TALES OF ZODIAC #8

Toz Krisyul 10

SIDERS ARE NOT ALLOWED!

***

“Aku bahkan tidak pernah berbicara seperti ini padamu.”

“Kau bahkan tidak akan mendapatkan kesempatan seperti ini lagi selamanya.”

Minho berlari mengikuti Yuri yang sudah melesat lebih dulu di depannya. Keduanya kembali masuk ke dalam gang sempit dan menyusuri jalanan itu dengan kecepatan ayunan kaki yang luar biasa. Saat Minho hampir mengimbangi Yuri, Ia berteriak.

“Kita berlari dari apa sebenarnya, Noona?”

Rambut Yuri tergerai ditiup angin. Biasanya ia tidak selalu suka rambut yang dibuat kusut oleh angin nakal, tapi dengan kecepatan larinya, gadis itu tidak memiliki pilihan. Ia bicara tanpa menoleh pada Minho. “Bukan dari apa. Tapi untuk apa.”

“Dan?”

“Krystal Jung!”

“Kenapa dengan gadis itu?”

“Kau tidak tahu? Gadis itu sepertinya memiliki niatan untuk bunuh diri.”

“EH?” Minho menambah kecepatannya hingga ia bersisian dengan Yuri. Keduanya langsung menghentikkan ayunan kakinya ketika sampai di muara gang sempit. Hal pertama yang menarik mata keduanya adalah tentang bagaimana Krystal terlihat berdiri dengan wajah datar di pertengahan rel kereta api. Papan peringatan dengan gambar pagar yang sebelumnya Yuri lihat di mulut gang merupakan peringatan terhadap palang pintu kereta yang belum selesai dibuat. Gang tersebut adalah satu-satunya pintu masuk ke perlintasan kereta api yang tidak dipalang. Dan saat itu Yuri tahu apa yang akan gadis itu lakukan.

Suara sirene tanda peringatan kereta akan melintas terdengar sayup dari kejauhan. Rel yang kini dijejaki oleh kaki Krystal bergetar. Yuri berhenti di sisi berlainan dari Krystal. Ia memandangi gadis itu dari samping. Buku dan tas dari gadis itu sudah tergeletak dengan rapi di atas tanah, jauh dari rel, seolah Krystal sudah menyiapkan diri untuk mati sejak awal.

Dari samping, wajah pucat dan depresi yang sering ia lihat dari aktris kawakan yang seringkali membintangi film psychologist kini terpampang jelas dari wajah Krystal. Tidak ada sorot mata ketakutan atau keraguan di sana. Ia berdiri layaknya patung yang sudah disiapkan untuk dihancurkan sejak awal. Ketika kepala kereta sudah terlihat di depan matanya yang besar, Krystal bahkan tidak menundukkan kepala. Tangannya mengepal kuat tapi dia enggan menghindar.

“MINHO LAKUKAN SESUATU!” Yuri berteriak panik. Sesaat yang sudah terbuang tadi karena ia tertegun kini harus ditebusnya. Ia berlari meninggalkan Minho yang terlihat mempersiapkan sesuatu di tangannya. Ada serbuk bintang yang berkilauan dari tangannya. Terlalu terlambat bagi Yuri kalau ia harus melihat Minho dengan serbuk bintangnya lebih lama, ia harus—bagaimanapun—sampai di depan Krystal lebih cepat daripada kereta sialan itu, pikirnya.

“Cepatlah, cepatlah.” Minho berbicara pada dirinya sendiri ketika serbuk itu tidak bekerja sebagaimana yang ia inginkan. Klakson dari lokomotif kereta berbunyi kencang. Suara itu bahkan sempat menggentarkan keberanian Yuri sampai berkeping-keping kalau saja ia tidak sekali lagi melihat keputusasaan di wajah Krystal. Meskipun keduanya tidak memiliki hubungan seperti dirinya dan Jung Eunji, tapi moralitas dari Yuri membimbingnya untuk melakukan apa yang seharusnya ia lakukan di saat seperti itu.

Yuri sampai di tengah rel ketika kereta hanya beberapa senti saja dari tubuh Krystal. Yuri mendorong tubuhnya bersamaan dengan menarik lengan Krystal. Mungkin aksi penyelamatannya cukup bagus jika saja kakinya tidak terlebih dahulu tersangkut di jeda-jeda yang dibuat bantalan rel kereta.

“MINHO, LAKUKAN SESUATU DAN BUAT ITU CEPAT!” Yuri berteriak putus asa. Ia tidak lagi memejamkan mata dan berdoa layaknya para manusia di ujung hidup mereka. Bukannya Yuri tidak percaya adanya Tuhan, tapi dia sudah terlalu sering berada dalam kondisi seperti itu. Dari mulai hampir mati di tangan Gemini, di tangan Taurus dan baru-baru ini hampir mati di ledakan mobil. Lagipula mati karena menyelamatkan gadis dari tindakan bunuh diri yang bodoh akan lebih terhormat dibandingkan mati karena mengumpulkan roh bintang.

