L – From ILOVEU series

l-bapkyr-request-copy

Second Series of BAPYUL Stories.

Main Cast : Kwon Yuri & Choi Jun Hong (BAP Zelo)

Genre : Angst

Length : Ficlet

Disclaimer : I just Own the plot and idea. Do not plagiarism.

Thanks to banana for awesome poster.

***

“Aku akan menunggumu di sini…”

Gadis manis itu bersikeras untuk duduk di pelataran kotor dari sebuah gudang tua. Ia enggan beranjak, tidak ubahnya batu. Jari-jarinya yang lentik kini ia letakkan rapi di atas kedua pahanya. Gadis itu berjongkok, memeluk dengkulnya dan beberapa kali memajukan bibir bawahnya. Di detik selanjutnya, telunjuk kanan dari gadis itu berayun lincah di atas lantai marmer kusam –menyingkirkan debu-debu tebal.

Aku bergerak menjauh dengan ragu, sesekali mencuri pandang ke belakang dan berdehem. Aku selalu menggunakan nol sepersekian detikku untuk mengecek barangkali si gadis pergi dari sana dengan segera.

“Kembalilah dengan cepat. Aku tidak suka gelap, Junhong-ah.” Rengek gadis itu manja. Aku memalingkan wajahku, berhenti mencuri pandang.

Aku melambaikan tangan kananku dan menunjukkan punggung tangan dengan kulit terawat pada gadis itu. Dia terkekeh pelan.

-oOo-

Aku berjalan dengan ringkih ke meja makan. Aku menemukan apel merah dengan sebuah pisau kecil menancap di permukaan kulitnya. Setelah menancapkan pisau pada apel yang lain, aku segera membuka mulutku lebar, berharap agar sebuah apel yang kugenggam bisa langsung masuk dan mengisi ruang kosong di perutku.

“Kau kelaparan?” gadis itu ada di sana, di sebuah jendela. Dia tidak duduk, tidak pula berdiri. Ia menggantung, menunjukkan telapak kaki-kakinya yang bersih padaku. Aku mendongak ketika ia mulai menjauh dari jendela dan terbang ke sisi lain.

Tidak kaget, dia hantu.

“Ya. Tentu saja. aku manusia dan ini sudah hampir jam makan malam.” Ucapku datar. Aku mengunyah apel menjadi sebuah cabikan yang lebih kecil di dalam mulutku. Gadis hantu itu mulai turun dari udara kosong. Ia berjalan pelan padaku, namun telapak kakinya tidak benar-benar menginjak keramik putih yang ada.

“Kenapa kau tidak keluar dan mencari makan, Junhong-ah?” gadis itu memiringkan kepalanya ke kanan, dia mungkin terlihat sangat lugu dan… cantik. Tapi apa yang dia perbuat selama beberapa hari terakhir sejak kemunculannya, selalu membuatku dalam kesialan bertubi-tubi.

“Aku tidak ingin keluar dengan kau yang mengekoriku.” Ucapku singkat. Gadis itu menundukkan kepalanya hingga bola mata kecoklatan hilang dari pandanganku. Ia berbalik dan mengubah nada suaranya menjadi 10 tahun lebih muda.

“Maafkan aku, Junhong­-ah. Aku tidak bermaksud membuatmu tidak nyaman karena keberadaanku…” gadis itu terbata, ia memilin gaun mininya.

“Lupakan. Jangan bahas itu lagi. Besok akan aku pastikan kau menemukan ingatanmu dan kembali ke alammu. Jangan membuat suara seperti itu, menggelikan.” Tidak bermaksud mengejek atau memperoloknya. Aku hanya sedikit lelah dengan gadis itu. Dia datang tiba-tiba dan mengatakan bahwa dia akan berada bersamaku sampai ingatannya kembali. Kemudian kesialan, hinaan dan sederet hal buruk lainnya datang padaku tidak diminta. Jika bukan karena kebaikanku, mungkin aku sudah membunuhnya.

Membunuhnya pun sudah tidak mungkin. Dia hantu. Dan hantu tidak akan mati dua kali.

“Terima kasih, Junhong-ah. Kau memang pria muda yang sangat baik.” Gadis itu mulai lagi. ia tersenyum dengan sangat… teramat… manis. Membuatku meleleh.

