VIBRANCE [Part 1]

Vibrance BY BAPKYR

gamau banyak ngoceh. check this out aja,

***

“Yuri, matikan semua lampu, aku akan terlambat dengan kelas professor Dims. Aku duluan”, seorang wanita meneriaki namaku dari ambang pintu. Rambutnya yang pirang dan perawakannya yang pendek mudah sekali untuk menghilang di depan pintu. Aku menggelengkan kepala, sambil menyantap roti panggangku dengan pelan-pelan. Aku pandang satu figura photo yang terpampang paling besar di ruang makan, foto aku dan Hyoyeon –nama gadis dengan rambut pirang itu. aku hidup berdua saja dengannya. Dia bukan kakakku, dan aku bukan adik kandungnya. Kami hanya sama-sama dipertemukan tempat yang bernama panti asuhan. Bertahun-tahun kami berteman dan pada akhirnya memutuskan hidup sendiri di sebuah rumah kecil pinggiran kota Rauchsst.

Aku menyapukan sebuah lap mulut lembut di kedua sudut bibirku. Dengan sedikit berjalan, aku meraih sebuah tas yang tergeletak di sofa ruang tamu. Aku angkat tas itu dan kukaitkan di bahuku. Aku berjalan santai ke ambang pintu. Dari sana aku bisa melihat meja makan masih berantakan dengan piring dan gelas-gelas bekas Hyoyeon dan aku.

Aku menjentikkan jariku sekali, dan piring serta gelas itu melayang segera ke dalam bak cuci piring. Aku menjentikkan lagi jariku, taplak meja melayang dan menghempaskan semua remah roti yang berceceran di atas meja, kemudian taplak itu kembali ke tempatnya semula setelah remah hilang. Di bawah meja, aku bisa melihat sebuah sapi bergerak sendiri, membersihkan lantai dari debu dan remah roti yang berjatuhan.

Sementara di saat yang sama, piring dan gelas tersebut sudah kembali ke rak antik sesuai dengan posisinya masing-masing. Aku tersenyum.

Kujentikkan jariku sekali lagi, dan lampu di rumah padam.

Aku berjalan ke ambang pintu, keluar dari rumah dan menguncinya hanya dengan sekali lagi jentikkan jari.

Rauchsst hari ini sepi, semua orang mungkin sudah berada di sekolah atau larut dalam pekerjaannya masing-masing. Berbeda dengan orang kebanyakan, aku harus pergi ke sekolah sedikit lebih siang. Walaupun aku bersekolah di tempat yang sama dengan Hyoyeon dan hanya berbeda satu grade darinya, namun jam belajarku sedikit berbeda.

Aku berada di satu sekolah sihir bernama Raville.

Apa aku mengatakan sekolah sihir?

Benar. Di Rauchsst, setiap orang hidup dalam kekuatan sihir dengan tingkatan yang berbeda. Sejak lahir, setiap orang sudah diberkati oleh bakat sihir. Ada 7 nobles –keluarga terhormat di dalam kerajaan sihir yang paling di segani di kerajaan ini. dan anak-anak dari mereka bersekolah di Raville. –bersama-sama denganku.

7 nobles itu memiliki spesialisasi yang berbeda-beda. Setiap keturunan dari noble diberkati satu bakat istimewa khas dari noble tersebut. Jika aku hanya bisa menggunakan sihir ku untuk bersih-bersih dan pekerjaan ringan lainnya, maka noble itu bahkan bisa memindahkan dirinya dari satu tempat ke tempat lain –teleportasi.

Ada juga noble yang diberi kekuatan fisik setara dengan 7 monster. Ia dapat mengangkat istana hanya dengan ujung jarinya.

Singkatnya, keturunan dari noble adalah spesial. Konon dahulu kala, 7 nobles itu terbentuk karena 7 ksatria yang berbeda. Mereka berjuang untuk menyelamatkan raja Rauchusst saat itu yang sedang ditawan oleh sihir hitam. Perang dunia sihir pecah dan 7 ksatria itu bersatu, menyelamatkan raja sihir.

Setelah kemenangan di depan mata, Raja sihir saat itu –yang merupakan raja sihir terkuat sepanjang sejarah Rauchusst, membagi kekuatannya dengan 7 ksatria tersebut, mereka di beri keahlian yang berbeda dengan tingkat kekuatan yang sama. Dan sejak saat itu, kekuatan itu turun temurun melalui anak dan cucu mereka hingga saat ini.

Berbeda dengan 7 nobles itu, aku dan Hyoyeon adalah salah satu dari sekian banyak orang biasa yang mempunyai sihir standar. Aku tidak mempunyai noble karena aku ditemukan yatim dan piatu sejak lahir. Ini juga merupakan hal yang membuat aku dan Hyoyeon menjadi dekat.