Minho di sisi lain, kini meneteskan peluh. Peluhnya berupa serbuk-serbuk yang berkedap-kedip bias. Kepalan tangannya terbuka dan menunjukkan sebuah kupu-kupu yang melayang. Warnanya keperakan, bersinar layaknya mentari kemudian meledak di udara dan menimbulkan asap-asap serbuk yang berkerlap-kerlip. Ketika asap itu memudar, muncul lebih banyak kupu-kupu yang senada seperti sebelumnya namun dalam ukuran lebih kecil. Minho menepukkan kedua telapak tangannya dan kupu-kupu itu segera mengerubungi Yuri. Sekali lagi tepukan, kupu-kupu itu bekerja seperti gas helium, ia meringankan tubuh Yuri dan membuatnya terbang dengan ajaib. Kereta api yang sempat akan menjadi mesin pembunuh bagi jiwanya kini lewat begitu saja di bawah kaki Yuri. Yuri terhempas oleh angin dari kereta saat ia turun ke sisi kosong di dekat Krystal Jung. Minho menepukkan telapak tangannya sekali lagi dan kupu-kupu itu memudar kemudian sirna.

Yuri baru saja akan menjelaskan fenomena unik kenapa dan bagaimana ia bisa terbang pada Krystal, tapi rasanya itu sudah tidak perlu. Yuri yakin benar bahwa bahkan sebelum Krystal melihatnya, gadis itu sudah pingsan lebih cepat. Mungkin ia terlalu shock dan menyangka ia sudah mati.

Yuri berjongkok, ketika Minho berlari menghampirinya.

“Apa dia sudah mati? Apa kita terlambat?” Tanyanya. Tubuh Krystal sangat dingin ketika tangan Yuri menyentuh dahinya. Dada Krystal masih bergerak, kembang-kempis. “Tidak, dia tidak mati.” Kata Yuri yakin. Ia mencoba meletakkan tangan Krystal melingkar di tengkuknya. Yuri mencoba mengangkat tubuh itu tanpa menyadari ia masih gemetar atas kejadian barusan. Alhasil, usahanya gagal.

“Biar aku saja.” Kata Minho.

“Kau bahkan tidak bisa menyentuh manusia, Minho.” Kata Yuri.

“Memang, tapi kau lupa ini.” Tubuh Minho memendarkan cahaya kebiruan. Saat itu terjadi, Yuri tidak mengerjapkan mata barang satu detikpun. Ia melihat gumpalan-gumpalan seperti kulit tebal dari biri-biri berputar-putar di tubuh Minho. Sejurus selanjutnya, gumpalan tersebut sudah hilang. Minho berdiri di depan Yuri dengan senyuman hangat.

“Tadi itu apa? Kukira kau berubah jadi biri-biri.”

“Namanya materialisasi, para bintang bisa mengubah dirinya sendiri menjadi makhluk kasat mata untuk keadaan yang genting. Kurasa ini adalah keadaan yang genting.” Kata Minho penuh kebanggaan. Yuri menganga lebar. “Bantu aku meletakkan gadis ini di punggungku, materialisasi tidak akan bertahan lama.”

Yuri mengangguk kemudian membantu Minho untuk mengangkat Krystal. Yuri meletakkan gadis itu di punggung Minho kemudian bersama-sama, berjalan keluar dari area tersebut. Ketika keduanya menyusuri jalan, kepala Krystal bergerak sedikit dan menggeliat di punggung Minho. Yuri sudah berjalan lebih dulu saat itu karena ia harus memindahkan mobilnya yang terparkir di toko roti menuju mulut gang.

Krystal mengerjapkan matanya saat ia sadar. Tubuhnya terasa ringan. Ia merasa tangannya melingkar di suatu tempat yang terasa seperti leher seseorang. “K—kau?” Ia berkata, terpatah-patah dan begitu lemah. Minho menyadari bahwa gadis yang ada di punggungnya sudah siuman. Tanpa mengurangi rasa hormatnya, ia terus berjalan. “K—kau malaikat? Apa aku berhasil mati?”

Minho tertawa. Kemudian ia menarik napas dan menghembuskannya dalam satu gerakan. “Tidak, Nona. Sayangnya kau gagal. Nah, sekarang istirahatlah.”

Krystal mengulas sebuah senyum tipis. Aroma tubuh Minho yang terendus seperti aroma binatang, tidak mengganggu keinginannya untuk bersandar lebih lama di punggung pemuda itu. “Ya, sepertinya aku gagal. Tapi lucu, aku tidak mati tapi aku bertemu malaikat.”

Gadis itu kemudian terlelap kembali.

.

.

“APA MAKSUDMU BUNUH DIRI?”

Prang!

