JUST ME AND THE BOYS [Part 8-END]

just me and the boys 5

ENDING.

***

YURI POV

“siapa kalian?”

“kau akan mati, silakan menyusul orang tuamu di neraka”

“kenapa? Apakah agen terbaik Slotte telah kehilangan keberaniannya?”

“sebaiknya kau keluar, menukar hidup pria ini dengan hidupmu. Apa kau mau pria tidak bersalah ini mati?”

“a-andwae noona”

“Minho, helikopternya!”

“YURI!”

“Yuri, kembali ke sini, Yuri!”

“Sehun-ah kau baik baik saja, please don’t die jebal. Promise me”

“you.. don’t cry… i will die if you cry”

“YURI! Naiklah!”

“tapi—tapi Sehun…!”

“aku bisa mati dengan tenang”

“SEHUN-AH!”

Aku bangun dengan keringat dingin. Aku tidak bisa mengatakan itu mimpi atau benar-benar nyata. Suara tembakan, ledakan, teriak kesakitan, desingan baling baling helikopter, terasa sangat nyata buatku. dan lagi…

“Sehun?”, aku panik. Aku tidak menemukan siapapun di ruangan tempat aku dirawat. Mulutku masih penuh dengan masker infus. Aku lepaskan semua kabel infus yang masih ada di tubuhku. Dengan sedikit kesakitan, aku berjalan keluar dengan pelan, meraba di di dinding seperti cicak. Aku mencari di mana kemungkinan keberadaan pria itu.

Kenapa aku begitu bodoh?

Flashback

“kau siapa?”

“namaku Sehun, noona”

“PERGI ! PERGI! JANGAN SAKITI AKU! PERGI!”

End of flashback

Kenapa aku begitu bodohnya sampai tidak mengenali pria itu. dia Oh Se Hun, pria yang menyelamatkan hidupmu, kwon yuri. ada apa dengan otakku? Kenapa pria terpenting dalam sepanjang hidupku bisa begitu saja aku lupakan.

Aku merasa kakiku menabrak beberapa kursi yang berderet di depan tembok. Dengkulku seperti terkena setruman. Aku duduk di sana. mencoba mengingat serpihan-serpihan memori ku yang sempat tersembunyi.

Satu orang wanita berseragam perawat mendekatiku. Beberapa orang pria dengan mantel tebal terlihat berlari kepadaku.

“nona kwon yuri, anda seharusnya beristirahat di tempat tidur”, Perawat itu mencoba mengangkat tanganku, aku menghempaskannya dengan keras, seolah marah pada perawat itu. perawat itu mundur beberapa langkah, memberikan posisi terdepan pada pria tinggi dengan rambut pirang yang aku kenali sebagai Kris. Di belakang Kris adan Chanyeol, Myungsoo dan Minho yang menatapku dengan tatapan khawatir –yang paling tidak kusukai.

“Yuri, kau harus kembali ke kamarmu. Kau belum sembuh benar”, Kris menggenggam tanganku lembut. aku pernah merasakan ini, namun perasaanku berbeda. Aku sedang marah saat ini. kuhempaskan genggaman itu kasar. Aku memelototi kris dengan mataku, menunjukkan betapa marahnya aku saat ini.

“kau… kalian membohongi aku”, kulihat Kris kebingungan. Di belakangnya, Chanyeol berbisik sesuatu pada perawat wanita itu sehingga ia pergi dari hadapanku.

i am an agent. I know Slotte. i know who JYP is. I know why my body act like this. I know why the dreams keep coming. That’s no dream. It is fact, dan kalian terus menutupi kenyataan ini. apa maksudnya? Mencoba mencuci otakku agar aku tidak dapat kembali pada kehidupan lamaku?”

Myungsoo terdiam. Minho menariknya menjauh dari tubuh kris, chanyeol mundur teratur, membiarkan kris yang bicara denganku. Kris sendiri diam seribu bahasa. Ia tidak tahu apa yang akan dia katakan. Jadi ia hanya duduk di bangku kosong sebelahku dan mencoba ekspresi setenang mungkin.

“kenapa kalian melakukan ini padaku?”

“kami hanya ingin kau hidup lebih baik. Yuri… setelah ini kau tidak akan pernah bertemu dengan kami. Aku, Chanyeol, Myungsoo dan Minho akan kembali ke kehidupan lama kami. Dan kami ingin kau juga begitu”

“kenapa kita tidak kembali saja ke slotte? JYP akan memaafkan semua keadaan ini”, Chanyeol berbagi pandangan pilu nya ke mataku. ia bicara dengan lirih.

“ayahku sudah tewas, sebagian besar penghuni slotte sudah dimakamkan. Slotte sudah hancur”, aku tertohok dengan kalimatnya. Matanya berkaca kaca, otakku membayangkan satu ahjussi yang sangat strict dengan attitude aneh dan kepribadian yang sangat baik. Pikiranku mundur membayangkan kejadian nyata beberapa tahun lalu saat aku masih kecil. aku dipungut dan dibesarkan oleh ahjussi berhidung besar itu dengan sangat telaten. Bahkan aku juga mengingat bagaimana dahulu Chanyeol kecil sempat membenciku karena kasih sayang JYP yang terbagi dua.

Mataku mulai berair. Tapi aku tidak bisa menangis saat ini.

“bagaimana dengan Yoona, Siwon oppa, Gikwang, Victoria eonni dan mereka yang ada dalam misi yang sama dengan kita?”, aku seharusnya tidak menanyakan ini . karena selanjutnya dadaku sakit ketika melihat empat pria itu menggeleng bersamaan di depanku. Yoona… gadis itu… aku tidak percaya. Dia telah menjadi sahabat baikku selama ini. dan bagaimana mungkin dia telah…

“Thunder, Yongguk dan Nickhun?”, Aku mencari informasi lebih banyak.

“mereka sudah tewas dalam kapal pesiar itu”, aku mengangguk mengerti atas jawaban dari Myungsoo. Aku ingin menanyakan pada mereka satu pertanyaan terakhir tapi aku takut mendengar jawaban mereka. meskipun aku tahu, orang satu ini masih hidup. hanya saja aku tidak tahu mengapa ia tidak bersama mereka saat ini.

“Sehun?”, aku bertanya hati-hati. Kris mengeluarkan napas panjang dari hidungnya kemudian menolak untuk menjawab, sedangkan Chanyeol sepertinya terlanjur mengatakannya padaku.

