U – From ILOVEU Series

untitled-1-copy-copy

The Last series of ILOVEU.

Title : U

Main Cast : Kwon Yuri – BAP Daehyun

Genre : Angst and find urselves [I put a surprise here]

Length : Ficlet

I Just own the plot and idea. Do Not Plagiarism.

Thanks to banana for the awesome poster

***

“TINGGALKAN AKU SENDIRI!” Seorang wanita menjerit histeris. Ia mencabut beberapa selang tipis yang ada di seluruh tangannya. Sebuah tabung besar yang terbuat dari baja, ia jatuhkan seraya tubuhnya beranjak. Rambutnya ia kibaskan sambil melepaskan perban putih bersih yang mengelilingi dahinya. Dia menggila.

Darah keluar melalui rembesan luka kecil akibat tarik paksa selang beberapa saat yang lalu. Gadis itu tidak merasa kesakitan. Tapi ia berteriak.

Seorang ibu-ibu dengan histeris pingsan di tempat, sementara beberapa orang berseragam putih ala rumah sakit datang tergesa-gesa. Salah seorang pria di antaranya membawa sebuah jarum suntik yang cukup panjang dan menujamkannya tepat di tangan gadis itu.

Dalam hitungan detik, si gadis terhuyung –menabrak beberapa benda mati, dan terjatuh dalam sebuah tangan kekar. Tubuh lemah sang gadis dibaringkan kembali pada tempatnya semula. Ia tertidur.

Jauh di balik celah besar pintu kamar, seorang pria melihat semuanya dari atas kursi roda. Ia menggeleng, pupilnya menyipit dan badannya berkeringat. Pria itu bergegas mengendalikan kursi rodanya maju –menjauh dari kamar itu.

-oOo-

Who am i?

What is this creepy song?

Am i alive? Or dead already?

Happy is last long

Death comes too soon

Seorang gadis duduk di pelataran kotor dari bagian belakang rumah sakit. Aku kenal ruangan ini. Sebuah ruangan yang lebih mirip dengan gudang. Tempat aku menyendiri dengan kursi rodaku.

Aku mencoba tidak mendengarkan dengan beroda lurus ke depan –tidak sekalipun menatap gadis itu. Tapi gadis itu bernyanyi satu bait lagu yang tidak kukenal. Ia mengetuk-ngetukkan buku-buku jarinya hingga mereka terluka di atas lantai.

Aku memicingkan mata, mencoba melihat siapa yang sedang putus asa di sana.

Seorang gadis, cantik. Gadis sama dengan yang aku lihat beberapa hari yang lalu. Jika sebelumnya ia berteriak seperti orang gila sambil melepaskan infusan di tangannya, hari ini ia cenderung pendiam. Dan berubah menjadi seorang penyair.

“Permisi.” Aku berdehem, membuat perhatian nona itu teralih sepenuhnya padaku. Aku melihat infus pada tiang yang gadis itu bawa, bergoyang. Kepalanya menoleh padaku. Matanya kosong. Hampa.

“Ada yang bisa kubantu, pria tampan?” Ia memandangku seperti orang gila. Aku hampir saja dibutakan oleh bagaimana sempurnanya penampilan gadis itu secara fisik. Tapi jika bicara mental, aku yakin ada yang salah dengannya.

“Namaku Daehyun, aku juga pasien di sini. Kamarku berada tepat di sebelah kamarmu. Nona…”

“Yuri. Mereka menamai ranjangku dengan nama itu.”

Gadis itu mencoba memberitahuku. Tapi senyumnya langsung menyeringai lebar, memudarkan penilaianku bahwa ia adalah gadis yang cukup cantik. Ia menunjukkan deretan gigi putihnya denganku secara seram, matanya masih kosong. Ia buru-buru mengalihkan pandangannya pada sebuah lukisan tidak terpakai di pojok ruangan. Kemudian ia bernyanyi kembali.

Who am i?

What is this creepy song?

Am i alive? Or dead already?