“Aku memang pria yang baik. Dan muda. Baiklah, sekarang kau tidur. Besok akan menjadi hari yang sangat panjang.”

Gadis itu dengan lugunya mengangguk. Kelopak matanya terkatup dan membuka beberapa kali, ia tersenyum dan terkekeh singkat. Aku membalikkan badanku, berjalan pelan dengan perut bergenderang –kembali ke kamar.

-oOo-

“Apa yang kau lakukan dengan berdiri di sana?”

Aku menegur gadis hantu itu ketika ia mulai melamun di ambang pintu depan. Gadis itu membuka tangannya dan membawanya jauh ke depan dadanya. Dia seperti seorang lansia yang tengah menampung sesuatu yang terjatuh dari atas langit. Kepalanya mendongak. Aku membuang waktu berhargaku selama beberapa detik dengan berdiri di belakang tubuhnya.

“Aku menunggu burung terjatuh.” Gadis itu berkata pelan. Aku menangkap lelucon dalam kalimatnya, namun tidak sama sekali pada ekspresinya. Gadis itu serius tentang burung jatuh. Dalam berapa detik lalu aku memang berdiri diam, namun detik ini aku memutuskan untuk melakukan sesuatu. Aku menggenggam tangannya dan menariknya dari sana.

Mungkin beberapa manik yang melihatku dari kejauhan menganggap aku berpose dan berjalan seperti orang gila saat ini. Aku tengah menarik seorang hantu, dan hebatnya hanya aku yang bisa melihat sosok itu.

Aku berhenti di bawah sebuah pohon besar, tempat dimana aku menemukan gadis ini beberapa hari yang lalu. Pohon besar itu menyerupai beringin namun aku tidak tahu tepatnya nama pohon ini. Setahuku, sejak aku memakai popok hingga tumbuh sebatang kara sebesar ini, pohon itu sudah ada di sana.

Gadis ini mulai menyandarkan tubuhnya pada batang pohon besar itu dan aku mengikutinya dengan refleks. Bukan hanya dengan refleks, tapi dengan gaya yang serupa.

Kami duduk dalam diam, memandang udara kosong atau sekedar melihat kolong langit yang kebiruan. Angin berputar menerbangkan dedaunan  kering, namun helaian ringan dari rambut sang gadis tetap di sana, tidak bergerak.

Seorang anak kecil dengan topi rajut biru dan sepatu beroda muncul dan berlari ke arah kami. Ajaib, dia sepertinya bisa melihat Yuri, namun ia tidak bisa berbicara dengan benar pada kedua orangtuanya. Aku bisa lega, setidaknya ada yang bisa melihat bahwa aku tidak gila.

Gadis topi rajut itu tersenyum renyah, padaku dan pada gadis di sebelahku. Saat gadis itu mundur teratur dan menghilang di balik pelukan kedua orang tuanya, aku menghembuskan napas panjang.

“Aku selalu penasaran, seperti apa aku sebelum aku mati.” Di tengah kalimatnya, aku menoleh pada gadis hantu. Bibirnya bergetar, cairan bening terkumpul sempurna di pelupuk matanya. Enggan jatuh, enggan sirna.

“Suatu hari kau pasti dapat mengingat sesuatu.” Pesanku singkat. Aku terlalu muda untuk sebuah nasihat pada gadis hantu yang terlihat seperti noona ini. Gadis itu menggeleng pelan, menggoyangkan helaian rambutnya.

“Terima kasih, Junhong-ah. Aku cukup bersyukur memilikimu di sisiku.”

“Tapi bukan berarti aku senang dengan kehadiranmu, noona.”

Ah. Maaf atas semua kesialan yang terjadi padamu karena aku. Aku tidak bermaksud mencelakaimu atau memberikanmu hari yang buruk…” gadis itu terbata merangkai kalimatnya. Aku tidak ingin menekannya walaupun aku perlu sesekali.

“Tidak apa. Aku mengerti. Kau tidak bisa berbicara dengan siapapun ataupun menyentuh benda di dunia ini, bagaimanapun kau butuh aku karena hanya aku yang dapat melihatmu. Aku bisa paham sampai titik ini.” Jelasku.

