KLISE : Unstoppable [Teaser]

bapkyr-reqlalala-copy

Hey baca judulnya ya. Teaser~~ haha. /Teasing/

Main Cast : Kwon Yuri | Kim Myung Soo | Jung Yong Hwa

Author : Bapkyr

Genre : Fluff, Romance, Friendship.

Length : Chaptered.

Rating : Teen up to PG [akan di peringatkan kembali sesuai dengan chapter yang terbit]

I just own the Idea and Plot. No Plagiarism.

Thanks to banana for awesome cover.

***

“Lain kali jangan melakukan itu”, bola mata Yuri berputar tidak senang. Ia melemparkan selimutnya sembarangan di atas permukaan kasur empuk. Dilihatnya sosok pria tinggi yang kini masih terduduk pasrah di pinggir kasurnya. Yuri mengayunkan langkah pendek menjauh ketika Myungsoo menggenggam tangannya.

“Kenapa kau dingin sekali belakangan ini?”

Bodoh. Kau yang membuatku seperti ini. rutuk Yuri di dalam hati. Gadis itu berselimut harga diri yang tinggi serta ego yang menjulang, tidak mungkin baginya mengatakan sesuatu yang membuat dirinya terlihat lemah di hadapan Kim Myungsoo, kekasihnya itu.

Masih dengan sandal tidur dan mata yang setengah terbuka, Yuri mencoba menggoyangkan tangannya yang berada di cengkraman jemari Myungsoo. Dia tidak berkata apapun selain menatap kesal pada pria itu.

Kontras dengan Yuri, Myungsoo cenderung tenang. Di balik sepatu hitam tebal; kaus putih yang kelewat tipis serta aksesoris di tangannya, siapapun bisa menebak bahwa pria ini akan melewatkan hari untuk bernyanyi dan menari. Dan pokok permasalahannya, ada di sini.

Luhan berdiri di balik pintu, pria itu mengingatkan Myungsoo tentang betapa terlambatnya mereka hari ini. Tanpa pengampunan dan kata apapun, Yuri menginjak kaki pria itu –walaupun ia tahu Myungsoo, memakai sepatu dengan kulit setebal badak.

Myungsoo terkekeh kecil. Ia melepaskan Yuri namun menutup ambang pintu kamar gadis itu sebelum Yuri keluar dari sana atau Luhan yang semakin masuk ke dalam. Myungsoo berdiri di depan gadis itu dengan senyum jahil.

“Kau marah karena jadwalku?” Myungsoo memperhatikan perubahan air muka di wajah Yuri. Namun nihil, gadis itu menguap beberapa kali sambil kembali mencoba menyingkirkan tubuh Myungsoo dari knop pintunya. “Ayolah, katakan sesuatu.”

“Menyingkir dari sana.” mata Yuri memicing tajam di antara senyum simpul milik Myungsoo. Pria itu –untuk alasan  yang tidak diketahui, tertawa.

“Bukan kalimat seperti itu yang aku harap kau katakan pagi ini.”

“Myungsoo, kita sudah terlambat!” Suara ketukan di pintu yang diselingi dengan nada lembut milik Luhan kini bergema di telinga keduanya. Baik Yuri maupun Myungsoo sedikit terganggu, namun keduanya merespon dengan cara yang berbeda. Yuri lebih memilih menyetujui saran Luhan dengan sekali lagi menyingkirkan tubuh Myungsoo dari pintunya, sedangkan Myungsoo memilih berdiri di sana sambil mengancam Luhan.

“Jika kau berteriak dan mengetuk sekali lagi, aku akan sebarkan foto cross-dressing-mu, Luhan.” Dan ya, itu efektif. Tidak ada lagi ketukan di pintu kayu milik Yuri. Luhan seperti tidak pernah eksis dan berada di sana saat ini. Ya, siapapun juga pasti tidak akan mau jika foto cross-dressing mereka dipaparkan di depan umum. Termasuk idol seperti Luhan. Tidak apalah terlambat daripada Myungsoo melakukan hal cukup tidak manusiawi itu padanya, pikir Luhan.

“apa sih maumu?”, Yuri mulai berkacak pinggang. Tentu dengan aroma ketidaksabaran yang kental di wajahnya.

“jawaban.”

“jawaban apa?”

“kau marah atau tidak?”

“kalau aku marah lalu kau mau apa?”

“menciummu.”

“kalau aku tidak marah?”

“menciummu.”

“baiklah Myungsoo, ini menjadi sangat tidak lucu.”

“Maka aku akan menciummu agar semua ini lucu.”

“Oke, aku marah.”

“kenapa kau marah? Karena kesibukanku dengan Klise?”

“Itu termasuk, tapi hari ini aku marah karena kau masuk kamarku tanpa ijin.”

