THE STEWARDESS [Part 7]

The stewardess 4

Hola. check it out.

***

Brengsek.

Yuri merangsek masuk ke dalam mobil dengan umpatan tidak berguna dari bibirnya. Seharusnya ia tahu bahwa barisan huruf di udara yang ia lantunkan kasar tersebut tidak akan mengubah bentuk rambutnya menjadi seperti semula.

Aku ingin membunuhnya.

Yoochun sedang tersenyum sembari membungkukkan tubuh pada si pemilik salon yang sedang mengelus anjing pudel berpita biru langit di tangannya. Yuri mengerucutkan bibirnya ketika Yoochun menyusul dirinya masuk ke dalam mobil dan duduk dengan santai.

“Ke Rumah Sakit S,” Yoochun melirik tajam pada Yuri yang berwajah masam. “atau pulang saja deh.” Katanya lagi.

Yuri tidak peduli, manik mata indah miliknya kini sudah tertanam tepat pada kaca jendela yang mempertontonkan keramaian dari para fans fanatik Park Yoochun. Beberapa di antara mereka adalah ahjumma dengan dandanan menor dan baju yang tidak sesuai dengan bentuk tubuh, sementara sebagian besar lainnya didominasi oleh mahasiswi cantik serta pelajar-pelajar bertubuh gempal yang bolos dari sekolah.

Ketika suara mesin berdesing di antara keheningan yang sengaja dibuat Yuri, Yoochun menarik tangan gadis itu. Perlakuan Yoochun membuat sang gadis menepisnya, dendam karena rambutnya yang menjadi sangat pendek membuat Yoochun seperti pesakitan yang harus segera diadili.

“Kau kenapa sih?” Yoochun membulatkan kedua maniknya, jelas-jelas ia bingung dan sedikit kesal. Untuk Yoochun sendiri, menemani seorang gadis ke salon sudah merupakan kegiatan sia-sia, ditambah lagi perlakuan tidak menyenangkan dari gadis yang memang telah dibantunya, “bukan aku yang memotong rambutmu, jangan salahkan aku.”

Yuri menarik napas panjang, tidak ingin masuk ke dalam celah perdebatan yang sudah terbuka.

“Terserahlah!”

Yoochun memalingkan wajahnya ke kaca jendela sementara pupilnya kadang membesar ketika melihat pantulan wajah Yuri di kaca jendelanya.

Kedipan Yoochun menjadi tidak normal ketika Yuri mulai memejamkan mata. Rambutnya yang sebahu kini tersibak bebas ketika Yuri merosot dari kursi hanya dalam beberapa detik. Dari cara gadis itu mendengkur, Yoochun tahu pasti Yuri sudah terlelap.

“Oh, rekor.” Gumam Yoochun.

Membiarkan Yuri lama-lama merosot membuat Yoochun tidak enak hati. Ada semacam pergulatan batin ketika ia hendak mengulurkan tangannya untuk mengangkat tubuh rapuh itu. Sebagian dari diri Yoochun mengatakan bahwa ia tidak perlu menolong kembali wanita yang bahkan tidak tahu ucapan terima kasih, sementara bagian yang lain meyakinkan Yoochun kalau tidak semua kebaikan bisa terbalaskan.

Setelah bermili-mili sekon berlalu, Yoochun akhirnya melakukan tindakan. Diraihnya tubuh Yuri dengan tangan kekarnya kemudian ia letakkan kepala Yuri di atas bahunya. Yoochun bukan pria yang suka tubuhnya disentuh oleh wanita jika bukan keperluan shooting, tapi hari ini pengecualian.

Rambut baru Yuri sebenarnya tidak jelek, malah bisa dibilang karya terbaik dari yang pernah Yoochun lihat. Wajah Yuri yang bulat dengan mata besar, mengingatkan pria itu pada tokoh kartun Dora The Explorer.

Oh. Yoochun hampir tertawa. Bercanda, itu tidak benar.

Yuri cantik kok, sungguh.

Ijinkan Yoochun mendeskripsikan kecantikan alami yang dimiliki gadis ini. Dengan tatanan rambut barunya, Yuri berhasil mendapatkan mata Yoochun padanya. Pipinya yang tirus dan kemerahan mampu membuat Yoochun menutup mata dari para wanita di salon tadi yang notabene adalah wanita cantik nan seksi dengan asupan kalori rendah –terlihat dari tubuh mereka yang sekurus tiang listrik di jalan-jalan, yang bahkan akan goyang jika diterpa angin besar—Yoochun hanya melihat Yuri. titik.

Lalu bicara mengenai hidung gadis itu, bangir, tidak semancung milik Yoochun tapi ada daya tarik tersendiri jika dilihat lama-lama, terlebih lagi dalam jarak yang cukup pendek, seperti yang dilakukan Yoochun saat ini.

Seperti yang,

Dilakukan,

Yoochun saat ini.

Oh!

Pria itu kini memandangi keindahan hidung mancung Yuri dari jarak yang begitu dekat! Benar-benar begitu dekat hingga Yoochun bisa merasakan tiupan lembut dari hidung Yuri yang menyapu pori-pori wajahnya.

