MEET THE ACTORS [Just Me and The Boys’ Before Story]

Meet the actors

A Story Before ‘Just Me and The Boys’ Starting.

.

bapkyr presenting :

MEET THE ACTORS.

.

Starring :

Kwon Yuri; Seo Inguk; Yoon Doojoon; Song Joongki; Kim Soohyun; Lee Jongsuk; JYP; Yoo Seungho; Lee Donghae.

.

Give you some Action, Suspense, Friendship, Crime Feelings.

.

Oneshot.

.

.

“Aku tertembak.” Kwon Yuri memekik, tangan kanannya memegangi dada kirinya. Ia mundur beberapa langkah ke belakang dan bersembunyi di balik tong-tong besar. Di depannya, Yoon Doojoon bergerak lincah melindungi peluru yang melesat ke arah keduanya. Saat ia lengah dan melirik sekilas ke arah Yuri, selongsong timah panas sudah akan mengenai bagian kecil di pelipisnya.

Dor.

Doojoon berdiri di tempat kemudian menunduk. Ia mengisi peluru-peluru di dalam senjatanya dengan selongsong yang baru. Di depannya ada kepulan mesiu dari senjata Yuri. Gadis itu baru saja menyela konfrontasi peluru pada pelipis Doojoon. Dilihatnya gadis yang katanya tertembak itu kini sudah berguling dan bergabung di sisi Doojoon.

“Kupikir kau tertembak.” Doojoon menorehkan kalimat untuk memrotes. Yuri menunjukkan sebuah lubang kecil dalam sebuah baju tebal berwarna abu-abu yang ia pakai. “Baju anti peluru.” Katanya singkat.

Terkesan sedikit, Doojoon tertawa. “Ada dua dari mereka, Ilwoo ada di dalam mobil dengan bom yang sudah aktif.” Katanya kemudian. Yuri mengangguk, dari lubang kecil yang dibuat peluru-peluru nyasar pada tong-tong kosong, ia bisa melihat sebuah mobil yang lampunya menyala. Di dalam mobil tersebut terlihat Jung Ilwoo, aktor yang sedang naik daun belakangan ini tengah pingsan. Ada beberapa kabel yang terlilit di kemeja putih yang dipakai pria itu. Tanpa banyak perlu membuat hipotesa, Yuri tahu apa itu.

“Aku benci situasi seperti ini.” Yuri menarik salah satu senjata di tumit kaki dari balik celananya. Di dua tangannya, ada dua senjata yang sudah terisi penuh oleh selongsong peluru. Meskipun ia bersedia untuk menyerang kapan saja, tapi ia tidak bisa mengabaikan Doojoon sebagai pemimpin misi kali ini. Ditambah lagi, baru lima menit yang lalu ia hampir kehilangan nyawanya.

“Kaulihat pemuda tolol yang menyeringai di sayap kiri, Yuri.” Doojoon bicara. Yuri melihat hati-hati pada petunjuk yang diberikan kawannya itu. Ia mengangguk ketika melihat pemuda pendek dengan senjata laras panjang yang kerap menyeringai atas apapun yang dilihatnya. Gigi-giginya kuning dan salivanya berderai saat ia menyeringai. “Kau ingin aku menembak dia?”

Doojoon menggeleng. “Dia terlihat bodoh. Tapi dia akan berguna. Kau pancing dia tapi jangan sekali-kali menembak organ vitalnya. Bawa dia pergi dari mobil sedangkan aku akan urus sisanya.”

“Termasuk bom itu? Yang paling penting bomnya, Doojoon.”

“Tentu saja. Kau tidak bisa meremehkanku, Yuri.”

Yuri tersenyum tipis. Matanya berbinar. Ketika selanjutnya ia terguling, itu adalah saat ia berhadapan dengan penjahat bodoh bergigi kuning. Yuri memancingnya pergi dari mobil sementara pria itu menembakinya. Doojoon diam-diam berguling dan berlari seperti kucing. Ia baru saja menembaki lutut dari kawan si gigi kuning. Saat Yuri semakin jauh dari mobil, ia tidak lagi bisa melihat Doojoon. Yuri harus fokus pada pertarungannya sendiri, karena baju anti peluru tidak akan menyelamatkannya dua kali.

.

.

“Luar biasa kerja kalian.” JY Park, begitu pria paruh baya yang memiliki kerutan di dahinya biasa disapa, baru saja memuji Doojoon dan Yuri yang menghadap ke kantornya untuk melapor. Mereka baru saja menggagalkan usaha teror pada Jung Ilwoo dengan sukses. Penjahatnya ditangkap hidup-hidup dan sang aktor, Jung Ilwoo kini dilarikan ke rumah sakit untuk beberapa pengobatan kecil.

Tempat Yuri, Doojoon dan JY Park saat ini adalah sebuah markas besar kantor agen mata-mata rahasia, Slotte. JY Park adalah mantan anggota FBI yang bekerja independen di bawah pemerintah Korea. Tapi kadang, pekerjaan mereka justru berskala internasional.

Doojoon dan Yuri bukan merupakan agen terbaik. Mereka hanya dipekerjakan di bawah divisi lokal Korea saja. Area pengawasan keduanya terbatas karena begitu banyak agen yang dipekerjakan dalam divisi lokal. Tapi proyek barusan adalah proyek besar milik keduanya. Semua agen sedang disibukkan dengan kedatangan agen-agen baru yang membutuhkan mentor dalam misi-misi pertamanya. Sedangkan kasus serupa dengan Jung Ilwoo kerap terjadi pada aktor-aktor papan atas Korea belakangan. Mau tak mau, JY Park memerintahkan Doojoon dan Yuri untuk tugas itu.

“Kita tidak bisa tinggal diam, setelah Ilwoo-ssi, mungkin ada aktor-aktor lain yang juga akan diserang. Kita belum tahu apa motifnya karena semua penjahat yang kita tangkap hanya pegawai lapisan bawah yang hanya ditugaskan menangkap sang aktor, tanpa mengetahui alasannya. Kita tidak akan mendapatkan apa-apa meskipun hal ini terjadi lagi.” Jelas JY Park.

Yuri dan Doojoon saling pandang. Keduanya berdiri tegak ala tentara dengan tangan yang dikaitkan di belakang tubuh masing-masing. Pandangan matanya lurus ke depan, sesekali akan melihat sorot mata JY Park ketika pria paruh baya itu melihatnya.

“Kami siap untuk misi selanjutnya, jika ini demi reputasi Slotte.” Kata Doojoon. Yuri mengangguk setuju.

“Kali ini memang akan ada misi, tapi ingat ini,” JY Park berdeham. “Untuk menangkap ikan, kau perlu cacing. Untuk menangkap ular kau perlu tikus,” kalimat JY Park menggantung. Doojoon dan Yuri bertatapan satu sama lain, tidak begitu paham. “Untuk menangkap pelakunya, kita perlu korban.”