Happy is last long

Death comes too soon

-oOo-

Aku baru saja menyelesaikan fisioterapiku –terapi tulang. Mereka mengatakan kabar buruk bahwa kemungkinan aku akan lebih lama tinggal di tempat ini. Aku memutuskan untuk keluar, mencoba merenungi apa yang salah dengan penyakitku. Kenapa badanku menjadi lumpuh perlahan dan apa yang membuatnya tidak kunjung sembuh.

Aku membuat kursi roda yang kududuki berjalan lurus ke depan –ke sebuah ruangan yang familiar. Gudang rumah sakit, itu tujuanku.

Tempatku menenangkan diri.

Aku masuk ke dalam sana, suara keresek lembut terdengar di kejauhan. Seorang wanita menangis, ia memakai gaun merah darah yang gelap. Dia memainkan sebuah pisau tajam di tangannya.

Ada yang salah.

Wanita itu mulai terisak. Ia berdiri, berjalan ke pojok ruangan tanpa menyadari kehadiranku. Sebilah pisau di tangannya kini sudah mulai melukai pergelangan tangan wanita itu. Ia menggesekkan perlahan, membuat perasaan linu padaku.

Satu kali, darah merembes keluar dengan deras dari tiap celah kecil pada permukaan kulitnya. Aku memacu kencang roda di kursiku. Mencoba meneriakku gadis itu dengan yel-yel pencegahan. Gadis itu berusaha membunuh dirinya sendiri.

Ia menoleh ke arahku, mata yang berbeda dengan kemarin. Hari ini gadis itu terlihat lebih tenang… dan pasrah. Butiran bening dari air yang menetes di wajahnya, beriak kecil di atas lantai dan menghilang. Gadis itu menatapku, tapi tangannya masih menggesekkan benda tajam pada urat nadinya.

Aku tidak punya pilihan. Dengan tidak berfungsinya kaki-kakiku, aku harus melakukan sesuatu dengan tanganku. Kulihat sebuah bata merah yang teronggok di sisi kanan. Tanpa pikir panjang, aku melemparkan bata itu tepat ke arah si gadis.

Bata itu meluncur dengan cepat –dan tepat. Ujungnya yang tajam, mencapai dengkul sang gadis, Ia oleng, menjatuhkan pisaunya dan terduduk di tanah dengan bersimbah darah. Kudengar suara debaman keras ketika tubuhnya mulai menggoyangkan banyak barang di sana.

Aku mundur, memutar balikkan kursi rodaku menjauh. Aku keluar dari gudang pengap itu dan bergegas mencari bantuan.

-oOo-

“Terima kasih, Daehyun.”

Aku menangkap iris mata kecoklatan yang terpampang di depan mataku. Gadis itu di sisiku –Kwon Yuri. Kami masih suka duduk-duduk di dalam gudang yang pengap. Bedanya, kami tidak sendiri satu sama lain. Aku dan Yuri berteman baik –sejak insiden bunuh diri itu.

“Untuk apa kau berterima kasih?”, tanyaku –mengerutkan dahi.

“Untuk semuanya. Kau tahu apa yang mungkin telah terjadi padaku saat itu, jika kau tidak ada.” Aku tahu apa yang wanita ini bicarakan.

“Aku hanya kebetulan ada di sana. Lagipula tidak seharusnya kau menyerah pada hidupmu. Apa yang membuatmu berpikiran pendek seperti itu?” Tanyaku. Aku menyimpan pertanyaan ini sejak lama, namun aku baru menemukan timing yang tepat hari ini untuk mengutarakannya.

“Kau tahu… Aku penderita Leukimia. Dan kau tahu apa yang mereka lakukan untuk pengobatanku? Aku benci jika suatu hari aku menjadi wanita dengan kepala tanpa rambut.”

Aku tahu apa yang dia maksudkan. Mungkin tentang kemoterapi. Aku menggenggam tangannya yang berada di dekat tanganku. Memberinya energi positif.

“Selama itu membuatmu sembuh, kau tidak perlu takut apapun, Yuri.”

“Aku tidak takut.” Jawabnya lugas, namun ia berkaca-kaca setelahnya, “Aku hanya cemas, siapa yang akan mencintai wanita tanpa rambut?”