“kau mengusirnya ketika kau siuman, kau selalu berteriak histeris ketika mendengar namanya. Pria itu, tidak pernah kemari lagi sejak itu, dia ada di apartemen kami”, aku bertindak seperti aku mengerti. Padahal aku sama sekali tidak mengerti. Aku memang berteriak dan histeris ketika mendengar nama sehun kala itu. tapi bukan karena aku tidak menginginkan dia ada di dekatku. Aku hanya sedikit ketakutan ketika melihat wajahnya. Aku hanya takut ia hanya dalam nasib buruk ketika ia dekat denganku. Aku tidak mau ia mencoba mengorbankan nyawanya lagi demi menyelamatkanku. Dan untuk itulah aku mencoba menjauhkannya dari diriku. Apa aku terlihat sangat egois?

“maafkan aku”, hanya sebaris kalimat itu yang bisa aku ucapkan.

“kami yang seharusnya meminta maaf karena membohongimu, yuri-ssi”, ucap Kris hangat. Ia mencoba tersenyum padaku. Tapi aku tidak membalasnya.

“katakan padaku, apakah kalian serius meninggalkan kehidupan ini dan kembali pada kehidupan lama?”

“kami tidak mempunyai pilihan. Aku dan minho akan berangkat dalam seminggu ke dua negara berbeda, kau akan ditemani dengan kris dan chanyeol sampai kau benar benar bisa sembuh”, jawab Myungsoo.

“aku sudah sembuh. Sangat sehat”

“lalu kau bisa memutuskan sekarang. Apa yang akan kau lakukan setelah ini?”, aku mencoba mencerna kata kata nya. benar, apa yang akan kulakukan dari sekarang?

“kau bisa ikut bersama salah satu dari kami, yuri-ssi. Kami tahu kau sendiri saat ini”, Kris menawarkan pilihan. Ada 4 pria di depanku, ini artinya aku memiliki 4 pilihan. 5 jika sehun ada di sini. Ah iya, Sehun. Aku melupakannya lagi,

“Sehun akan pergi kemana? Apa dia akan meninggalkan korea juga seperti kau dan minho?”, aku melemparkan pertanyaan pada Myungsoo.

“dia akan ke Italy” aku mengangguk lemah. Semuanya akan pergi jauh dariku, tapi hanya kepergian sehun yang membuatku tidak berani bertanya lagi.

Chanyeol terlihat memundurkan langkah dan menerima beberapa pesan di ponselnya. Ia berjalan lagi maju, dan menatap aku dan kris bersamaan.

“errr~ aku tidak tahu apakah aku tepat menyampaikan ini di sini, tapi— Sehun mengirimiku pesan singkat. Dia ke Italy hari ini”

Aku membuka mata ku lebar-lebar. Hari ini? dia bahkan belum menemuiku untuk sekedar menyampaikan kata perpisahan. Mwo ya?. apa yang terjadi pada pria itu dengan tiba-tiba?, aku ingin bertemu dengannya sebelum ia benar benar pergi. Untuk terakhir kalinya, aku ingin meminta maaf padanya.

“bawa aku”, perintahku.

eoddi?”, tanya Chanyeol.

“kemanapun Sehun berada sekarang”. Chanyeol dan beberapa pria lainnya termenung atas kalimatku. Tapi perintah sudah aku keluarkan, aku harus menemui sehun. Aku harus mengatakan sesuatu padanya. Dan ini tidak bisa ditunda lagi. mereka harus mengerti.

***

Aku dengan sedikit terengah-engah berlari di tengah bandara, 4 pria tadi ada di depanku. Ah tidak, kecuali Kris, ia ada di sebelahku. Awalnya ia berencana menuntunku ketika aku berlari. Mungkin ia masih tidak sadar, bahwa wanita ini –yang menderita lumpuh tiba tiba beberapa saat yang lalu, sudah benar benar bisa berlari dan berjalan dengan sempurna.

Ya, bagaimanapun mereka menyebutku Kwon Yuri. dan aku adalah dirinya.

“Pesawatnya akan berangkat dalam 15 detik”, sahut Chanyeol. Ia baru saja mengecek penerbangan Sehun melewati satu TV-Board yang sangat besar.

Shit!”, aku menggerutu. Kami berhenti berlari dan mencoba mencari cara yang paling tepat dan efisien untuk menemui Sehun. Di antara kami, Minho dan aku adalah dua orang yang paling merasa bersalah atas kepergian Sehun kali ini. kudengar dari Myungsoo, bahwa Minho dan Sehun bertengkar sesuatu tentangku. Aku merasa menyesal.

Aku –bagaimanapun, harus bertemu dengan pria menyebalkan yang menyukai komunikasi dengan cicak itu.

Tiba-tiba satu ide gila muncul di kepalaku dengan segera ketika melihat jeep dengan ban besar melintas. Jeep itu telah dilapisi ban khusus salju sehingga ban nya terlihat lebih besar dari ukuran jeep nya.

“ikut aku!”, aku berlari ke parkiran, menunggu mobil jeep itu benar benar terparkir dengan sempurna. Pemiliknya pergi dari sana. aku langsung naik ke dalam jeep, tidak peduli dengan bagaimana orang-orang menatapku. Ke-empat pria itu di sana, menatapku dengan aneh. Mereka menghabiskan sepersekian detik waktu mereka hanya untuk melakukan itu.

what?”, aku menaikkan bahuku, mereka semua tersenyum satu sama lain. Seperti ada telepati di antara kami, mereka berlari menyusulku dan naik ke atas jeep. Tidak ada kunci di sana, jadi Chanyeol melakukan keahliannya. Ia memutus beberapa kabel dan menyambungkannya kembali sehingga mesin jeep bisa menyala. Aku duduk di balik setir dan segera mengendalikan kemudi dengan gesit. Aku tidak memiliki waktu banyak.

Beberapa orang berteriak ketika aku dengan cepat dan gaya Formula 1, melintas di hadapan mereka. beberapa polisi bandara mengejarku. Ini sudah tidak penting. Mereka beberapa kali menembakkan tembakan peringatan pada kami ke udara.

Aku memacu mobil itu lebih cepat, aku melihat pada Kris yang sedang menyiapkan peluru pada senjata kecilnya. Di belakang Kris ada chanyeol, Myungsoo dan Minho yang sudah bersiap dengan senjata mereka masing-masing. Alisku terangkat.