Seunghyun menjatuhkan vas bunga kesayangannya sendiri ketika dua pemuda babak belur tertunduk bersalah di hadapannya. Ia menggeram sebentar kemudian mengacak-acak meja kantornya sendiri. Joe muncul di tengah kekacauan itu dan menyuruh kedua pemuda yang tak lain adalah Suho dan Minseok untuk pergi dari hadapan Seunghyun.

Bukan tanpa maksud Seunghyun marah saat ini. Ia sudah susah payah harus membayar dua pelajar untuk mencoba membawa Krystal dari sekolah dan kembali ke rumah demi sesuatu yang harus ia beritahu pada gadis itu. Tapi dua pelajar tersebut malah kembali dengan babak belur dan membawa berita yang tidak masuk akal padanya.

“Krystal lagi, Hyung?” Kata Joe. “Tipuan apa lagi yang ia buat kali ini?”

Seunghyun mencengkram sebuah apel di tangannya kemudian meremasnya menjadi sebuah serbuk-serbuk berair yang lebih kecil. “Dia benar-benar tidak bercanda kali ini. Joe, pastikan anak bodoh itu baik-baik saja!” Perintah Seunghyun. Joe menundukkan kepalanya sekilas kemudian segera pergi dari hadapan kakaknya itu sebelum nasibnya sama seperti apel di tangan Seunghyun.

Joe berjalan melewati sebuah koridor sepi. Di ujung koridor ada sebuah tangga kayu yang menuju ke ruang bawah tanah. Dari dalam sana, Joe bisa mendengarkan teriakan keras dan pukulan bertubi-tubi pada tembok rumahnya.

“Beri dia makan dan tutup mulutnya!” Joe berteriak dari mulut tangga. Yang ia teriakan tidak lain adalah para asisten yang setia pada keluarganya meskipun nama keluarganya telah lama di hapus dari klan Hashimoto. Orang-orang itu Seunghyun tugaskan untuk menjaga sel khusus yang mengurung Cancer di dalamnya.

Setelah Joe memberi mereka perintah, ia memakai sebuah sweater tipis dan berjalan ke pintu depan. Yang pertama dilihatnya setelah keluar dari rumah adalah matahari maret yang bersinar terik.

Joe menyipitkan matanya kemudian menutupi pandangannya dari matahari dengan jari-jari tangannya. “Aku tidak suka mentari.”

.

.

“Belok kiri!” Perintah Tao. Kris membanting setir mobilnya ke kiri tanpa mempertanyakan apapun. Arah yang ditunjukkan Tao sudah benar. Mobil Kris melaju, membelah angin di sebuah jalan layang. Ia memacu mobilnya lebih kencang ketika jalanan terlihat lengang di depannya. Pemuda itu kemudian menginjak pedal gasnya dalam-dalam ketika melihat mobil merah muda yang berjalan pelan di ruas jalan yang lain.

“Itu dia!” Kata Tao. Kris menggertakan giginya dan berpikir. Tidak mudah untuk memanggil Yuri dan memerintahkan mobil merah mudanya berhenti. Selain karena keduanya berada di ruas jalan yang berbeda, kabar buruk lainnya lagi adalah ruas jalan tersebut termasuk dalam kategori jalanan bebas hambatan. Kau tidak bisa berhenti kecuali pada area yang telah disediakan. Berhenti berarti mati. Mobil di belakang Kris adalah mobil-mobil tronton besar dengan kecepatan tinggi. Terbayang kan bagaimana bahayanya jika ia tiba-tiba berhenti dan loncat ke ruas jalan lain hanya untuk memanggil Yuri.

“Injak remnya, bung!” Perintah Tao.

“Sudah akan kulakukan jika ada jaminan aku tidak akan mati setelah itu.” Ujar Kris sedikit menyindir.

“Kalau begitu carilah cara. Para manusia biasanya menggunakan alat komunikasi tanpa kabel yang berbunyi nyaring itu di situasi seperti ini.”

Kris mengingatnya. Ia merogoh saku celananya demi mendapatkan sebuah ponsel hitam kecil dari sana. Ketika benda itu berada di salah satu tangannya, Kris memasukkannya kembali ke dalam saku. Hal itu mengundang tanda tanya dari Tao. “Kenapa kau memasukannya kembali?”

“Aku tidak punya nomor ponsel gadis bodoh itu.”

Tao mengacak-acak rambutnya. Ia menginjak-injak sepatunya sendiri karena gemas. “Bung, kau ini juga sama bodohnya dengan Si Seksi.”

Kris berdecak. Mobil merah mudanya hampir mendekat. Kris masih mencari cara saat ia melihat sebuah trotoar besar yang memisahkan kedua ruas jalan tersebut. Tao melihatnya juga saat ia menggelengkan kepalanya penuh rasa curiga. “Kau tidak berniat melakukanya kan, bung?”

“Tidak ada pilihan, duduklah dengan tenang.”

