entah ada perasaan sesak seperti apa di hati yuri. perasaan itu terus mendorong kelenjar air matanya bekerja lebih cepat. Bulir air mata menetes perlahan dari pelupuk matanya. Satu butiran kecil mendarat bebas di punggung tangan kris yang sedang menggenggamnya. Chanyeol memutuskan berbalik dan menangis dalam diam tanpa ingin dilihat siapapun. Myungsoo dan Minho saling bertatapan dan menunduk lemah.

Dalam setiap detik, air mata yuri menjadi semakin deras. Kris mengangkat tangannya yang lain dan menghapus air mata yuri. wanita ini tetap tersedu. Seakan ia depresi atas ingatannya sendiri. Kris tidak bicara apa apa selain menahan tangisnya tidak pecah.

Yuri meremas selimutnya dengan kesal dan memukul kepalanya sendiri dengan tangannya. Kris menghentikannya.

“kau tidak boleh menyakiti dirimu sendiri, kami akan sakit”, Yuri menatap wajah kris dari jarak nya yang begitu pendek. Mata kris memerah namun berusaha untuk tidak menangis. Yuri bisa melihat jauh di belakang kris, ada chanyeol yang menangis tersedu, dan ada myungsoo dan minho yang mencoba menundukkan kepala.

“kenapa kalian seperti ini?”, Yuri kembali dengan nada paraunya, “kenapa kalian melakukan ini padaku? Kenapa kalian bisa bersabar dengan seorang wanita lumpuh yang bahkan tidak ingat siapa dirinya sendiri? Kenapa?!”

Yuri berteriak. Nadanya naik secara tajam, air matanya kembali mengalir. Chanyeol tidak bisa bertahan lama di sana, ia lari ke kamar mandi dan menumpahkan air matanya di sana. keadaan yuri membuatnya begitu sedih dan teriris.

Kris menatap yuri, mencengkram kedua bahu yuri dengan erat namun dengan maksud tidak menyakiti yuri. ia membuat wajah yuri hanya menatapnya. Hanya wajah kris.

“kau lihat mataku”, yuri menolak perintah kris, ia menatap sprei putih yang kini berantakan.

“lihat aku, yuri”, perintah kris sekali lagi. yuri menatapnya.

“apa kau lihat seorang wanita di mataku?”, Yuri memperhatikan mata coklat sempurna milik kris, ia melihat pantulan dirinya sendiri di sana, dan mengangguk.

“wanita ini tidak mengingat apapun, ia depresi, ia menangis, ia marah, ia kesal, tapi dia tidak menyadari, bahwa dengan bertindak seperti itu, hanya akan membuat beberapa pria di belakangnya sedih. Tidakkah wanita itu terlalu egois?”

Yuri termenung, perlahan tangisannya surut.

“wanita ini tidak tahu, berapa banyak malam yang kami habiskan hanya untuk menjaga air mata kami tetap kering. Berapa banyak hari yang kami lewati dengan perasaan tidak tenang hanya karena wanita ini. berapa banyak kegembiraan yang kami lakukan hanya karena kemajuan kecil dari kesehatan wanita ini. wanita ini tidak perlu melakukan apa apa selain tetap tersenyum. Karena dengan menangis, hanya akan menambah parah luka yang belum kering di hati kami –kelima pria itu”

Yuri menatap kris dengan berkaca-kaca. Ia bisa dengan jelas melihat dirinya sendiri yang terlihat menyedihkan di mata kris. Genggaman tangan kris semakin kuat. Satu tangannya menyibakkan beberapa helai rambut dari wajah gadis itu.

Satu lagi bulir air mata menetes dengan cepat.