Gadis itu tersenyum. Ia menyandarkan kepalanya lebih landai pada batang pohon tua itu. Aku membiarkannya, siapa tahu ia akan menemukan barang secuil dari ingatannya. Mempermudah proses agar aku tidak melulu bernasib buruk.

-oOo-

“Junhong-ah. Maaf… tapi aku tidak bisa mengingat apapun.”

Aku bagaikan mendengar petir di dekat telingaku. Selain menggeleng dan jengkel yang terpendam, aku tidak bisa melakukan apapun. Aku adalah pria dengan sejuta rencana, jika rencana A tidak bisa berhasil, maka aku akan menggunakan cara B.

Pemakaman.

Tidak ada cara lain.

Seoul memiliki banyak pemakaman. Aku mengunjungi salah satunya selama beberapa kali dalam satu hari. Aku bertindak seperti orang bodoh, memperhatikan makam satu dan makam yang lain secara teliti. Aku hanya ingin memastikan, siapa tahu memang jasad gadis hantu ini berada dalam salah satu di antara batu-batu nisan di sana.

Hari ini adalah hari ketiga. Aku sudah mengelilingi puluhan pemakaman umum. Kali ini aku mencoba lebih jauh ke pinggiran. Yang tidak terjamah, dan tidak memiliki banyak mata yang mengawasi.

Gelengan kecil dan bibir yang menekuk ke bawah. Hanya itu yang bisa kudapatkan dari ekspresi gadis hantu. Bagaikan mencari helaian kapas dalam kantung kapuk tebal. Gadis itu bahkan tidak mengingat namanya sendiri, bagaimana bisa aku mencetuskan ide ini.

Bodoh.

“Kita beristirahat dulu di sini.” Aku bersandar pada sebuah kursi kayu yang tergeletak tidak terurus. Kursi kayu itu hanya muat diduduki untuk satu orang. Aku membiarkan gadis itu berdiri, melihat nisan-nisan dengan teliti.

Aku tidak kejam, hanya saja dia hantu dan aku manusia. Aku bisa lelah dan dia tidak.

“Kau mengingat sesuatu?” aku bertanya, disusul dengan gelengan kesekian kalinya dari gadis itu. Aku menyerah, kusandarkan kepalaku pada pohon bergetah yang menjadi satu-satunya penyangga di balik kursi itu. Kubiarkan getahnya menempel pada baju rajutku.

Angin yang berhembus membawa gadis itu berpaling pada nisan yang lebih jauh. Aku mencibir.

“Kalau kau tidak ingat apapun, ayo kita hentikan sampai di sini, noona. Aku lelah.”

“Aku masih penasaran, Junhong-ah.”

Aku menegakkan tubuhku. Beranjak dari kursi kayu itu.

“Kita akan lanjutkan di lain hari.”

“Aku ingin cepat menemukan makamku.”

“Tapi aku lelah, noona.” Nada suaraku mulai meninggi. Gadis itu kepala batu.

“Tapi aku tidak.”

Sebaris kalimat singkat dari bibir gadis itu membuatku sedikit lebih murka dari sebelumnya. Aku mengepalkan tanganku kuat-kuat dan melepaskannya bersamaan dengan kalimat kasar yang aku lontarkan.

“Aku memiliki kehidupanku sendiri, noona. Aku manusia, kau hantu. Aku bisa lelah, kau tidak. Berhentilah kau mengacaukan hidupku. Berhentilah dari setiap jengkal detik kehidupanku. Aku ingin hidup normal seperti yang lain. Bukan berteman dan berbicara dengan hantu seharian.”

Aku terengah. Dadaku kembang kempis. Dedaunan yang jatuh dari pepohonan tua di sekitar pemekaman itu menyapu wajahku. Beberapa helai jatuh ke atas tanah dengan bentuk sempurna, beberapa terpecah menjadi serpihan.

Aku melihat yang serpihan, ketika gadis itu berbicara tersekat padaku.

“Maafkan aku. Aku hanya ingin membuat kau… gembira.” Gadis itu mulai berbicara nonsense. Aku menyentak.

“Apa kau pikir nada tinggi ini adalah nada bahagia? Apa kau pikir ekspresi seperti ini menggambarkan wajahku yang cukup bahagia, noona? Tidak sama sekali!”

Gadis itu memeluk tubuhnya sendiri. Memunggungiku. Langkah yang pelan mulai menghiasi telapak kakinya. Dia berjalan mundur.