Kris menambah kecepatan, ia membelokkan setirnya ke kanan. Mobilnya menabrak trotoar tersebut kemudian loncat tinggi di atasnya. Saat mobil merah muda di depan Kris melintas di bawah mobilnya yang sedang terbang terbalik, Yuri meneriaki namanya dengan kencang. Mobil merah muda itu tiba-tiba berhenti dan Aries keluar dari sana.

Yoohoo! Ini menyenangkan bung!” Taurus memekik di dekat telinga Kris. Keseimbangan mobilnya tidak kunjung memulih. Taurus masih saja berisik di telinganya. Kris membelokkan setir meskipun ia tahu tidak ada gunanya. “Aku keluar, sudah saatnya kau melihat bagaimana kekuatan Taurus.”

Tao membuka pintu samping. Well, bukan membuka juga sih. Tepatnya, menghancurkannya. Aries berada di bawah mobil tersebut dan menyebarkan lebih banyak kupu-kupu seperti yang pernah dilakukannya sesaat yang lalu di perlintasan kereta api. Mobil Kris berhenti di udara, seolah dibekukan oleh waktu. Dalam kondisi terbalik, dengan Kris yang masih terjebak dalam seatbelt macet di dalamnya.

“Aku terjepit!” Pekik Kris. Tentu dia bukan meminta bantuan, ia hanya meminta sedikit waktu agar Aries dapat bertahan dengan kekuatan kecilnya untuk menahan mobil di udara sebelum ia berhasil keluar dari sana. Kris tidak mau ikut terjatuh bersama mobil itu. Tapi siapapun, tentu tidak akan membuat pengharapan besar pada Aries saat ini. Kekuatan Aries bukan untuk urusan besar seperti ini, jadi wajar kalau ia sudah kelelahan bahkan setelah belum ada lima detik berlalu.

Kris masih berusaha melepaskan seatbelt saat detik selanjutnya Aries kehilangan semua kupu-kupunya. Ia terjatuh kelelahan di bahu Yuri. “Bertahanlah!” Pekik gadis itu. Kris sedikit terganggu dengan pemandangan barusan dengan alasan yang tidak ia ketahui, tapi nyawanya sekarang lebih penting dibanding perasaan tidak enaknya.

Taurus menerjang mobil yang hampir jatuh tersebut. Tidak tahu sejak kapan, tapi sosok Tao sudah berubah menjadi bentukan sapi jantan yang sangat besar. Seperti yang pernah Yuri lihat.

Dengan punggungnya yang besar dan berotot, ia berhasil menahan mobil hitam sebelum jatuh ke tanah. Dewi fortuna kemudian datang, Kris berhasil meloloskan diri dari seatbeltnya. Ia langsung meluncur keluar dan mendarat di atas aspal. Terdengar teriakan Taurus saat ia menegakkan tubuhnya. Mobil itu jatuh dan berdebam di atas aspal.

Yuri menarik tangan Kris dan menyuruhnya masuk ke dalam mobil merah muda milik gadis itu. Tidak ada waktu untuk bertanya kenapa karena Kris sudah tahu. Tangki bahan bakar dari bangkai mobil Kris sepertinya hancur. Dan selanjutnya, mereka sudah tahu apa yang akan terjadi akibat kehancuran tersebut.

Ledakan.

Yuri duduk di balik kemudi sedangkan Kris mengambil posisi penumpang di sebelah kanannya. Ia memiliki pertanyaan ketika melihat seorang gadis yang tertidur di kursi belakang, tapi memutuskan untuk bertanya lain kali.

Bam!

Suara ledakan. Kala itu Yuri sudah berhasil memacu mobilnya untuk menjauh dari sana. Ia melihat Si Jago Merah menyala-nyala dari kaca spionnya. Yuri mendesis. “Aku selalu benci ledakan.”

.

.

“Kenapa kau ada di sini?”

Yuri baru saja menghentikkan mobilnya di sebuah pelataran gedung yang sudah tidak terpakai. Tadinya Yuri berniat untuk pergi ke rumah sakit dan mengantar Krystal ke sana. Tapi niat itu agaknya harus ia urungkan. Kris meminta mereka untuk tidak masuk lebih jauh ke kawasan kota Seoul sekarang. Tapi pemuda itu tidak mengatakan alasan apapun pada Yuri. Pertanyaan tadi adalah kali kelima ia bertanya.

Kris duduk di sebuah undakan kecil di depan pintu masuk gedung. Entah sejak kapan Minho yang tadi sempat menghilang atas perintah Kris, kini sudah kembali lagi dengan sebilah pedang yang Yuri kenali sebagai milik Kris. Dengan pedang dan mimik tidak biasa, Kris hanya bisa menambah rasa penasaran Yuri yang sudah bertumpuk.

Yuri berkacak pinggang saat ia tidak berhasil (lagi) mengorek jawaban dari Kris. Ia berjalan ke jok belakang mobilnya. Krystal sudah agak baikkan tapi ia masih tertidur lelap. Saat Yuri melihatnya, ia seolah menatap cermin. Entahlah, sulit untuk menjelaskan betapa miripnya gadis itu dengan dirinya saat ini.