“kami menyayangimu, yuri”, kris berkata dengan cepat sebelum air mata kedua jatuh dari sudut mata yuri. wanita ini membuka matanya lebar-lebar. Memperlihatkan mata indahnya yang bulat. Ia berusaha menyunggingkan senyum di wajahnya dengan susah payah. Dan ketika senyum tersemat, air matanya kembali jatuh secara spontan. Bahu nya naik turun seiring dengan semakin deras air mata di pipinya. Kris menarik gadis itu ke delam tubuhnya. Ia mendekapnya hangat. Tangan kris mengusap-usap kepala yuri lembut. yuri tidak menolak, wajahnya tenggelam di dalam dada kris. Ia menangis di sana.

“maafkan aku”, bisik yuri lemah sehingga hanya kris yang bisa mendengarnya.

“aku mencintai kalian”, ucapnya kembali, lirih. Kris merendahkan tubuhnya, membuatnya sejajar dengan yuri. ia menatap wajah yuri dalam-dalam.

“dan aku mencintaimu”, ia mengecup kening yuri dengan lembut, menghentikan tangisan yuri yang menganak sungai. Yuri dengan mata bulatnya menatap kris bingung. Namun ia memutuskan untuk kembali tenggelam di dalam pelukan kris, dan menangis di sana.

Jauh di ambang pintu, sepasang mata menatapnya sendu. Ia tidak berani masuk, dan tidak benar benar pergi dari sana. kepalanya bersandar di tembok. Dadanya sakit. Dia tidak berdarah, dia tidak mempunyai luka tusukan, tapi hatinya sangat perih. Napasnya menjadi tidak teratur. Matanya terpejam, sekaan ia tidak berani menatap satu lorong panjang dengan orang berlalu lalang menatapnya heran.

Sehun merosot. Ia bersandar di dinding, terduduk. Dengkulnya lemas dan matanya menjadi buram. Air mata jatuh menuruni pipinya. Entah apa yang membuatnya menjadi seperti ini. apakah karena yuri menangis atau karena kris memeluknya. Entahlah. Sehun tidak tahu lagi. ia mengelap wajahnya dengan tangannya asal. Hidungnya memerah. Ia rekatkan kembali mantel pada tubuh kecilnya. Mencoba berdiri kembali.

Dengan langkah gemetar, ia berjalan menjauh, meninggalkan se-bouquet bunga anggrek yang ia bawakan di sana. langkah pria itu gontai. Pandangan matanya blur sampai beberapa meter ke depan. Pikirannya kacau.

Jika waktu bisa diputar kembali, ia berharap ia tidak ada di sana saat itu.

***

Sejak saat itu, Sehun tidak pernah datang ke Rumah sakit untuk menjenguk yuri. ia lebih suka menyendiri di kediamannya bersama kesunyian. Sehun masih berada di Korea. Namun waktunya untuk kembali ke Italia sudah semakin sempit. Ia tidak mempunyai waktu banyak untuk memandang wajah yuri. namun ia tidak melakukannya.

“kau tidak ke sana lagi hari ini?”, Minho melemparkan sebuah apel ke tangan Sehun. Ia menangkapnya dengan sigap dan menggigit pinggirannya, meninggalkan satu bagian bekas gigitan yang besar.

“kalian sudah cukup”, ucapnya. Ia mengambil remote TV dan memindah-mindahkan channel asal.

“dia sudah bisa berjalan”, Ucap Minho lagi.

“Myungsoo-hyung sudah memberitahuku”

“dan kau tidak akan merayakannya bersama kami di rumah sakit?”

“sudah kubilang, kalian cukup”

“kau terlalu pathetic, Sehun-ah. Kau tidak akan menang bersaing dengan Kris jika seperti ini”, Sehun menggigit apelnya singkat. Ia mengunyahnya dan menelannya dengan segera. Minho bersandar pada pintu kulkas sambil menunggu sehun bicara.

“ini bukan tentang persaingan.”

“lalu apa? semua tahu bahwa kau dan kris sama sama mencintai Yuri”

“Kris iya, tapi aku tidak”

“apa yang kau coba untuk katakan disini, Sehun­-ah?”

“aku memang pernah mencintainya. Dulu”, Minho menaikkan satu alisnya, ia menggenggam satu susu kalengnya dengan erat.