Di Rauchusst, orang-orang seperti kami tidak mudah untuk dapat diterima di sekolah elit sekelas Raville. Bisa dikatakan bahwa aku dan Hyoyeon adalah anak yang beruntung. Di Panti, kami berteman dengan seorang keturunan Noble ke-6, namanya Jessica. Awalnya ia bernasib sama seperti kami, tidak mengetahui identitas masa lalu nya. namun seseorang datang dan mengaku sebagai keluarganya. Jessica mengalami mental breakdown ketika ia mengetahui kekuatan sihirnya sendiri yang cocok sebagai keturunan dari noble ke-6. Dan sejak saat itu, ia keluar dari panti dan hidup sebagai keluarga elit di tengah kota.

Sebagai tanda terima kasih dan persahabatan, ia menggunakan nama keluarganya untuk meminta jatah kursi bagi aku dan hyoyeon di Raville. Aku tidak bisa menolak, pun tidak ingin menerima. Aku hanya… tidak menyukai sekolah sihir. Jika diberi kesempatan, aku hanya ingin bersekolah bersama rakyat kerajaan ini di sebuah sekolah biasa.

Aku menaikkan tali dari tas ku yang hampir merosot. Semua orang memelototiku ketika aku berjalan di antara jalanan setapak di sebuah pertokoan ramai. Mungkin mereka mengira aku adalah salah satu dari keturunan nobles karena aku menggunakan seragam Raville.

Beberapa yang sudah mengenalku, membuat tiga jari dari tangan kanannya dan menyilangkannya di dada mereka. ini adalah salam khas di Rauchsst, jika di kerajaan sihir lain mereka menggunakan ‘tundukkan kepala’ sebagai tanda sapaan, di Rauchsst adalah berbeda. Sebagai kerajaan sihir tertua yang menjunjung tinggi norma dan adat, menggunakan salam tiga jari menyilang di depan dada adalah keharusan jika bertemu dengan kenalan atau kerabat. Salam lima jari menyilang di depan dada akan dilakukan ketika mereka bertemu dengan keluarga bangsawan atau keturunan dari nobles.

Aku sering menggunakannya jika aku bertemu dengan beberapa pria dan wanita paruh baya yang aku kenal. Aku menyilangkan 3 jari di depan dada sebagai tanda salam khas. Dan selanjutnya aku akan berjalan terus, melemparkan senyumku pada beberapa orang yang keheranan atas seragam yang aku pakai.

“Yuri”, aku dengar suara seorang wanita meneriaku ku dari belakang, aku mendengar suara kuda dan kereta yang berderit di belakangku. Wanita cantik dengan rambut kecoklatan dan senyum mengembang duduk di kereta kencana berwarna keemasan. Di sebelahnya ada pria paruh baya yang berkumis tipis dengan seragam seperti tentara romawi kuno.

“Ah, Krystal”, aku mengenalinya dan menyilangkan lima jariku di depan dada. Krystal turun dari kereta, wanita itu mencoba mengacaukan salam hormat yang aku lakukan.

eyy~ sudah kubilang jangan lakukan itu padaku. Kita teman, aku bukan ratu atau raja buatmu”, ia mencoba memegang bahuku pelan, aku ragu. Dia selalu berkata seperti ini padaku setiap kami bertemu. Memang benar adanya, bahwa aku dan dia adalah teman sekelas di dalam Raville. Namun dia adalah keturunan dari noble ke tujuh. Bagaimanapun, dilihat dari status apapun, dia adalah bangsawan.

“kau akan ke sekolah? Bagaimana jika kuberi tumpangan? Kakaku tidak bersamaku hari ini. kau tidak perlu beradu mulut dengannya”

Aku tersenyum lebar dan hendak menolaknya. Namun pria paruh baya dengan kumis tipis yang selalu baik hati itu membuka pintu kereta lebar-lebar dan menyuruh kami naik ke kereta dengan segera. Aku tidak bisa menolak.

“kemana kakakmu?”, aku bertanya ketika aku sudah duduk dengan manis di dalam kereta.

“Myungsoo? Ah apa lagi yang dia lakukan? kau pasti sudah bisa menebak hari ini kelas siapa bukan?”, aku membuat bentuk O pada mulutku dan mengangguk. Myungsoo –kakak dari krystal adalah seorang brilian dengan kemampuan sihir di atas rata-rata. Namun dia sangat lemah terhadap wanita. Terutama yang berumur lebih tua darinya.