Gadis itu menatapku dengan jengkel, maniknya berkaca-kaca, namun ia mencoba menahan semuanya kembali pada habitat asalnya. Gadis itu memalingkan wajahnya dan melepaskan genggaman tanganku.

Aku melihatnya beberapa saat. Helaian rambutnya jatuh tertiup angin kecil, rontok dengan alami. Tidak hanya sehelai atau dua helai. Ketika aku mencoba mengusap kepalanya, seikat rambut jatuh ke atas lantai, menunjukkan kulit kepala gadis itu yang putih bersih.

Gadis itu terisak, tapi dia tidak melihat padaku.

“Aku bersedia, aku bersedia mencintaimu, Yuri.”

Yuri seperti terhenyak tiba-tiba. Badannya menegak cepat, ia memalingkan wajahnya ke arahku. Matanya membulat dan mulutnya menganga.

“Jika kau memang bisa menerima seorang pria yang cacat, maka aku akan menyerahkan seluruh hidupku padamu. Aku bisa mencintaimu, sejujurnya… aku melakukan itu sejak awal bertemu denganmu.”

Aku menggenggam kembali tangan Yuri, membawanya ke depan dadaku. Aku membuatnya agar ia ikut merasakan detakan jantungku yang sedang tidak stabil –abnormal.

Yuri membuka matanya, selain kaget mungkin karena sedikit canggung. Dia memang baru mengenalku dalam waktu dekat, tapi aku sudah menaruh perhatian lebih sejak pertama ia datang ke rumah sakit. Bagaimana ia berteriak, bagaimana ia menolak obat dan bagaimana gadis ini selalu menutup pintu kamarnya.

“Daehyun…”

“Kau tidak perlu menjawab. Jawaban itu tidak mutlak.”

“Tapi aku ingin menjawab.”

“Aku tidak siap untuk mendengarkan jawabanmu, Yuri.”

“Sekalipun aku mengatakan bahwa aku juga mencintaimu?”

Kali ini giliran mataku yang membelo. Aku diam, mulutku sedikit terbuka hingga lidahku kering. Gadis itu tersenyum, helaian rambutnya yang tipis rontok kembali, diterbangkan angin. Ia mencondongkan tubuhnya kepadaku, membuat aku membuka tangan dengan refleks dan memeluknya erat.

Gadis itu menjadi milikku sepenuhnya.

-oOo-

“Daehyun, katakan… apa kau percaya kita akan bersama selamanya?” Yuri bicara. Aku sedang sibuk memilah-milah obatku. Aku menatapnya sekilas dan mengangguk.

“Bagaimana jika aku tidak bisa sembuh? Atau kau yang tidak bisa sembuh?” Matanya memancarkan kekhawatiran yang berlebih. Aku meningkirkan semua obat dari tanganku. Aku menatapnya lembut. Gadis itu duduk di sisi kanan ranjangku, memandangku dengan semua obat yang aku punya.

“Dokter mengatakan kau bisa sembuh. Aku juga memiliki kesempatan yang sama.” Aku tersenyum padanya. Gadis itu memelukku erat, seakan kami akan berpisah untuk waktu yang lama. Aku tidak bisa mengusap rambutnya. Gadis itu memakai sebuah topi biru ketat di kepalanya. Tidak ada satu helai rambutpun yang tersisa di sana. Badannya kurus, hanya tinggal kulit dan tulang-belulang.

“Kesempatan itu ada untukmu. Tapi tidak pernah datang untukku. Aku sudah ditakdirkan untuk mati bersama penyakit ini, Daehyun.”

Gadis itu terisak, ia bisa saja menangis. Tapi setiap ia akan menangis, darah akan keluar dari hidungnya. Yuri menahannya, aku tahu.

Aku menepuk punggungnya. Menunjukan betapa aku tidak ingin gadis ini mengatakan kematian –lagi. Menunjukkan betapa aku menyayangi gadis ini dengan seluruh sisa hidupku.

“Kau akan sembuh. Aku akan bersamamu sampai kau sembuh. Kau percaya padaku, bukan?” Gadis itu mengangguk pelan di dalam pelukanku.

“Daehyun, berjanjilah padaku sesuatu.”

