We Are Never Ever Getting Back Together – From EXOYUL Series

3. We Are Never Ever Getting Back Together

Series ke -3 EXOYUL -Taylor Swift’s Songs.

Kwon Yuri – Kim Min Seok (Xiumin EXO)

Genre : Fancy

Disclaimer : Pokoknya lagu Taylor Swift punyanya Taylor dan agensinya. Cast punya Tuhan sama agensinya. poster punya aku, plot dan ide cerita punya aku. mohon jangan jiplak deh ah. malu sama dunia. kpopers macam apa kok sukanya main jiplak,

***

i got a boy meotjin”

Riuh tepuk tangan membahana dari beberapa kepala dengan lighstick beragam di depanku. Aku tersenyum pada mereka. melambaikan tangan dan memberi pose terbaik bagi kamera-kamera SLR yang mereka gunakan. Yoona di sebelahku, kami berpose bersama sebagai fanservice.

Pemandu acara sudah akan mengumumkan penampil selanjutnya dan kami harus segera turun dari stage. Aku berlarian kecil ke belakang stage dengan langkahku yang lebar. Setelah ini, aku akan ada penampilan spesial dance battle dengan beberapa memberdeul dari girlband lain.

Aku telah menghabiskan waktu seminggu untuk latihan. Dari Girls’s Generation, hanya aku dan Hyoyeon yang di daulat menjadi representative. Sisa nya akan menunggu di make-up room untuk penampilan lain.

Aku duduk di depan cermin besar sementara stylist-unnie, merapikan sedikit rambut kucir kuda ku. Aku melihat ke sebuah TV 32 inci yang ada di pojok ruangan. 12 orang sedang menari di sana, lampu-lampu bersinar dengan sangat terang, menyoroti wajah imut mereka satu per satu. Mereka menari dan bernyanyi, meloncat dan menampilkan ekspresi seperti serigala.

Mereka EXO. Baru saja mengisi acara dalam festival Kpop of the year hari ini. aku melihat wajah-wajah hobbae ku satu persatu di depan layar. Ketika kamera menangkap salah satu wajah, aku menutup mataku, tidak ingin melihatnya.

Mereka selesai perform dan turun stage. Aku bersyukur tidak sempat melihat wajah yang aku tidak ingin lihat saat ini. aku menggembungkan pipiku. Tiba-tiba ponselku bergetar, satu pesan sns masuk ke sana.

Aku lihat dengan hati-hati, takut-takut ada pesan-pesan aneh dan ancaman seperti yang aku biasa terima dari antis.

noona, ppaseo?” aku melihat pesan singkat itu. sesuai namanya, sangat singkat. aku lihat pengirimnya. Kim Min Seok. Dia lagi.

Yang aku tahu dia adalah seseorang yang selalu menemaniku dalam 3 bulan terakhir. Tapi aku baru saja memutuskan hubungan kami karena kesibukan dirinya dan kesibukanku. Selain itu, aku juga memiliki alasan pribadi untuk tidak selalu dekat dengannya. Alasan pribadi ini akan membuat siapapun yang mendengarnya tertawa. Tapi aku hanya tidak tahan.

Aku ingin dikenal sebagai seorang wanita yang cute. Tapi dengan Minseok, mimpi ini menjadi hanya bualan belaka. Aku tidak pernah bisa lebih cute dari pria itu. aku benci ketika melihat pria ini menunjukkan aegyo nya di depan layar TV. Aku benci mengakui bahwa ia lebih cute daripada aku.

Mungkin aku kekanak-kanakkan. Tapi inilah aku.

Selain itu, Minseok… lebih menyukai Futsal nya daripada aku. Ia lebih suka menghabiskan waktu dengan mengejar bola daripada bersamaku. Aku sudah tidak bisa mentolerir ini. kuakui dia terllihat keren ketika bermain bola. Tapi aku hanya tidak bisa melihat harga diriku hancur karena sebuah bola  yang menggelinding di lapangan hijau.