“Dia menganggap dirinya sudah mati saat dia bangun tadi.” Kata Minho. “Aku menjelaskannya sedikit sebelum dia tertidur lagi.”

“Ya, ya. Itu bagus.” Yuri menggoyang-goyangkan tangannya tidak peduli. Ia menutup pintu jok belakangnya kemudian berjalan menjauh dengan Minho yang masih menempel di sisinya. “EH? Tadi apa kau bilang? Kau menjelaskannya?”

Minho mengangguk lugu. “Ya saat tubuh materialisasiku dapat dilihat tadi. Sekarang sudah tidak bisa. Kenapa?”

“Kau menggunakan wajah ini di depan Krystal?”

“Ya. Memangnya kenapa?”

“Itu wajah Choi Minho! Choi Minho! Krystal pasti mengenalinya. Ah, kau ini!” Yuri memukul pundak Minho. Lucu sekali kalau Krystal bangun nanti lantas berpikir bahwa yang menyelamatkannya adalah Choi Minho asli yang sekarang mungkin sedang berada di sekolah di kelilingi oleh para gadis cantik. Tadi itu Yuri terlalu panik hingga tidak pernah berpikir hal-hal seperti ini.

“Kau bisa menghapus ingatannya?” Kata Yuri. Minho mengangguk. “Mau aku lakukan itu sekarang?”

“Kalau bisa sih begitu. Ada saran lain?”

“Aku punya banyak saran. Tapi yang paling masuk akal adalah gunakan penghapus ingatan itu untuk nanti, saat kita berada di rumah sakit. Akan lebih masuk akal.”

Yuri menepuk kedua tangannya atas ide bagus Minho. “Ya, ya, aku setuju.” Gadis itu berjalan ke samping saat ia melihat Taurus menuju ke arahnya. Yuri agak tidak menyukai pria itu karena sifat anehnya. Saat Tao menatap padanya, Yuri merasa mata pemuda itu menembus tubuhnya dan memerhatikan bagian terdalam yang tidak pernah ia ketahui. Seolah ia ditelanjangi. Yuri tidak suka itu.

“Lindungi aku dari Taurus.” Yuri berbisik pada Minho disusul picingan tidak mengerti dari Minho. “Pokoknya kau tidak bisa jauh-jauh dariku. Aku tidak suka Taurus.” Sambungnya lagi. Minho menurut saja. Malah ia berimprovisasi sendiri. Jadi pada saat Taurus hendak menyentuh pundak Yuri, Minho sudah membawa gadis itu ke dalam pelukannya sehingga telapak tangan Taurus menyapa angin kosong. Yuri kini sudah terbiasa dengan pelukan tiba-tiba dari beberapa pemuda bintang—omong-omong Sehun dan Luhan sudah sering melakukan ini ketika mereka merengek meminta permen atau eskrim—jadi tindakan Minho dianggapnya biasa.

“Oh, itu,” Jemari Tao menekuk. Pria itu kini menepuk-nepuk celana bahannya sendiri kemudian pergi dengan lantunan dehaman. Yuri bernapas lega, “terima kasih, Minho.” Katanya. Saat itu ia berencana untuk segera melepaskan pelukan Minho. Tapi baru kali pertama ia merasakan tenaga Minho yang lebih besar daripada apa yang digembar-gemborkan. Minho enggan melepaskannya.

“Minho!” Yuri memisahkan tubuhnya dari lengan Minho. Tanpa suara, Minho masih enggan melakukan itu. Yuri terpaksa menginjak kaki Minho saat itu, tapi tubuh Minho seolah tidak merasakan sakit apapun. Kontak yang terjadi dengannya adalah kontak fisik yang hanya bisa dilakukan oleh penjaga bintang dengan para roh bintangnya. Wajar kalau kaki Yuri bisa menginjaknya kaki Minho berulang-ulang.

“Kau ini kenapa, Minho!” Yuri berteriak. Ia malah menduga kalau Minho dibayangi oleh sesuatu yang diluar kendalinya lagi. Yuri mengecek seluruh tubuh Minho dengan matanya, tidak ada warna yang berubah menjadi abu-abu di sana, jadi tidak mungkin.

“Minho!” Yuri berteriak sekali lagi. Saat itu pelukannya terlepas. Ia terdorong ke belakang hampir seperti terpental. Saat ia pikir ia akan jatuh, seseorang menahannya. Yuri bisa merasakan pipinya tidak sengaja disentuh oleh sesuatu yang bidang. Gadis itu mendongak dengan cepat. Ia melihat dagu yang runcing di dekat kepalanya.

“Dia bilang lepaskan, Aries.”

Itu Kris.

Pria itu dengan lengan panjangnya kini sekali lagi memeluk Yuri di hari yang sama. Minho berdiri di seberang mereka. Setengah mimiknya merasa bersalah, setengahnya lagi merasa terbakar. Yuri melepaskan diri dari Kris tapi pria itu bertindak layaknya Minho padanya. Kedua pria itu sama anehnya. Tidak ada kata mengalah untuk melepaskan tangan mereka dari leher Yuri.