Bahkan aroma dengusannya begitu menarik, pikir Yoochun.

Masih mengagumi kesempurnaan yang dimiliki gadis itu, kini Yoochun mulai memandangi bibir merah muda milik Yuri. Bibir gadis itu cukup mungil, mungkin hanya dapat memasukkan dua atau tiga buah biskuit oreo sekaligus –diinformasikan bahwa Yoochun memegang rekor sebagai pria yang sangup melebarkan mulutnya hingga bisa ia melahap 5 oreo tebal sekaligus –tapi bentuknya yang unik, membuat Yoochun memicingkan matanya lebih sering.

Tangannya membuat ayunan kecil sederhana sehingga kini ibu jari kanannya mengusap lembut si merah-muda milik Yuri.

Ada sensasi tersendiri yang membuat jantung Yoochun hampir loncat karena terlalu cepat berdegup. Nafas dari sang aktor kini memburu, jakunnya naik turun seakan haus akan sesuatu. Kemudian ia lirik mata Yuri yang benar-benar terpejam.

Dia sempurna.

Ibu jari dari si pria kini berhenti bergerak, lantas ditatapnya dalam-dalam setiap lekuk wajah yang dimiliki Yuri sekali lagi, dan kali ini maniknya berhenti pada bibir merah-muda Yuri untuk keduakalinya. Yoochun hanya mengamat-amati si merah muda itu sementara ibu jarinya masih ia tahan di salah satu sudut bibir Yuri.

Ketika mobil melaju memasuki terowongan dengan penerangan seadanya, Ada aroma mint segar ditambah aroma kacang dari Nutella yang ia letakkan di atas meja pagi tadi menyergap hidung Yoochun. Jantung pemuda itu memompa darah lebih cepat hingga arterinya mengembung.

Berlebihan.

Yoochun hanya begitu panik hingga ia hampir berhenti bernapas. Gula-gula kapas lembut itu begitu kenyal sehingga Yoochun enggan melepaskannya begitu saja.

Dehaman asing kemudian terdengar dari balik bahu Yoochun dan membuat pria itu terperanjat. Dilepaskannya tubuh Yuri dari proteksi tangan kekarnya kemudian matanya bertemu tatap dengan pria tua yang duduk di jok depan sambil memegang kemudi.

Pria itu menunduk singkat melalui spion tengah kemudian berkata, “aku tidak melihatnya.”

Yoochun mendesah panjang, bagi dirinya, kalimat itu menempati urutan ke-2 dari 10 kebohongan terpopuler sepanjang sejarah, dan Yoochun tidak bisa melakukan apapun.

Yuri menggeliat pelan, tubuhnya sempat terbentur jendela mobil ketika Yoochun melepaskannya tadi. Ia memijat-mijat keningnya sambil berusaha memanggil segenap kesadarannya berkumpul kembali. Diliriknya Yoochun yang duduk kikuk ketika Yuri mendesah.

“Kau kenapa?” katanya. “dipukul hantu?”

Yoochun menyediakan jeda panjang bagi Yuri agar gadis itu membenarkan posisi duduknya. Posisi sebelumnya, dimana wajah Yuri menatap bagian samping dari wajah Yoochun, membuat pria itu tidak nyaman.

Pria tua dibalik kemudi diam seribu kata, tanpa diperintah.

“Aduh, kepalaku sakit,” keluh Yuri kemudian . Gadis itu mengabaikan keheningan yang diciptakan Yoochun dan kembali bersandar. Kali ini tubuhnya menyamping ke arah jendela. Diam-diam, Yuri mengatur napasnya hati-hati.

Ada satu konsep yang dimiliki Yuri di dalam hidupnya, konsep itu mengatakan bahwa Yuri tidak akan pernah tertidur di tempat lain selain kasur.

Dan ini adalah jok mobil.

Tebak apa?

-S-

Jaejoong meletakkan sandal tidurnya asal. Setelah berita yang ia tonton pagi tadi, kini ia enggan beranjak dari tempat tidur, bahkan hanya untuk buang air kecil.

Ia biarkan tubuhnya berkali-kali menegak dan kembali terpelanting di atas kasur kemudian membal berkali-kali. Desahan nafas panjangnya mampu mengalahkan desis ular derit yang kelaparan. Tidak heran, Jaejoong sedang menahan amukan membara di dadanya.

Yang ia lihat di televisi tadi hanyalah video dari kamera ponsel dengan kualitas amatiran, namun Jaejoong tidak bisa menampik berita yang video itu beritakan adalah kabar paling buruk baginya –setelah kabar pernikahan Yuri dengan Yoochun, tentunya—, bahkan setelah 3 jam berlalu, video itu masih terbayang di otaknya, membentuk potongan-potongan grafis singkat yang dicampuradukkan dengan beberapa kisah Jaejoong di Roma.

Video tentang bagaimana Yuri diselamatkan oleh Yoochun.

Sesak.

Nafasnya memburu lagi, tangan Jaejoong kemudian mengepal. Ia hujamkan tangan itu pada ruang kecil di antara selimut dan bantal-bantal di dekatnya, lantas ia mendesah alih-alih berteriak.