Dia harus tahu, bahwa kekasihnya adalah SNSD yuri yang memiliki banyak fanboys. Jika dia tidak pernah menghargaiku, maka aku harus pergi darinya.

noona, kau membacanya?”, pesan dari Minseok kembali datang ke ponselku. Aku diam saja, tidak membalasnya.

Ponselku berdering dalam beberapa detik. Minseok menelepon. Aku lupa untuk membuat nada diam pada ponselku, sehingga deringnya mengganggu beberapa stylist-unnie yang sedang bekerja untuk rambutku. Mereka menorehkan ekspresi annoyed padaku. Dan aku mau tidak mau harus mengangkatnya.

yoboseyo”, sapaku singkat. aku tidak mau orang di sini tahu bahwa EXO Xiumin meneleponku. Ini akan menjadi gosip yang sangat hebat di media.

noona-ya~”

ada apa? aku akan perform. Katakan yang ingin kau katakan dalam 5 detik”

“kau masih marah padaku?”

“apa aku terlihat seperti senang menerima telepon darimu?”

aigoo… bagaimana bisa kau membenci kekasihmu sendiri, noona?”

“kita sudah berakhir. Kau ingat?”

noona-yah.. berikan aku kesempatan untuk menjelaskan—“

“aku sudah memberikanmu waktu, dan kau menyia-nyiakannya”

“tidak akan lagi, beri saja satu kesempatan lagi”

ani. Maaf, tapi kau harus menerima kenyataan ini, semua yang sudah rusak, tidak akan kembali seperti semula meskipun diperbaiki beberapa kali”

“apa kau tidak terlalu kekanak kanakkan, noona?”

“memang. Tapi perasaan terabaikan ini bukan bagian dari kekanak-kanakanku. Maaf, tapi we are never getting back together anymore. Tidak akan pernah”

Aku menutup teleponku dan melihat stylist-eonni menatap aneh padaku.

“pacarmu?”, dia bertanya.

eoh”, aku membalas singkat. namun aku tidak memberi tahu siapa pacarku. Hampir semua orang di ruangan ini tahu aku memiliki kekasih, tapi tidak ada satupun yang tahu bahwa ia adalah Kim Min Seok.

Mungkin mereka akan terkena serangan jantung ketika mengetahui ini. aku sendiri tidak mengerti bagaimana aku bisa bertemu dan menjalin hubungan dengan pria kecil itu selama beberapa bulan. Dia cukup menarik perhatianku. Dia tidak terlalu menonjol dan tidak terlalu banyak memiliki fangirl. Aku bisa bernapas lega karena ia selalu baik padaku. Sampai ketika semuanya berubah ketika kami benar benar menjadi sepasang kekasih.

Dia menyukai hidupnya sebagai athlete-wannabe, dan aku hanya memiliki sedikit waktu untuk bertemu dengannya karena kesibukanku. Aku hanya ingin ketika kami bertemu, ia bisa meluangkan waktunya untuk bertemu denganku. Tapi dia adalah MinSeok, tiada hari tanpa futsal.

Aku merasa ego ku di abaikan olehnya. Aku merasa tidak dihargai. Dan sekali lagi, aku memutuskan untuk menjunjung tinggi ego ku yang ada di luar ambang batas. Aku meminta break darinya. Aku meminta perpisahan.

Baru saja terjadi kemarin malam saat aku meneleponnya.

Mungkin kami bukan pasangan yang baik, sehingga aku berpikir tidak akan kembali lagi padanya. Apapun yang ia lakukan. aku dan Minseok tidak akan pernah bersama karena cara hidup kami terlalu berbeda. Dan juga… dia terlalu cute untuk jadi pasanganku.

.We Are Never Ever Getting Back Together

 

“Yuri, kau memiliki paket”, Taeyeon eonnie menyerahkan sebuah bingkisan coklat yang tadi pagi baru saja datang. Aku menundukkan kepalaku dan berterima kasih padanya. Aku menutup kamarku dan membuka bingkisan itu dengan seksama. Sebuah kotak berbentuk kubus dengan tinggi kira kira 30 senti.