“aku tidak bisa menerima keadaannya yang menyedihkan seperti sekarang, dia bukan wanita yang sesempurna dulu. Dia caca—“, belum selesai Sehun berbicara, Minho mendaratkan satu hantaman tangan yang keras di wajah sehun. Pria kecil itu tidak melawan. Ia menghapus darah yang mengalir dari pipinya dengan sekaan singkat.

“jangan pernah mengatakan yuri cacat”, Sehun tersenyum sinis. Ia berdiri, menepuk-nepukkan debu yang ada di bajunya

“dia cacat, siapapun tahu itu”, Minho sekali lagi menghantam Sehun hingga sofa yang ada di belakangnya ikut terpental ke belakang. Minho berlari dan menggenggam kerah baju sehun dengan kuat kuat. Ia menatap sehun dengan jijik.

“tidak kusangka, maknae adalah orang seperti ini”, Minho melepaskan Sehun ke lantai dengan sedikit tenaga, menyebabkan tulang tulang sehun beradu keras dengan lantai keramik. Minho masih memendam amarah di sorot matanya, namun ia lebih memilih pergi dari sana dengan segera.

Suara pintu terdengar berdebam sangat keras di telinga sehun. Bahkan satu Figura photo Glow jatuh dan hancur berserakan di atas lantai. Sehun dengan gontai berjalan ke arah figura itu, memunguti pecahan kacanya satu persatu. Ia memisahkan photo dari figura yang telah rusak. Ia pandangi lekat-lekat foto itu. semuanya tersenyum. Chanyeol dengan dereten gigi putihnya, Kris dengan senyuman singkat khas nya, Myungsoo dengan senyuman menyebalkan pada sudut bibirnya, Minho dengan senyuman kaku ala robotnya, dan dirinya sendiri dengan senyuman standar yang alami.

5 orang pria itu berpelukan dari samping, saling merangkul bahu mereka satu sama lain. Sehun memperhatikan foto itu dengan seksama. Ia menaruhnya dengan aman di satu filling cabinet.

“maafkan aku, hyungMaknae kalian berbohong, tapi tidak ada yang bisa kulakukan lagi. aku harus pergi.”

***

Minho berjalan kesal sambil merapatkan mantel tebalnya ke Rumah Sakit. Ia menceritakan semuanya ketika ia bertemu dengan Myungsoo.

“kau memukul maknae? Kau ini hyung macam apa?”, Myungsoo melebarkan matanya

“aku tidak menyukai kalimatnya tentang yuri”

mwo ya? kau sudah mulai ikut dalam pertarungan cinta kris dan sehun? Kau menyukai noona itu juga, eoh?”

anieyo. Bukan begitu. Aku hanya tidak suka dengan kalimatnya.”, Myungsoo mengangguk. Ia menghabiskan satu hidangan jamur hangat di tangannya.

“katakan Myungsoo-ah, apa mungkin seseorang yang berani mengorbankan nyawanya demi seorang wanita, bisa mengubah hatinya karena hal-hal kecil?”, Myungsoo mengunyah dan menelan jamurnya dengan cepat. Kemudian memberi minho jawaban.

“aku tidak tahu, aku tidak pernah jatuh cinta sebelumnya”

“hanya bayangkan saja, kau tidak bisa?”

“entahlah. Cinta tidak ada di dalam buku yang pernah aku baca. Bagaimana aku bisa membayangkannya?”

“jadi kau tidak bisa menjawabnya?”

“tidak, tapi mungkin Chanyeol bisa membantu menjawab pertanyaanmu. Dia yeoja-killer

“aku sudah meneleponnya sesaat setelah aku bertengkar dengan Sehun. Dia tidak mempunyai jawaban selain memarahiku, jinjja… ia memarahiku seperti aku membunuh 70 orang, padahan aku hanya memukul seorang maknae”

“kau yang salah. Ketika kris mengetahui ini, mungkin ia akan langsung memukulmu”

“sebaiknya jaga ini tetap rahasia dari kris-hyung

“sebaiknya siapkan dirimu daripada bersusah payah membungkam mulut kami. Siapa yang tahu Kris hyung sekarang sudah mengetahuinya”

Minho menghembuskan napasnya yang berat. Ia curi beberapa jamur yang sedang dipegang oleh Myungsoo. Kepalanya mendongak ke langit langit yang mendung.