Tepat sebelum kondisi bertambah parah. Sebuah mobil baru saja berhenti di depan mereka. Cara mengemudinya tidak buruk, tapi cara parkirnya… lebih baik tidak diceritakan. Entah itu disengaja atau tidak, tapi mobil yang dikendarai Jaejoong kini sudah berhenti di depan mereka dengan asap mengepul dari kap depan dan ban-ban yang sudah hampir terlepas dari porosnya. Bagian kap belakang yang sudah hilang juga bisa dituliskan di sini sebagai penambah betapa buruknya cara parkir mobil dari Jaejoong.

Jaejoong yang dibicarakan kini keluar dari pintu mobil. Luhan dan Sehun tidak ada bersamanya dan mengundang garis wajah keheranan dari Tao. Sebelum ia sempat bertanya, bintang-bintang yang berkilauan di siang bolong tiba-tiba saja muncul. Mereka terbang begitu tinggi sehingga Yuri hanya melihat pendarnya saja. Kris menyipitkan mata dan melonggarkan tangannya dari Yuri. Saat itu, Yuri sudah bisa terlepas dari pelukan Kris. Ia mendongak untuk menghitung berapa bintang di sana.

“Kelihatannya seru. Apakah aku bisa ikut, bung?” Tanya Taurus. Kekehannya terdengar jahil. Kris menggeleng. Yuri tidak mau mencuri dengar tapi ada teriakan yang mau tak mau sudah menembus telinganya saat ini. Teriakan dari seorang wanita.

“BERHENTI BERKELAHI SEKARANG ATAU KUCONGKEL HIDUNG KALIAN!” Kris memicingkan mata. Seorang wanita baru saja terlepas dari pergumulan serbuk bintang yang terjadi di depan matanya. Gadis itu melayang turun kemudian berdiri kesal sambil mendongak ke atas. Luhan dan Sehun sepertinya ikut-ikutan melayang turun.

“Ah dua brengsek itu.” Gadis itu menggeleng dan mendecak kesal. Kini ia berjongkok, menggenggam beberapa kerikil kemudian melemparkannya di udara sembari mengumpat. Rambutnya yang hitam, lurus dan panjang, tergerai di belakang bahunya. Gadis itu menoleh ke belakang saat ia merasa banyak pasang mata yang menatapnya. Poninya ia tiupkan dengan mulutnya sendiri.

“Kalian ini siapa?” Kata gadis itu. Ia mengalihkan pandangannya dari Kris ke Yuri. Saat ia melihat Yuri. “Oh, kau gadis itu.” Ia tidak memiliki ketertarikan sama sekali pada Yuri, jika mendengar nada suaranya. Gadis itu berjalan, kalungnya bergoyang seiring tubuhnya bergerak maju. Yuri bisa melihat sebuah kalung panjang sebatas perut yang bandulnya berpendar keperakan. Mungkin itu adalah bandul yang baru pertama kali Yuri lihat selama hidupnya. Bentuknya timbangan kecil dengan posisi yang selalu sejajar, rata-rata air. Walaupun bergerak, timbangan itu tidak pernah berat pada satu titik. Seolah sudah diatur agar selalu seimbang. Yuri berbisik pada dirinya sendiri. “Libra.”

“Aku Yoona. Kau bisa memanggilku apa saja asalkan jangan memanggilku Eonni. Aku tidak suka panggilan itu.” Yoona menjulurkan tangannya pada Kris. Pemuda itu mengalihkan pandangannya ke lain sudut. Yuri yang berada di sisinya, mengajukan diri untuk menyalami tangan Yoona. Tapi gadis itu malah meletakkan tangannya kembali ke dua sisi samping tubuhnya.

“Aku sudah tahu kau. Maaf, tapi aku tidak terlalu suka penjaga bintang wanita.” Kata Yoona. “Mereka selalu mati, aku tidak bisa terlalu dekat secara emosional untuk tipe makhluk seperti itu.” Yoona berbalik. Yuri tidak tahu gadis itu sengaja atau tidak, tapi saat ia berbalik, rambutnya ia kibaskan seperti iklan shampoo di televisi. Aura yang dipancarkan gadis ini sulit ditebak. Rasanya seperti seperempat dari sifatnya, sepertiga sifat Eunji dan lebih banyak sifat Krystal menyatu dalam tubuh gadis ini. Entahlah.

“Kapan Pisces dan Capricorn akan berhenti bersikap seperti ini?” Keluh Minho. Yuri akhirnya tahu apa yang terjadi. Saat itu ia ingin memuji Luhan atas perkuliahan ilmu nujum tempo hari. Ada hal yang tidak baik terjadi antara Capricorn dan Pisces. Keduanya selalu bertengkar. Tapi menurut ilmu nujum dari Luhan, Libra seharusnya selalu melerai keduanya. Yuri mengerutkan dahi.