Aku membuka tutupnya dan terkejut setelahnya.

Di dalam paket tersebut terdapat beberapa mickey mouse kecil yang lucu. Bentuknya seperti action figure dengan beberapa peralatan pendukung seperti rumah dan merchandise yang biasa aku lihat dalam kartunnya. Di dalam sana juga terdapat sebuah pita rambut persis sama seperti yang Minnie pakai.

Aku memungut sebuah surat kecil di sana. surat nya berwarna biru muda dengan wangi parfum khas Minseok. Aku tersenyum sebentar kemudian membuka surat itu.

kau sudah menerimanya? Bagaimana dengan Mickey Mouse ini? aku mencarikannya secara pribadi untukmu. Kau sudah bisa memaafkanku? Apa kau bisa menerima ku kembali? Aku mencintaimu, noona-yah’

Aku menutup surat itu dengan helaan napas panjang. Aku masukkan kembali surat itu ke dalam kotak dan menaruhnya di pojok ruangan. Aku rebahkan tubuhku dan tertidur di atas kasur empuk. Minseok masih belum bisa menerima kenyataan. Ini juga berat untukku, tapi aku tidak bisa kembali padanya.

.We Are Never Ever Getting Back Together

Aku memiliki schedule di Jepang selama beberapa hari, sehingga aku merasa ini adalah waktu yang tepat untuk Minseok melupakanku.

Aku memutuskan berjalan ke balkon kamar hotelku dan menikmati Tokyo di malam hari dari sana. udaranya tidak sebersih di Seoul, namun pemandangannya cukup menakjubkan. Lampu lampu dari deretan gedung dan rumah di bawah sana mampu membangkitkan senyumanku.

Aku mencoba rileks.

“Yuri, ada telepon untukmu”, kudengar Tiffany mengetuk pintu kamarku.

“dari siapa?”

“kakakmu, ada pada manager oppa

Aku berpikir sejenak. Oppa ku harusnya bisa langsung meneleponku ke nomer pribadiku. Tapi dia malah menelepon manager oppa. Ini aneh. Tapi aku langsung bergegas dan menerima telepon itu dengan terburu-buru.

yoboseyo, oppa”

noona-yah…”, aku dengar suara familiar itu lagi. Kim Min Seok mungkin bekerja sama dengan manager oppa dan menipuku untuk ini. aku sudah terlanjur di sana dan mengangkatnya.

“apa lagi?”

“kau masih belum memaafkan aku?”

“aku sudah memaafkanmu. Kau puas?”

“bisakah kau kembali menjadi kekasihku?”

no.

“meskipun aku menyanyikan sebuah lagu untukmu seperti ini…?”. suara berisik terdengar di ujung sana. tiba-tiba seseorang bernyanyi. Dan aku yakin itu bukan suara dari Minseok. Dia menggunakan suara kyungsoo-ssi sebagai media untuk mendapatkan hatiku kembali.

Apa dia bodoh?

“kenapa kau menggunakan Kyungsoo-ssi?”

“suaraku tidak sebagus miliknya”

“aku akan menghargaimu jika kau bernyanyi dengan suaramu”

“baiklah, lain kali aku akan—“

“tidak ada lain kali, Minseok-ah. Kau dan aku sudah berakhir. Dan tidak ada tawar menawar lagi”

Aku memutus teleponnya dan berjalan dengan gamang ke kamarku kembali. Pikiranku menjadi kacau namun aku terkekeh. Apa yang dia lakukan untuk mendapatkan hatiku kembali cukup menyenangkan. Hanya saja jika dia lebih sedikit serius, mungkin aku akan memikirkannya.

.We Are Never Ever Getting Back Together

“kau harus melangkah ke kiri, noona

Hari ini hari terburukku dalam sejarah. Aku memiliki sebuah perform dengan main dancer di agensiku. Di sini berjajar dari mulai Yunho oppa, Qian eonni, Hyoyeon eonni, aku, Taemin-ssi, Jongin-ssi dan tidak lupa Eunhyuk-oppa serta Shindong-oppa.