Dengungan tidak jelas lamat-lamat menerobos gendang telinganya. Jaejoong berpikir ah mungkin saja ini amarahku yang termaterialisasi dalam bentuk suara atau semacamnya. Namun jika ia tidak salah dengar, suara ini berasal dari sebuah solois wanita  yang baru-baru ini popularitasnya melejit di dari ajang cari bakat di Korea.

Lagu Rose milik Lee Hi kini benar-benar menyeruak ke udara. Membuat Jaejoong tergopoh-gopoh mencari sumber suara. Dilempar-lemparkannya asal beberapa bantal dan guling yang ia anggap menganggu. Suara semakin kencang ketika Jaejoong mendapatkan benda kecil berwarna hitam tersebut di tangannya.

Tidak perlu waktu lama bagi Jaejoong untuk menimbang-nimbang seberapa penting panggilan itu. Nama Ham Eunjung yang muncul di layar depan, sudah menunjukkan bahwa ini adalah panggilan kelas 1, genting.

Oppa!” suara lembut dengan beberapa isakan aneh kini menembus gendang telinga Jaejoong. “kita harus melakukan sesuatu, katamu kau bisa melakukan sesuatu.”

“Eunjung-aa,”

“Tidak! Aku tidak mau mendengarkanmu lagi, kau bilang kau akan menggagalkan pernikahan mereka, namun kau malah datang dengan senyuman mengembang seperti orang idiot. Kau harus tahu bahwa aku sebisa mungkin tersenyum di sana kala itu, berat! Aku tidak bisa bertahan lagi, aku tidak bisa.”

Jaejoong membisu. Wajahnya terkesan menimbang-nimbang sementara isakan di seberang ponselnya terdengar semakin jelas. Jaejoong ingat betul ketika ia dan Eunjung bertemu terakhir kali sebelum mereka berafiliasi.

Eunjung awalnya hanya mengutarakan perasaan terbuang yang ia dapatkan dari Yoochun, kesalahan Jaejoong adalah menimpalinya dengan mengatakan bahwa ia mencintai Yuri.

Ham Eunjung adalah gadis optimistis. Jika ia yakin dengan pilihannya maka ia akan memperjuangkannya, tidak peduli si objek dimiliki orang atau tidak.

Jaejoong awalnya menolak ketika Eunjung menawarkan persahabatan dengan tujuan cukup tidak nyaman tersebut. Lantas apa yang membuat Jaejoong kini menyetujuinya?

Alasannya, Park Yoochun.

Jaejoong tahu betul bahwa pria arogan seperti Yoochun, tidak akan pernah dapat menjaga Yuri seperti yang ia lakukan bertahun-tahun di Roma. Ditambah lagi, Jaejoong paham bahwa Yuri memiliki perasaan lebih padanya.

Tindakan Jaejoong dahulu, kini dirasanya cukup tidak masuk akal dan kekanak-kanakan. Maksudnya, berkomplot dengan Eunjung hanya untuk memisahkan Yuri dan Yoochun yang bahkan keduanya tidak pernah saling mencintai, tidak logis bukan?

Tidak tahulah.

Jaejoong sudah menyetujuinya lagipula.

“Kau masih di sana?” Kata Eunjung. “Oppa?”

Ah. Aku ada di sini, maafkan aku.” Jaejoong tertawa, tapi percayalah, tidak ada yang benar-benar setuju gerakan tadi disebut tertawa.

“Jadi, kau setuju?”

Jaejoong menggaruk kepalanya. Ia pasti sudah lama melamun, pikirnya, “setuju untuk?”

“Yang kuceritakan tadi, Oppa, kau pasti tidak mendengarkanku ya?”

“A-aku tidak mendengarkan, maaf.”

“Tidak masalah, jadi kuanggap kau setuju.”

Lalu sambungan terputus. Jaejoong menggaruk kepala sembari memandangi ponselnya yang sudah kembali gelap. Ia tidak benar-benar peduli pada rencana Eunjung kali ini, karena ia memiliki serentetan konflik batin di kepalanya.

Jaejoong meninggalkan ponselnya di atas kasur kemudian berjalan gontai keluar dari kamarnya.

Jaejoong seharusnya mendengarkan semua yang dikatakan Eunjung tadi, karena setelah ini, kisah cintanya dengan Yuri, akan semakin rumit.

-S-

“Ah ini sakit” Yuri merintih ketika lengannya tidak sengaja tertimpa bantal sofa. Yoochun datang dengan segelas air dan meletakkan benda itu di atas meja kaca hingga menimbulkan bunyi ting yang cukup keras, oh, dan itu mengundang sedikit amukan dari sang nona keras kepala, “jangan pecahkan gelas itu!”

Yoochun memandangi Yuri lekat kemudian bibirnya membentuk kata cih singkat. Ketika Yoochun berdiri, Yuri menendang persendian kakinya dan membuat tubuh pria itu oleng ke belakang. Ia terjatuh, sialnya menimpa lengan Yuri yang jelas-jelas masih diperban.