“kudengar kalian memutuskan hidup normal. Apakah membawa senjata setiap hari termasuk kehidupan normal?”, Aku tertawa. Myungsoo terkekeh sementara Chanyeol menggaruk garuk kepala. Entah kenapa aku merasa seperti kali ini adalah nostalgia terlama yang pernah aku punya. Ini seperti aku dan para pria itu berada di dalam misi yang lain.

“aku berjanji ini terakhir kalinya aku memegang senjata, aku sudah berjanji pada makam ayahku”, jelas Chanyeol. Minho mengangguk setuju. Tapi kutahu, mungkin yang dikatakan mereka is just an excuse.

“kami memiliki satu untukmu”, Myungsoo melemparkan salah satu senjatanya padaku. Aku menerimanya dengan tangan kiri karena tangan kananku sibuk mengendalikan jeep. Kami akhirnya memasuki kawasan pinggiran bandara dimana hanya terdapat hamparan salju di sana.

“kau bisa melihat di mana pesawat yang sehun tumpangi?”, Aku bertanya pada Kris. Ia terlihat membaca dengan jelas setiap kode yang ada di badan pesawat di sana. aku tidak bisa dengan cepat mendapatkan jawaban mengingat kris harus membaca kode di badan puluhan pesawat yang ada di bandara Seoul.

“di sana, that plane”, Kris mengangkat telunjuknya pada satu pesawat yang sedang berjalan di landasan.

oh shit, kita bisa tertinggal”, aku memacu kendaraan itu lebih brutal. Sehingga posisi kami dari tanah membentuk sudut 110 derajat. Tanah di sana tidak rata, mau tidak mau dengan kecepatan seperti ini, mobil akan miring.

Minho terlihat membuka jok nya, dan menemukan seutas tali tambang untuk menderek mobil di sana. ia melaporkannya padaku. Pesawat itu semakin jauh. Dan ide gila lainnya muncul di otakku.

“Kris, ambil kemudi”

“apa? w-whatcha-“ belum selesai pria ini bicara, aku berdiri di jok kemudi dan merampas tali yang dipegang oleh Minho. Aku menggenggam ujungnya. Kami berada di satu jarak dekat dengan pesaawat, polisi bandara tertinggal jauh dari kami.

Hanya dengan sekali melihat, myungsoo langsung bisa menebak apa yang akan aku lakukan.

“kau akan loncat dan membuka pintu bagasi nya dari bawah, noona?”, aku tersenyum sinis pada Myungsoo.

wae? Kau pikir aku tidak bisa?”, Myungsoo menggeleng. Aku baru saja akan bicara kalimat yang ada di otakku ketika Myungsoo lebih dahulu berkata kalimat yang sama dan membuat aku tersenyum.

“kau pasti bisa, Kau Kwon Yuri”

“bisa kau bawa mobil ini berada di bawah pesawat itu, Kris. Aku mengandalkanmu” Kris mungkin tidak pernah setuju dengan ideku, terlihat dari ekspresi nya yang tidak menyenangkan. Tapi aku mencengkram bahunya. Menyadarkannya bahwa aku akan baik baik saja.

Myungsoo dan Minho berdiri di jok belakang sedangkan Chanyeol mencoba memperhatikan ban belakang pesawat agar tidak menggilas mereka dengan segera. Jadi kris tau kapan ia harus mempercepat laju mobilnya dan kapan ia harus berhenti.

Pesawat sekarang tepat berada di kepalaku. Tanpa perlu kuperintah Chanyeol membantuku mengaitkan tali tambang itu ke satu pegangan besi di badan pesawat. Aku tahu tempat itu, itu adalah bagasi.

Setelah aku selesai mengaitkan tali itu, Myungsoo dan Minho menembaki pintunya. Tepat di engsel sehingga kami perlu menariknya sedikit dan pintu itu terjatuh dengan sempurna. Tepat di saat itu juga, pesawat semakin cepat.

“yuri-ah kau harus cepat, aku tidak bisa menambah kecepatan mobil ini lebih banyak, ini sudah maksimal”

Aku mengangguk mendengar laporan Kris. Semuanya tinggal bergantung padaku. Kris mengendarai mobil itu tepat di bawah pesawat, pesawatnya semakin cepat dan semakin tinggi. Seperti bersiap akan lepas landas.

Myungsoo dan Minho membantuku, mereka mengangkat tubuhku sehingga aku dapat menjangkau pijakan di dalam bagasi sana. aku berpegangan pada sesuatu yang seperti tali. Namun ketika  aku menariknya, benda itu hanyalah tas dan tas itu jatuh berdebam di atas mobil bersama aku yang terjengkang.

shit!” aku menggerutu sebal. Aku coba sekali lagi. Chanyeol memperingatiku agar tetap tenang. Kali ini aku dapat berpegangan pada sebuah besi yang sangat kokoh. Seperti sebuah pilar di sana. aku memerintahkan myungsoo dan minho melepaskan ku, karena jika tidak mereka sudah akan tergilas oleh ban pesawat.

Mobil itu semakin menjauh dari badan pesawat dan tertinggal di belakang. Aku masih berayun di antara udara dan daratan. Jika aku terjatuh, ada sekitar 5-6 meter di bawahku, dan semuanya terbuat dari aspal. Belum lagi di belakangnya ada sebuah ban besar yang terus berputar. Mungkin aku akan mati ketika aku terjatuh.

Aku mencoba mengayunkan tubuhku untuk mendapat gaya balasan agar aku bisa naik ke dalam bagian bagasi. Sialnya, tanganku terlalu licin sehingga aku terpeleset dan terpental dari pegangan pilar itu.

Kini aku berayun dengan satu tangan yang masih bertengger di antara pilar dengan susah payah. Aku tidak sengaja menjatuhkan senjataku ke atas aspal. Dan senjata itu segera habis tergilan oleh ban tanpa ampun.

Aku menutup mataku, membayangkan itu terjadi padaku.

“YURI, BERAYUNLAH. JANGAN MEMBUAT KAMI KETAKUTAN SEPERTI INI”, Aku mendengar Kris berteriak. Teriakan yang sama ketika aku dengan keputusanku sendiri turun dari helikopter dan menyelamatkan sehun. Kris selalu meneriaku ku. Kurasa mereka harus mencantumkan ini dalam hobi barunya.