Dan hari ini adalah kelas dari Professor Sirla, dan dia adalah salah satu dari sekian banyak professor tercantik di Raville. Mungkin Myungsoo akan mencuri waktu untuk menggoda profesor itu di kantornya daripada ia menghabiskan waktunya berdebat setiap pagi denganku.

Hal-hal yang kami perdebatkan adalah seputaran ilmu sihir dan penggunaannya. Dia memang jenius, tapi mereka bilang aku berada satu level di atas Myungsoo. Memang aku hanya dapat menggunakan sihir jenis rendah, seperti memindahkan barang barang dengan jentikkan jari atau sejenisnya. Tapi aku termasuk superior bisa sekelas dengan berbagai siswa dalam level nobles.

Keistimewaanku adalah, aku tidak perlu merapalkan mantra dalam menggerakkan sihirku. Berbeda dengan semua penyihir yang ada di sekolah ini. setidaknya mereka harus menghapalkan berjuta mantra di kepalanya hanya untuk melakukan sihir sederhana. Mereka bisa mengatakannya dengan nyaring ketika sihir tersebut digunakan. Namun di tingkatan seperti Myungsoo, ia hanya perlu mengucapkannya secara berbisik. Atau hanya membayangkannya saja di otaknya.

Inilah mengapa aku dimasukkan dalam kelas paling superior di Raville sementara Hyoyeon berada di kelas reguler bersama beberapa nobles yang berkemampuan rata-rata lainnya.

Kudengar Green Seat –sebutan untuk dewan sekolah beserta jajaran staffnya, memasukkan aku ke kelas superior dengan harapan aku dapat mengembangkan sihirku menjadi temuan baru yang lebih dahsyat. Mereka mengatakan bahwa penyihir yang dapat menggunakan sihirnya tanpa menggunakan mantra seperti aku sudah musnah, bahkan sudah dapat dibaca melalui buku sejarah.

Menemukanku adalah satu berkat bagi mereka.

Setidaknya itulah yang mereka katakan ketika aku berada dalam grade pertamaku. Aku telah ada di dalam masa-masa grade ke-5 ku, dan ini artinya aku telah berada di sini selama 5 tahun. Namun aku tidak menemukan bakat lain selain menggunakan sihirkku untuk keperluan rumah tangga.

Green Seat, mungkin kecewa dengan perkembanganku, tapi mereka tidak bisa mengeluarkanku sembarangan dari kelas superior. Walaupun sedikit, mereka masih menumpahkan sedikit harapannya padaku.

Krystall mengajakku turun dari kereta ketika kami sampai di sebuah gerbang hitam besar yang menjulang. Gerbang itu di apit oleh dua beast yang paling terkenal sepanjang sejarah dan menjadi lambang dari sekolah kami. Wolf dan Phoenix.

mereka adalah monster yang paling ditakuti di sepanjang sejarah negara sihir dimanapun. Konon, mereka dapat menyerap semua sihir yang berada di dekat mereka. mereka akan menyedot sampai habis semua sihir yang bisa mereka rasakan. Dengan kata lain, mereka akan membunuh semua orang dengan kekuatan sihir.

Ada juga cerita masa lalu yang menyebutkan bahwa 7 ksatria nobles berakhir karena berada di dalam kekacauan perang ketika 2 beasts itu menyerang. Dikabarkan, mereka tewas karena dua makhluk mengerikan itu.

Aku tidak tahu bagaimana makhluk mengerikan itu hilang dalam sejarah dunia sihir. Aku hanya mendapat cerita seperti ini turun temurun ketika berada di panti. Dan sekarang, mungkin menjadi rahasia umum.

Satu yang membuatku keheranan ketika pertama kali aku memasuki gerbang ini. jika yang berada di gapura depan adalah patung dari dua monster berbahaya, mengapa sekolah menjadikannya sebagai lambang?

Di tahun pertamaku dulu di sini, kuhabiskan dengan mempertanyakan hal itu. mereka mengatakan bahwa kedua monster itu dipakai sebagai tanda belasungkawa dan tanda kekuatan besar. Phoenix adalah simbol kebebasan dan kehormatan, meskipun beberapa buku usang menyebutkannya sebagai dewa yang suci, namun sejarah sihir terlanjur mencapnya sebagai monster yang mengerikan. Namun begitu, di dalam dunianya, Phoenix  disebut-sebut sebagai monster dengan kehormatan tertinggi. Phoenix di pakai untuk melambangkan bahwa Raville memiliki kehormatan sebagai wakil dari dunia sihir. Sedangkan Wolf, aku hanya mendengar hal buruk tentang makhluk satu ini. jika phoenix memiliki bentukan yang indah dan terhormat, aku dengar wolf adalah beast yang paling kejam di antara mereka. selain menyerang penyihir, wolf dikabarkan gemar melukai klan nya sendiri. Mereka berdarah dingin, tidak mengenal kawan dan lawan, brutal, berani dan gagah. Kurasa Raville menggunakan lambang ini sebagai perwujudan eksistensi mereka yang kokoh, berani dan berwibawa.