“KAU INGIN MATI YA?” Yuri berteriak sampai akhirnya Yoochun gatal untuk membalas. Ia berdiri kemudian telunjuknya menuding-nuding pada kaki Yuri yang bersandar di atas sofa. “Kakimu itu yang mau mati, bodoh. Kau menendangku seenak jidatmu.”

“Siapa suruh kau memecahkan gelas.”

“Aku tidak memecahkan apapun gadis bodoh, kau lihat di sana, segelas air putih yang kau minta, kau lihat, huh? Eh, dengar ya, aku sudah cukup baik melakukan ini dan itu untukmu seharian ini, jadi jangan membuat aku kesal, oke?”

Yuri mendengus, seperti ada air mendidih yang meluap-luap dari kepalanya, “Perlu kuingatkan lagi padamu, Tuan Arogan, bahwa semua kesialan yang menimpa padaku hari ini adalah karena kau,” Yuri memelototi Yoochun, keduanya beradu dengusan yang cukup kencang, “dan fans-fans bodohmu itu.”

“Jangan sebut fans-fansku bod—“

Kalimat Yoochun menggantung di udara ketika bel di depan pintu apartemennya berdentang. Yuri dan Yoochun saling bertatapan satu sama lain. Sebenarnya tatapan itu tidak berfungsi sebagai persetujuan untuk membuka pintu atau semacamnya, hanya karena Yuri masih belum terlalu pulih dari ketakutan dari serangan sasaeng, sehingga keduanya harus berjaga, bahkan dari sebuah bel berdentang.

“Aku akan memeriksanya, kau masuklah ke kamar.” Yoochun berkata. Kini pria itu berjalan ke arah pintu depan, meninggalkan Yuri di balik bantal-bantal sofa pada wajahnya. Yoochun memiliki peralatan keamanan yang cukup canggih, kebetulan, ia memasang CCTV  tepat di depan pintunya.

Ketika wajah wanita tidak asing muncul di sana, Yoochun merasa lega.

Ah tidak, ia merasa resah juga.

Oppa,” sapa gadis itu ramah, hampir memeluk jika saja Yoochun tidak menghindar. “aku mendapatkan alamatmu dari—“ Yoochun mencengkram lengan Eunjung dan mendorongnya keluar dari ambang pintu masuk. Katanya, “untuk apa kau kemari?”

Manik Eunjung kemudian bersinar layaknya kristal yang disinari cahaya. Ia berkaca-kaca.

YA! Park Yoochun! Apa yang terjadi di sana?” suara nyaring dari Yuri kini memanggil kesadaran Yoochun. Ia menarik lengan Eunjung dan membiarkan gadis itu menghapus air matanya yang menggenang. Yoochun mengajak Eunjung masuk ke dalam apartemennya kemudian ia sendiri menutup pintu dengan perasaan kacau.

-S-

“Benar, bahkan em, kami sempat memiliki hubungan lebih dari teman juga,” Eunjung berkata dengan tersipu ketika Yuri mempertanyakan masa-masa muda gadis itu dan hubungannya dengan Yoochun.

Sang aktor, memilih duduk di balik meja dapur sambil sesekali mencuri dengar apa yang kedua gadis di depannya bicarakan. Yoochun menyesap karamel buatannya dengan ragu ketika Eunjung menceritakan hubungan masa lalu mereka pada Yuri.

Ruangan tempat Eunjung berkisah adalah ruangan tengah, tempat paling strategis di antara ruangan bersekat lainnya. Bahkan dari dapur, yang notabene masih berada satu ruangan dengan tempat itu, Yoochun tentu saja dapat melihat gerak-gerik resah yang ditunjukkan Yuri.

Gelagatnya, sesuatu mengganggunya.

Oh.” Respon Yuri singkat, Eunjung masih bercerita. Yuri mencuri pandang pada Yoochun yang tidak terlihat tertarik pada obrolan mereka. Ia merasa tidak perlu mendengarkan ini karena sesuatu menghujam jantungnya.

Tempo hari, ketika foto Yoochun dan wanita ini beredar, bukankah sudah cukup jelas untuk memperlihatkan sejauh apa hubungan mereka? Yuri sih seharusnya tahu, tapi dia tidak mau tahu lebih banyak. Cukup.

Ting tong.

Bel berbunyi kembali, teh yang disuguhkan pada Eunjung padahal belum habis sampai setengahnya.

Ting tong.

Lagi, Yoochun membukanya. Ia menyambut seorang pria dengan rambut hitam indah yang dipotong layer, Kim Jaejoong.

Annyeonghaseyo,” sapa Jaejoong ramah, ia lantas menundukkan kepala pada Yoochun sebagai tanda hormat pada empunya rumah. Yoochun, belum apa-apa, memicingkan matanya. Semakin tajam ketika Jaejoong berkata, “kemana Yuri?”

“di dalam” sahutnya dingin. Yoochun tidak mengantarkan Jaejoong seperti layaknya tuan rumah menjamu tamu, ia membiarkan Jaejoong berjalan ragu sambil mencari-cari suara sayup-sayup dari wanita yang sedang tertawa.

ah, Oppa!” Eunjung dan Yuri memekik bersamaan ketika wajah Jaejoong sampai di hadapan mereka. Eunjung beranjak dan memeluk Jaejoong ramah, seolah mereka sudah lama sekali tidak bertemu. Sedangkan Yuri memilih terperanjat.