“aku akan habis jika bertemu dengannya”

***

Yuri sedang membuka mulutnya lebar, menerima setiap suapan kecil dari sendok yang dipegang Kris. Satu tawa kecil keluar dari mulutnya ketika satu makanan di dalam sendok itu jatuh ke atas tanah bersalju.

“apa yang lucu?”, ucap Kris, mencoba menakuti yuri dengan tatapan mengerikannya. Alih-alih takut, yuri memukul bahu kris dengan tangannya.

“kau senang sudah bisa memukulku?”

ani, aku ingin mencoba menendangmu dengan kaki ini”

aigoo, Tuhan menyembuhkan kaki dan tanganmu bukan untuk menendang dan memukulku, pabo”, Yuri terkekeh mendengar bagaimana Kris mengatakan pabo kepada dirinya. Ia mengayun-ayunkan kakinya di atas salju tebal. Hidungnya memerah, tapi ia bersikeras keluar ruangan kamarnya.

“aku merasa nyaman menendangkan kakiku dan menggerakan tanganku untuk memukul. Seperti aku sudah melakukan ini berulang –ulang dalam hidupku”

Kris berdehem.

“mungkin kau hanya belum terbiasa”, ucapnya. Ia tidak ingin mengatakan bahwa ada benarnya dari apa yang yuri katakan. Memang ia sudah terbiasa dengan tendangan dan gerakan agresif tubuhnya untuk menyerang. Yuri adalah agen. Tapi kris, somehow, tidak bisa mengatakannya pada yuri.

“aku pernah bermimpi… aku melihat kau, aku, chanyeol, minho, myungsoo dan satu orang pria berkumpul di sebuah kapal pesiar yang sangat besar. Lampunya tiba tiba gelap dan aku terjebak di lift. Pria yang tidak kukenali itu menolongku, aku selamat. Lalu ledakan besar terjadi dan aku terbangun”

Kris menelan ludahnya, melatih ekspresi tenangnya.

“mimpimu sangat menyenangkan sepertinya”

“benar. Aku juga merasakan seperti itu ketika aku terbangun. Tapi aku tidak mengingat siapa pria itu”

Kris ragu. Ia ingin mengatakan bahwa pria itu adalah Sehun. Namun melihat reaksinya beberapa hari lalu ketika ia mendengar nama Sehun, kris memilih bungkam.

“ada satu lagi. pria itu menciumku. Dan aku menangis, ia mengatakan sesuatu tapi aku tidak mengingatnya, aku selalu terbangun ketika mimpiku hampir mencapai puncaknya”

Kris menepuk pundak yuri erat. “tidak usah terlalu dipikirkan. Mimpi hanya bunga tidur”, ucapnya meyakinkan yuri. ia termanggut manggut beberapa kali.

Salju turun perlahan, yuri mulai kedinginan. Kris membawanya kembali masuk ke gedung rumah sakit. Yuri berjalan perlahan, ia telah bebas dari kursi roda. Kris menuntun tangannya dengan sangat hati hati agar yuri tidak terjatuh.

Jauh di belakang yuri ada beberapa anak kecil yang sedang melempar beberapa salju yang dibentuk seperti bola tenis. Beberapa anak yang terkena lemparan salju jatuh dan terjerembab di atas tumpukkan salju. Namun mereka tertawa, dan melakukannya lagi.