Myungsoo mengerutkan dahinya, tidak pernah ia mendengar alasan aneh seperti ini keluar dari mulut Yuri. lagipula, ia sudah meminta ijin dari Kwon Jiyong –kakak Yuri jika kalian melupakannya, serta dari Ibu Yuri sendiri secara pribadi. Pun hubungan mereka sudah berjalan cukup lama. 10 bulan. Dan kedua keluarga itu sudah saling mengenal secara lebih jauh. Oke, mungkin bukan kedua keluarga, tapi hanya Myungsoo yang mengenal keluarga Kwon itu. Karena secara teknis, Yuri belum pernah bertemu dengan keluarga besar dari Myungsoo. Kecuali kalau memandangi foto keluarga di rumah pria itu termasuk dalam kriteria ‘bertemu’.

“Aku ‘kan berniat memberimu ciuman selamat pagi.” Kilah Myungsoo beralasan.

“Aku tidak memintanya, seingatku.”

“O… ke…” Myungsoo menyunggingkan senyumannya yang paling menakjubkan untuk pagi hari milik Yuri. Salah satu sudut bibir dari Myungsoo terangkat sementara sudut yang lain mengembang. Yuri sangat tidak suka melihat bagaimana senyum Myungsoo dengan tipe seperti ini. Karena, biasanya, saat Myungsoo tersenyum seperti itu, sesuatu yang buruk akan menimpanya dengan segera.

Benar saja, Kedua lengan panjang milik Myungsoo mengunci gadis itu di depan pintu. Tidak lucu untuk Yuri jika ia meronta, ini kan seharusnya bukan masalah besar. Namun tetap saja gadis itu merasa tidak nyaman.

Myungsoo juga tidak berniat melakukannya –mengunci tubuh Yuri dengan kedua tangannya seperti orang jahat, tapi ia tidak punya pilihan. Jika ia melanjutkannya dengan perang mulut, ia yakin akan segera kalah dari gadis itu. Satu-satunya yang bisa ia lakukan adalah dengan tindakan. Dan ya, secara teknis, wanita akan luluh dengan tindakan.

“Sekarang memintalah.” Myungsoo berbisik di telinga Yuri. Yuri memicingkan matanya, kesal. Tapi apa sih yang dapat ia lakukan dengan lengan Myungsoo yang kelewat protektif di tubuhnya. Bahkan jauh di dalam kekesalannya, masih terselip kupu-kupu yang beterbangan di perutnya. Yuri tidak bisa bohong kalau pria itu benar-benar sudah mempermainkan hatinya, dan ia tidak bisa lepas dari permainan itu.

“meminta apa?” Oh! Bukan Yuri bodoh, tapi gadis itu hanya butuh sedikit penekanan. Dia tidak akan mudah menyerah pada ‘serangan’ dari kekasihnya. Sebaliknya, Myungsoo akan semakin semangat jika gadis yang dicintainya mulai berulah seperti orang bodoh yang tidak tahu apa yang ia katakan.

“Meminta agar aku menciummu.”

“Lupakan tentang ciuman selamat pagi, Myungsoo. Kau harus tahu bahwa kita berada dalam fase serius dalam hubungan kita. Kau terlalu banyak menggunakan waktumu untuk teman dan karirmu daripada aku, jadi lupakan tentang ciuman selamat pagi.”

“Kau ini bodoh, sebaiknya kau ingat bahwa kau yang meninggalkanku dengan sejuta kesibukkan modelling mu itu. Tambahkan ini, aku juga tidak suka tentang bagaimana kau mengekspos kakimu. Tapi aku masih ingin memberimu ciuman selamat pagi. Bisa kau bilang sebagai hukuman.”

Yuri menaikkan alisnya. Kekasihnya mulai mengatakan itu lagi. Hal tabu tentang dunia modelling nya. Bukan dunia yang diinginkan Yuri, tapi popularitasnya sebagai kekasih dari Myungsoo membawanya secara otomatis ke dalam dunia itu. Walaupun jadwal kerjanya tidak sepadat Myungsoo, Yuri disebut-sebut sebagai model berbakat dengan sejuta keahlian. Dan ya, dia belakangan di dapuk sebagai model video klip beberapa idol kenamaan. Termasuk dalam proyek Klise sendiri.

“Lupakan, aku harus ke kantor untuk menandatangani kontrak. Jadi minggir dari sana dan biarkan aku mandi.”

“Aku akan mengikutimu sampai kau mandi jika kau tidak segera meminta ciuman selamat pagi dariku.”

“Myungsoo, kau tahu bahwa aku sangat terganggu dengan ulahmu ini. Demi Tuhan, aku sedang tidak bercanda. Jadi hentikkan.” Nada suara Yuri mulai meninggi sementara Myungsoo menangkap kekesalan meluap-luap di sorot mata gadis itu. Myungsoo melepaskan pelukannya.

“Terima kasih.” Yuri menarik napas panjangnya dan membetulkan rambutnya sesekali. Ia baru saja akan berjalan melewati Myungsoo dan membuka knop pintu kamarnya ketika pria itu menariknya dengan gerakan tiba-tiba.