Dalam beberapa detik kemudian, ia berhenti. Tepat di depan sebuah nisan kecil yang tidak terawat.

“Ini makamku.” Tunjuknya. Aku menoleh pada sebuah makam batu yang hampir tenggelam dimakan tanah basah. Aku menatap gadis itu, bukan dengan amarah mereda, Tapi satu emosi yang semakin menggelegar.

“Kau membohongiku dalam semua hari ini?”

Gadis itu mengangguk pelan. Masih memeluk tubuhnya.

“Dan aku dengan bodohnya, dibohongi… oleh seorang hantu.”

“maafkan aku.” Ucapnya lirih “…aku pikir kau akan bahagia dengan kehadiranku. Aku tahu kau kesepian selama ini, Junhong-ah…”

“berhenti sampai di sana. aku sudah cukup lelah. Kita bicarakan ini di rumah, ayo pulang.”

Aku memilih meredam amukan amarahku karena beberapa orang yang melihatku dengan aneh. Aku takut dianggap abnormal karena berbicara sendiri.

Aku mengulurkan tanganku dan mencoba mendapatkan tangan gadis itu di dalam genggamanku. Gadis itu menjauh. Hebatnya lagi, aku tidak lagi dapat menyentuhnya. Tubuhnya transparan.

Ia menggeleng kecil atas keanehan yang barusaja terjadi.

“Aku tidak bisa pulang. Ini rumahku. Waktuku sudah habis, Junhong-ah.”

“Berhenti berbicara dan ikut denganku ke rumah, noona. Aku memaksa.”

“Maaf. Tapi waktuku… sudah benar-benar habis, Zelo-yah.”

Aku tersentak. Bukan karena tubuh gadis itu yang berubah menjadi cahaya sedikit demi sedikit. Tapi tentang bagaimana ia menyebut nama kecilku.

“Zelo? Bagaimana kau mengetahui nama itu, noona?” mataku membulat, aku menunggu jawaban. Dari leher ke bawah, dipastikan gadis itu tenggelam dalam cahaya. Aku mencoba menggapainya, namun aku hanya menangkap sederet angin kosong.

“Selamat tinggal…” ucapnya lirih. Aku belum selesai. Aku meneriaki gadis itu dengan pertanyaan yang sama hingga pita suaraku bergetar kencang. Gadis di sana melayang, meninggi. Aku bisa melihat telapak kakinya kini ada di atas ubun-ubunku. bibir gadis itu bergetar, dan aku melihat air mata di pipinya. Ia menangis.

“Karena aku yang memberikan nama itu padamu. Zelo-yah…hiduplah dengan baik. Noona mencintaimu.”

Aku melihat gambaran yang semakin transparan di depanku. Memudar dan sirna tanpa bekas. Aku terpekik dan terjatuh lemas di atas tanah yang basah. Bukan karena aku lemah, tapi karena aku diberi tamparan hebat.

Gadis itu sudah pergi, dan ingatanku kini berputar. Memunculkan grafis-grafis baru dalam setiap inci syaraf otakku. Aku mencengkram kuat tanah basah yang menjadi alas. Kubuang serpihan tanah itu setiap aku berteriak keras. Angin kembali datang, dengan lebih kencang.

“Aku heran kenapa ibu menamakanmu Junhong. Nama itu susah diingat. Bagaimana kalau kau mencoba nama panggilan lain?”

“Aku menyukai nama yang ibu berikan, noona. Jangan mengeluh.”

“Aigoo… tapi aku susah menyebut namamu.”

“baiklah, berikan aku sebuah nama  yang mudah kau ingat.”

“Key? Vi? JH? Ada yang kau suka? atau… bagaimana dengan Zelo?”

“Apa artinya semua nama itu? terdengar aneh.”

“pilih saja, jangan banyak bicara.”

“Aku menyukai yang terakhir.”

“Baiklah. mulai hari ini kau Zelo. Choi Zelo, adik dari Choi Yuri. bagus bukan?”

“terserah kau saja, noona”

Aku terjerembab dengan posisi telungkup. Wajahku bersimbah tanah basah dan bau aneh dari cacing mati. Mataku terpaku pada sebuah makam kecil dengan nisan yang tidak terawat. Aku mencoba merangkak sebisaku, menggapai nisan itu.