Yoochun juga.

Eunjung menarik tangan Jaejoong setelah berbasa-basi tentang bagaimana mereka tidak bertemu sejak di pesawat. Keduanya kini duduk di sebuah sofa panjang di depan Yuri.

“Kalian saling mengenal?” tanya Yuri.

Jaejoong mengangguk, Eunjung menggenggam tangan Jaejoong dengan cepat dan mengangguk lebih pasti dari Jaejoong. Gadis itu juga terlihat sumringah ketika ia merapatkan tubuhnya bersisian dengan Jaejoong.

Mata Yuri tiba-tiba perih.

“Aku akan membuat teh lagi,” balasnya. Yuri beranjak dari sofa dengan tergesa-gesa kemudian berjalan panik ke dapur. Yoochun kini menggantikan posisinya di atas sofa. Ia menelengkan kepalanya ke samping kemudian berdeham, “jadi apa yang kalian berdua lakukan di sini?” katanya dengan nada sarkastik.

Eunjung sontak melepaskan tangannya dari lengan Jaejoong kemudian mengatur nafasnya. Jaejoong menyerahkan sebuket bunga dan satu parsel buah pada Yoochun.

“Untuk Yuri.” katanya. Yuri menoleh ketika namanya disebut. Yoochun tertawa melecehkan, “aku mengerti jika hanya buah, tapi bunga?”

“wanita menyukai bunga, Oppa.” Eunjung menimpali, “bunga punya kekuatan tersendiri yang bisa membangkitkan semangat untuk wanita, kau harus mencobanya. Jaejoong Oppa sungguh sangat peka terhadap hal-hal seperti ini, kau harus banyak belajar darinya.”

Satu, dua dan hening.

Hening

Dan hening lagi sampai akhirnya Yuri tidak tahan untuk tidak memecahkan gelas. Kejadian singkat tersebut dimanfaatkan bagi Eunjung untuk menumpahkan teh panas ke atas roknya sendiri. Ia berdiri sambil panik mengibas-kibaskan roknya.

Yuri melihat Eunjung yang panik hingga secara tidak sengaja kakinya menginjak salah satu pecahan beling yang berantakkan di atas lantai. Jaejoong berlari ketika bunyi aduh milik Yuri terdengar. Ia memapah Yuri ke sofa dan mencabut beling di telapak kakinya dengan cepat.

Di kesempatan yang sama, Eunjung berlari pada Yoochun yang kebingungan untuk meminta tolong atas pahanya yang kepanasan. Well, ini agak tidak senonoh karena Yuri yang notabene adalah istri sah Yoochun, berada di depan dari semua pemandangan tersebut.

Dilihatnya bagaimana Yoochun membantu menepukkan tangannya di paha Eunjung dengan kikuk, kemudian keduanya pergi entah kemana dalam kepanikan.

Jadi disitu, Eunjung terlihat berlebihan.

“Kau ini selalu terlibat masalah ya?” Jaejoong baru saja menyelesaikan luka Yuri dengan plester kecil, “untung saja lukanya kecil.”

Tersadar akan kehadirang Jaejoong, Yuri mengangguk, bibirnya menggumamkan kata maaf singkat pada pria itu. Jaejoong dengan senyum malaikatnya, kini duduk di samping Yuri dan mengacak-acak rambutnya.

Yuri terkekeh geli.

Sementara di tempat lain, Eunjung sedang sibuk memilah baju yang disediakan Yoochun di kamarnya –baju-baju milik Yuri. Yoochun menunggu di luar kamar dengan gelisah, “sudah belum?” katanya.

Eunjung menyelipkan sebuah kertas dengan permukaan glossy di atas tumpukan baju Yuri kemudian ia berkata, “sudah.”

Yoochun membuka pintu dan keluarlah Eunjung dengan kemeja bermotif bunga dengan kerah rendah. Ia tersenyum pada Yoochun seolah tidak pernah terjadi apapun.

-S-

Yoochun membanting pintu depan dengan keras setelah Eunjung dan Jaejoong menghilang dari sana. Yuri terlonjak sehingga teh yang sedang ia sesap berceceran di atas sofa.

“Kau ini kenapa?” Yuri meletakkan cangkir tehnya di atas meja kaca kemudian menatap Yoochun lekat-lekat. Ketika kedua manik insan itu bertemu-tatap, Yoochun dengan samar, berkata, “kau tidak boleh melakukannya lagi ya.”

Yuri mengerutkan dahi, “melakukan apa misalnya?”

“seperti tadi.”

“yang mana? Memecahkan gelas?”

“bukan.”

“lalu?”

Yoochun resah, terlihat dari bagaimana ia mengayunkan tangannya ke belakang tengkuk dan kembali mengantung di sisi tubuhnya. Hidungnya kembang kempis tapi dia dapat menguasainya dengan segera.