“aku tahu, bodoh. Badanku terlalu ringkih untuk berayun saat ini”, aku bergumam pada diriku sendiri. Keringat mulai berjatuhan dari dahiku. Para pria itu terlihat sangat cemas.

Tanganku sebagai penopang tubuh dan pilar keselamatanku kini sudah mulai berkeringat. Ini buruk, peganganku semakin licin dan jika ini terus terjadi, aku akan terjatuh. Aku menggigit bibirku, tanpa perllu berpikir panjang, aku mulai mengayunkan kakiku, membuat tanganku yang bebas di udara dapat melakukan genggaman yang lebih kuat pada benda lain sebelum mereka berkeringat.

Di percobaan pertama dan kedua aku gagal, genggaman semakin melemah. Aku bisa merasakan bahwa tenagaku habis hanya untuk berayun.

“sial!” aku mengumpat pada diriku sendiri. Pria pria di belakangku mulai meneriaku. Aku ingin meneriaki kata maaf ku pada mereka karena mungkin aku tidak bisa bertahan lebih lama lagi dengan tangan licin ini.

“YURI !”, teriak Chanyeol ketika aku merosot dengan tiba tiba. Tanganku kram. Aku tidak bisa bertahan lebih lama lagi. kulihat Kris memacu mobilnya kembali mendekati pesawat.

“KALIAN BISA MATI, JANGAN MENDEKAT”, kali ini giliran aku berteriak. Beberapa polisi di belakang kris dan lainnya terlihat menodongkan senjatanya. Kris tetap mendekatkan mobilnya ke arahku. Aku mencoba berayun, menunjukkan pada mereka seolah aku baik baik saja. Padahal kali ini genggaman tanganku pada pilar semakin melemah.

Pesawat mulai naik kembali, melandai ke atas. Aku terombang ambing, dan kabar buruknya, pegangan ku terlepas. Aku menutup mataku. aku akan terlempar ke aspal. Aku hanya berdoa, ketika aku terlempar, tidak ada satupun roda yang menggilasku menjadi kepingan kecil.

Aku tidak biasa berdoa, tapi kali ini. aku berdoa, semoga Tuhan setidaknya bisa menyelamatkan para pria itu, jika Dia tidak dapat menyelamatkanku.

“Tuhan, aneh untukku meminta ini, tapi, Kumohon kabulkanlah permohonanku. Sampaikan pada Pria kurus yang menyebalkan di dalam pesawat ini, bahwa aku—aku—meminta maaf atas semuanya. Dia terlalu banyak menyelamatkan hidupku, aku hanya tidak ingin dia kembali terluka karena ku, dan juga katakan juga bahwa Kwon Yuri ini, wanita keras kepala ini—aku—mencintainya…”, aku menutup mataku erat di akhir doaku, kurasa badanku melayang. Akhirnya, sampailah ceritaku pada titik akhir. Tanpa derai air mata.

***

Aku merasa beban perlahan hilang dari pundakku seiring dengan teriakan dari Kris dan yang lain. Pertanyaan seperti ‘apakah aku sudah mati?’ dan ‘kenapa aku tidak menabrak aspal dengan segera’ memenuhi otakku. Benar, sudah beberapa detik sejak aku jatuh, namun aku tidak merasa tulangku patah terkena hantaman aspal. Aku masih tergantung di udara. Dengan tangan yang sangat hangat.

“katakan, noona… apakah aku telah menyelamatkan hidupmu lagi?”, aku mendongak ke atas. Membuka mataku yang terpejam. Dengan samar aku bisa melihat seseorang dengan milky skin di sana. rambutnya yang hitam tertiup angin dari pesawat yang semakin tinggi di udara. Pria itu tersenyum padaku, tangannya menggenggam tanganku, menjaga tubuhku agar tidak jatuh.

“Sehun-ah…

“berhenti bicara, aku akan menarikmu terlebih dahulu”, aku terbungkam seribu bahasa, bukan  hanya karena aku bingung bagaimana ia bisa menemukanku di sini, tapi karena pria ini lagi lagi menyelamatkan hidupku. Entah sudah kali ke berapa.

Aku akhirnya naik ke bagasi, namun keseimbanganku terganggu karena turbulansi  yang dihasilkan pesawat ini. aku jatuh ke dalam pelukan Sehun. Bukan… aku memeluknya. Ini merupakan ketidak sengajaan, tapi aku tidak berniat untuk melepaskannya. Sesuatu di dalam tubuhku mendorongku untuk melakukannya. Aroma tubuhnya terlalu menyenangkan untuk dilepaskan.

Pria ini sepertinya tidak keberatan. Ia memelukku dengan erat, bahkan ia mengelus kepalaku seperti apa yang pernah dilakukan Kris padaku di rumah sakit. Aku merasa serpihan kecil dari hatiku terkumpul kembali. Menjadi sebuah energi positif dan mendorong kelenjar air mataku untuk beroperasi.

“apakah itu benar?”, suara pria ini menggetarkan hatiku. Suaranya rendah, namun berkharisma. Aku tidak dapat menatap matanya saat ini, aku tenggelam di dalam dadanya yang bidang.

“apakah kau benar mengatakan bahwa kau mencintaiku?”, aku tertohok. Aku mengingat kembali apa yang kukatakan ketika aku hampir terjatuh tadi. dengkulku lemas. Apakah aku mengatakannya? Aku bertanya pada diriku sendiri. Aku menutup mataku, mencoba mengingat.

“apakah kau yakin tidak kehilangan ingatanmu dan mengatakan kau mencintaiku?”, ia bertanya kembali. Aku memukul dadanya pelan.

“ingatanku sudah kembali, dan… ya… aku mengatakannya… mungkin”, pipiku merona merah. Aku bersembunyi di dada pria itu lagi. namun pria itu membawa wajahku untuk menatapnya. Mataku sangat berair, mencoba menahan air mata yang menggenang di pelupuk mataku.

“kau mencoba untuk menangis? Bukankah sudah kubilang, aku akan mati jika kau menangis. Sebaiknya kau tidak melakukan ini. aku tidak suka melihat gadis yang kucintai menangis seperti ini”

Aku membuka mataku lebar. Kalimat Sehun mengenai ‘gadis yang kucintai’ itu tertanam lekat di otakku. Ia tersenyum lebar, dan tanpa aku mengantisipasinya, bibirnya sudah tertanam sempurna pada bibirku. Bulir air mata itu hanya jatuh dengan sendirinya. Menuruni pipiku yang semakin memerah.