Kutiupkan hembusan angin dari mulutku, menyingkirkan debu.

Aku singkirkan tanaman merambat yang ada di sana. Kupandang ukiran nama pada nisan itu baik-baik.

Choi Yuri.

Wafat 19 July 2001.

Mereka mengatakan bahwa menangisi jasad orang yang sudah tiada adalah pantangan. Tapi aku memilih melakukannya. Aku berdosa, aku telah lama membenci hingga ingatanku pada gadis ini hilang seluruhnya.

Terbaring di sana, adalah noona yang meninggalkanku 12 Tahun lalu. Aku begitu membencinya. Dia berjanji menjagaku setelah ibu tiada, namun dia tetap meninggalkanku. Aku mual ketika mengingat bagaimana aku bisa melupakannya.

Yang kulakukan hanyalah membenci, dan waktu menghapus segalanya. Ingatanku tentang gadis ini sudah sirna selama 12 Tahun.

Aku pendosa.

Kupikir kau bahagia dengan kehadiranku, Junhong-ah. Kau terlihat kesepian.

Terbaring di sana adalah noona dengan sejuta kebaikan. Aku meninggalkan dia sebagai artefak dalam ingatanku, namun dia tidak.

Dia bangun, menunjukkan kehadirannya padaku sekali lagi setelah 12 tahun.

Seharusnya dia marah, tapi kenyataanya aku yang memarahinya.

Aku pendosa.

Harusnya noona mencekikku dalam setiap kesempatan yang ia punya. Tapi dia tidak pernah melakukannya. Meskipun aku beberapa kali menghinanya, mengoloknya dan meratapi betapa sialnya hidupku dengan dia.

Dia tetap tersenyum.

Bahkan ketika dia pergi, dia mengatakan pada si pendosa ini sesuatu yang tidak akan pernah dilupakannya seumur hidup.

Zelo-yah hiduplah dengan baik. Noona mencintaimu.

Aku pria, dan aku menangis. Lemah, meraung kuat kemudian terbaring. Deru angin tak ayalnya debu tipis, menghiasi setiap linangan air mata yang tumpah.

Hari ini mungkin cukup buruk. Tapi, satu pelajaran berharga barusaja kudapatkan.

Bahkan orang yang sudah mati, tidak pernah membenci.

-THE END-

Halo Babyz, Yurisistables dan mereka yang menyukai bapyul series. kkk~

telah sampailah kita pada gerbang yang berbahagia dengan selamat sentausa (?)

bagaimana series ini? cukup puas?

88 thoughts on “L – From ILOVEU series

  1. elny sie yul+hun+han shiper berkata:

    aishh…akhirnya setelah aku nunggu sampai jam 00.00 update juga…

    hiks*tiba-tiba*kenapa sedih eon?jadi yuri itu noona’a zelo?yuri wafat tanggal 19 july 2001?aku udah lahir dong tapi 16 july 1999*gak nanya*
    #kembali ke topik
    aduh…udah skac-mat*emang lu kira main catur*gak bisa ngomong lagi…keren banget eonnie…aku nyampe terbengong-bengong baca’a
    KEREN….DAEBBAK….BAGUS..
    itu kesan pertama ku…aku kasih 10 jempol ntar aku pinjem ketemen2×😄

    udah ah…setelah setengah(?)puas*kalau nanya “kenapa setengah el?soalnya ini belum full ff bapyul nanti kalo udah semua ff bapyul’a baru full puas..XD*#padahal eonnie gak nanya#

    aku mau tidur dulu…bye..bye…XD

    • bapkyr berkata:

      Terima kasih atas apresiasinya🙂
      terima kasih juga sudah sempat nge review~
      sampai tidur malam gini , i am sorry~~

      ditunggu sampai tanggal 7. semuanya sudah aku post di wp, tinggal nunggu jadwal nya aja🙂

  2. 한늘앟 ~ berkata:

    Wuaaaa aku yg pertama lagi coment? *ciyusmiapaO,O)
    Seperti biasa eon, cool, keren, daebak, segalanya deh. Duh eon bahasanya puitis pake bgt si, iri loh aku u,u
    Bikin novel aja sekalian eon..
    Kutunggu next ficletnya~