Katanya, “begini ya Yuri, aku tahu kau dan aku tidak saling mencintai, tapi namamu dan namaku sudah ditulis dalam catatan pernikahan negara, dan,”

“dan?”

“dan kau tidak boleh merusaknya.”

Yuri boleh tidak mengerti lebih banyak, karena Yoochun hanya berkata hal-hal tidak penting tanpa tahu untuk apa ia mengatakan itu padanya.

“merusak bagaimana sih? Aku tidak pernah merobek akta nikah kita kok.”

Yoochun mendengus kesal, sebagian kesal karena gadis itu begitu bodoh, sebagian lagi kesal karena ia tidak tahu kenapa ia kesal.

“Bukan!” Yoochun berteriak. Ia kehabisan ide untuk menjelaskan kekesalannya pada Yuri. Jadi kali ini dia berjalan dengan cepat pada Yuri yang masih terduduk di sofa, lantas ia usap kepala Yuri berkali-kali dengan tangannya, “begini.”

Yuri memiringkan kepalanya saat tangan Yoochun terlepas “huh?” kata Yuri penuh ketidakmengertian.

“Itu yang dilakukan Jaejoong padamu kan? Tadi itu?”

Yuri memanggil ingatannya berkumpul di satu titik syaraf kemudian merefleksikan kejadian kecil yang dilupakan pada otaknya. Yuri mengangguk sambil menggumamkan ah dengan volume terlampau rendah sehingga Yoochun tidak mungkin bisa mendengarnya.

“Iya, tapi apakah tindakan Jaejoong membahayakan? Aku rasa, walaupun kita telah menikah, kau dan aku harus menjaga privasi masing-masing. Yang aku lakukan dengan Jaejoong hanya tindakan biasa lagipula kami berteman cukup lama, aku rasa wajar. Dan kau, memiliki Eunjung yang notabene mantan kekasihmu. Kita nikmati sajalah kehidupan masing-masing.” Tukas Yuri.

Yoochun berdiri dengan tidak yakin di depan Yuri. kemudian ia berkata, “tapi ini pernikahan. Dengar Yuri, kita harus terus berakting seolah-olah kita memang pasangan yang menikah. Perbuatanmu tadi tidak termasuk kategori ‘pasangan yang sudah menikah’ jadi aku tidak mau itu terjadi lagi. Mengerti?”

Ya, Tuan Jidat, aku tidak setuju dengamu. Tidak ada gunanya bagiku mempertahankan pernikahan ini, lagipula kita tidak saling mencintai, lalu untuk apa aku harus mendengarkan kata-katamu?”

Yuri melengos, gadis itu meninggalkan cangkir kotor di atas meja dan bergegas masuk ke dalam kamar mandi, meninggalkan Yoochun yang berdiri diam. Mulut pria itu menganga lebar tidak percaya.

Ketika Yuri menyalakan shower di kamar mandi, Yoochun menjatuhkan tubuhnya di atas sofa, merasakan sisa-sisa aroma tubuh Yuri dan teh yang tumpah. Yoochun tidak bisa menjelaskan kenapa ia begitu peduli pada pernikahan itu lantas selalu resah jika Jaejoong muncul di hadapannya.

Pria itu masih tidak mengerti permainan yang sedang dijalaninya sendiri.

Sementara di dalam kamar-mandi, Yuri tengah membasahi tubuhnya dengan air hangat. Darah di lengannya sudah mengering kecoklatan dan lukanya hampir menutup. Ia memejamkan matanya dan melongok ke atas sambil berfikir.

Lantas sebuah persepsi baru muncul begitu saja di otaknya,

“Apa Pria Arogan itu cemburu padaku?”

-tbc-

.

.

A/N

ah, akhirnya bisa menyelesaikan chapter 7 juga. masih banyak draft menumpuk di komputer sih. Tapi akan kukerjakan pelan-pelan. Aku gak tau Stewardess bakal sampai berapa chapter /kayaknya di sesuaikan dengan mood aku/ LOL.

Tapi satu yang pasti, Vibrance akan segera berakhir. entah 1 atau 2 chapter lagi. orz.

selepas ini, stay tuned di sini ya, akan ada KLISE : Unstoppable Part 2 serta Seri terakhir dari EXOYUL, KRISYUL Version.

.

.

salam kecup dari jauh,

kaknyun.

49 thoughts on “THE STEWARDESS [Part 7]

  1. Liza Nining berkata:

    yaaa tbc………
    yang di mobil pas di terowongan itu apa yang terjadi unn? masih nggak ngerti hehe #modus

    lanjut lanjut yoochun-yuri gaboleh pisah :((((

  2. Mutia Arizka Yuniar berkata:

    Cinta rumit, yuri nya ga peka ya?._. Makin keren, tapi moment nya baru dikit, tambahin moment nya dong ya, next part di tunggu, di tunggu juga ff lainnya =) apalagi krisyul.