“Yuri, belakangan ini aku merasa tidak enak dengan Jessica”, Krystal berkata padaku ketika kami berjalan pelan di lorong panjang.

“apa perseteruan antara noble ke 7 dan ke 6 belum selesai?” aku bertanya, krystal menggeleng.

“mereka memperebutkan sesuatu yang sudah selesai di masa lalu, aku kadang tidak habis pikir”, mata gadis itu mengawang. Aku hanya mengangguk, tidak tahu apa yang harus aku katakan. Sejak beberapa bulan lalu, noble ke 6 dan ke 7 terlibat dalam perseteruan yang sengit. Kedua keluarga itu berseteru tentang siapa yang pantas menjadi panglima tertinggi di antara ketujuh nobles.

Yang aku tahu, nobles ke 6 dan ke 7 dikenal dengan keahliannya di dalam melancarkan strategi dan kekuatan dalam perang. Mereka sama-sama pintar dan memiliki kepercayaan diri yang tinggi. Sejak berabad abad lalu, nobles ke 7 di pilih sebagai panglima tertinggi dari ketujuh nobles. Mereka memimpin nobles lainnya di bidang pertahanan. Tahun lalu, ketika panglima dari noble 7 meninggal karena sakit, diangkatlah wakilnya yang merupakan noble ke 6. Rupanya noble 7 tidak terima dan mereka terlibat perseteruan sengit.

Jessica adalah keturunan dari noble ke-6 dan Krystal adalah noble ke 7. Wajar jika mereka saling canggung satu sama lain saat ini. kadang aku bersyukur aku bukan salah satu dari mereka.

“yuri, kau mendengarkanku?”, aku terlonjak kaget. Kami telah sampai di ambang pintu kelas. Kystal menggeleng singkat padaku sesaat, aku hanya terkekeh. Kami masuk ke dalam kelas.

Berisik. Satu kata yang kutangkap ketika beberapa pria menggunakan sihirnya untuk menulis sesuatu di atas papan tulis atau sekedar menerbangkan beberapa kertas berbentuk pesawat. Di pojok, aku bisa melihat Eunhyuk –keturunan dari noble ke 5, menggunakan sihirnya untuk mengangkat rok salah satu siswi.

Ketika wanita itu berteriak, ia akan terbang dan kejar-kejaran di udara akan terjadi dalam beberapa detik.

Aku hanya bisa menghela napas.

Aku duduk di deretan kursi paling belakang. Satu meja berisi dua kursi, dan aku duduk sendiri. Sebenarnya Krystal lah yang biasanya duduk di sebelahku, tapi semenjak ia dekat dengan pria kurus yang merupakan pangeran dari noble ke 7 nya –Nickhun, ia lebih memilih duduk di sebelah pria itu.

Aku menaruh tas ku di atas meja, sambil menjentikkan jari jari ku perlahan. Buku-buku keluar dari tas ku beserta beberapa peralatan tulis lainnya. Aku hanya tinggal duduk dan menunggu detakan jam berbunyi tiap detiknya.

Aku bisa katakan bahwa setiap orang di dalam kelas ini memiliki darah bangsawan. Aku bisa katakan beberapa yang terkenal. Nickhun dari noble ke-7 adalah seorang pangeran. Keturunan langsung dari leader noble 7 saat ini. jadi bisa dikatakan, bahwa Krystal dan Nickhun adalah sepupu. Dan aku kadang tidak habis pikir bagaimana bisa gadis itu menyukai sepupunya sendiri yang hidup dalam atap yang sama.

Ah, aku lupa mengatakan ini.

Setiap noble hidup dalam satu kastil sesuai dengan noble nya. dengan total 7 kastil yang tersebar di Rauchusst, mereka hidup bersama. Intrik intrik selalu terjadi dalam ketujuh nobles itu. mereka diharuskan ikut dalam pemerintahan dewan sihir. Dan mereka selalu berseteru karena masalah kecil di dalam politik.

Selain Krystal dan Myungsoo yang berasal dari noble ke 7 di kelasku, ada juga Jungkook, Junhong dan Sehun. Bisa aku persingkat, sepertinya noble ke 7 dikaruniai kekuatan dan wajah yang sempurna. Hampir mereka yang berada di sana dan keturunan dari noble 7 adalah mereka dengan wajah dan penampilan mendekati sempurna, tidak salah… mereka adalah noble dengan elemen cahaya.