JY Park tersenyum penuh arti. Ia menggoyangkan gelas wine dan mengangkatnya di depan wajah Yuri dan Doojoon. Kedua agen tersebut menelan ludah.

.

.

“Ini daftar nama yang diberikan tahanan berdasarkan hasil investigasi.” Seorang gadis cantik yang merupakan sekretaris dari JY Park baru saja memberi Yuri sebuah data dalam tablet miliknya. Doojoon mendekat dan duduk lebih dekat di sofa dengan Yuri. Keduanya sama-sama melihat beberapa nama terkenal seperti Lee Seung Gi, Kim Soo Hyun, Seo In Guk, Song Joong Ki, Joo Woon, Yoo Ah In, Lee Min Ho, Jang Geun Suk, Park Yoo Chun, Yoo Seung Ho, Lee Jun Ki dan Lee Jong Suk di antaranya.

“Wah, ini terlalu banyak.” Yuri mengeluh. Saat itu Doojoon baru saja merebut tabletnya. “Hyun Bin, Lee Dong Wook, Jung Il Woo dan So Ji Sub berhasil selamat. Mereka adalah empat pertama yang ada dalam daftar target pelaku.”

Yuri mengangguk. “Tapi ini aneh, ia menyerang secara acak. Motifnya tidak jelas. Tapi kalau kulihat daftar ini, beberapa aktor ini memang sedang naik daun belakangan.”

“Tidak juga, Lee Jun Ki baru selesai wajib militer tahun ini. Bahkan dia belum memulai proyek drama atau kegiatan apapun.” Sambung Doojoon.

“Aku pusing.” Yuri menyerah. Ia menyandarkan kepalanya di sandaran sofa. Tiba-tiba sesuatu yang dingin mendarat di dahinya. Yuri mengerjapkan mata dan melihat seorang pria berdiri di depannya dengan kedua tangan yang dimasukkan dalam saku.

“Kasus yang rumit kali ini?”

“Donghae Oppa!” Pekik Yuri. Ia menerima sebuah botol minuman dingin yang terjatuh dari dahinya kemudian menandangi Donghae—pemuda tampan dengan setelan mahal—dengan raut wajah bahagia. Saat itu, Siwon sudah melemparkan botol yang lain tepat pada tangkapan Doojoon. “Terima kasih, Hyung.” Kata Doojoon.

“Kau sudah pulang dari Virginia?” Yuri mengalihkan topik. Donghae mengedikkan bahu. “Yeah, akan pergi lagi ke sana setelah beberapa investigasi di sini selesai.”

“Kasusnya pelik ya?”

“Tidak terlalu. Kalau saja bukan pejabat yang terlibat di dalamnya. Aku sampai mau repot-repot menyamar jadi pegawai di rumah sang pejabat demi membongkar aibnya.” Keluh Donghae. Tapi ia tertawa kemudian. “Kasus apa yang kalian tangani? JY Park memberitahuku kalau kalian barangkali membutuhkan bantuanku.”

Yuri meminum air mineral dari botol dingin yang diberi Donghae. Setelah ia meneguknya barulah ia bicara. “Ini tentang teror pada para aktor. Agak sulit menemukan siapa biang keladinya dalam kasus ini mengingat penyelidikan kami harus dilakukan di bawah tangan dan jauh-jauh dari publisitas.”

Donghae tertawa. “Jadi karena ini kalian terlihat begitu kusut?”

“Begitulah.” Sahut Doojoon.

Donghae melipat tangannya di depan dada. Saat ia berhenti tertawa, ia berkata, “sebenarnya aku memiliki saran gila, tapi terserah kau mau mendengarnya atau tidak.” Yuri mengernyit. Donghae sudah terkenal di dalam Slotte karena keahliannya untuk membuat sebuah taktik. Dan semua taktinya memang tidak pernah gagal. Tapi satu yang tidak benar dari semua taktiknya, taktik Donghae pasti selalu menggunakan wanita.

Yuri patut was-was.

“Kemari,” Donghae memerintahkan kedua juniornya agar mendekat padanya. “Apa JY Park menyuruh kalian mengirim umpan?”

Yeah. Dia mengatakannya pada kami tadi. Tapi kami belum memutuskan apapun.”

Donghae mengangguk. “Itu sebabnya JY Park memerintahkanku kemari. Sepertinya aku harus memberitahu kalian ini : Hal yang lebih baik untuk menangkap ikan bukanlah memasang cacing pada kailnya, tapi jadilah cacingnya.”

Yuri dan Doojoon membelalakkan mata. “EH?”

“Benar, jadilah umpannya. Jangan gunakan orang lain.”

“EHHHHHHH?!” Teriakan keduanya makin keras. Doojoon dan Yuri saling berpandangan. Tentu tidak ada sedikitpun ide dari diri mereka bahwa keduanya akan menjadi umpan dalam misi kali ini.

“Hanya itulah caranya kalau kalian ingin cepat berhasil.” Donghae mengedipkan mata jahil. Kemudian ia duduk dan bersandar pada sofa. Tidak mau mengindahkan pandangan aneh dari Yuri dan Doojoon. Yuri menggigiti bibirnya. Entah kenapa bahwa ada aura buruk yang akan hadir di hadapannya.

“Oh iya, akan lebih bagus lagi kalau cacingnya itu betina.”

Bagus. Aura buruknya sudah datang.

.

.

“Sial!” Yuri mengumpat kesal. Ia berjalan di antara orang-orang yang sebelumnya tidak pernah ia kenali. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, wajahnya penuh dengan make-up. Tubuhnya ditutup oleh busana mewah berwarna hitam yang memiliki potongan layer di sekitar bahunya. Yuri memamerkan bahunya yang menawan dengan busana itu. Rambutnya ia biarkan tergerai, Yuri hanya memberikan sentuhan penjepit rambut berkilau di bagian atas kepalanya sebagai aksesoris.

Dengan dandanan seperti itu, Yuri baru saja masuk ke dalam pesta. Ia hadir tak diundang. Masuk dari atap toilet dan menyelesaikan semua dandanannya di sana. Tidak ada yang menyangka bahwa di balik busananya yang menjuntai hingga mata kaki, ada beberapa senjata yang ia ikat di pergelangan kakinya dan pisau di balik pahanya.

Arah jam tiga, Yuri.

Suara kecil dari earphone mini nirkabel yang ia sematkan pada telinganya bersuara. Doojoon mengarahkan Yuri. Pria itu sebenarnya sedang menunggu pada van yang terparkir di luar area gedung. Doojoon adalah seorang peretas yang sempurna. Kamera CCTV dan beberapa kamera keamanan lain berhasil disusupinya dengan jaringan rumit yang ia buat. Sehingga Yuri bisa bernapas lega, mengamati tanpa perlu ketahuan di dalam pesta di sana.