Aku beberapa kali melakukan kesalahan dalam gerakanku dan Eunhyuk oppa beberapa kali menegurku. Aku sebenarnya bisa saja berkonsentrasi dengan penuh kalau saja tidak ada Minseok duduk di belakangku dan memperhatikan semuanya.

EXO mungkin sudah akan memiliki jadwal yang senggang. Sehingga sebagian dari mereka menonton latihan kami dengan antusias. Aku benci mengatakan ini, tapi Minseok selalu memandangiku dari jauh.

Aku menjadi kacau, gerakanku tidak benar dan tempoku selalu salah.

“kau perlu istirahat, kurasa”, Yunho oppa menepuk pundakku beberapa kali. aku mengangguk, meraih botol air minum, dan membawa tas kecil ku keluar ruang latihan. Aku berdoa semoga Minseok tidak mengikutiku kali ini.

noona-yah”

Aku hampir tersedak. Bao zi itu adalah pria yang sangat keras kepala rupanya. Aku berjalan cepat menjauhinya, namun dia berlari dan menghadangku tepat di depan wajahku. Ia membuka sesuatu dari tangannya dan menunjukannya padaku.

“kau lihat ini kosong?”

Di dalam otakku hanya terbayang bagaimana cara untuk segera pergi dari pria ini, pun dia sepertinya sudah gila. Menunjukkan sebuah telapak tangannya yang kosong padaku.

“ini adalah hatiku tanpa kau, noona”, dia tersenyum dan menunjukkan kembali telapak tangannya. Dalam sepersekian detik, ia menutup dan mengepalkan telapak tangannya kemudian secara ajaib ketika ia membukanya, sekuntum mawar ada di tangannya.

“ini adalah hatiku, ketika kau ada di sisiku. Bermekaran seperti bunga mawar”, ia berkata. Senyumnya mengembang, dan ia terkekeh. Aku menatapnya tanpa ekspresi. Dia sepertinya benar benar menginginkanku kembali.

Aku mengambil mawar itu secara paksa dari telapak tangannya. Sehingga secara tidak sadar, aku melihat duri mawar itu melukai telapak tangannya hingga mengeluarkan darah segar.

“kau lihat noona, jika mawar ini diambil paksa, maka ia akan melukaiku. Sama sepertimu, jika kau memaksa pergi dariku seperti ini, kau akan melukaiku, noona-yah

Ia berkata. Entah kenapa ia menjadi puitis hari ini. aku bahkan tidak bisa menjawab apa apa padanya. Hanya saja ketika membayangkan apa yang terjadi padaku dan padanya selama beberapa bulan terakhir, aku memutuskan ini adalah jalan terbaik. Berpisah dengan Minseok adalah keputusan terbaik yang pernah kuambil.

“Minseok-ah…”, aku berkata padanya dengan pelan, membuat tonasiku selembut mungkin.

“ini bunga mawar, dan mawar itu berduri. Mungkin ia akan melukaimu disaat seseorang menariknya secara paksa, tapi percayalah… bunga ini akan melukaimu lebih banyak jika kau tetap mengenggamnya. Lebih baik jika… kau melepaskannya dan terluka sekali, daripada kau terluka seumur hidup karenanya..”

Minseok menatapku gamang, aku tidak bisa menahan kepedihanku. Aku memilih pergi dari hadapannya. Ia masih berdiri di sana ketika aku membelakanginya.

Maafkan aku, Minseok-ah, kau tahu.. di antara kita tidak akan pernah bekerja.

.We Are Never Ever Getting Back Together

Hari ini aku mendapatkan sebuah paket lagi. tentunya dari Minseok. Ia mengirimiku beberapa bunga mawar berbagai warna. Di dalamnya ada kartu ucapan yang singkat dan membuat mataku melebar.

aku tidak keberatan seumur hidupku terluka karena bunga mawar ini, asalkan ia hanya melukaiku karena ia milikku’

Pria itu benar benar keras kepala.