  3. araa berkata:

    Sama seperti di vibrance 11, aku komen dulu baru baca😦 #modus ah
    Semoga sajalah ffnya bagus seperti ff yg lainnya🙂

  4. EKHA_LEESUNHI berkata:

    wahhah yoochun mulai galau wakkaka berarti adegan di mobil 100% yuri sadar ahahaah bisa bgd yak yuri nyembunyiin dari yoochun kkk sbnernya jaejong suka bneran ato gmana ya sama yuri? whats rambut yuri pendek ky dora?? ommo ga bisa bayangin

  5. YhyeMin_ berkata:

    yg dtrowongan itu yoochun oppa cium yuleon yg tidur tpi yuleon punya privasi kalo dia gk akan bsa tidur kalo gk dkasur nah ini dia tdur d jok mobil bearti yuleon tu sbenerny gk tdur n sdar klo yoochun oppa menciumnya..yaaa kaaann
    Rumit sih cinta ny eunjung–>yoochun–>yurijaejoong jdi kykny bkal panjang deh..
    Nb:msih gk kbayang yuleon kaya dora..

  6. Imasari berkata:

    Ouh, jdi jaejoong bner2 suka sm yuri. Kirain boongan. Hehe. Eunjoong nyelipin apaan ya?

    Waa, exo krisyul ? D tnggu bgt. Happy end donk un..

  7. hani"thahyun kim berkata:

    Wiiihhh udah dikit keliatan kalo yoochun itu mulai tertarik dan jatuh cinta sama yuri,,
    Tapi yoochun belum mau menyadari itu,, gengsi kali..hahaha
    Eunjung nih,, padahal udah tau klo yoochun udah punya istri, masih aja bersikeras buat deketin yoochun bahkan mau ngerebut yoochun dari yuri..

    Abis ini ada klise….asik asik asik
    Serie terakhir exoyul,, pairing yuri sama si pangeran exo..kris..hahaha
    Ditunggu aaaahh

  8. sjelfeu berkata:

    akhirnyaaa stewardses post juga .
    ciyee yochun udh mulai suka ciyeee .
    semoga yuri jg secepatnya sadar yaa klo yoochun mulai suka..
    next part aku tunggu :))

  9. tha_elfsone berkata:

    Yeyey akhirnya publish jga ^^
    Kya~~~ yoochun mulai cemburu ma sikapnya jaejong k yuri🙂
    Hayoo ada yg mulai jatuh cinta niih..hehe
    Di tnggu next partnya yaa kayur ^^

  10. natasyaurelia berkata:

    yey udah ada lanjutannya hihi.
    yul unn ga peka-.- itu tadi yg di trowongan anu ya/? haha
    ngakak ih tuan jidat kwk
    oke unn ditunggu ya next chapt nya. hihi

  11. Adinda Irfa Chairunnisa[@milkybyung] berkata:

    Whoaa~~
    wkwk ceilah yoochun oppa cemburu tuh hehe😄
    Ini ceritanya seru daebak!(y)hehe
    Fighting eon’-‘)9

  12. NG_YuriGG • Sulleh_ berkata:

    Aku ga bisa ngebayangin rambut yuri pendek kaya dora.-. Ah itu pasti yuri sebenernya sadar pas dicium yoochun dimobil>< yoochunya galau uy haha. Sebel sendiri sama eunjung wkwk, bagus unn keep writingg^^

  13. Nadiya Virgi berkata:

    Jeh masa rambutnya yuri kyk dora, hahaha mereka bertengkar mulu.. eunjung kegatelan ih sm yoochun -__- wkwkwk

  14. Spakling Pearls berkata:

    itu pas kejadian di mobil yg yoochun terpana liat wajah yuri pasti yuri pas itu pura2 tidur soalnya kan kata unnie dia ga kan tidur selain di tempat tidur pasti yuri merasakan apa yg di buat yoochun rasanya mereka berdua uda saling suka tp tingkah lakunya lbh menonjol yoochun klu yuri rasanya blm bnyk tanda2 suka ma yoochun
    Next selalu di tunggu ^^

  15. Tarhy94 berkata:

    ahh….udah ad situasi cnggung ni d antra mreka…trus yochun oppa udh mulai cmbruu ma Yuleon..
    tpii Jaejong oppa kok krja sma ma Eunjung unnie sihh..klo mmank dy suka yuleon kok kmaren” gk nembak sih.kn yuleon brhrap.ma jaeoppa.jdi bngung sndri ma Sifat jaeoppa dsni.agk plinplan..
    Btw agk kcewaa dikitt coz lma bngett bruu d post lgi..tpi krna Unnie ngepost brengan dgan Vibrance aq lngsung Sumringah gak jlas^^
    moga” Next partnya steward gk lma n Klise cpet d post ya unnie.

    #Fighting n Keep Writhing
    Ff mu sllu kmi tnggu^^

  16. mellinw berkata:

    Yeay!! Akhrnya posting juga yang inii ..
    Ini ceritanya dluar ekspektasi aku . Setelah baca yang part 6 .. Aku pikir yuri dan yoochun bakalan baikan . Karn yoochun yang bantu yuri . Ehh malah yuri tambah sebel sm yoochun hahaha . Lucu .