“Mereka memperebutkan sesuatu lagi. Tapi kali ini aku tidak bisa melerainya. Oh, ini menjengkelkan.” Yoona menjejakkan kakinya di atas tanah kemudian duduk di salah satu undakan kecil tempat sebelumnya Kris duduk. “Kau punya makanan?” Tanyanya ketika maniknya bertemu-tatap dengan Yuri.

“Tidak. Kalau kau ingin aku bisa—“

“Tidak berarti tidak ada. Lupakan. Omong-omong siapa namamu, girl?” Tanya Yoona lagi.

“Yuri, Kwon Yuri.”

“Kulitmu sedikit gelap.”

Yeah, tapi Yoona—“

“Kau tidak memiliki poni dan gaya rambutmu tidak cocok dengan wajahmu. Baju itu juga tidak cocok untuk tubuhmu. Seharusnya kau mengekspos sedikit lebih banyak dari kulitmu, itupun kalau kau sedikit lebih feminim.”

Yuri hampir menjatuhkan dagunya. Yang lain seolah tidak peduli. Hanya Tao yang mau repot-repot menepukkan tangannya dan mengatakan bravo berulang-ulang atas kalimat dari Yoona. Sepertinya Libra sudah dikenal dengan gaya bicaranya yang terlalu jujur dan … cepat.

Tambahan fakta unik lainnya, Libra ini seperti penyihir. Saat Yuri mengedipkan mata, saat itu juga di tangan Yoona sudah ada sebuah apel dengan gigitan lebar di sisi kanannya. “Apel ini enak.” Katanya tanpa wajah berdosa. Yuri belum pernah seperti ini sebelumnya. Tapi ia tidak terlalu marah, lagi-lagi, entah kenapa.

“Bisa kau ceritakan apa yang terjadi pada dua makhluk di atas itu, Yoona?” Tanya Tao. Ia benar-benar penasaran apa  yang membuat Yoona sangat kewalahan sampai-sampai gadis itu menyerah dengan pertarungan sengit Capricorn dan Pisces di atas sana. Belum pernah ada sejarah seorang Libra menyerah pada pertarungan atas Capricorn dan Pisces. Ini kali pertama.

Yeah, dua bocah itu terlalu cepat tumbuh dewasa,” Yoona melihat ke arah Tao. “Ya mungkin akibat pengaruh buruk cerita pornomu.” Tao tertawa.

“Kau biasanya dapat melerainya.” Sahut Minho. Yoona menggoyang-goyangkan kakinya seperti gerakan menjahit. “Sudah kulakukan itu kalau mereka memberiku celah.”

“Bilang saja kau tidak bisa, Noona.” Sahut Sehun. Ia berdiri di belakang Kris saat Yoona beringsut maju dan membuat pose seolah akan memukulnya. “Aku bisa. Kalau saja masalahnya tidak kekanak-kanakkan seperti ini.” Yoona duduk kembali dan menggigiti apelnya. Yuri berjalan mendekati gadis itu. “Apa masalahnya? Bisa kau ceritakan?”

“Berhenti di sana, Yuri. Apa aku sudah bilang aku tidak menyukai penjaga bintang wanita?”

Sorry.” Kata Yuri. “Tapi bisakah kau menceritakannya? Karena mereka sudah saling akan membunuh jika dibiarkan beberapa jam ke depan.”

Yoona berhenti memakan apelnya. Ia hanya mengunyah sebagian kecil yang sudah terlanjur masuk ke dalam rongga mulutnya. Ia mendongak. Sebuk-serbuk bintangnya berpendar semakin terang. Mungkin dalam tingkat panasnya meteor jika salah satu manusia mendekat dan mengukur suhu di sana.

“Aku sedang bersama Pisces saat aku bertemu Capricorn di salah satu rumah kosong. Dia marah padaku karena aku lebih memilih terbang turun bersama Pisces pada malam itu. Cerita sebenarnya adalah, Pisces menarikku bersamanya. Yeah, aku tidak punya pilihan saat itu.”

Yoona membiarkan apelnya berubah warna menjadi cokelat begitu saja. Ekspresinya tidak dapat terbaca. Bahkan oleh penerka ekspresi ulung seperti Jaejoong.

“Awalnya aku anggap ini hal kecil. Tapi Capricorn dan Pisces membawanya ke dalam level yang lebih baru. Perseteruan sampai mati, itu yang kudengar dari percekcokan mereka. Jika kau pikir aku tidak pernah menghentikannya, itu tidak benar. Bocah nakal itu akan semakin gila jika aku berada di antara mereka. Keberadaanku hanya akan menambah parah perseteruan tersebut.”

Kris berkacak pinggang. Ia tidak percaya apa yang ada di otaknya saat ini, tapi ia mengatakannya juga. “Jangan katakan, mereka berdua menaruh hati padamu.”