Ia menciumku dengan lembut, seolah aku adalah permen chupa-chups nya yang belum habis. Ini kali kedua aku merasakannya. dan keduanya aku rasakan dengan pria ini. ia memelukku dengan lembut. bagaimana aku mengatakan ini… ini seperti ia menahan perasaannya sejak lama dan menumpahkannya dalam satu pelukan dan ciuman hangat kali ini.

Bibirnya lebih mungil daripada bibirku, tapi rasanya lembut seperti aku sedang mencium kapas. Lengannya yang panjang memelukku dengan erat.

Semuanya sempurna, aku merasa sangat nyaman hingga akhirnya…

“apakah kalian sudah selesai? Apakah kalian bisa membantu kami?”, suara lebah pengganggu masuk ke dalam telingaku. Chanyeol di sana, berteriak. Mereka ditembaki oleh beberapa polisi bandara. Aku mengangguk, Sehun mengambil beberapa tali yang kebetulan ada di sana saat itu. kami melemparkan tali itu ke bawah.

Ini seperti rewinded video. Aku merasa deja vu. Adegan ini pernah terjadi ketika Kris berusaha menyelamatkan aku dan sehun ke dalam helikopter. Dan sekarang, kami yang ada di posisi Kris.

“Tangkap ini”, aku berteriak. Melemparkan simpul tali ke atas kepala Chanyeol. Pria tinggi itu menerimanya dengan sempurna. Ia mengaitkan simpul tali itu pada bagian besi dari mobil jeep itu. Myungsoo terlihat sibuk membalas satu persatu tembakan dari polisi yang menyerangnya. Ia bahkan terlihat terluka di bagian bahunya.

“Myungsoo, kau naiklah, aku akan mengurus sisanya”. Ucap Minho. Myungsoo mengangguk, dengan cekatan bagaikan seorang monyet kecil, ia naik terus, meniti tali temali yang mengikat bagian pesawat dan mobil jeep. Setelah setengah jalan, giliran Chanyeol mulai menyusul. Ia sesekali memanjat sambil menembakkan pelurunya pada polisi di belakangnya.

Sementara di dalam ruangan bagasi, sambil menunggu, kejutan datang untuk Kris dan Sehun. Setelah mereka berhasil mengikatkan ujung tali pada sebuah pilar. Beberapa awak kapal dan polisi di dalam pesawat bermunculan. Mereka mencoba menembaki Yuri dan Sehun yang tidak dibekali senjata.

“Kau urus yang kanan, aku yang kiri, dan ingat jangan biarkan aku menyelamatkan hidupmu lagi”, yuri tersenyum simpul setelah menyenggol bahu Sehun sedikit.

“aku Kwon Yuri”, yuri langsung menendang tangan dari para pria dengan senjata di depannya. Ia menyerang tiga sekaligus dengan satu tendangan. Senjata mereka jatuh dengan random di atas lantai. aku belum selesai. Kukepalkan tanganku dan meninju mereka satu persatu. Sebuah tembakan di lancarkan oleh lawan Sehun dan nyaris mengenai wajahku.

mwo ya? lucuti senjatanya. Kau hampir membunuhku dengan gaya bertarungmu yang payah itu”, aku mengejeknya. Sehun terlihat berlari dengan semangat dan menubruk semua orang di depannya dengan kepalanya. Ia dengan cepat mematahkan tangan para pria itu dan melucuti senjata mereka. setelah selesai, ia menatapku, tersenyum angkuh.

“kusebut ini serangan Oh Sehun”, aku tertawa melihatnya. Beberapa pria yang sanggup berdiri, menyerangku dengan satu tendangan tepat di perutku. Aku terjatuh, namun aku menggunakan satu tanganku sebagai tumpuan, aku putar tubuhku seperti seorang b-boy. Aku tendang mereka tepat di bagian vital dari seorang laki-laki. Mereka berteriak sebelum akhirnya tumbang kembali. Aku berdiri mengibaskan tanganku dari debu. Kutatap sehun dengan puas.

“kusebut ini serangan Kwon Yuri”

***

“kalian berniat membantu aku naik atau hanya menatap satu sama lain?”, Myungsoo protes ketika ia kesusahan mencapai bagasi. Aku bergegas meraih tangannya. Namun Sehun menepis tanganku, ia secara pribadi meraih tangan Myungsoo.

“jangan biarkan dirimu menyentuh pria lain, noona, niga naekkoya”, Myungsoo menatap Sehun hening, kemudian ia tertawa. Tepat di saat itu Chanyeol telah tiba di dekat mereka.

“kenapa kalian semua tertawa ketika aku datang, apa wajahku terlihat lucu”, Aku berjalan pelan ke arah chanyeol dan menepuk pundaknya beberapa kali. Sehun mencondongkan badannya, membantu Minho untuk naik.

Tangannya ia julurkan ke arah Minho, dan Minho meraihnya dengan segera. Ia perlahan naik dengan hati hati ke atas pesawat. Minho menepuk nepuk bajunya yang terkena debu, kemudian menatap Sehun.

“aku senang kau membantu, maknae”, ia berkata dengan hangat, sekaan ingin menghilangkan memori tidak menyenangkan tentang perkelahian mereka beberapa saat yang lalu, “—dan maafkan aku telah memukulmu, kuharap kau melupakannya”

Sehun menepuk pundak Minho beberapa kali, “nevermind, hyung. Semua salahku”

“apa ada yang bisa membantuku naik?”, Suara Kris terdengar di bawah mereka, pesawat sudah mulai naik dan melandai semakin ke atas udara. Kris terombang ambing di seutas tali lengkap beserta luka tembak di kakinya. Aku mencoba menolongnya, dan Sehun lagi lagi tidak memperbolehkannya. Sehun dan Minho yang berada paling dekat dengan ambang pintu segera menggapai tangan kris dan menariknya. Chanyeol segera mengeluarkan peluru yang tertanam di kaki kris sehingga kris meringis kesakitan. Aku merobek bajuku dan mengikatnya di betisnya, menghentikan pendarahannya.

“kau baik-baik saja?”, tanya Kris padaku ketika aku mengikatkan robekan baju itu di kakinya.

“apa hanya kalimat itu yang kau tahu? Kau yang terluka, bukan aku”, aku tidak menatapnya melainkan hanya mengikatkan robekan itu pada kaki pria itu.