Yuri menoleh pada arah jam tiga. Rasanya ia ingin mengeluarkan beberapa carik kertas dan pena kemudian berlari dan berteriak ke sana sambil memohon untuk tanda tangan dan foto bersama. Tapi tidak bisa ia lakukan itu sekarang, ia ada dalam misi.

Di arah jam tiga, Yuri bisa melihat aktor Kim Soo Hyun, Yoo Seung Ho, Lee Jong Suk dan Seo Inguk yang berbincang seru. Lantas tiba-tiba Song Joong Ki bergabung dengan mereka.

“Aku melihatnya, apa yang harus kulakukan?”

Berjalan dengan normal, duduk dekat mereka tapi jangan sampai mereka menyadari kau adalah tamu asing.

“Siapapun di sini akan tahu aku tamu asing, Doojoon-ah.”

Tidak jika kau berusaha bersikap normal dan tidak mencolok.

Yuri mengangguk mengerti. Ia berjalan dengan mengangkat roknya sedikit. Ada sofa kosong di sebelah kawanan aktor tersebut. Yuri duduk dengan biasa saja. Pelayan datang dan menawarkannya beberapa makanan, Yuri mengambil segelas anggur merah dan menggoyang-goyangkannya tanpa niat meminumnya.

“Ya, tentu saja. Itu drama yang melelahkan.” Yuri bisa mendengar obrolan mereka sedikit demi sedikit. Jika ia tidak salah, baru saja Seo In Guk bicara. Yuri bertaruh pasti pemuda itu membicarakan drama fenomenalnya dengan idol Jung Eunji, Reply 1997.

“Kau cukup bagus di sana.”

“Ey~ itu berkat arahanmu.”

“Tapi aku menyukai kiss scenemu di sana. Jung Eunji cukup baik untuk ukuran idol.”

Obrolan terus mengalir dan tidak ada yang membuat Yuri tertarik. Beberapa aktor yang terlibat pembicaraan adalah Seo Inguk, Kim Soo Hyun dan Lee Jongsuk. Dua sisanya memilih menjadi pendengar. Seperti Yuri.

“Kudengar Ilwoo Hyung diserang kemarin.” Yuri hampir menjatuhkan gelasnya. Ia menajamkan pendengarannya. Barusan itu Yoo Seung Ho yang bicara, seorang aktor termuda dalam kawanan tersebut.

“Iya aku juga mendengarnya. Ia diserang ketika berada di parkiran sebuah hotel. Tapi polisi menyelamatkannya. Ia berada di rumah sakit, aku sudah menjenguknya siang tadi.” Sahut Joong Ki.

Yah, akhir-akhir ini beberapa orang memiliki nasib buruk. Aku bahkan diperingatkan agensi agar tidak pulang larut malam.” Soo Hyun mengeluh.

“Sepertinya semua agensi kita memperlakukan hal yang sama menyangkut kasus teror ini. Mungkin ini ada kaitannya dengan…”

SSTT, Inguk-ah, kau tidak boleh sembarangan menyebut insiden itu di depan publik seperti ini.” Saran Jongsuk.

“Ah maaf.”

Yuri mendengarkan. Insiden? Ia bergumam pada dirinya sendiri. Dahinya berkerut. Tanpa sadar ia baru saja menjatuhkan gelasnya ketika ia bergeser sedikit. Anggur merahnya tidak sampai membasahi gaunnya, tapi cukup untuk membuat perhatian kini tertuju padanya.

“Eh, maaf.” Kata Yuri. Ia menganggukkan kepala ketika Seo Inguk dan Lee Jongsuk menatap padanya. Kalau bisa, Yuri ingin terbang sekarang juga dan menghilang.

“Kau,” Inguk mengangkat salah satu alisnya. “Aktris baru? Aku belum pernah melihatmu.”

Yuri panik. “E—eh? I—iya.”

“Kalau begitu bergabunglah bersama kami. Aku Seo Inguk.”

“E—Eh? Yuri, Kwon Yuri.” Kata Yuri bingung. “Aku harus ke toilet sepertinya. Aku permisi sebentar.”

Saat Yuri baru melangkah menjauh. Sekilas ia bisa melihat sosok berjubah hitam baru saja lewat di pintu utama aula pesta. Ia tidak tahu apakah itu hanya ilusi atau kenyataan, karena sosok itu hanya lewat sekilas.

Yuri menggelengkan kepalanya dan berusaha kembali pada akal sehatnya. Ia berjalan ke toilet sebelum akhirnya ia mencium aroma yang sangat ia kenali. “Mesiu.” Bisik Yuri kecil.

Tidak lama suara ledakan muncul begitu saja. Yuri berlari dan melihat sumber ledakan, dari pintu utama aula pesta. “Sial!”

Yuri, apa yang terjadi? Doojoon berteriak di telinganya. Yuri berlari kembali. Di depannya ada beberapa aktor dan aktris terkenal yang kebingungan. Tanpa pikir panjang Yuri berteriak. “MERUNDUK!”

BAM!

Ledakan kedua muncul. “Doojoon-ah, aku tidak bisa melakukan ini sendiri!” Yuri panik. Ledakan kedua meruntuhkan atap dari bangunan luas tersebut. Yuri mengedarkan pandangannya, pintu keluar satu-satunya sudah tertutup oleh reruntuhan. Jalan keluar lainnya adalah melalui jendela. Tapi terlalu tinggi mengingat mereka ada di lantai dua belas dari sebuah gedung hotel.

Aku kesana dalam lima menit. Aku sudah memanggil bantuan. Lakukan apa yang bisa kau lakukan untuk saat ini.

Yuri mendongak ke atas, lampu besar bergoyang-goyang kencang akibat ledakan. Salah satu talinya sudah terlepas, tersisa hanya satu tali penopang yang membuatnya masih bergelantungan. Di bawah lampu hias besar itu ada Yoo Seung Ho yang sedang berjibaku dengan reruntuhan di atas kakinya. Seo Inguk dan Jongsuk membantunya, tapi mereka akan terlambat karena lampu hias di atasnya sudah tidak kuat menahan beban.

“AWAS!” Kim Soo Hyun berteriak kencang memperingatkan. Yuri berinisiatif, ia berlari kencang. Gaun panjangnya menyulitkan langkah kakinya bergerak bebas, jadi ia mengangkat gaun itu tinggi-tinggi di antara kerumunan panik yang memandanginya dari jauh. Yuri menarik senjata api dari kedua pergelangan kakinya, kemudian ia menarik pisau dan menyobek gaunnya dengan gesit. Gaun itu tinggal selutut saat Yuri sampai di sisi Jongsuk dan Inguk.

Yuri membantu dua pemuda itu untuk mengangkat Seungho. Tepat ketika lampu hias itu berderak dan terjatuh, Yuri hanya berjarak satu sentimeter dari hempasan lampu. Beberapa pecahan kaca dari lampu tertambat di dalam helaian rambutnya.