“Janji apa?”

“Berjanjilah kau akan selalu bersamaku. Selalu menemaniku sampai akhir” Aku tersenyum mendengar kalimatnya. Itu adalah harapan yang sama dengan apa yang aku pikirkan.

“Baiklah. Aku berjanji. Kita akan bersama, selamanya.”

Aku pererat lingkaran tanganku di tubuhnya. Ku sandarkan daguku di atas kepalanya. Dan ia mulai bernyanyi lagu asing favoritnya.

Who am i?

What is this creepy song?

Am i alive? Or dead already?

Happy is last long

Death comes too soon

-oOo-

“Yuri, Kau lihat ini!” Seorang pria berteriak dengan keras di dalam sebuah ruangan yang pengap. Ia beranjak dari kursi rodanya dan mulai berjalan, meniti setiap lantai dengan hati-hati. Sesekali pria itu jatuh dan sesekali ia tertawa. Seorang gadis memperhatikannya dan tersenyum bangga.

“Dokter mengatakan aku bisa keluar dari rumah sakit minggu depan.” Ucap pria itu lagi. Gadis tadi mengangguk dan bertepuk tangan. Saat pria itu terjatuh, gadis itu berlari kecil dan menggapai tubuh itu kembali ke atas kursi roda.

Sang pria mengangguk bahagia. Ia menatap dua pasang manik kecoklatan yang ada di depannya dengan luapan bahagia. Daehyun memacu kursi rodanya untuk maju beberapa meter, hingga mencapai pintu lain dari gudang yang menghadap ke sebuah halaman rumput hijau.

Pria itu merentangkan tangannya bebas sementara sang gadis berdiri di belakang kursi rodanya. Memegangi kursi roda itu. Tangan sang gadis perlahan bersarang pada pundak Daehyun. Disusul dengan Daehyun yang menggenggam tangan di pundaknya.

“Hidup kita akan lebih baik dari hari ini.” Pria itu bergumam. Yuri mengangguk kecil, darah keluar dari hidungnya. Ia menyekanya pelan agar Daehyun tidak menyadarinya.

“Selamat untukmu, Daehyun.” Yuri membalas. Pria di depannya tertawa, kemudian matanya berkaca-kaca.

“Kesembuhan ini bukan untukku saja, tapi untukmu. Ini awal yang baik untuk kehidupan kita. Setelah keluar dari rumah sakit, aku akan bekerja dan menghabiskan hidupku untukmu, Yuri.”

Senyum tipis Yuri mengembang. Ia mencengkram bahu Daehyun pelan.

“Terdengar lucu. Tapi kuharap kau menepatinya, karena aku tidak bisa sembuh secepat dirimu. Kudengar dokter di sini sudah menyerah.”

Daehyun menggigit bibirnya. Ia mengetukkan jari-jarinya pada pegangan sisi kanan dari kursi rodanya. Daehyun tidak bisa berbohong kalau ia juga mendengar berita yang sama dari seorang suster yang ditanyainya tadi pagi. Ia mengatakan bahwa Yuri akan dipindahkan ke luar negeri untuk pengobatannya. Dokter di sini, sudah menyerah.

Tangan kanan Yuri kini berada di bahu Daehyun yang lain. Mendarat dengan lembut di sana. Dagu Yuri berada di kepala Daehyun. Kemudian kedua tangannya melingkar sampai simpul jari-jarinya berada di depan dada pria itu.

“Daehyun… Aku akan mati… cepat atau lambat…”

“Jangan bicara kemat—“

“Aku akan mati. Aku tahu, aku hanya pura-pura mengabaikannya selama ini. Aku menerima pengobatan seperti aku memiliki kesempatan hidup. Tapi aku tahu, kenyataan bahwa aku akan mati.”

Yuri berbicara pelan, tersekat. Daehyun menatap kosong pada udara.

“Daehyun… kuharap setelah ini, kau masih mengingat janji yang kau berikan padaku…” Yuri terhenti dari kalimatnya, kedua tangan di depan dada Daehyun kini ia tarik sampai batas jakun pria itu. Kepala Yuri merendah, bibirnya berada tepat di telinga Daehyun.