“benar, hyung. Bagaimanapun dia Kwon Yuri”, Chanyeol mengikuti gayaku. Tepat di akhir kalimatnya, mereka semua tertawa.

Pesawat membawa kami semakin tinggi dan kami harus berada di bagasi. Sehun membawakan semua persediaan makanannya pada kami. Kulihat chanyeol dan myungsoo telah kembali dari memotong tali tambang yang tertaut pada jeep di bawah kami. Akan sangat bahaya jika jeep itu ikut terbang bersama kami.

Kami akan mendarat di Italia. Tapi aku tidak tahu apakah aku bisa kembali ke Seoul atau tidak. Mungkin aku sudah menjadi buronan para polisi di Korea karena tindakanku kali ini. dan kelima pria ini juga akan bernasib sama denganku.

Tapi tawa ini, semua kebahagiaan ini seakan terbayarkan dengan segala kesulitan yang telah kami lewati. Meskipun dengan luka dan darah yang selalu hinggap di tubuh kami, aku berjanji, aku akan selalu membuat diriku dan orang di dekatku tertawa. Seperti orang tuaku mempercayakan nama Kwon Yuri padaku, aku akan menjadi seperti kaca. Rapuh namun aku bisa menyerang siapa saja dengan kerapuhanku. Bening, sebening niat suciku untuk tetap menjaga apa yang telah aku dapat.

Setelah ini, kami berhenti dari senjata. Kami sudah berjanji, tidak akan menggunakan senjata di sepanjang hidup kami. Kami akan memulai hidup normal, dan kali ini… bersama-sama. Aku akan mencoba hidup sekali lagi dengan 5 pria itu dalam package yang berbeda.

Dan lagi, kali ini aku memiliki Sehun –seorang pria yang seperti spiderman berkali kali menyelamatkanku. Dan ya… aku lah mary jane untuk pria itu. aku tidak keberatan menghilangkan status ku sebagai the great Kwon Yuri hanya untuk di selamatkan oleh pria ini. aku rela terlihat lemah beberapa kali hanya agar tangan pria ini memberiku kekuatan lewat genggaman tangannya.

Musim dingin, hari bersalju. Terlihat seperti kami akan menghabiskan satu malam natal bersama untuk pertama kalinya. Kuharap, aku dan para pria itu akan menemukan satu kehidupan baru yang lebih baik di Italia. Kuharap.

***

“Oh Sehun, apakau kau bersedia menerima Kwon Yuri sebagai istrimu, baik dalam keadaan senang maupun susah, sehat maupun sakit, kaya ataupun miskin hingga maut memisahkan kalian?”, Suara pendeta –yang merupakan suara rendah milik Choi Min Ho, bergema di seantero kebun hijau.

Hari ini adalah hari perkawinanku dengan Sehun. Di tempat idaman setiap pasangan, tempat ter-romantis sepanjang sejarah, Paris. Kami telah setahun tinggal di sini sebagai seorang civil biasa yang mencoba melupakan masa lalu. Kami dengar di Korea sudah tersebar luas beberapa pengumuman tentang kami sebagai teroris. Tapi untung saja FBI mengetahui wajah kami sebagai salah satu mantan pekerja tidak resmi mereka, jadi meskipun mereka tahu dan diminta bantuan oleh para polisi lokal Korea, mereka hanya berbohong dan melindungi identitas kami.

“aku bersedia”, Sehun memandangku ketika menjawab pertanyaan dari Minho.

“dan kau, Kwon Yuri, apakau kau bersedia menerima Oh Sehun sebagai suamimu, baik dalam keadaan senang maupun susah, sehat maupun sakit, kaya ataupun miskin hingga maut memisahkan kalian”

Aku memandang senyuman penuh makna pada wajah Minho, kemudian aku menatap mereka yang ada di belakangku. Aku merasakan sehun menggenggam tanganku. Kulitnya tidak menyentuh permukaan kulitku karena aku memakai kaus tangan. Dia tersenyum sangat manis padaku.

“aku bersedia”

“dengan ini kalian telah resmi menjadi pasangan suami-istri. Mempelai pria dipersilakan memasang cincin ke pada mempelai wanita, dan mempelai wanita dipersilakan memasang kan cincin pada jari mempelai pria”, Minho melanjutkan upacara diiringi dengan riuh tepuk tangan. Sehun menyematkan satu cincin emas di jari manisku, aku bergantian memakaikan cincin di jarinya.

Semua undangan bertepuk tangan dan berteriak satu teriakan bulat yang sama. Kris duduk di antara para tamu dan menatapku dengan aneh. Entahlah, aku hanya menangkapnya sekilas.

“haruskan aku menciummu sekarang, noona?”, sehun berbisik padaku. Pipiku merona merah. Daun daun beterbangan di sekitarku. Pesta kebun ini semakin meriah ketika sehun perlahan mulai menutup matanya dan mendekatkan bibirnya pada ku.

Jarak kami tinggal beberapa senti lagi, dan pipiku sudah sangat panas. Semua undangan semakin menggila ketika kami semakin dekat, dan suara seperti petasan yang meledak terdengar di telingaku.

Aku pikir salah seorang dari kami meletuskan confetti yang cukup besar, namun yang aku lihat selanjutnya adalah Minho di belakang altar yang mengangkat tangannya dan beberapa undangan yang lari tunggang langgang.

Aku melihat sekelompok orang bermata sipit dengan senjata berjalan menodongkan moncong senjatanya pada kami –aku, sehun serta minho. Mereka mengatakan sesuatu dalam bahasa inggris yang parah. Kira kira ia menyebutkan sesuatu seperti menyerahlah atau sesuatu. Dari logat bicara mereka, aku bisa tahu bahwa mereka orang jepang. Dan kemungkinan terburuknya adalah mereka sekelompok yakuza yang masih memiliki dendam atas kematian Takada Choi pada kami.

Tapi sayang seribu sayang, aku dan para pria di sini sudah tidak memegang senjata selama setahun. Kami telah menjadi penduduk sipil biasa. sehingga dari semua yang dapat kami lakukan, kami hanya pasrah dan mengangkat tangan kami. Sementara undangan lain sudah tiarap.

“apakah kau senang dengan melakukan ini, Kwon Yuri-ssi?”, Sehun menggodaku dengan bisikannya. Aku tahu apa yang dia maksudkan. Ciuman kami belum selesai dan satu lagi masalah ada di depan kami. Mereka adalah lebah lebah penggangguku.