Ruangan tanpa cahaya, mati total. Menyisakan ketegangan dan rasa panik yang menyeruak di mana-mana. Saat Yuri menyisipkan pisaunya dalam sebuah tali elastis di lingkar pahanya, seseorang menggenggam tangannya.

“Kau dari Slotte?” Yuri mendongak. Tangan itu milik Lee Jongsuk. Yuri tidak mau mengaku, karena ini merupakan informasi penting jika saja Lee Jongsuk adalah lawan yang menyamar. Tapi mengetahui Jongsuk yang dengan mudahnya menyebut nama Slotte, menunjukkan bahwa pria itu bukan aktor biasa. Ada sesuatu yang membuat Yuri menjadi makin waspada.

Diam-diam, Yuri menangkap gerakan aneh dari lengan Inguk yang sedari tadi ia sembunyikan di balik tubuhnya. Yuri perlahan memegang erat senjata api yang tergantung bebas pada tangannya di sisi kiri jahitan gaunnya. Dengan sangat hati-hati, bahkan hampir tidak terlihat, Yuri mengangkat tangannya. Matanya tidak lepas dari pandangan Jongsuk.

“Jangan melakukan hal bodoh!”

Tepat ketika senjata Yuri teracung di depan wajah Jongsuk, Inguk sudah mengarahkan moncong sebuah senjata api ke pelipis Yuri. Seungho dan Soohyun memegangi sebuah benda yang kelihatannya adalah pisau dan senjata api mirip dengan milik Inguk.

“Siapa kalian?” Yuri tidak berniat menurunkan senjatanya.

“Jawab dulu pertanyaanku, apa kau dari Slotte?”

Yuri mendengar suara berisik di telinganya. Kemudian terdengar suara pecahan kaca jendela di belakang tubuh mereka. Doojoon baru saja muncul dari sana. Harusnya Yuri lebih tenang karena ia mendapatkan bantuan, tapi alangkah kagetnya menyadari bahwa Doojoon sudah bersama seseorang berjubah yang sebelumnya Yuri lihat sekilas. Doojoon sudah hampir tidak sadarkan diri, keadaannya kacau.

“Doojoon-ah!” Yuri berteriak. Ia mengacungkan senjatanya ke arah pria berubah hitam. Yuri tidak lagi peduli pada misinya. Seungho, Soohyun dan dua pemuda lainnya kini tidak lagi waspada pada Yuri. Melihat nama Doojoon disebut, mereka sudah yakin betul bahwa Yuri merupakan agen Slotte.

“Mana Joongki?” Inguk berbisik. Seungho mendongakkan kepala. Inguk melihat ke langit-langit dan menemukan Joongki bergelantungan di sana. Di mulutnya ada sebilah pisau, di pinggangnya ada seikat tali dan di tangan kanannya ada sebuah senjata.

Dor!

Sang Pria Berjubah menembakkan senjata ke udara. Hampir saja mengenai Joongki asalkan pria itu tidak bergelayut diam-diam ke arah lain tadi. Yuri bisa melihat Park Shin Hye, salah satu aktris kenamaan baru saja pingsan dalam kerumunan di pojokkan. Melihat lagi sisi itu, ia bisa mengenali bahwa setidaknya ada puluhan aktor ternama yang namanya berada dalam daftar buruan pelaku.

Tapi kini pelakunya ada di depan mereka. Menunjukkan batang hidungnya dengan terbuka dan tanpa pengamanan.

“Ada yang aneh.” Yuri bergumam. Ia tidak peduli siapa kawan dan lawan saat itu. Urusannya dengan para aktor bersenjata belum selesai tapi ia tidak mau ambil pusing. Lawannya itu Pria Berjubah, dan ia tidak boleh melenceng dari fokus utamanya. Yuri menembaki kaki Sang Jubah Hitam dan berguling ke kawanan sandera di pojok ruangan.

Benar saja, mereka menembaki salah satu asisten aktor yang tidak bersalah. Lee Yoon Hae, kini menyusul Park Shin Hye untuk pingsan. “Sial.” Yuri mengumpat. Saat Jubah Hitam akan menembaki sandera kembali, Seo In Guk melumpuhkan salah satu kakinya.

“Bawa mereka pergi dari sini!” Perintah Inguk. Yuri mengangguk. Gadis itu baru saja akan pergi tapi suara-suara tidak enak didengar muncul di dekat telinganya. Sebentar, aku kenal suara ini. Yuri masih berjalan memimpin mereka. Sesekali ia menembakkan peluru pada Si Jubah Hitam. Doojoon terlepas dari lengannya. Yuri hampir berlari kalau ia tidak melihat sebuah tali temali dengan beberapa alat dan lampu berkedap-kedip bersinar di balik kemeja Doojoon yang terbuka.

Kulit wajah Yuri memucat. “Bom.”

.

.

Pip. Pip. Pip.

Suara serupa semakin banyak terdengar. Yang paling besar berasal dari balik kemeja Doojoon, tapi yang lebih kecil terdengar dari belakang tubuh Yuri. Baru saja ia menemukan sebuah ponsel milik aktris kenamaan Park Shin Hye yang pingsan berbunyi. Disusul dengan beberapa ponsel milik aktris wanita yang lain. Saat salah seorang mematikan dering ponselnya dengan memencet tombol merah, sebuah ledakan besar terjadi dan menghempaskannya jatuh dari lantai tiga belas.

“Biarkan deringnya tetap menyala. Jangan sentuh apapun, letakkan ponselnya di atas lantai.” Perintah Yuri. Ia sendiri berlari dan menyeret tubuh Doojoon ke tempat aman. “Bagaimana melepaskan ini?”

Saat itu, Joongki baru saja menembaki Si Jubah Hitam tepat di bahunya. Dan membuat sang pelaku terjerembab dengan wajah yang mendarat di atas lantai pertama kali. Topengnya terlepas tapi penembak jitu, enggan turun dan melihatnya. Joongki menatap Yuri kemudian bergabung dengannya.

“Ini bom waktu.”

“Aku tahu.”

“Terpasang sempurna. Lihat ponsel yang dipasang di sini,” Joongki menunjukkan sebuah layar ponsel pada Yuri. Ponsel itu terpasang pada perangkat bom rakitan di tubuh Doojoon. “Ketika bom ini meledak, ledakannya akan memicu ponsel lain untuk meledak. Artinya, jika kita tidak bisa menyelamatkan temanmu ini, kita semua akan mati.”

Wajah Yuri memucat lagi.

“Aku bukan penjinak bom, dan sepertinya kau juga bukan. Jung Ilwoo adalah penjinak bom, tapi dalam kasus terakhir dia bahkan tidak bisa menyelamatkan dirinya dan memanggil bantuan dari Slotte. Payah.” Joongki mendesah dan berjongkok waspada. Yuri menatapnya.

“Siapa sebenarnya kalian?”