“Kau mengatakan kita akan selalu bersama, bukan?” Yuri berbisik. Daehyun mengangguk pelan. Nada suara Yuri berubah menjadi sedikit parau dan bergetar. Suara yang sama seperti yang ia dengar saat pertama kali bertemu dengan Yuri di dalam gudang.

Yuri mengangkat kepalanya, kemudian beralih ke telinga Daehyun yang lain. Ia berbisik rendah.

“Aku akan mati. Kau sembuh. Tidak adil. Kita tidak akan pernah bersama di surga.”

“Yuri, kau terdengar menyeramkan. Hentikan lawakan seperti ini. Tidak lucu.” Daehyun mencoba menghempaskan tangan Yuri dari lehernya, namun Yuri mencengkram leher kecil itu kuat. Hingga lidah Daehyun terjulur.

“Aku menagih janjimu, Daehyun. Aku dipastikan akan mati, dan kau… harus ikut bersamaku.”

Mata Daehyun melebar, hampir copot. Ia kekurangan asupan oksigen dalam beberapa detik terakhir. Mata Yuri membuka lebar dengan seram, bibirnya menyeringai dan wajahnya kemerahan. Baju merah yang dipakainya berkibar di tiup angin yang lewat dengan berantakan.

Kursi roda Daehyun bergoyang kecil, seiring dengan bagaimana pria itu meronta. Tangan Yuri terlalu kuat untuk ukuran Daehyun. Tangan-tangan penuh kasih itu berubah menjadi tangan kejam. Kulit wajah Daehyun berubah menjadi putih, gerakannya melambat setiap detiknya.

Yuri terkekeh pelan, kursi roda berhenti bergerak. Tangan Daehyun jatuh terkulai di atasnya.

“Kita akan selalu bersama, Daehyun. Aku juga akan mati… Tapi tidak saat ini… Selamat menunggu.”

Yuri menyeringai, memperlihatkan deretan gigi putihnya yang sudah menguning. Kepalanya ia goyangkan ke kanan dan ke kiri seiring dengan gerakan kakinya yang tidak lurus. Ia beberapa kali menabrak barang bekas dan tertawa. Matanya memerah dengan menyeramkan.

Sebilah pisau ia sematkan di baju dalamnya. Gadis itu tidak memutar tubuhnya –seperti ia berada dalam penampilan balet. Tubuh bagian dalamnya tergores oleh sebilah pisau yang ia tinggalkan di balik bajunya. Gadis itu tidak peduli, ia tetap menari.

Saat pisau itu terjatuh, gadis itu berhenti. Ia menatap punggung seseorang yang sudah terkulai di atas kursi roda. Ia kembali berjalan pada pria itu, menujamkan pisaunya di dadanya.

“Daehyun, Aku mencintaimu.”

Gadis itu tertawa memekik, kemudian menangis histeris. Di tengah lautan air matanya, ia melantunkan sebuah lagu.

Who am i?

What is this creepy song?

Am i alive? Or dead already?

Happy is last long

Death comes too soon

-oOo-

—Seorang pasien Leukimia telah dinyatakan sebagai pembunuh Jung Dae Hyun –pasien di Rumah Sakit S. Disinyalir, gadis belia ini memiliki kelainan kejiwaan akibat kekerasan yang ia terima sejak kecil dari lingkungannya. Diduga—-

Seorang gadis tanpa rambut duduk di pojok ruangan. Tangan dan kakinya diikat kuat. Ia sendiri, terisolasi dalam sebuah ruangan hampa bercat putih. Gadis itu tertawa melihat sebuah tayangan berita yang menunjukkan fotonya. Ia beberapa kali menunjuk dirinya di foto itu dan terbahak-bahak.

Ketika tayangan tersebut berubah menjadi layar hitam, gadis itu menangis.

“Jung Dae Hyun. Berhenti menggangguku!”

=THE END=

.

.

.

Keut,,,, Finally. I MADE IT. ILOVEU Series.

Well, series terakhir memang agak beda dari 5 series yang udah-udah.

Ini sebagai strategi (?) aku biar pembaca gak bisa nebak apa yang terjadi.