  3. friendshidae berkata:

    Ceritanya tragis ini mah😦
    Aku malem2 nangis ini eonnie*gaadaygnanya
    Knp zelo tau klo hantu itu yuri noona nya pas yuri nya udh pergi. Knp ga dr awal?
    Huaaaaahhhh
    Kejam nih kejam
    Tp bahasa eonnie bnr2 bagus deh.
    Aku suka, yg I dan L bnran buat aku puas bgt baca nya eonnie
    Nggu yg O jam 00.00 besok

  4. Jaz berkata:

    Mau bilang apa lagi ya,,,aq bingung,,,aq cuma bisa bilang,,,bagus,,,bagus,,,bagus,,,
    lanjut ya thor,,,SEMANGAT,,,

  5. tha_elfsone berkata:

    Demi apapun sedih bnget bacanya..
    Pha lagi pas zelo sedih bnget pas hantu itu noonanya sendiri..
    Huuaaa..hiiks..hiiks..hiiks
    Yul dteng cuma buad zelo g kesepian😦
    Daebak for you kayur🙂
    Ff nya keceee ^^

  6. Tetta Andira berkata:

    Hikz ,, hikz ,, author emng daebak !!
    kllo bkin tulisan gak prnh nanggung .
    Kllo yg bahagia , bnerbner bkin readers gak brhenti senyum🙂
    Nah , kllo yg sedih , bnerbner bkin readers berkacakaca smpe nangis😥

    D.tggu yg lain’x thor ! Hwaiting !! ^-^)9

  7. yuri rahma berkata:

    hoah…
    Baru juga q kepikiran kalo yuri dipairing ma member BAP,e waktu buka dah ada
    Thanks ya dah buat pairing yuri ma member BAP

  8. Liza Nining berkata:

    kisah kasomih adik kakak yang mengharukan
    begitu sayangnya yuleon ke zelo
    nggak tau lagi, speechless ;___;

    keren daebak best jjang semuanya deh unn!! ^^)d

  9. Aletha berkata:

    Aigoooo dasar Zelo anak nakal /tamvar jelo/ *hehe –v
    Yuleon betapa ***** nasipmu :’)
    Kereeeen thorr >.<

    btw,, apa yg menyebabkan yuleon matii?? /selain takdir tuhan

  10. bebiboy berkata:

    Ya ampppuuunnnn nyeseeekkk itu si zelo😥. Ternyata selama ini noonanya yang nemenin dia tapi dia merasa risih gitu iisshhh😥. kaya film hello ghost pas akhirnya baru nyadar kalo itu keluarganya huhuhuhu nangiiiisssss😥

  11. janemaris berkata:

    arghhhh pertama eon aku agak sedih kenapa gak romance😦
    aduhhhh itu ngebanyangin yulnie ngomong kayak anak kecil lucu sendiri aku ^^
    waktu si zelo nyuru yulnie bobok kok hantu bisa bobok eon?
    aduhhh huwaaaa hikseee sedih itu si junhong masa marahin yulnie yang ternyata nunanya😦 zelo kasarrr. aigooo aku nangis eonnie hayo tanggung jawab. quote terakhir bener-bener jleb eon Bahkan orang yang sudah mati, tidak pernah membenci.
    daebakk!!!!

    • bapkyr berkata:

      mau dibuat romance. tapi asa janggal. soalnya jauh beda umurnya. aku kurang begitu dapet feel nya. hehe.
      hantu nya bisa apa aja /nahloh.
      thanks. zelo gak kasar, kalau aku jadi zelo aku juga sama bakal marah marahin tu hantu. dia kan nyari nyari ngelilingin makam kaya orang gila. pasti cape lah si zelo. makanya dia emosi. cuma ya karena ga nyadar aja zelo, kalau yang dia marahin itu seseorang yang berharga buat dia

  12. Lee Minhyuk Btob Nam Jihyun 4minute berkata:

    Aku seneng bngt ada ff nya anak bap boyband favorite ku setelah beast yg di pairing kan ama yuri akhir2 ini uda lumayan bnyk ff L ama yuri senengnya dan unnie ayo bnykn ff yuri ama anak bap aku menunggu ff yuri dgn anak bap yg lainnya. ^^
    Bap Jjang !!! Yuri Jjang !!! Zelo Jjang !!!