“apakah kau berpikir aku harus menghajarnya di selangkangan?”, jawabku.

Sehun tersenyum, “apa aku sudah bisa menembak sekarang?”

Aku menyenggol bahu sehun kecil atas pertanyaannya. Minho ada di belakangku memperhatikan semuanya, sedangkan Myungsoo, Chanyeol dan Kris berjaga di bangku undangan.

“kau tidak bisa menembak mereka sekarang, kau tidak memiliki senjata, chagiya.”, aku menggodanya kembali.

Minho berbisik di antara kami. Masih sambil mengangkat tangannya. Ia menunjukkan sesuatu di bawah altar pada kami.

“apakah ini cukup”, aku terbelalak kemudian menahan tawaku. Di sana ada setumpuk senjata yang ia siapkan untuk kejadian tidak terduga. Aku tidak habis pikir, kukira mereka sudah terbiasa hidup tanpa senjata.

“itu lebih dari cukup, Minho-ssi—“ tepat di akhir kalimatku, Minho melemparkan beberapa senjata secara random  ke udara dengan sangat tinggi. Aku merobek gaun pengantin di bagian paha ke bawah dengan pisau yang ada di depan altar. Kemudian dengan cekatan, sebelum satu peluru menembus kulitku, aku meraih senjata yang terbang bebas di udara, menembaki mereka satu persatu ketika aku melayang, seperti sebuah slow motion.

Rambutku yang sudah tertata rapi, berantakan terkena imbas angin besar. Sehun melindungi punggungku seperti di masa lalu. Ia melindungiku dari mereka yang menyerang blindspot ku.

Myungsoo dan yang lain telah mendapat senjata mereka masing-masing. Kami berlari dengan serentak, menembaki, berguling, tertembak dan terjatuh. Ini menyenangkan seperti sebuah masalalu yang terjadi beberapa abad.

Di belakangku, ada Sehun yang berlari dengan mundur sambil menembaki beberapa yakuza. Di depan kami, ada sebuah mobil mini-van besar anti peluru yang sudah terlebih dahulu di persiapkan oleh Chanyeol. Ia melambaikan tangan agar kami segera masuk ke sana.

Kris terlihat serius sambil menembaki musuh dengan dua senjata di tangannya. Aku bersumpah, dengan jas hitam yang ia pakai, ia terlihat seperti tom cruise saat ini. Myungsoo dan Minho sudah terbiasa membentuk duet dalam setiap pertarungan. Mereka menyerang dalam formasi dua orang, dan dengan mudah bisa melewati beberapa orang yang mereka tembaki.

Kris masuk ke dalam van terlebih dahulu, kemudian menyusul minho dan myungsoo. Aku dan sehun –seperti biasa, adalah yang terakhir. Gaunku yang sudah kupotong asal sempat tersangkut pada kawat yang ada di sana. dengan sangat terpaksa, aku memotongnya lagi sehingga paha ku semakin terekspos.

Sehun membawaku berlari ketika suara sirine polisi lokal berbunyi. Kami harus sudah pergi dari sana. Chanyeol menjalankan van nya dan aku harus loncat dengan segera ke dalam van.

Sehun adalah orang terakhir yang masuk ke dalam van. Kami terduduk dengan lemas di sana. melihat satu sama lain dalam keheningan, dan tertawa terbahak-bahak. Tidak kusangka kehidupan seperti ini sangat menyenangkan. Dengan lima pria itu di sisiku.

Jika saja aku tidak bertemu dengan mereka, mungkin aku sudah terbaring kaku di pemakaman sejak setahun yang lalu.

Ini adalah kehidupan yang tidak dapat aku prediksi. 5 orang yang pertama kali aku benci dalam hidupku, kini ada di sekelilingku, berjanji menghabiskan hidup mereka dengan berjuang bersamaku. Menjadi buronan dari negara ke negara lain. Menembaki, ditembaki, dibunuh, membunuh, terluka, berdarah, berguling, ditendang, menendang… semuanya adalah kehidupan kami.

Ini ceritaku. Cerita bagaimana aku bisa bertemu dan hidup dengan 5 pria idiot di sepanjang sejarah. Tentang bagaimana aku bisa bisanya menikahi salah seorang pria termisterius di antara mereka. ini cerita tentang bagaimana seorang Kwon Yuri yang terbiasa sendiri harus menggantungkan setengah dari hidupnya pada 5 pria idiot yang arogan.

Ini ceritaku, cerita dimana hanya ada aku dan para pria itu. aku tersenyum menatap satu matahari lain yang akan kami pandang dari sudut wilayah waktu yang mungkin berbeda. Tapi aku tidak pernah menyesal, cerita ini akan menjadi buku yang sangat panjang dalam sejarah.

These all… Just Me and The Boys.

.THE END.

Eotte? bagi yang mengharapkan ada epilog, maaf sekarang gak ada ya😄

aku terlalu malas bikin epilog nya hahaha😄

JMTB udah kelar nih. tinggal nunggu BLIND DATE ya. SIRINE sama STEWARDESS nya juga masih On Going kok. eh, Sirine mau end juga kok 2 chapter lagi kira kira. ditunggu aja ya🙂

147 thoughts on “JUST ME AND THE BOYS [Part 8-END]

  1. Sjelfeu berkata:

    Hiyaampun sampe dipesta pernikahan pun msh ada acara tembaj menembak hahaa
    suka banget deh ! Keren ! Meskipun ini bukan minyul atau myungyul, daebak !!

  2. Tansa berkata:

    Wah endingnya meleset ga seperti perkiraanku sebelumnya .
    Aku kira Yuri bakal tinggal sama Sehun di Italia cuma berdua .
    Ternyata malah mereka semua tinggal sama-sama dan menjalankan aksinya bersama-sama

  3. yuri yoona berkata:

    Akhirny selesai juga… Bersiap untuk tidur… Wah eonni ff ny seru banget.. Bkin gak mw berhenti baca… Ktagihan nih.. Hehehe..🙂

  4. Jia Jung berkata:

    Eonni, really neomu neomu DAEBAK..
    Sweet bgt ending’a, apa lg pas Yul cerita ttg kehidupan b’sama 5 pria idiot tp kece badai..
    Aku jg rela jadi Yul, walaupun jd buronan di tiap negara, pergi dr satu negara ke negara lain. Kalo ada 5 guards yg tampan..
    Keerreeennnn Eonni..😀

    Jia Jung

  5. Luluu berkata:

    Kaknyun~ lagilagi aku comment di last part.. dan lagilagi dengan alasan yang sama -baru baca ketika sudah tamat- jeongmal mianhae :”
    Kaknyun~ lagilagi aku harus bilang, story nya kaknyun unpredictable, ga biasa, dan smooth. Ff action yg bener bener smooth~ I Love It! Alurnya ga ketebak pula! Seru bgt pokoknya! Hehehe.. Ending nya juga seru.. ahh.. agak ga rela udah selesai baca *lho* hehe..
    selain itu, aku juga suka pairing nya😄 kyaaa~ Yuri sama Sehunnie…. Really love this pair!
    Sekian~ Keep writing ya kaknyun!