Dari keturunan noble ke 6, yang begitu terkenal adalah Tiffany, Junho dan Jiyeon. Jessica walaupun noble ke 6, ia berada di kelas berbeda denganku. Tiffany, Junho dan Jiyeon adalah pemain swing yang berbakat. Swing adalah pertarungan dengan tongkat sihir yang paling termahsyur. Mereka biasanya akan diberi satu tongkat dan dikelompokkan dalam satu tim yang beranggotakan 3 orang. Pesertanya adalah mereka dari keturunan nobles. Total ada 7 tim dan mereka memperebutkan piala Grand Swing dari dewan sihir.

Teknis permainannya, simple. Mereka akan dilepaskan di satu area dan menyerang satu sama lain. Yang berhasil bertahan adalah pemenang. Tiffany, Junho dan Jiyeon adalah tim itu. 3 kali berturut turut memenangkan pertandingan tongkat sihir itu dengan penampilan sempurna.

Sesuai dengan keterampilan dari noble 6, elemen kayu. Keahlian tinggi dengan tongkat sihir adalah bakat sejak lahir.

Noble terkenal lainnya yang sekelas denganku adalah Eunhyuk. Dia sangat jahil, tapi pria ini memiliki selera humor yang tinggi. Bisa dibilang ia adalah happy virus bagi siswi seserius aku atau myungsoo. Eunhyuk adalah keturunan dari noble ke 5. Ia menguasai elemen angin, sebagaimana elemen 5 kebanyakan. Dia terkenal karena ia merupakan salah satu siswa jenius yang masuk ke dalam kelas superior tanpa tes sama sekali. Aku juga tidak menyangka jika aku hanya melihat dari wajahnya saja. Mereka mengatakan don’t judge a book by the cover. Dan itu benar, selain Eunhyuk, ada beberapa nama seperti Himchan, Daesung dan Hara yang mengisi noble ini.

Noble yang dilahirkan dari elemen api adalah noble ke 4. Seperti karakteristik api, para keturunan dari noble ini bertindak labil dan sering termakan emosi. Kepercayaan diri dan arogansi yang tinggi adalah ciri utama mereka. mereka memiliki proporsi kekuatan yang meledak ledak sesuai dengan emosi yang mereka kendalikan. Lahir di keluarga ini adalah Taecyeon, Yunho dan Victoria. Mereka mengerikan. Kadang aku tidak percaya aku bisa sekelas dengan mereka.

Prestasi mereka cukup bagus, namun mereka perfectionist. Tidak ingin dikalahkan. Ah ya… dan cenderung egois.

Noble ke 3 di dalam kelas ku adalah Taeyeon, Sooyoung, Minho dan Baekhyun. Ya, mereka adalah pembicara yang baik. Kepribadiannya sangat bertolak belakang dengan noble 4. Mereka yang berada di noble ke 3 cenderung bersahaja. Dengan kekuatan elemen tanah yang mendominasi, down to earth adalah pepatah yang paling pas untuk mereka.

Noble ke 2 adalah noble yang paling susah di ajak berbaur. Elemen air. Seperti karakteristik air, sukar digenggam. Mereka jenius dan mendekati sempurna, tapi mereka hidup dalam dunianya sendiri. Tidak ingin berbaur. Masuk dalam keluarga ini adalah Thunder, Ren, Lay dan Sohee. Aku tidak mengenal mereka secara dekat, aku tidak begitu mengetahui kepribadian mereka.

Dan dari noble superior pertama adalah Kai, Kris, Taemin, Amber dan Luna. Cukup banyak, karena memang mereka tergolong cukup jenius. Tidak seperti noble ke 2 yang menjaga jarak dari noble lainnya, walaupun tergolong sebagai noble superior pertama, keturunan dari keluarga ini cukup bersahaja. Mereka akan bersedia mengobrol jika mereka di ajak, namun ketika jika tidak ada yang mengajak mereka, maka diam adalah ciri khas mereka.

Tapi aku cukup berteman baik dengan wanita –yang sedikit banyak lebih mirip pria bernama Amber. Dia cukup ramah padaku. Mungkin karena hobi kami yang sama, bermain bola kaki tanpa sihir. Aku tidak tahu bagaimana mereka menyebutnya.

Noble ke 1 dikaruniai elemen alam sebagai kekuatan utamanya. Bukan mengendalikan alam, tapi mereka bisa menggunakan elemen alam sebagai pengobatan. Mereka menggunakan sihir penyembuhan, membuat regenerasi sel bahkan jika kekuatan mereka cukup, mereka bisa menghidupkan kembali orang yang sudah mati hanya dengan sihir –walaupun hanya bisa bertahan beberapa jam. Healing adalah kemampuan utama mereka. noble di keturunan keluarga ini begitu jarang, sehingga mereka disebut sebut superior karena ini.