5 series kemaren kan hantu-hantuan. Nah sekarang bikin yang processing (?) pas mau jadi hantunya. woksowks. /ngomongapa/

Ya sekianlah penutup untuk series Ficlet kali ini.

Gimana? ada yang mulai suka BAP ? keren-keren loh mereka aslinya. liat aja MV MV Mereka.  /Promosi/

Tapi Kim Him Chan sama Jung Dae Hyun buat aku ya /wajibdibaca ini/

Well, sekian dulu /daritadi sekian sekian mulu/

sampai jumpa di project Klise : Unstoppable dan FF Exoyul yang masih pehape. /kabur/

50 thoughts on “U – From ILOVEU Series

  1. friendshidae berkata:

    Yuri eonnie andwaeee
    Jgn bunuh daehyun😦
    Ngeri ah yuri eonnie nya kyk orang stress gt
    Bnr eonnie, beda bgt sm ficlet sblmnya
    Intinya ficlet iloveu ini kisah tragis smua dan semua ceritanya menarik😀
    Dtggu ff exoyul dan unstoppable nya eon😉

    Hampir lupa,
    daehyun itu punya aku eonnie…

  2. YhyeMin_ berkata:

    gk kbayang eon…yuleon kyk orang stress sampe ngebnuh g2 n aku jga gk kbayang yuleon tanpa rambut
    Eh eon maksud yuleon”jung daehyun brhenti mengganggguku” itu maksudnya daehyunnya jdi hantu g2 trus rohnya slalu ganggu yuleon(?)
    Klo bleh mlih sie yg pling aku benci n pling aku suka itu series O krna buat aku nangis gk jlas gra” sbuah ff tpi klo pairing kykny himchan-yuri deh yg pling kuska
    Gk hanya unstoppable n exoyul yg dtunggu tpi jga vibrance sma the stewardess..fighting buat nulisnya..aku stia mnunggu!!

  3. 한늘앟 ~ berkata:

    Whoaah aku kaget loh pas baca bagian mau endin.
    Asli kalo ngebayangin itu pasti serem bgt eon, yulnie knp jd menyeramkan gitu–”
    Wah chukkae eon buat bapyulnya yg sudah tamat.
    Yippieee next projectnya ada sequelnya klise!!!
    Aku tunggu eon, soon ya hehe

  4. Dhea Kwon berkata:

    Kiraiin yg bakal mati itu Yuri unni, eehh trnyata..
    Part ini agak cyeyem, tapi ttep Daebak!!
    Ditunggu sequel klisenya

  5. shellaazhari berkata:

    ebuste yuri serem bener=,=
    daebakkk kaknyun ga ketebak sama sekali endingnya –..–
    Tapi keren wakaka, ditunggu series selanjutnya :B

  6. Tarhy94 berkata:

    Daebakk..
    Kirain Yul unnie n Dae oppa mti brsmaan ..cek percek daeoppa d bnuh ma yul.unniee..
    aigoo….gak kbyang dehh yuleon ampee gk waras gitu…^^kekekeke
    anw.Emankk B.A.P it Krenn eon..aplagi MV Wariorr sumpaah krenn N Badman jga Sumpah dmi appun Mvnya krenn abizz..#NumpangPromosiCozI’mBaby’s^_^

  7. Jaz berkata:

    Serem ne yuri,,,kok jd pembuhuh,,,,
    yg ini sdh selesai ,,,tp yg lain masih lanjt dong,,hehe,,:-D
    ditngu ne ff berikutx.

  8. istrinya Luhan berkata:

    4 series yang kemaren yuri meninggal sekarang yuri gila,.

    Tapi bagus kok thor.. itu FF series yuri sama EXO gak dilanjutin thor?