Padahal baru saja aku melihatnya tersenyum di sebuah acara musik live hari ini. kurasa ia telah mempersiapkan bunga ini sejak aku mengatakan sesuatu pada hari itu.

Aku tidak membencinya, aku masih menyukainya. Hanya saja aku dan dia tidak akan bekerja. dia memiliki waktu yang sangat panjang di dunia ini sedangkan aku harus mengakhiri hidupku sebagai SNSD yuri cepat atau lambat. Aku tidak ingin menganggu karirnya, dan dia tidak boleh terlibat kontroversi denganku.

Banyak alasan yang aku buat untuk menjauhkan diriku darinya, namun dia adalah pria yang tidak kenal lelah.

Dia meneleponku lagi kali ini. dan aku mengangkatnya tanpa ragu. Aku hanya ingin mendengar usaha apa lagi yang ia buat untuk meyakinkan aku agar kembali dengannya.

“kau sudah terima bunganya, noona-yah?”

eoh”

jadi?”

“apa?”

“apa kau ingin kembali padaku, noona-yah?”

“bukankah sudah kubilang, we are never getting back together anymore”

“kau terdengar kejam, seperti nenek sihir”

“kenapa kau meminta nenek sihir ini kembali padamu kalau begitu?”

“karena aku snow white. Aku akan memakan berapapun apel beracun yang kau berikan asalkan kau berada dekat denganku”

Aku hampir tertawa mendengar pernyataan Minseok. Dia sangat cute. Bahkan hanya mendengar kalimatnya yang lugu.

yah! snow white itu wanita. Kau namja yah namja.”

“baiklah, aku akan menjadi pangeran kalau begitu”

“tidak ada pangeran yang akan bersama dengan nenek sihir, pabo

“ada, dan hanya aku”

“baiklah, terserah”

Aku memutus teleponnya. Kali ini dengan perut kegelian. Ia seperti baru saja memberikan lawakan segar padaku. Mood ku menjadi sangat baik.

.We Are Never Ever Getting Back Together

 

aku sedang memutar lagu Taylor Swift di kamarku dengan kencang ketika seseorang mengetuk pintu. Tidak ada suara dari sana. hanya ketukan saja.

…..Then you come around again and say
“Baby, I miss you and I swear I’m gonna change, trust me.”
Remember how that lasted for a day?
I say, “I hate you,” we break up, you call me, “I love you.”…

nuguya?”, aku berteriak di antara lantunan suara serak Taylor Swift. Namun tidak ada jawaban di balik pintu. Aku mengecilkan volume tape ku dan bergegas membukakan pintu. Di sana sosok ayam raksasa sedang berdiri. Ia melambaikan tangan sayapnya padaku.

Dari posturnya, aku sudah tahu siapa yang ada di balik kostum ini.

“ini bukan pesta kostum, Minseok-ah

“ah~~ kau mengenaliku? Padahal Taeyeon noona sempat kaget sebelum ini-“

“apa yang kau inginkan?”, aku memotong kalimatnya sebelum dia sempat berbicara lebih banyak

“membawamu kembali padaku”

“itu tidak akan pernah terjadi”, aku memalingkan wajahku dari wajahnya. Minseok tersenyum dan menggenggam tanganku.

“aku akan berubah, jika kau memberikanku kesempatan”

“kesempatan itu sudah tidak ada padaku, menyerahlah”

Minseok terlihat menundukkan kepalanya. Ia menyingkirkan kostum kepala ayam dari tangannya, dengan perlahan ia berlutut di depanku. Tangannya menggenggam sebuah cincin kecil yang sangat indah.

“kembalilah menjadi milikku, noona-yah

Aku diam. Aku tidak ingin menyakiti perasaannya. Tapi bersama dengannya sekali lagi hanya akan membuatku lelah. Aku kekanak-kanakkan, dan dia harus menerima itu.