“kau melamun lagi, Yuri?”, suara seorang pria mengagetkanku. Myungsoo duduk di atas mejaku sambil memuta mutar pena di sela sela jarinya. Aku hanya berdecak pelan. Ia berusaha terlihat tampan lagi di depanku.

“apa kau sudah selesai menggoda Prof Sirla?”, Myungso  menaikkan satu alisnya ke atas.

“darimana kau tahu?”

“adikmu”

“ah, dia… sudah kubilang rahasiakan. Benar-benar anak itu… ck”

Di akhir kalimat myungsoo, bel berdentang 2 kali, tanda kelas akan dimulai. Wanita tinggi nan cantik dengan topi tinggi ala chef namun dengan warna gelap, masuk ke dalam kelas. Wanita itu membawa buku dan tongkat sihirnya. Ia meletakkan semuanya secara serentak di atas udara. Kami tidak memiliki meja untuk pengajar di depan kelas, semuanya bisa dilakukan dengan sihir. Seperti yang sedang dilakukan professor di depan. Ia mengayunkan tongkatnya dan mengucapkan mantra berbisik, satu buah spidol bergerak sendiri dan menuliskan sebuah kalimat di papan tulis.

Lu Han’

Jika aku tidak salah baca, ia menuliskan kalimat itu di depan papan tulis.

“silakan masuk”, Prof Sirla menggetarkan pita suaranya. Seseorang melangkah dari ambang pintu, mengenakan sebuah seragam yang sama dengan ku. Rambutnya berwarna keperakan. Perawakannya mungkin seperti Kai. Ia cukup tampan dan manis. Namun sudut matanya memerah.

“namaku Luhan”, ucapnya singkat. ia meletakkan lima jarinya di depan dada, dan kami membalasnya dengan gesture yang sama.

Aku baru menangkap apa yang terjadi. Sepertinya ia adalah murid baru karena aku tidak pernah melihatnya di sekolah ini.

“kau berasal dari noble mana?”, Prof Sirla bertanya padanya.

“aku tidak berasal dari noble manapun, proffesor”, sahutnya singkat. proffesor Sirla mengangkat kedua alisnya, dan ia menatapku. Mungkin ia mengira Luhan memiliki kemampuan serupa denganku.

“lalu bagaimana kau bisa masuk ke Raville? Bahkan kelas superior?”

“mungkin….” pria itu terdiam beberapa menit, ia menjentikkan jarinya dan aku bisa melihat Krystal memekik kaget. Jendela yang ada di sebelahnya pecah. Tidak hanya satu, ada 6 jendela yang pecah secara beruntun. Luhan menjentikkan jarinya kembali dan semua serpihan jendela yang sudah mengurai berubah menjadi satu kembali. Seperti tidak pernah pecah. Seperti mengalami satu adegan rewind.

“…begini”, ucap Luhan menutup atraksinya. Aku menganga, dia memiliki kemampuan yang sama denganku. Menggunakan sihir tanpa merapal mantra. Tapi dia berada jauh di atas levelku. Pertanyaan-pertanyaan seperti ‘bagaimana dia bisa melakukan itu’ dan ‘siapa pria itu?’, bergulat di otakku.

“b-baiklah, Mr. Luhan, kau bisa duduk dimanapun kau suka… baiklah anak-anak, mari buka buku halaman 987 dengan Bab…” aku tidak mendengar lagi apa yang Proffesor Sirla katakan. Yang aku lihat hanyalah Luhan, pria misterius itu berjalan ke arahku. Ia duduk di kursi kosong sebelahku. Ia tidak tersenyum namun ia memperkenalkan dirinya padaku.

“aku Luhan”, ia menempelkan salam 3 jari khas di depan dadanya sebagai tanda perkenalan. Aku hanya mengangguk dan menggerakkan bibirku dengan ragu.

“aku Yuri”, sahutku. Dia hanya mengangguk pelan dan mengeluarkan buku nya dari tas. Aku segera mengalihkan pandanganku darinya. Aku membuka halaman 987 dari buku tebal di hadapanku dengan menjentikkan jariku. Aku melakukannya dengan refleks, seperti setiap hari aku melakukannya. Namun Luhan memandangiku dalam beberapa detik lamanya. Aku menangkap sorot matanya.

what?”, aku bertanya singkat. Luhan menaruh tas nya di laci meja untuk kemudian menarik napasnya. Dia menggeleng, tidak menjawab pertanyaanku.