  9. Devi Angeline berkata:

    Eonni aku tau, aku adalah seorang pendosa yang tidak mengomentari semua ff ILOVEU seriesmu aku hanya mengomentari series ILOVEU yang terakhir ini..😦 tetapi jika aku mengomentari semua series ILOVEU aku hanya bisa ber komentar seperti ini BAGUS BANGET EONNI WALAUPUN EONNI MEMBUATKU BERSIMBAH AIR MATA kecuali di part yang ini aku lebih merasakan aura negatif dari yuleonni dan itu membuat bulu-bulu ku berdiri tegak..
    *mianhe eonni bahasanya alay ya??! Hehehe semangat eonni lanjututin exoyul seriesnya jangan PHP..:-(
    sama VIBRANCE aku nunggu banget !!!😄😀

  10. babyhaena berkata:

    aduh nyun eonnie kok gini sih jadi psychotic, hahaha
    sbenernya udh siap siap pas liat genrenya terus pas baca lirik lagu yang dinyanyiin yuri jadi errrr….
    btw daebak unniya

  11. Cynthia berkata:

    kok sad trs akhirx???
    Yuri menyeramkan x_x
    Dr kmrn peranx jd hantu skr sikopat..
    Jd inti dr seris iloveu ini apa?? krn semuax sad ending..??

  12. Hani"thahyun"Kim berkata:

    ya ampuuuuunnn yuri jahat banget,, kenapa mesti bunuh daehyun sih..
    dia takut sendirian tapi kenapa malah bunuh daehyun aja,, kenapa ga sekalian bunuh diri juga…hahahaha
    kirain bakal jadi kosah cinta yg romantis taunya serem pas akhirnyaaaa…haduuuuhhh yuri…bener” deh..
    series terakhir yaaa ini…
    huhuhu

  13. tha_elfsone berkata:

    waah mian bru rcl yaa kayur..
    Cz baru liad update’n kamu..

    ini ceritanya bner” berbeda bnget ama yg lain.. g menyangka klo yul bakal bunuh gtu.mngkiin bneran depresi..😦

    daebak buat ffnya yaa kayur🙂

  14. Nadia KrisYul HunYul Shipper berkata:

    Yuri eonni horror bangeett >.<
    tapi keren!! ahhahah xD
    jadi akhir nya roh Daehyun oppa ngeganggu Yuri eonni terus kah Kayurnie??
    gak terasa sudah habis series FF BAPYul :')

    aku paling suka yang ada Yongguk nyaaa😀
    feel nya berasa bangettt masaa…..😀
    tapi aku juga suka semuanyyyaaa😀

    bikin FF BAPYul lagi ya eonn ^^d

  15. Park Min Rin berkata:

    Kak -_- series yang ini sesuai perkataan kakak, bener-bener beda dari yang lain. 180–ah, 360 derajat! .-.

    Yuri psycho. Dan entah kenapa dari beberapa minggu yang lalu, setiap aku baca FF pasti tokohnya psycho, dan ini… psycho lagi ._. tapi well aku suka FF psycho, kok #ketawaevil #random #abaikan dan lagi-lagi aku terkejut, kak, kukira pembeda FF ini adalah endingnya yang bakalan happy ending mengingat di atasnya udah so sweet banget itu :’) eh ternyata diceritain ‘proses’-nya -_- dan ternyata aku bener! salah satu ‘tema’ yang kakak pake itu hantu-hantuan(?)😄 tapi bagus, kak! Jarang loh ada yang kaya gini~ =)) oh ya, karakter Daehyun di sini… no comment deh, kasian banget dia. Udah seneng-seneng mau sembuh, eeeeh…. mati. titik. jadi hantu. ngomong-ngomong, pas jadi hantu Dae jadi bisa jalan(?) ga, kak? =)))) #abaikan udah ah, jadi rada ‘psycho’ nih kan jadinya…

    Omong-omong, tanpa diminta pun, aku udah suka BAP kak… dari debut malah! Tapi dulu sih gak bisa sama sekali ngebedain mereka, eh makin kesini makin menonjol pribadi masing-masing dan makin suka, deh… apalagi pas di MV One Shot. Suka banget sama akting mereka!😄 Kakak sukanya Himchan sama Daehyun? Kalau gitu Youngjae buat aku ya kak~😀

    Pokoknya, overall aku sukaaaaa banget (pake banyak) sama ficlet series ini! Nanti aku bakal baca FF kakak yang lainnya juga ya~ jadi tunggu kedatanganku, karena aku akan berusuh ria di setiap FF kakak! #ketawaevilbarengDaeandYul😀