Saat itu ia mendengarkan teriakan putus asa dari seorang wanita. Suara sopran yang memekikkan telinga. Yuri menoleh, barangkali ada aktris wanita yang pingsan atau ketakutan. Tapi yang ia lihat selanjutnya sama sekali tak sesuai dugaannya.

Si Jubah Hitam yang sudah diikat dengan tali berteriak. Yuri yang berpikir bahwa itu adalah seorang pria, harus mau terkecoh kali ini. Di balik topeng itu, adalah seorang wanita yang wajahnya tidak pernah ia kenali. Ia tidak cantik, karena banyak luka bakar di wajahnya. Tubuhnya memang tinggi dan berisi, tapi ketika kau sampai melihat wajahnya, hanya rasa mual yang ada. Wajahnya berlendir, dan bau.

“KALIAN AKAN MATI BERSAMAKU. HAHAHA!”

Yuri yakin gadis itu bercanda, tapi bom di tubuh Doojoon sama sekali bukan candaan.

“AKTOR SOMBONG YANG MEREMEHKAN GADIS BURUK RUPA SEPERTI AKU. KALIAN AKAN MATI!”

Yuri gerah. Gadis ini berteriak seperti orang gila membicarakan mati berkali-kali. “Kupinjam pisaumu.” Yuri meletakkan pistolnya di dekat Joongki dan membawa dua pisau yang tersebar masing-masing satu buah di tangannya. Yuri memutar-mutar benda itu dan menancapkannya tepat di lantai di depan si gadis buruk rupa. Pisau tersebut meluncur melewati bagian atas telinga kanan dan kirinya sehinga membuat beberapa helai rambut dari pelaku terpotong.

Yuri berjongkok di depan sang gadis yang duduk terikat.

“Kau kenal aku?” Kata Yuri. Sedikit tersenyum. Gadis itu meludahi Yuri. “Kau wanita jalang. Semua gadis cantik adalah wanita jalang!” Kata si pelaku.

Yuri mengepalkan tangannya. “Kau akan mati.” Giginya bergemeretak.

“Bunuh saja aku. Aku sudah mempersiapkan diri untuk mati hari ini!” Si Pelaku berteriak lagi. Kemudian ia tertawa. Yuri mengangkat pisaunya tinggi-tinggi, siap untuk ditujamkan pada dada sang gadis gila itu. Soohyun, Inguk dan Jongsuk berteriak agar Yuri mengurungkan niatnya dan fokus pada bomnya. Joongki dan Seungho kini mulai disibukkan dengan mengurai kabel-kabel warna-warni pada tubuh Doojoon.

Si Gadis Gila memejamkan mata sambil tertawa, sedangkan Yuri masih sudah melancarkan pisaunya untuk melancong pada sasarannya. Saat itu semua suara di dekat telinganya berbaur jadi satu. Yuri tersenyum, salah satu sudut bibirnya terangkat. Darah kemudian menetes di depannya.

Sang Gadis Gila berhenti tertawa.

Suasana menjadi sangat tenang. Dentingan pisau jatuh ke lantai dan membuatnya menjadi satu-satunya sumber suara gaduh.

Sang Gadis Gila membuka matanya. Alangkah kagetnya saat ia menemukan pisau sudah terjatuh di atas lantai di depannya. Darah yang menetes di sana sama sekali bukan darah miliknya. Sang Gadis mendongak dan melihat sebuah luka melintang di pipi Yuri yang mengeluarkan darah. Begitu banyak hingga bibir kemerahan mirik Yuri kini dibasahi oleh amisnya darah.

“Begini saja,” Kata Yuri terbata. “Hanya begini saja kan masalahmu?”

Soohyun dan Inguk sepakat untuk tidak melihat. Yuri menggoreskan pisau di wajahnya lagi sehingga sayatan melintang diagonal itu membentuk huruf X yang besar di pipi kanannya.

“Apa sudah cukup begini? Apa aku sudah tidak terlihat jalang lagi di matamu?”

“APA YANG KAU LAKUKAN!” Sang Gadis Gila berteriak. Teriakan frustasi.

“Apa ini kurang?” Yuri mengambil pisau lagi. Saat ia akan menorehkan luka di pipi kirinya, Sang Gadis Gila itu menahan tangannya.  Ia berteriak sekali lagi. “APA YANG KAU LAKUKAN!”

Yuri menjatuhkan pisaunya. Darah menetes. Semua yang masih tersisa dan terjaga di sana hanya bisa menelan ludah tanpa bisa berbicara apa-apa. “Kau merusak wajahmu!”

“Aku sengaja. Kau puas?” Kata Yuri, penuh percaya diri. Rasa perih menyayat-nyayat wajahnya tapi ia menahannya. “Kaubilang wanita cantik adalah wanita jalang. Kalau begini bagaimana? Aku bukan bagian dari mereka kan?”

“KAU GILA!” Teriak sang gadis.

“Itulah kau, Nona Muda.” Kata Yuri. “Aku hanya mengikuti apa yang kau katakan. Kau mengatakan wanita cantik adalah wanita jalang. Kini saat aku melukai wajahku sedikit, kau mengatakan aku gila. Bukankah sama saja kau mengakui bahwa pernyataan pertamamu memang sebuah pernyataan gila, Nona Muda?”

Bip. Bip. Bip.

Hanya dua menit tersisa dari waktu hitung mundur bom-bom waktu tersebut. Sang Pelaku memandang Yuri. Matanya mengguratkan satu rasa : bingung.

Yuri membuang pisaunya dan memegangi kedua bahu gadis muda di depannya dengan erat. “Apa kau menyukai Song Joong Ki?” Yuri tersenyum. Gadis itu membelalakkan matanya. Sementara Song Joongki di sudut lain menoleh sedikit.

“Dia adalah aktor yang baik, kalau kau mau tahu. Buang pikiran negatif dalam pikiranmu. Kau tidak seburuk yang kau imajinasikan. Lihatlah cermin dan kau akan tahu betapa baiknya dirimu.”

“KAU—!” Gadis itu berteriak kembali. Tapi saat itu, suara kencang muncul dari ponsel di tubuh Doojoon. Yuri menoleh dan mendapati angka lima puluh delapan yang terus menghitung mundur setiap detiknya.

“Kau sudah kalah, kita akan mati.” Sahut gadis itu lemah. Ia terkapar di atas lantai dan menyerah. Sementara Joongki begitu sibuk dengan kabel-kabel dan beberapa tombol kombinasi pada ponsel. Seungho menyumbangkan pengetahuannya dengan berkali-kali mengarahkan Joongki pada aksi yang benar.

Dalam kepanikan, Yuri mendengar suara kecil dari bibir sang gadis. “Ulang tahun Joongki. Enam digit. Tapi saat kau ketikan itu, kau sudah terlambat. Kita semua akan mati.”

Yuri berdiri, ia menatap sang gadis yang sudah telungkup di atas lantai seolah ia sudah siap untuk mati. Yuri tersenyum. “Kita semua memang akan mati,” Yuri berlari ke depan menuju tubuh Doojoon. “Tapi tidak hari ini.”