Aku kembali melihat papan tulis di depanku dan memperhatikan Proffesor Sirla berbicara. Namun tengkukku tiba tiba merasa sangat dingin. Bulu romaku berdiri. Sekilas tapi pasti aku bisa mendengar bisikan aneh lewat melalui telinga kananku.

Kita bisa berteman, Yuri.

Aku menoleh ke kanan, dan menemukan Luhan mengembangkan senyuman aneh padaku. Sudut matanya masih memerah seperti pertama kali ia melangkah ke dalam kelas. Namun aku menangkap sesuatu atmosfir yang aneh. Bisikan itu… apakah itu Luhan?

.TBC

Begitulah part pertama ini kira-kira. bagaimana? jelek? ga suka? mirip Harry Potter? hahahaha

ini ibarat kata Harry Potter nyampur sama Bloody Star terus sama JMTB campur MV Wolf drama ver jadi satu.

dibaca aja deh ya. semoga jadi karya apik buat blog ini.

210 thoughts on “VIBRANCE [Part 1]

  1. evita sari berkata:

    kerenn bgd, aku suka alur nya ..
    tp aku mau req. ff about yoona dong ,, hehehe

    well, lanjuut dulu ke next part yaa ..🙂

  2. Sekar Ayu berkata:

    omg ! bgus bgt, aku suka harry potter, dan beruntung bgt bisa ketemu ff mu eon🙂 feelnya kerasa bgt, penyampaian bhsnya juga keren, gk kalah sama JK Rowling deh ! knp aku bru nemuin sekarang ya -_-

  3. Khansa berkata:

    Nyari2 ff nya yuri ketemu sama blog ini, sumpahnya keren semua cerita disini, baru baca yang ini udah ketagihan, lanjut part 2 nyaaa🙂😀

  4. desi berkata:

    sumpah perawakan bhasanya kren bget dah ah ,,, alur ny jg bkin trpaku saking krennya ..huhhu
    Eonni pinter bget yah dlm ff genre fantasy itu hebat hebat hebat

  5. K'el berkata:

    hi, aku newbie di sini. Tapi gubek2 gugel tentang ff yulhan dan malah kesasar dan berujung pada blog bapkyr. Aku suka ff ini. Jadi agak nyesel baru tahu ff ini ada… Hehehe… Udah ada berapa ya? Jadi penasaran baca part selanjutnya 🐝

  6. Hn_avy berkata:

    Wahhh.Luhan’ny bisa mecahin kaca…
    Awalnya aja udah suka apalagi ksana’ny.Seru kak,terima kasih.5ah lama gak baca ff sekeren ini
    Ah.ya sudahlah kita lnjut saja pada part duaaaaaaa »

  7. haeri berkata:

    Keren eon ceritanya.. genre fantasy, ttg sihir.. daebak!!
    bnran campur2 dah ni ceritanya..
    Dan karna castnya luhan, jd gmpang dibayangin, bnr2 lgsg kebayang lu di mv drama version wolf..
    Asiikk, yulhankai..
    Thanks pwnya eon, lgsg lnjt part slnjtnya.. haha

  8. firdakwon14 berkata:

    Wah… aku kudet kak nyun… aku baru tahu ada ff ini ketika melihat library nya kak nyun… keren banget lho… ini sudah selesai semua kan? apa ada yang di pw nggak kak? maaf aku kudet kak :3

  9. Lulu Kwon Eun G berkata:

    kayur aq melongo smpe2 daguku mau jatoh!!
    penjabaran nya itu loh selalu singkat padat tepat dan jelas! *halah

    abis baca TSD ke Vibrance ngejomplang bgt ya, ternyata beda :O
    keren bgt kayur! aq next ya^^

  10. Anonym berkata:

    Ahahaha aku suka fantasy apalagi kalo ada actionnya😀 entah kenapa suka ff action semenjak baca ff kaknyun😀

  11. Susiani berkata:

    Ahh aku suka ff ini, apa lagi FF Fantasy dan castnya adalah para biasku kkk~
    Pas baca Teasernya aku masih kurang ngerti tapi pas mulai baca chapter 1 aku mulai sedikit ngerti deh.. kkk~
    Ijin baca next chap ne Eonni^^

  12. lalayuri berkata:

    Hai kak nyun, tadi aku udah ijin baca ff karya kak nyun kqn dan saat aku mau milih ff yg mau aku baca, gatau kenapa aku ngerasa vibrance pasti ceritanya bagus dan ternyata aku benar ceritanya bagus banget kak tentang sihir, kaya harry potter ya kak ceritanya. Intinya ffnya kak nyun semuanya bagus !!! Aku suka banget sama sifat sifat cast di ff kak nyun, aku jadi bisa benar benar membanyangkan ceritanya langsung karena karakter di cerita dan asli menurutku hampir sama. Ok sekian reviewku di part ini aku mau lanjut baca part 2. Ijin baca ya kak