Yuri melihatnya, ia meminta kris mengambilkannya beberapa salju dan membuatnya seperti bola. Tidak jauh di depan yuri, Chanyeol sedang berjalan membawa satu plastik penuh makanan. Yuri melemparkan bola salju itu ke muka chanyeol. Dan ia berteriak kegirangan ketika chanyeol kaget dan menjatuhkan plastik nya. Chanyeol melihat ke arah yuri, senyumnya melebar. Ia menggumpalkan beberapa salju dan melemparkannya ke arah yuri.

Yuri berteriak kesenangan ketika bajunya basah karena salju dari chanyeol. Ia memutuskan berjongkok dan mengambil beberapa lagi salju untuk dilempar pada chanyeol. Namun saat ia tengah bersiap, satu bola salju kecil menghantam dengkulnya. Myungsoo dan Minho berdiri di sana. dengan senyum yang sangat puas. Yuri tertawa. Ia melemparkan bola salju yang telah dibuatnya pada kris. Pria ini sontak menjauh dari yuri. Chanyeol membalas serangan pada Minho, dan Myungsoo melemparkan beberapa bola salju pada yuri.

Anak kecil yang tadi beberapa kali melakukan lemparan bola salju di sana, menghindar, mereka berubah menjadi penonton, anak kecil itu beberapa kali menertawai salah satu dari pemain yang terkena gumpalan salju paling parah.

“kau curang, noona”, ucap chanyeol ketika dengan tiba tiba yuri menyerangnya dari belakang. Yuri tidak bisa berlari karena kakinya masih kaku, namun ia bisa berjalan dengan tempo lebih cepat untuk menhindari dari serangan balik chanyeol.

Yuri terkekeh, ia kembali membuat bola salju dan kali ini menyerang Minho. Minho mengelak, ia membuat satu bola salju yang lebih besar dan melemparkannya ke arah Yuri. tiba tiba satu bola salju datang dari arah yang berlawanan dengan serangan Minho. Yuri lebih cepat dan menghalau serangan itu dengan satu bola saljunya. Sehingga bola salju milik Minho bercerai berai menjadi butiran biasa di udara.

Myungsoo kali ini masuk ke area serangan yuri. ia mengumpalkan satu bola salju yang kecil, namun ia buat menjadi beberapa bagian. Sehingga setiap serangannya seperti peluru yang menyerang dengan bertubi tubi. Di serangan pertama dan kedua, yuri merasakn hantaman dingin di wajahnya. Ia tertawa. Myungsoo memiliki ide serangan yang sangat brilian.

Myungsoo terus melemparkan bola bola kecil dengan interval waktu 2-3 detik saja. Sehingga itu terlihat seperti hujan salju pada yuri. Minho dan Chanyeol membantu Myungsoo membuat beberapa bulatan salju, sedangkan kris memperhatikan dari jauh sambil tersenyum.

Yuri mencoba berjalan lebih cepat untuk menghindar dari serangan myungsoo. Ia terlalu senang. Langkah kakinya terasa sangat ringan.

noona, kau tidak bisa kemana mana”, Chanyeol menggoda yuri. Yuri hanya tertawa, namun ia masih tetap dalam mode menghindarnya. Kakinya seperti tidak menapak di tanah. Ia baru merasakan bahwa tubuhnya seringan kapas. Myungsoo melemparinya dengan tepat di wajahnya, yuri menunduk. Myungsoo menyerang kembali di tubuh yuri, gadis ini berlari.

Gadis ini benar benar berlari, sangat kencang seperti ia tidak pernah lumpuh sebelumnya. Kris termenung dengan pemandangan di depannya. Myungsoo sempat memerlambat gerakan lemparannya. Takjub dengan kondisi fisik dari yuri yang pulih begitu cepat.

Minho dengan spontan, melempari yuri dengan bola salju kecil di tangan myungsoo. Satu hal lagi membuatnya hampir pingsan melihat gadis itu.