Aku belum sempat menjawab ketika volume tape ku tiba tiba menjadi lebih keras. Mungkin ada yang salah dengan sound system nya. tapi ia bisa mendengar jelas lagu apa yang sedang ku dengarkan.

We are never ever ever getting back together
We are never ever ever getting back together
You go talk to your friends, talk to my friends, talk to me
But we are never ever ever ever getting back together

“kau mendengarkan lagu seperti ini?”, dia mengangkat alisnya padaku, aku mengangguk dan tersenyum. Aku berjalan dengan santai ke tape dan mematikannya. Aku berbalik dan menatap Minseok dengan semua tatapan menyesal yang kumiliki.

“kau dengar liriknya, Minseok-ah… ini sama persis seperti apa yang pernah kukatakan padamu. Aku tidak akan kembali padamu, dan kau tidak akan kembali padaku. Kuharap kau mengerti karena aku tidak ingin kau dan aku lelah dengan hubungan ini. aku percaya kau dan aku mampu. Dan disaat nanti kau dan aku telah sama sama belajar bijak dan lebih dewasa… kau mungkin bisa mencobanya lagi. tapi sementara ini.. maaf…. aku tidak bisa menjadi milikmu lagi”

Aku tersenyum padanya di akhir kalimatku. Semoga ia bisa mengerti akan keegoisanku setelah semua usaha yang ia lakukan padaku. Pada akhirnya semua demi kebaikan aku dan dirinya.

Minseok terlihat berdiri. Ia berjalan padaku dan mengenggam tanganku. Ia menaruh cincin yang dipegangnya di jari manis tangan kananku. Aku menunduk, tidak berani menatap matanya.

“aku bisa mengerti. Mungkin aku tidak menggunakan waktu berhargaku denganmu dengan baik, aku menyesal. Tapi bukan berarti kau tidak akan kembali padaku…”

Ia menelan ludahnya sesaat. Kemudian melanjutkan kalimatnya.

“… cincin ini adalah tanda bahwa aku akan kembali padamu suatu saat nanti, jika aku tidak bisa bersama denganmu saat ini, maka ijinkanlah aku menjadi teman terbaikmu, noona-yah. buat jalan bagiku agar bisa menghabiskan waktu denganmu, sekali lagi”

Aku tertegun mendengar ucapannya. Ia tidak seperti Minseok yang biasa aku kenal. Dia terlihat dewasa hanya dari kalimatnya saja.

Aku menepuk pundak Minseok dengan lembut, aku berikan senyum terbaikku padanya, berusaha melapangkan hatinya yang mungkin dilanda kekecewaan.

“aku masih bisa berteman denganmu. kau tidak perlu khawatir untuk ini”, ucapku singkat.

Minseok menunjukkan deretan gigi putihnya yang sempurna padaku. Pipinya yang menggelembung membuatku gemas ingin mencubitnya. Lagu Taylor Swift kembali aku putar di tape. Dan kali ini aku tertawa bersama Minseok.

Masih dengan kostum ayamnya, ia baru saja merusak kamarku. Ia berlarian sambil menggoyangkan tubuhnya kesana dan kemari, ia merusak sprei ku dan menumpahkan isi kasur ku ke atas lantai. ia seperti anak kecil yang kegirangan karena sesuatu. Aku membiarkannya. Karena aku tahu, dibalik kegembiraan yang ia tunjukkan padaku hari ini, mungkin terselip kekecewaan yang ia tidak ingin siapapun tahu.

Aku mengenal Minseok, terlalu mengenalnya.

Maafkan aku, tapi kita bisa memulainya kembali suatu hari.

I remember when we broke up the first time
Saying, “This is it, I’ve had enough,” ’cause like
We hadn’t seen each other in a month
When you said you needed space. (What?)
Then you come around again and say
“Baby, I miss you and I swear I’m gonna change, trust me.”
Remember how that lasted for a day?
I say, “I hate you,” we break up, you call me, “I love you.”