  13. The Blackpearl berkata:

    baguss banget kaknyunn..
    aku kira tadi aku bakalan kesulitan ngebayangin nya… ternyata enggak sama sekali,..
    masih perkenalan yah di awal2.. belom masuk ke konfliknya taoi aku uda penasaran bangett… rasanya pengen langsung baca chapter terakhir. tapi ntar jadi ga seru..
    ijin baca chap selanjutnya yaahh kaknyun~~

  14. Phannia berkata:

    Eunhyuk yadong😄
    Ah ak suka ak suka ak suka ♥ ak suka ff genre kaya gini, jadi sesusah apapun bahasa sama istilahnya tetep dapet feel..
    YulHan momentnya cuma diakhir doang.. gpp deh.. cusss baca nextnya aja…

  15. Diva Deannova Pasha M. berkata:

    Bagus banget ceritanya..
    Penasaran banget sama kelanjutannya..
    Dan aku suka banget sama cerita sihir

  16. Yayarahmatika berkata:

    Suka banget sama film harry potter, dan setelah aku baca fanfic ini, ini kayak ngehayalin film harry potter dengan pemeran yuri. Kejutan banget ini, langsung ke part 2 ny ya kak nyuuunn, penasarannn bangett, ni kak nyun

  17. BintangVirgo berkata:

    Haloo kak nyun..
    udah lama gak ngunjungi neverland soalnya sbuk sama urusan skolah…
    jadi buat pemanasan baca vibrance lagi…
    feelingnya sama kaya pertama baca… KEREN!!

  18. seora berkata:

    aku komen teaser sampe 2x tapi kayanya eror, gak tau dah tuh komen nya berhasil apa gak -_-
    baguussss, padahal baru chap1. yuri punya telekinesis kaya luhan ya, tapi kai blm nongol disini. di chap2 kah? lanjut ya kaknyun

  19. kimchikai berkata:

    Ini keren bangd… Aku pada puyeng karena gak apal sama nama2 orang yg masuk noble tertentu tapi asli ini keren bngd.. Itu luhan punya kemampuan sama kayak yuri? Ada hubungan apa ya.. Kayaknya luhan tau sesuatu deh

  20. Winda berkata:

    Keren !! Aku berasa ikut kebawa ke alam dimana terdapat penyihir .. Seperti Harry potter. Huwaaa daebak .. Gomawo!!

  21. Ersih marlina berkata:

    Kereeen, semuanya tinggal jentikin jari aja ckckck
    coba kalo asli bisa, kan beresin rumah ga harus cape kkk

    ceritanya seru banget ka nyun, aku lnjut bca ya

  22. Hara_Kwon berkata:

    Ini ff bener2 keren kak! Aku suka sekali sama alurnya ceritanya. Yuri sama Myungsoo bikin gemes, tingkah mereka lucu banget hehe sampek Yuleon lupa kalo disampingnya ada Luhan😂
    Wahh.. itu tadi telepati ya kak? Siapa kira2 yg bicara atau lebih tepatnya berbisik ke Yuleon?
    Sebenernya aku dulu udah pernah baca ff dan udah komen. Tapi entah kenapa aku pengen baca ff ini lagi😁
    Nggak papa kan kak? Hehe
    Izin lanjut baca lagi ya kak nyun😊

  23. Puput berkata:

    Tiba tiba keinget sorcerers diaries wkakwkwk. Tp ini pemerannya luhan ya uwawwww yulhann 😮

  24. Yelin berkata:

    aq bnr2 ngabayangin luhan yg d mv wolf pas baca ff ini biar dpt feelnya.^^
    seru nih..aq udah ngebayangin bakal ada fight pake kekuatan sihir yg keren

  25. dotha12 berkata:

    Kangen mauu bacaa FF inii… dulu wktu prtma kali baca gak bsa jdi reader yg aktif coz gak pny akun WP hahahhaaa, maafkeun akoh yah kaknyun #peace #kedipkedipmata
    okedehh kakknyunn aku lanjutt yah… ;;)

  26. Humaira berkata:

    Hallo.. Salam kenal aku reader baru di pg ini. Aku baru baca part ini, awalnya aku ngerasa ceritanya hampir sama kayak harry potter, tapi pas baca ke bawah lagi cerita makin seru menurut aku.
    Sekian author

Leave your review, don't treat me like a newspaper.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s