Tepat di saat bola bola salju itu hendak menghantam tubuhnya, yuri merendahkan tubuhnya ke belakang dan melakukan beberapa kali putaran di udara. Ia mendarat dengan kaki kiri sebagai tumpuannya. Begitu pula ketika Chanyeol mencoba menyerang, Yuri dengan cekatan tiarap di atas salju sehingga bajunya basah, kemudian berguling dan berdiri dengan hanya bantuan kakinya, tidak menggunakan tangan sebagai tumpuannya.

Dagu chanyeol hampir tidak bisa menutup.

Yuri sendiri terlihat kebingungan. Ia tidak merasakan sakit atau apapun. hanya udara dingin dari salju yang perlahan merasuk ke dalam tulangnya. Ia menatap tangannya dengan sangat takjub. Mulutnya menganga. Ia merasa tubuhnya sangat ringan dan sesuatu spontan terjadi pada setiap alat geraknya.

Yuri tidak melakukan itu –lompatan dan rolling, dengan sengaja. Ia hanya spontan melakukan gerakan itu seperti itu adalah gerakan yang setiap hari ia lakukan. ia merasa sangat familiar dengan gerakan tubuhnya itu.

“Yuri?”, Kris berjalan mendekati yuri yang terlihat kebingungan. Chanyeol sembunyi di balik tubuh myungsoo dan minho. Ia takut sesuatu yang aneh terjadi lagi pada yuri.

Yuri merasakan suara dari kris seperti granat buatnya. Kepalanya tiba tiba sangat sakit. Pandangan matanya menjadi sangat buram. Sesuatu menutupi gendang telinganya, menghentikan aliran darahnya. Napasnya menjadi sangat tidak beraturan. Potongan potongan gambar abstrak muncul di otaknya. Yuri terpejam, ia memegangi kepalanya dengan erat sebelum akhirnya jatuh dan tersungkur di atas tumpukan salju yang ia pijak.

***

Sedih sih ini mau berakhir. tapi seneng juga soalnya bebas dari pusing-pusing ria mikirin ending. hahaha😄. ending akan di post pada hari Senin malam. Stay Tuned dan tetap RCL.

Love ya guys~~

101 thoughts on “JUST ME AND THE BOYS [Part 7]

  1. intan berkata:

    Sedih pas tau kalo Yuleon lumpuh dan amnesia, tp akhirnya dia bisa sembuh lagi :’)
    Aku seneng banget waktu liat Yuleon main perang salju sama Chanyeol, Minho, dan Myungsoo oppa.
    Dia kelihatan kalo seneng banget. :’)

  2. Lulu Kwon Eun G berkata:

    hanah hanah hannaaah…
    gmn tuh Yuleon, kasian bgt Sehun sm Kris, perasaannya itu loh, Kris, wlwpun dia di samping Yuri n yg paling dket sm Yuri skrg tp dia tau cinta Yuri bkn buat dia,,
    Sehun beruntung Cintanya terbalas tp sayang dia gk bisa d smping Yuri skrg krna Ingatan Yuri terganggu..
    yg sabar ya kalian berdua..
    but,, Minho kek.a ada sdikit persaan tuh,, aih aih….
    aku suka bagian terakhir pas main salju… Terharu

    lanjut deh endingnya.. hhe

  3. liliknisa berkata:

    Kasian banget sehun pasti sakit hati banget. Sayang banget yuri amnesia tapi sedikit demi sedikit makin pulih. Lanjut ^^

  4. Anonym berkata:

    Kenapa yang gabisa yuri inget itu si sehun kenapaaa😦 kebayang banget rasanya gimana jadi sehun sakit banget pasti, malah ingetnya chanyeol u,u ngga nyangka sehun nyelametin yuri terus di saat bahaya keren😀

  5. RiKu.Cho04 berkata:

    Sehunnnn… Malangnya nasib maknae yang satu ini, hidupmu nak… Yuri sebntar lagi ingat…yeayyy.. But, siapa yg bklan dipilih? Kris, sehun, menurut pairing, bisa aja sehun, tapi pilihan lainnya adl gk milih, ttp barng2 sama cwo2 glow ituuu

Leave your review, don't treat me like a newspaper.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s