  16. Lee Minhyuk Btob Nam Jihyun 4minute berkata:

    Kyaa Couple favorite ku DaeRi ♡
    Oh ya btw saengil chukkae unnie dan buat jung il woo oppa jga dan bap aku pertama debut uda jd fans mereka ya walaupun no 1 ttp beast sih kekeke

  17. NG_YuriGG • Sulleh_ berkata:

    Kyaaa>< aku kira yul unnie nya udh tobat/ eh ternyata masih kaya gituuuu~ ga nyangka akhirnya nya bakal kaya gitu,daebak unn! Jalan ceritanya ga ketebak,keren keren keren~

  18. Silvermist Shimmer (@NissABC) berkata:

    Sungan heart attack i siganui kkeut~ *nyanyiheartattacknyaEXO)
    Wuahhh,,bener2 kena “heart attack” nih -_- .. Aku kira alurnya bakal sad romance melow-melow mendayu-ndayu (?)yg bs bkn aku termehek-mehek gitu,,,ternyata ga bikin termehek-mehek malah bikin termohok-mohok alias cengo O_O .. Tau sih kalo genre angst biasny sad ending…tapi ini sad endingnya buedaaa jauhh…si tokoh utama yang keliatan lemah justru jadi pembunuh :3 … Yuri eonni,,what happen with u ? *mukaprihatin
    Btw ada thrillernya dikiiit eon😀 .. Totally Emejing (?) . LIKE , LIKE !
    Kenapa ga dibukukan aja FF nya Eon ?

    • bapkyr berkata:

      asik di nyanyiin. rekues dont go nya dong /digaplok.
      woho kalau perhatiin identitas ff yg aku tulis pasti paham. genre nya makanya aku tulis find urselves itu ya buat ini. hahaha😄. anyway thank udah baca

  19. Riska Dewi berkata:

    Aku kira Yuleonnya bakal meninggal duluan!!!…..tapi ternyata eh ternyata aku salah tebak lagi…..Author buat FF daebak banget dah *tepok tangan**prook prook prook*

  20. SoYeon_Ai berkata:

    aaa gila serem bgt…
    yurinya psiko….
    aku udah ngerasa ganjil dari lagu yg suka di nyanyiin yuri.
    hikseu T.T kasian bgt daehyun padahal dia udah ngasih seluruh cintanya…
    tapi author di akhir bagian ini…
    aku mau bilang semua ff ini keren ^^b
    mau yg i,l,o,v,e maupun u semuanya bener” di luar pikiran
    dengan gaya bahasa dan ide yg top bikin ketagihan xixixi
    anyway good job thor😉

  21. janemaris berkata:

    Waduhhhhh eonnn, ini beneran nyeremin yulnie nya. Ampun dahh kayak psyko gitu dia. Daeppa uda tulus gitu cintanya sama yulnie tapi yulnienya kayak begitu sama daeppa :(((( aku ngebayangin yulnie ketawaketawa sendiri ngeliat foto dia di tv merinding eonn -___-
    Itu kalimat terakhir yulnie maksudnya yulnie jadi dihantuin sama daeppa ya eon? Waduhh intinya daebakk!!!

  22. Liza Nining berkata:

    yuleon bikin ngeriiiii ._.
    jadi, ceritnaya one-sided love?
    gemeter ngebayangin yuleon menyeringai tajam u.u

  23. Nikita Tirta berkata:

    Kesimpulan = Semua ff Nyun Super Best tpi aku lg suka part Yongguk dan Yuri..Ada kelainan dgn yg lainnya…Tpi ttp aja ada mati dan hantu…Aku trfikir..Adakah Nyun trobses dgn namanya HANTU??Bkn hanya dlm IloveYou Series tpi ada jga dlm blog Nyun ff brkisar hantu dlm Exoyul series jga ada..

  24. liliknisa berkata:

    sumpah kak nyun sumpah ini ngeri
    mana aku baca tengah malem lagi
    ga nyangka yuri bisa bunuh deahyun😦

Leave your review, don't treat me like a newspaper.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s