    Jaejoong sm eunjung nih yaaa , aduin ke neneknya aja onn . Biar gak ganggu pasangan baru kita . Hahaaha .
    FF ONNIE selalu DAEBAK! XXDD

    Aku menunggu semuaaaa ff mu onnie . Mau itu vibrance, ghost slyer , klise : unstopeable , exoyul series .
    Keep writing onn😄

  17. YoonYuladdicts berkata:

    keren kayur eonni….
    si eunjung licik banget kayaknya, tp jaejoong suka ma yuri ya ? yoochun jg suka yuri kyknya …
    kissing di mobil, kayanya hot bgt yah eon xD
    ditunggu part selanjutnya dan juga ff lainnya..

  18. janemaris berkata:

    ampunnn jadinya itu yulnie purapura bobok doang?? argghhh!!!
    itu si eunjung kerjasama toh sama jaejung oppa haduhh ribet.
    kertas apaan tuh yang diselipin eunjung??
    wkwkkwk kau jangan merusaknya aku tidak pernah merobek akta nikah kita kok kekekeke ngakak ^^
    kok dikit eon?? ayooo lanjutt!!! semangattt ^^

  19. babyhaena berkata:

    OMAIGAT AKU SENYUM SENYUM GA JELAS GARA GARA BACA PRINSIP NYA YURI YABG ‘aku tidak akan tidur kecuali dikasur’ berarti pas yoochun merhatiin, megang bibir yuri sama nyium dia di terowongan itu yurinya ga bener bener tidur! Jujur ya kalo aku yg jadi yul eon aku pasti bakal pura pura tidur soalnya bakal gengsi bangt hehehhe…
    Ohohoho kayaknya jaejoong baru sadar kalo dia juga suka sm yuri.
    And eunjung kegatelan banget ih, udah tau yoochun udh jadi suami orang =,,=
    Aku suka aku suka eonnie double update aku sukaaaaa….
    Ini semacem hadiah lebaran ㅠ.ㅠ

  20. Kwon_Steffi berkata:

    yulnie polos bgt dah -_-
    eunjung ?? &Jaejong << harus diwaspadin
    YooChun anda cemburu
    dan author : cepet lnjut (?)
    bgs ceritanya hehehe

  21. ikaa_roro berkata:

    Smbil baca smbil ngasah parang d dapur buat Eunjung, awas aj dia klo brani mcam2 sma yulnie ┒(⌣˛⌣”)┎

    Jaejoong kaya ny labil yaa moga aj dia gak ikut2an prmainan s nenek lampir eunjung

    Tepok jidat buat yoochun blg love u aj susah amat, msti d ajari lg bang ?gak bsa pke mulut pke kiss aj bang, みɑみɑみɑみɑ (^▽^)

  22. chohyury berkata:

    aduh micky knpa gk bilang aja kalo cmburu…
    hohohoho…
    tuh cwek jhat amat yah, jaejong knpa ikut”an, uhh..

    nnexxttt.
    .😀

  23. ratih berkata:

    akhirnya ngepost jugaa ceritanya…
    keren ternyata yoochun diem2 mulai suka sama yuri…
    tapi
    nyebelin tuh jae masa dia plin plan.
    tolong ngepuplis ceritanya di percepat soalnya udah gk sabar sama kelanjutanya…
    terus semangat ya….

  24. Linda Aslyah berkata:

    aduh udah part tujuh aja nih… aaaa ketinggalan banyak >,<
    makin gerget loh sama mereka berdua. ayo baikan aja terus jadi rumah tangga yang baik. jaejoong? sama saya aja deh hahaha..
    next part??? semangat yaa🙂

  25. Tansa berkata:

    Penasaran sama rencana Eunjung untuk memisahkan Yoochun sama Yuri
    Ahhh kenapa Jaejoong mau bantuin Eunjung sih?! *kesel sendiri
    hohoho next ~

  26. Nikita Tirta berkata:

    Jinja..?Jaejoong setuju nak tlg Eunjung untk memisahkan YooRI?..Ya…Yoori x sedar mreka sdah saling cinta tpi ego mengatasi..Hahaha jdi Yuri sedar klau Yoochun menciumnya??

  27. sinta dewi berkata:

    Suka deh sama kalimat2 ulang yg berfungsi sebagai penegasan cerita…. bikin jdi ketwa sendiri….

  28. liliknisa berkata:

    Jadi yuri sadar dicium sama yoochun haha. Ah ada yang mulai cemburu nih. Lanjut ke part selanjutnya kak nyun ^^

  29. wulan berkata:

    itu artinya yul eon, tau dg kalau dia dicium yoochun.??

    ah, jaejoong oppa knpa sih gak dari dlu gtu nyatain cintanya, sblm yuri nikah sma yoochun..

  30. Anonym berkata:

    Tadinya ngga ngeh yang pas di terowongan, pas baca komen diatas iya juga ya berarti si yuri sadar dong kkk~ hahaha yuri sadar juga kalo yoochun cemburu😀

  31. Ersih marlina berkata:

    Ah jae, rncanamu ga bagus sama skali.
    Ga gentle kan, masa kerja sama sma noona ham itu buat ngancurin pernikahan

    aciee, yc udah mulai suka nihh kayanya sama yuri. Daebak kk
    lanjutt, smngat ka nyun

Leave your review, don't treat me like a newspaper.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s