Hanya sekilas, tidak sampai 5 detik, Yuri sudah bisa merasakan aroma apel di mulutnya.

Ketika Myungsoo tersenyum puas ke arahnya, bibir Yuri sudah basah dan pipinya merona merah. Bohong besar kalau Yuri tidak menikmatinya.

“Lihat, kau tersipu.” Myungsoo menyentil dahi Yuri dengan jahil, pria itu tidak sanggup untuk tidak tertawa barang sedikit saja. Gadis keras kepala di depannya baru saja ia taklukan kembali. Meski agak sulit, pagi itu cukup dilaluinya dengan sempurna.

“Aku akan meneleponmu nanti siang, jadi jangan coba-coba meninggalkan ponselmu di dalam tas. Aku tidak ingin mendengarkan pesan suara yang berbicara.” Myungsoo mengancam, terkadang pria itu terkekeh kecil. Yuri tidak menyangkal bahwa ia merasa cukup senang pagi ini. Ketika Myungsoo sekali lagi menyampaikan aroma apel ke bibirnya, matanya terpejam.

Yuri berharap waktu menghentikannya. Berharap hanya mereka berdua yang berdiri di garis depan dan merajut kisah. Yuri tidak pernah tahu satu hal penting, bahwa di dunia ini tidak hanya mereka. Bahwa di balik masa depan yang ia coba bangun bersama Myungsoo, ada masa lalu yang tidak pernah ia lupakan.

.

.

 TBC. Bersiap untuk Part 1. Coming soon !

.

.

Hey aku kembali. Ini dibuat satu jam yang lalu. Hanya sebagai teaser sih. semoga suka.

Tadinya gak mau post Teaser ini hari ini, soalnya aku baru aja post Long Live nya Baekhyun.

Tapi karena banyak yang mungkin galau karena FF tersebut, aku post ini deh biar berbunga-bunga. haha.

Well, lastly, ditunggu animo nya. pengen tahu, sebanyak apa sih yang nunggu FF ini?

Apa sama kaya hasil vote kemarin?

 

125 thoughts on “KLISE : Unstoppable [Teaser]

  1. EKHA_LEESUNHI berkata:

    yeay treasernya kelar, ditunggu2 bgd niy FF bergenry cu cuit cuitt begindang walau ga ikut ngevote ini tapi semangat juga ini da sequel eha…
    Hasek treaser ja dah dapat ciuman rasa apel,part depan rasa duren, rasa melon, rasa jeruk dll akakak #plakk

  2. Suciramadhaniy berkata:

    Wah ini teasernya aja udah seru! Next part 1 yaa kak Nyun. Sepertinya aku bakal betah di blog kakak ini karena cast di sini isinya Yuri semuaa❤ Aku izin membaca fiksi kakak yaa😉 keep writing kak🙂

  3. Silvermist Shimmer (@NissABC) berkata:

    Kya!~~Myungsoo,, you make me jealous x_x ,Ok fine :3
    Finally,Aku udah restuin kamu sama yuri eonni T_T , meskipun aku menahan perih /keep calm/
    Buat Nyun eonni,,Stop,jangan sampe dibikin NC karena aku masih muda -_-*got death glare from older readers
    Tapi kalo nyerempet NC juga gapapa😛 /ditabok/ . Go to chapter 1😉 >>>>>

  4. Pangeran Sarda berkata:

    teaser,kelar lari ke part 1..,, eh,tunggu ada yang ketinggalan,aku cuma mau bilang keren kaknyun😀

  5. nana berkata:

    cie cie romants kali yah.
    Tapi aku tnggu kak buat part slnjtnya.
    Oh ya aku pnsaran mslah apa yg ada skrng ?? Haha oke smangt ya kak

  6. b2utyinspirit berkata:

    Sebenarnya ada masalah apa antara mrk? Knp yuri terliat ngjauin myung? Apa hny krn ksibukan saja. Lanjut bc dl

  7. seria berkata:

    e.. Lanjutan klise yah~
    Sementara nunggu keputusan dr empunya blog mengenai pw vib.. Ijinkan saya bca ff ini nyun..

  8. Lulu Kwon Eun G berkata:

    akh ini keren lagii… lagi lagi keren!!😀
    baru teaser.a loh. tapi…akh bkin penasaran kelanjutnya kaya gimana… knp ada Yonghwa??
    izin baca lagi ya kak nyun.. makasih🙂

  9. kimchikai berkata:

    Sequel klise ya kak? baru ngeh aku.. Luhan harus extra sabar ngadepin myungyul couple apalagi si myungsoonya, bisanya merintah dan ngancem doang :v peace myungsu haha.. orang dimasa lalu? jadi konfliknya terletak pada org ketiga ya? *sotoy

Leave your review, don't treat me like a newspaper.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s