We are never ever ever getting back together,
We are never ever ever getting back together,
You go talk to your friends, talk to my friends, talk to me
But we are never ever ever ever getting back together

 

=THE END=

 

 Singkat aja. 2.900 an words doang. kenapa?

karena aku gak nemu feel nya. hahhaha😄

tapi ya sudah jadi seperti ini. ya semoga suka deh.

ps : di chapter ini aku cuma suka posternya. hahahahaha

74 thoughts on “We Are Never Ever Getting Back Together – From EXOYUL Series

  1. Rizkia aulia tifanny berkata:

    Hm ngbuburitnya cuman baca ff . Haha biar gak kerasa haha😀.
    Aku seneng baca semua ff eonnie yg penting ad yulnie nya .
    Ahaha apalagi kalau minyul hm itu namanya bukan suka lagi , tpi nnti jadi cinta baca ff eonnie..:D
    eon yulhan kapan ?

  2. Angeline berkata:

    Lohh aku paling pertama coment ni ???o_O tumben..😀 iya eon feelnya aku kurang dapet.. Tapi tetep bagus ko eon O:-) AKU MENUNGGU YANG YULHUN EON..😉😀

  3. Black virus chanyul berkata:

    Wah, perjuangan xiumin buat dapetin hati yul kembali patut di acungin jempol, pantang menyerah..
    Cerita nya bagus ko eonn, mengalir dengan sendri nya..^^
    inti nya semua tulisan kayur eonn itu daebak..hehe
    di tunggu ff chanyul nya eonn, kira” chanyul urutan ke berapa ya??

  4. YhyeMin_SO_NE berkata:

    bagus eonn,ringan ceritanya.. Tpi aku lebih suka yg series pertama menegangkan dan tak terduga..!eonn series yulhan ny kayak sirine dong ada kekuatan elemen g2 tpi dunia real gk dunia game…
    #Kalo gk mau jga gk papa

  5. friendshidae berkata:

    Itu yulnie nya agak egois deh.
    Ksian ngliat pngorbanan minseok demi balikan lg sm yulnie.
    Sabar ya oppa,
    Oppa sama aku aja*plakk
    Abis ini pairing yulnie sm siapa lagi eon?
    Kapan di post nya?, enak nih klo tiap hari baca ff eonnie

    • bapkyr berkata:

      Abis yuri eonni kesal. Persis kaya lirik lagunya taylor ‘we havent seen each other in a month’ .. Nah jd yuri diabaikan gitu sama minseok

  6. Liza Nining berkata:

    minseok-yuri? emang bener lebih cute minseok hahahahha yuri sabar yah, cute emang spesialis minseok, ga bisa ditawar (emang cabe?)😄😀

    lanjut unni, next ff pair siapa??? yulhan gapapa deh akhir2 aja yang penting nyesss, saran yulhan kasi action ya unni~~~ *maunya* hehe ^^v

  7. Han Neul Ah berkata:

    Suka kok eon, apapun yg eonni buat aku suka *aish wkwk
    Iya eon agak susah nemu feelnya di couple ini, jujur aku gak terlalu suka sm xiumin hehe
    Next part eon😉
    Hwaiting!!

  8. tha_elfsone berkata:

    wah minseok gigih ya buad dpetin yuri lgi..
    ampe2 jdi ayam gtu..heheh
    luchu ngebayanginya..heheh
    tpi yg sbar ya minseok psti yuri akan kmbali pdamu suatu saat nnti 🙂

    waah d tnggu ff exoyul yg lain ya kayur ^-^

  9. Mutia Arizka Yuniar berkata:

    Feelnya kurang dapet, mungkin kalau ada adegan yang buat yuri nangis untuk mikir lagi tentang balikan itu mungkin dapet feelnya, tapi oke kok🙂

  10. yuniq eka cahya berkata:

    wahh slut bner ni ama perjuangan ny xiumin. Bca ini jd inget moto gp, bda bgt ama rossi yg kmren mlm cma dpt podium 3. Kliatan dia ga sngh2, ga kya xiumin perjuangan ny. Sdikit geje sih emg tpi yg sya liat bgtu hehe. Tpi krang greget ni eonni hehe. Tpi keep writing dn gomawo ^^

  11. Nadia Kwon berkata:

    Xiumin lucu xD memang gak dapet feelnya.. tapi sukses buat aku tersenyum ^^~

    Eonni… bagian HunYul di panjangin ya….