.

.

Biiiiiiiiiiiiiiiip.

091985 Barusan adalah kode kombinasi terakhir yang Joongki ketikkan di layar ponsel berkat arahan dari Yuri. Suara tadi adalah suara terakhir yang terdengar. Selanjutnya, hening. Ketengangan belum mereda tapi Yuri sudah berhasil membuka ikatan kuat di tubuh Doojoon. Bom itu sudah mati, sudah tidak bekerja.

Sejurus kemudian, penjinak bom dan beberapa polisi datang dan mengamankan keadaan. Korban yang cedera maupun yang pingsan dibawa ke rumah sakit. Ada juga yang tidak pernah cedera namun tetap dibawa ke rumah sakit demi melindungi image masing-masing aktor dan aktris. Tapi tidak satu pun dari mereka yang berada di sana membuka mulut perihal identitas Joongki, Soohyun, Jongsuk dan lainnya. Semua sudah sepakat bahwa mereka akan melewatkan dan melupakan kejadian ini di masa depan.

Yuri kini baru saja menerima beberapa lilitan perban di pipinya. Ia disarankan untuk pergi ke rumah sakit tapi gadis itu menolak. Saat Yuri memungut pisau miliknya di tempat kejadian. Joongki mendekat.

“Hai.” Katanya. Yuri tersenyum tipis. “Jangan tersenyum seperti itu, ini semua karena perilakumu. Sebenarnya kau apakan gadis malang itu?”

Joongki memasukkan tangannya ke saku depan celananya. “Aku tidak sengaja. Saat itu ia masuk ke apartemenku. Aku memukulnya keluar dan mencaci makinya. Dia sasaeng. Tapi tidak kusangka, setelah itu ia mengalami kecelakaan dan sebagian tubuhnya terbakar. Bukan salahku juga kan?”

“Tapi ia mengatakan sesuatu tentang aktor dan wajah buruknya.”

Yeah, setelah itu dia datang lagi ke apartemenku. Aku kaget karena rupanya yang menyeramkan. Aku mengusirnya dari sana. Kadang memang serbasalah menjadi seorang publik figur.” Joongki tersenyum pada Yuri. Tapi gadis itu tidak terkesan.

“Omong-omong, dari mana kautahu dia seorang fans dariku?”

Yuri memyelipkan pisaunya pada ikatan elastis di pahanya. Ia menepuk-nepuk gaunnya yang robek kemudian menatap Joongki sebentar. “Kau bergelayutan di atas kepalanya saat itu, dia menembakkan peluru peringatan ke atas untuk menjauhkanmu dari bahaya. Dia tahu saat itu bahwa dia sudah siap untuk mati. Dia tidak ingin membuatnya menyerangmu. Lagipula, bergelayut di tempat terbuka seperti itu, menurutku tindakan bodoh. Siapapun pasti akan tahu bahwa ada orang di atas kepalamu.”

Yuri mengikat rambutnya, kemudian menganggukkan kepala dan menjauh dari Joongki. Pemuda manis itu berkacak pinggang dan menggaruk kepalanya malu.

.

.

“Selamat!” JY Park menuangkan wine pada gelas-gelas kosong di depan Yuri dan Doojoon. Mereka berpandangan kemudian meraih gelas dan meneguk minuman di dalamnya sedikit demi sedikit. “Walaupun pihak lain terlibat kali ini, tapi Slotte cukup berpengaruh dalam keberhasilan misi. Semuanya terima-kasih padamu Nona Kwon Yuri.”

“Ini bukan apa-apa.” Sahut Kwon Yuri merendah. “Tapi, siapa mereka sebenarnya?”

“Agen publik, bekerja untuk FBI. Tapi mereka bukan musuh kita.”

“Mereka sekutu?” Kata Doojoon.

“Bukan juga. Pokoknya selama mereka menunjukkan gerak-gerik yang baik, mereka bukan siapa-siapa bagi Slotte.”

Yuri mengangguk. Setelah obrolan singkat selesai, sebuah map dan misi baru datang padanya. Kali ini ia harus berpisah dari Doojon dan bekerja dalam misi tunggalnya sendiri. Kemampuannya dalam misi dengan sang aktor sudah cukup membuktikan kemampuannya untuk terlibat dalam misi lain.

“Chicago?” Yuri tidak percaya. Saat itu Doojoon sudah pergi dari ruangan JY Park. “Kau menugaskan aku dalam misi internasional?” Katanya lagi.

“Ya. Kurasa kau sudah siap untuk ini. Lagipula, beberapa agen baru sudah siap untuk menggantikan kau dan Doojoon dalam divisi lokal. Aku baru saja menemukan lima bibit baru yang setara denganmu.”

Emosi Yuri meluap-luap kesenangan. “Kapan aku bisa memulai ini?”

JY Park memberikan senyuman hangatnya pada Yuri. “Helikopter Slotte siap dalam tiga jam lagi. Saat itu kau bisa mulai.”

.

.

Six Months Later

“Selamat datang kembali!”

Doojoon baru saja menyambut seorang gadis dalam balutan setelan hitam dengan kacamata hitam yang misterius. Tapi tidak terlalu misterius, ketika gadis itu mulai melepas kacamatanya dan berjalan bersisian dengan Doojoon.

“Apa Korea baik-baik saja selama aku tak ada?”

“Kau pikir kau siapa? Kepala negara?” Doojoon mematahkan kalimat gadis itu dengan sebal. Keduanya tertawa. Kemudian berjalan lebih santai. “Bagaimana misi terakhirmu, Yuri?”

Yuri tertawa kemudian menggelengkan kepala pada teman lamanya itu. “Aku lebih kuat saat ini, Doojoon. Kaupikir apa yang aku lakukan dengan kemampuanku yang meningkat ini?”

Doojoon berdecak. “Kau sudah dua kali masuk rumah sakit dan hampir mati, Yuri. Kaupikir aku tak tahu itu?”

“JY Park-ssi menceritakannya padamu?”

Doojoon tidak mengelak. “Aish, sudah kuduga pria peyot itu…,”

Bruk.

Seseorang menabrak bahu kanan Yuri. Yuri menatap seorang pemuda yang menabraknya. Gadis itu tentu mengharapkan pemuda itu mengucapkan maaf, tapi ia hanya berlalu dan menundukkan kepala tanpa sepatah kata apapun.

“HEY!” Yuri berteriak ketika pemuda itu menghilang di salah satu belokan koridor depan. “Siapa sih dia? Tidak sopan!” Kata Yuri marah. Doojoon hanya tertawa. “Itu agen baru. Salah satu dari lima orang yang JY Park bangga-banggakan tahun ini.”

“Begitukah? Tapi tubuhnya tidak terlihat kuat.”