  6. Luluu berkata:

    Kaknyun~ lagilagi aku comment di last part.. dan lagilagi dengan alasan yang sama -baru baca ketika sudah tamat- jeongmal mianhae :”
    Kaknyun~ lagilagi aku harus bilang, story nya kaknyun unpredictable, ga biasa, dan smooth. Ff action yg bener bener smooth~ I Love It! Alurnya ga ketebak pula! Seru bgt pokoknya! Hehehe.. Ending nya juga seru.. ahh.. agak ga rela udah selesai baca *lho* hehe..
    selain itu, aku juga suka pairing nya😄 kyaaa~ Yuri sama Sehunnie…. Really love this pair!
    Keep writing, Kaknyun! Semangat!

  7. bubibubaek berkata:

    kak nyunn, aku ngebut baca ff ini dari jam 9 pagi dari part 1-8 sengaja ga ngasi komen di tiap part habis aku bingung gimana komentarnya kalo satu satu bacanya hehe. maaf yaaa T.T.

    intinya suka banget sama cerita ini, /apasih ff dari ka nyun yang ga aku suka/ /eaaaa dan kebetulan gaya bahasa kakak tuh aku suka banget. ga menye menye :3 soalnya aku suka males baca ff gaya bahasa menye menye. biarin deh berat yang penting enak dibaca dan ff kakak ini kayanya seru bingitsss kalo dibikin buku /eaaaa. masalah tanda tulisan atau eyd aku ga komen ah, soalnya aku selama ffnya ga njelimet /halah menurut aku. aku ga masalah B)

    sumpah yaa aku pas baca udah kaya ngebayangin nonton film action booo, sejauh ini ga masalah lah noona noona sama sehun. aku ga peduli deh sehun sama siapa mau sama kris juga boleh /loh.

    yap yap sekian deh cuap cuapnya, aku mau mandi kak wkwk /belum mandi langsung buka hp/ /ckck jangan ditiru/.

    aku selalu menanti ff terbaru dari kakak dan selalu setia ngubek ngubek library kakak dan ngasi komentar di tiap ffnya /yaaa biarpun ntar komennya di akhir mulu kayanya nih ntar/ maafinnn T.T

    sekian kaknyun, have a nice holiday eaa :3

    tertanda

    bubibubaek :*

  8. seria berkata:

    sdkit kecewa.. Maunya yuri sm kris ato minho~ *di jitak
    Tp keren bgt.. Merindin bcanya., sangking kerennya~

  9. evita sari berkata:

    daebak thor ,, aku suka bgd ..
    maaf baru bisa ninggalin jejak di akhir, keasikan baca hehehe🙂
    great ,,

  10. zelo berkata:

    Ya Tuhan unnieee.. author favorit sepanjang masa omonaa.. kenapa sih unnie kalo bikin cerita bagus”.. maaf aku nggak bisa ninggalin jejak di chapter sebelumnya karena aku nggak sabar baca chapter selanjutnya.. unnieee ff ini keren tingkat kelas dewa bingiitt #maafalay unnie I can’t say anything more xD I love you unniea keep writing neee fightingg x3

  11. Devi kyeopta berkata:

    huaaaa Happy ending ^^
    cukhae buat yuri sama sehu,🙂
    ini ff emnk seru thor, imjinasi ny keluar lgi…
    keren deh pkok ny thor😀
    Authoor faighting😀🙂

  12. intan berkata:

    Ceritanya beber2 seru banget eonn, daebakk..
    Aku suka banget, akhirnya happy ending juga ff ini😀
    Kalo aja ff ini di jadiin film, bakalan keren banget eonn, pasti negangin banget.
    Walaupun aku berharap ending nya kalo Yuleon bisa sama Myungsoo😀 *MyungYulShippernya kumat /plak/ -_-”
    Hahahah, smapek2 pas waktu diacara nikahannya aja masih ada adegan tembak menembak.
    Kkkkkkkkk 😀
    Ditunggu karya2 yg lainnya eon.
    Keep writting and Fighting ne eonn!! ^_^

  13. Lulu Kwon Eun G berkata:

    Yeay Happy Ending..😀
    Yuleon menang banyak cieee, 5 skaligus wkwk
    wlwpun ttep bkn sm Kris.. hiks hiks tp aku sukaa
    Seru bgt bgt bgt…. sungguh terlalu imajinasi mu Kayur..
    dr cerita yg gkbisa ke tebak, di bwa ke dunia imajinasi yg WoW, emosi yg campur2 kaya es campur,,*apacoba
    Yups ini lebih dr sekedar FF,,!!!
    gk bisa komen apa2,,
    Seribu Jempol buat karyamu ^^
    satulagi Terimakasih buat karya2mu yg terlampau bikin aq jantuh Cinta *halah

  14. Anonym berkata:

    Hahahaha bayangin minho jadi pendeta lucu juga :3 aku kira beneran bebas dari senjata ternyataaaa😀 seru, keren, lucu, romance, actionnya apalagi keren banget dehh😀 hahaha mereka jadi buronan ternyata😀 dari agen yang awalnya ngejar-ngejar buronan sekarang dia yang dikejar-kejar *iniapa* pokoknya keren deh, aku mau baca yg lain juga yang ada actionnya😀

  15. RiKu.Cho04 berkata:

    Awwwww…. Pernikahan yang benar2 beda… Yakuza gila kali ya mereka, takada mati juga karena dia sndiri yg salah, eehhh, ini malah yuri lagi… Yuri cuman korban, but, happy ending buat Yuri Sehun….:):D
    great ff with romance action..

Leave your review, don't treat me like a newspaper.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s