  12. janemaris berkata:

    Kasian minseok nya eon tapi lucu juga sihh kkkk ^^ dia pantang menyerah gitu. Bener sih eon baca part ini gak nemu feel nya soalnya moment mereka sama sekali gak ada. Tetap setia menunggu partnya yultao nyunyunnie🙂

  13. Hani"thahyun"_Kim berkata:

    minseok cukup gigih yaa buat bisa narik kembali hatinya yuri,, tapi yuri terlalu teguh sama pendiriannya..
    kasian juga sih minseok nya,, tpi seenggaknya mereka msh bisa berteman..hahaha

  14. Cho Yuri berkata:

    Napa pas kostum ayam itu ak ngebayangin onew ya +_+😄
    Ntahlah xiumin kamu sama yang lain aja ya… Yul utk Kyu #kyuri shipper kumat😄
    Oke ditunggu yg laen

  15. kwonzhuwie berkata:

    Inii end? Wahh aq smpet ngira yul bklan nerima minseok lgi~
    prjuangan minseok pdhl keren~ g nyerah gtu aj..
    Tebarr jempol buat minseok hkhkk :p

  16. missfishyjazz berkata:

    huah! xiumin bisa saja dirimu! ngejar yuri sampe sebegitunya .-.
    abang bakpau ini memang cute nya overload banget.-.
    fuhh fuhh you’ll find somegirl better bang!😀
    good idea😀 keep writing ^^

  17. kyuri shipper berkata:

    Sama aku jga suka posternya tp aku kurang suka castnya hehehe author kapan kaiyul aku tunggu loh

  18. nikita tirta berkata:

    Walaupun Xiumin berusaha beribu-ribu kali untuk mndapatkan cinta Yuri tpi Yuri akan kata we Are never ever getting back together…Wlaupun x dpt brsama mreka masih rakan..Dri 1o mta aku bg 6 mata.

  19. Dhea Kwon berkata:

    Xiumin pantng menyrah bangt drimu.. ckckck
    Yuri unni gk mau sma km mnding sma aku aja yu, #pelukxiumin

    Daebak! Gregetnya dapet bngt.. ditunggu series slnjutnya~

  20. HanY berkata:

    Nie sad end y..
    Tp ko ngerasanya lucu y…
    Pa lgi ngebayangin Minseok nya kya gtoe…
    Aaaah imut bgt, sni” mending sma q ja yu…
    Q bka hti q dgn lebar n snang hti pda mu Oppa..hahahaha

    Yul onn ma Minseoknya sma” kekeuh..
    heheh

  21. seria berkata:

    ceritanya ringan.. Sekalian rehat dr td bc ff nyun yg genrenya brat2. Trus jg bbrp bag kocak.. Suka kt2 ttg mawarnya~

  22. lia generation berkata:

    lucu cerita a,,
    jarang2 ad cowok yang kek gitu,, hehehehehe
    eoonie,, request an aq belom d buat😦
    ff suju doong

  23. opsky16 berkata:

    💖💖💖💖💖
    Bagusss…
    Yuri strong heart bgt. Klo aku ga perlu ditanya 2 kali udah lngsung bilang iya ke xiumin…
    Keep writing 😍

  24. aloneyworld berkata:

    Sumpah alesan yuri itu konyol banget tapi masuk akal juga sih😄 minseok emang terlalu cute yaampun pengen tak bawa pulang😄 hahaha tapi kasian juga ya minseok ditolak berkali-kali gitu yaampun😥 aku suka yang analogi hati minseok sama mawar itu kak😀 dan endingnya minseok malah ngerusak kamer yuri, yaampun x_x

Leave your review, don't treat me like a newspaper.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s