“Kau akan tercengang ketika melihatnya di lapangan.” Saran Doojoon. Yuri mengibas-kibaskan tangannya kemudian tertawa melecehkan. “Tidak ada yang lebih hebat dari Kwon Yuri.”

.

.

Yuri masuk ke sebuah ruangan besar. Ada beberapa orang sedang melakukan latihan bela diri. Donghae menyambutnya segera setelah Yuri berganti pakaian dengan pakaian latihan khusus. Ia berbincang-bincang sebentar dengan Donghae. Kemudian Donghae menunjukkan padanya beberapa wajah baru yang memecahkan rekor panahannya di ruang simulasi. Sebagai informasi, belum pernah ada yang sanggup mematahkan rekor Yuri dalam panahan di waktu satu menit saja selama dua tahun belakangan.

Barusan tercetak lima puluh sembilan detik. Rekor baru. Seorang pemuda keluar dari sana. Wajahnya dingin. Tubuhnya tinggi. Melihat wajahnya saja, Yuri sudah muak. Ia tidak pernah dikalahkan dengan cara seperti ini. Tepatnya, ia tidak suka kekalahan.

Di sisi lain, ia juga melihat dua pemuda berhasil bekerja sama dan membuat rekor pada simulasi penjinakan bom. Dua pemuda dengan tampang idiot dan salah satu yang gemar berbicara.

Saat Yuri melihat di sudut lain, di sisi simulasi tembakan, seorang berambut hitam baru saja menebak pada bull’s eyes sebanyak enam kali.

“Ini gila.” Gumam Yuri. Donghae menepuk pundak Yuri. “Iya kan? Sudah kubilang kau akan terkejut.”

Lantas pintu terbuka. Seorang wanita yang ia kenali sebagai sekertaris JY Park baru saja memanggilnya. Yuri berjalan pelan mengikuti gadis itu dan masuk ke dalam ruangan besar milik JY Park. Di belakangnya, ada lima pemuda yang masih berseragam pakaian latihan. Salah satu tersenyum idiot padanya namun keempat sisanya acuh tak acuh. Entah kenapa Yuri merasa ada aura buruk yang akan ia hadapi.

JY Park kini mempersilakan Yuri dan lima pemuda di depannya duduk berhadap-hadapan. JY Park mengambil tempat di tengah. Ia membuat pidato pembukaan tentang penyambutan kembali Yuri di Korea. Namun di kalimat terakhir, Yuri tahu apa maksud JY Park yang sebenarnya.

“FBI mulai bergerak sebagai musuh. Korea sudah tidak aman bagi para agen di sini. Kalian ditugaskan dalam penyamaran biasa untuk melindungi identitas Slotte. Enam dari kalian sudah ditetapkan berada dalam satu tim. Area kerja, Seoul.”

JY Park menatap Yuri. “Kwon Yuri akan menjadi pimpinan misi jangka panjang ini,” JY Park membuka tangannya dan mengarahkan jemarinya pada tubuh Yuri yang terduduk dengan wibawa. Kelima pemuda menatapnya bersamaan. Tapi entah mengapa Yuri tidak menyukai tatapannya. “Dan Yuri, mereka adalah yang terbaik dari yang terbaik,”

Yuri menelan ludah. Salah satu pemuda bertampang idiot tersenyum lebar di depannya. Salah satu berbisik pada teman di sisinya, yang satu lagi asik memandangi sebuah gelas dengan serius. Pemuda yang sempat Yuri lihat memecahkan rekor panahannya kini duduk di ujung dengan nyaman. Sementara di sebelahnya, ada pemuda yang beberapa saat yang lalu sempat menabrak bahunya tanpa meminta maaf.

“Yuri, ini adalah Kris, Sehun, Myungsoo, Minho dan Chanyeol. Agen terbaik Slotte tahun ini.”

Yuri menelan ludah. Aura buruknya baru dimulai.

FIN

.

.

A/N : Jengjeng~ Kelar juga projectku yang ini. Oh iya, buat yang bingung apa hubungan cerita ini sama Just Me and The Boys, jadi gini, FF ini menceritakan kehidupan Kwon Yuri sesaat sebelum dia gabung sama Lima pemuda yang akan menjadi rekan timnya. Di sini dia masih partner-an sama Yoon Doojoon. Ini bagian dari misi Kwon Yuri sebelum dia ketemu sama 5 cowok-cowok peran utama di JMTB. Ini bukan sekuel, aku nyebutnya Before Story. Ceritanya sekali habis alias ya udah cuma sekali ini doang.😄

Semoga suka deh, sekalian mengobati kekangenan sama JMTB :p /siapa tau ada yang mau baca lagi/

41 thoughts on “MEET THE ACTORS [Just Me and The Boys’ Before Story]

  1. Liza Nining berkata:

    yg tampang idiot senyum lebar itu chanyeol apa myungsoo kak? hehe maaf pertanyaannya ga penting ^^

    ff daebak as always jjang

  2. nabila tauhida berkata:

    uwaaa,, kirain mw buat lgi,, padahal ngarep banget
    kak cba buat cerita yg rda” sma ada slote,sehun kris minho myungso chanyeol pokoknya sma deh tpi bedanya kisah nya aja and judulnya

  3. Tetta Andira berkata:

    Harus blg apa lg kalo bgini ?
    Suka banget sama ff kmu yg ada aksi laga’x .. Keren !!
    trnyata Yul-eonn emng gadis tangguh yg luar biasa & gak terduga dr sblum debut’x sama 5 pemuda yg jg gak terduga itu ..🙂
    Amazing dehh ah pokok’x . Trus ituh yg nabrak Yul-eonn , Sehun kali yee ?? Hhe~
    Okkeh , makasih buat before story yg kece Nyun ..

  4. Nuna kulkas berkata:

    Nah eon pastinya ada ‘Before pasti ada After’ dong?
    Haha dan pastinya eon sudah siapkan sequel kan?
    Saya sebagai reader yang songong /-,,,,-/ menagih sequel yang after storynya oke😉

  5. EKHA_LEESUNHI berkata:

    kyahahah sbnernya ralat kalimat nyun yg terakhir “kali aja ada yg pengen sequelnya” wakakak pasti seru liat yuri perang2 stelah nikah sama sehun xixixi pasti lucu ky mr n mrs smith eaaaak wkwkw

  6. YhyeMin_ berkata:

    ahhh ada JMTB Before story*padahal ngareup squel/plakkk/inget orion baru 1 part udah minta squel aja -__-v
    Ff nya keren kak tp kurang suasana tegangnya ma dag dig dug nya*mnurutku mungkin nanti d bc lg
    Eh yuri emank punya klakuan yg rada rada gila ya masa ngejinakin(?) pelaku yg hanya seorang gadis smpe harus wajah cantiknya d sayat melintang g2.bearti nanti ada bekas luka donk d wajahnya kalo sedang ngejalanin misi…
    D tunggu kak after story pas jd FBI nya*ooopsst…
    Oh ya aktornya kece-kece badai kak^^.