  13. ikaaroro berkata:

    Ɨƚʊ̈̇ђυ͡ (˘̩̩_˘̩ƪ) Ɨƚʊ̈̇ђυ͡ kok sediih yaa eon tp ttap keren kok, buat Ɣªήğ comedy yaa eon jgn lupa
    #ketawa geje smbil maksa みϱ”̮みϱ”̮みϱ”̮みϱ (⌒˛⌒)

  14. Annzi Jung berkata:

    eon T_______T beneran ini sedih banget… pagi2 udah nangis baca fic ini huhu ;______; diksi eon bagus banget… aku bingung mau bilang apa… yang pasti fic ini sukses bikin aku nangis T.T

  15. Hani"thahyun"_Kim berkata:

    ya ampuuunn sedih banget,, ternyata yg hilang ingatan itu bukan yuri tapi junhong..
    kasian zelo,, harus kehilangan yuri untuk yg kedua kalinya..
    dan yg terakhir dia harus liat yuri pergi dg perasaan sedih akibat perlakuannya zelo sndiri..
    ckckck
    good job thor :-*

  16. NG_YuriGG • Sulleh_ berkata:

    Keren unn,sedih ih;; yuri ternyata noona nya zelo ya… Pokoknya keren unn,ditunggu cerita” berikutnya~ fighting!

  17. Dhea Kwon berkata:

    Aahh!! Aku nangis #ingetkaka
    Keren unni, kraiin Zelo itu bukan kkanya Yuri
    Daebak bngt unni, sukses buat aku nangis!!
    Ditunggu kelanjutan yang laiinnya

  18. tyas arin berkata:

    huaaaa kasian zelo hdup sndri , jd trnyta yuri cm mo nnjukin bhw driny msi pduli am zelo . kasian zelo dtnggal .
    pnysaln sllu dtg trkhir y ..

  19. Nadia KrisYul HunYul Shipper berkata:

    Zelo! Zelo! Zelo!!! aku puas dengan series ini ^^~

    Choi/? BroSis :3

    ahhh… Zelo jahat! masa noona nya sendiri dilupakan.. huhhh……😄

  20. Silvermist Shimmer (@NissABC) berkata:

    Yah,,zelo gimana sih?,,masa lupa ama noona sendiri ?:-/
    Sungguh terlalu…
    salut ama yuri eonnie yang begitu menyayangi adiknya,,gak kaya we yang setiap hari perang mulu ama hegel *hegel itu adik we :3 #Gagdayangtanya #guaomongndiri😛
    DAEBAK !! Always amazing`

  21. Park Min Rin berkata:

    Lanjut lagi😄
    Bingung mau komentar apa, masih tertegun ._. gak pernah ngira sama sekali kalau ternyata Yuri di sini itu kakaknya Zelo. Jadi Yuri itu sebenernya gak lupa ingatan, kan? Dia pake alesan itu cuma biar bisa deket terus sama Zelo dan biar Zelo bisa nerima dia, kan? Dan Zelo pun menyesal… penyesalan emang dateng di akhir :’)
    Great Fiction, kak! aku lanjut ke selanjutnya, ya😉

  22. HunHan berkata:

    Hiks hiks hiks hiks………lagi-lagi aku dibuat nangis sama author……..😥 …….FFnya keren banget Thor………aku suka banget!!!!!!……😀
    Terus berkarya ya Thor….maju terus pantang mundur…..FIGHTING……😀
    Habis ini aku mau nangis sepuasnya *gak ada yang nanya*

  23. yurimyblog berkata:

    kaknyuuuuuuuuuuunnnnn. D-A-E-B-A-K-K-K-K-K-K
    bahkan rumput yang bergoyangpun gak sanggup berkomentar apapun tentang ff ini. u,u
    gak nyangka kalo yuri ternyata noonanya si jelo, dan ternyata dia angel bangeeeet.
    aku lanjutttt,

  24. aloneyworld berkata:

    Aku kira pas disitu ditulis “dia hantu” ini bakal jadi serita serem ternyataaaa😦 namanya juga angst ya emosinya kerasa banget apalagi bagian terakhirnya huhuhu😦 itu kakak kamu junhong jangan bentak-bentak jadi pergi kan u,u

Leave your review, don't treat me like a newspaper.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s