  7. arassi berkata:

    Pertamanya agak bingung, soalnya apa hubungannya ini ff sma just me and the boys, tapi akhirnya ngerti😀
    Kalau unni punya waktu bikin sequel just me and the boys ya unn ^^

  8. Mutia Arizka Yuniar berkata:

    Eakkkk keren kak, ada before ada after kak wkwkwk, jadi pengen sekuel nya, gapapa walaupun harus nunggu toz tamat juga, yang penting ada sekuel nya;;

  9. exocyin berkata:

    aaah jadi flesbek JMTB, sequel dong kak ceritain gimana kehidupan rumah tangga sehun-yuri terus anaknya gimana, jago karate gitu/? berharap banget ada sequel kekeke

  10. Winda berkata:

    Yuri yang awalnya cuma agen biasa, bisa jadi agen hebat^^ ff eonni nunjukin sisi kerja keras yuri😀 semoga ada sekuelnya :3

  11. annon bee berkata:

    Keren juga baca ff yang setelah diketahui akhirnya (‾▿‾”) tpi keren de kak :g pingin jdi kayak Yul-Eon XDD agen rahasia yang cantik,seksi,pintar, juga keren :3
    ( ‘-‘)9 keep fighting y kak! Aku tunggu part 2 nya dri orion ( ‘-‘)9

  12. hani"thahyun kim berkata:

    Widiiiihhh perjalan yuri sbg agen slote seru juga,, pantes yuri dijadiin leader pas misi slote di ff JMATB..
    Kehebatan yuri memang ga diragukan lagii,, sebelum yuri brgabung S̤̥̈̊ǎ̜̣̍М̣̣̥̇̊ɑ̤̥̈̊ 5cwo itu ternyata yuri partner’an ama doojon yaa..
    Itu seru banget pas ngejalanin misi bareng para artis,, ga nyagka trnyata artis” korea juga agen FBI..hihihihi
    Seru seru seru

  13. Nadia KrisYul HunYul Shipper berkata:

    hueehh :3 tuh kan jadi kangen Just Me And The Boys😥 kapan-kapan mau baca lagi daahhh xD anw… ceritanya seru kak! aku paling suka waktu Yuri nyayat wajahnya xDD sampe Inguk kagak mau liat xD wahahahaha😀

    dan dan…. waktu JYP memperkenalkan Kris, Myungsoo, Minho, Chanyeol, dan Sehun… THE STORY JUST BEGIN! Woohoo!! ^o^)/

  14. NiaChoi1126 berkata:

    gak nyangka kalo ternyata aktor2 itu ternyata agen juga,,

    ngeri pas bca yul-nie nyayat mukanya di depan sasaeng fans itu kan ksian mukanya😦

    wkwkwk yg punya muka idiot and senyum2 gaje tu pasti chanyeol,,

    over all keren and menegangkan deh kanyun ^_^

  15. AngelYURISISTABLE berkata:

    Baru komennnn (^O^) (readers gk bertanggung jawab bukannyaa langsung komen -_-#)
    Mian ka salahin paketannya tuhh bandel dia /plakkk/
    Oohhh ini pas yuri belum terjebak bersama 5 orang idiot (peace itu kata yuleon, kalo kata aku 5 orang pangeran)
    aku pengen banget ada sequel JMTB walaupun oneshoot juga tapi gk papa lah kalo eonni emang sibuk gak usah(terpaksa ngomongnya)
    okeehh aku lanjutin mau komen ke fanfic eonni yang lain yang udah aku bca tapi gk sempet ngomen (^3^)

  16. Potterviskey berkata:

    Ada doojoon nyempil? aaaakkk~ agak miris aja dia dipasangin bom >< itu pacar aku kak, kenapa dijadiin sandera? aku ngarep nya action nya ada banyaakkk gitu;___;
    kak, bikin ff cast yuri-doojoon lagi dong plissss, atau kalo engga sempilin kek dimanaa ._. aku ngegalau karena ini cuma satu-satu-nya ff yang aku dapet pake cast nya doojoon-yuri, susah banget nyari ff mereka atau mungkin emang engga ada /hiks/

  17. Linda Aslyah berkata:

    ini teh ceritanya kaya prolog yang JMTB, kayanya rame tapi aku belum baca yang JMTBnyaa.. ahh late again-_-

  18. BestfriendExoSone berkata:

    beforenya aja keren pa lagi ada sequellnya..percaya deh eonnie*modus..
    ni sehun sudah nolong Yuri secara diam-diam ya?..
    Yuleon kelihatan angkuhnya karena dah hampir mati..ckckc seharusnya hampir mati itu taubat Yuleon..
    dan tambahan itu aktornya tampan- tampan semua boleh minta satu gak?*lirik song Jongg Ki oppa
    kalau sempat buat sequell JMATB ya..*pasang puppy eyes gagal

  19. Luluu berkata:

    Kaknyun…. ceritanya keren deh.. analisis nya keren (y) hehe.. tp ga seseru Just Me and The Boys ;A; mngkn krn oneshot jadi kurang seru kali ya.. hehe.. tp gpp kok.. aku ttp suka~
    keep writing kaknyun~~

  20. minyul generation berkata:

    Eonnie,, tw gag,, waktu aq baca nama2 terakhir tu aq ketawa2 sendiri,,
    Aq suka bget sma ff just me and the boys,,
    |̶|̶a=D|̶|̶a=))|̶|̶a=D|̶|̶a=))
    Sukses terus buat eonnie,, saranghae,,
    Aq mau baca tales of zodiac part 7 a yaaaa,,

  21. Lulu Kwon Eun G berkata:

    Omo Yul muka.a yg mulus d sayat2?? untung cuma ff
    yah baru baca, baru tau jg sh ada JMATB Before Story.a,, bagus bgt.. jd kangen JMATB nih.. hehe gk kepikiran bkin sequel.a kak? *ditabok kak nyun*
    ah pokok.a kak Nyun jjang! salut karya kakak keren semua, gda yg enggak..
    lagi ah,,smangat kak Nyun smoga mood kak Nyun sllu oke biar bisa lnjutin ff yg msi pd on going.. ~

  22. Ckh.Kyr berkata:

    Telat banget nghh
    Baru tau klo ini ternyata before story-nya JMTB, ya ampun jadi kangen lagi sama tuh FF ;-;
    Pengen baca lagi tapi agak ga siap karna ada yg the end (?) Yoona Gikwang kuuu #duarrr

  23. aloneyworld berkata:

    Jadi inget JMTB lagi, jadi pengen baca lagi huaaaa kangen dinginnya kris, anehnya sehun, idiotnya chanyeol, myungsoo sama minho juga kangeeeennn X’D baca lagi aaahh hahahaha😀 bayangin cowo-cowo tampan disana jadi FBI keren banget kak😀 omaigat omaigat😀 beneran deh ini keren😀

Leave your review, don't treat me like a newspaper.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s