Yoona melihat ke arah Kris. Ia menundukkan kepala seiring senyumnya yang melebar di wajahnya. “Menurutmu itu bisa terjadi?”

“Kemungkinannya ada, Nona.” Sahut Kris. Disusul anggukan setuju dari Jaejoong.

“Kalau begitu masuk akal!” Kata Luhan. “Aku kena pukul Lay saat aku tidak sengaja menyentuh Yoona. Sehun juga dipukuli Kyuhyun saat Yoona menyelamatkannya dari pukulan Lay. Wah …” Luhan termanggut-manggut ketika ia memandang langit.

Semuanya sedang sibuk menggumamkan kalimat yang sama seperti yang dilantunkan Luhan. Tapi maaf saja, tidak untuk Yuri. Berbeda dengan Kris yang sudah beberapa kali diberi pengarahan tentang bintang sejak kecil, Yuri adalah lubang hitam mereka saat itu. Wajar saja ketika sebuah serangan Pisces meleset dan menukik ke tanah di tempat Yuri berada, gadis itu tidak bisa menghindar.

Splash!

Yuri berdiri bingung. Bajunya basah, jika ia tak salah ada air bah yang baru saja menimpanya. Ia mencoba mengingat beberapa hal kecil sebelum itu. Sebuah cahaya. Ya, sebuah cahaya milik Pisces yang meleset ke tanah. Yuri tadinya akan menghindar tapi tindakan itu sudah terlalu terlambat untuk cahaya dengan kecepatan angin tersebut. Yuri tidak ingat apapun, gadis itu merasa tubuhnya sangat panas ketika cahaya itu mendekat. Punggungnya juga seperti tertusuk-tusuk. Jadi dia memejamkan mata dan berharap sesuatu yang dingin dapat sampai di tubuhnya sebelum cahaya itu melakukannya.

Lantas air bah muncul di atas kepalanya, cahaya itu kemudian menghilang.

Yuri masih menatap kosong seperti orang bodoh. Luhan mendekat dengan ragu. Ia melihat baju Yuri yang basah kemudian tersenyum lebar di depan wajahnya. “Itu tadi KEREN!”

“Wow, Wow, bagaimana kau bisa mengubah cahaya jadi air, Nona Seksi?” Puji Tao.

“Tadi itu 10 dari 10.” Minho masih menatap seperti orang bodoh. Semuanya menjadi terkesan. Bahkan para bintang sendiri. Yoona kini membuang apelnya, oh tidak, tepatnya ia membiarkan apel itu menggelinding dan menghilang di atas tanah. Bahkan ia berdiri untuk bergabung dengan kebingungan yang ditunjukkan rekan-rekannya yang lain.

Mulut Yoona menganga kemudian menutup dengan cepat. Seolah gadis itu berupaya untuk mengatakan sesuatu namun diurungkannya segera. Ia kehabisan kata-kata.

“Ka—Kau yakin kau seorang penjaga bintang, Yuri.” Tanyanya. “Tidak pernah ada penjaga bintang yang dapat melakukan apa yang harusnya dilakukan oleh roh bintang. Kau ini sebenarnya apa?”

.

.

“Kau ini sebenarnya siapa?” Yoona memicing pada Yuri. Hanya sedikit bagian dari dirinya yang terkesan. Nyatanya, pikirannya lebih kompleks daripada kelihatannya. Kejadian saat ini adalah kali pertama seorang manusia dapat mengubah materi menjadi materi lain. Bahkan tidak pernah ada sekalipun dalam sejarah.

Ya, tidak pernah ada. Kecuali,

“Ramalan itu, Yoona.” Tao terkekeh pada Yoona. “Virgo tidak pernah berbohong pada kita. Terkutuklah Leo.”

Yoona menatap kesal ke arah Tao tapi ia tidak menyangkalnya. Yuri baru saja ingin melerai dan bertanya apa lagi yang mereka rahasiakan kali ini tapi sebuah ledakan terjadi di udara. Ada puing-puing yang berbau seperti mesiu turun dari sana. Pisces dengan bau amis layaknya ikan, jatuh di sisi kanan Yuri, tanpa bertanya ia langsung mengejar tubuh itu dan membawanya berdiri sebelum lebih banyak puing membakar bajunya.

Di sisi lain, Capricorn dengan dua buah tanduk kambing yang melingkar di atas kepalanya baru saja ditolong oleh Jaejoong setelah sebelumnya Yoona menolak membantu. Pastilah berat bagi Yoona dicintai dua orang pria yang seharusnya menjadi rekannya, pikir Yuri.  Gadis itu tiba-tiba terbatuk, saat pikiran itu ada di otaknya, kebetulan matanya sedang menatap Kris dan Jaejoong bergantian.

“Tolonglah, jangan sekarang.” Yuri bergumam saat perutnya kegelian lagi. Kris menggelinding saat sebuah cahaya dari meteor melesat di atas kepalanya. Yoona berdiri dan berhenti mengagumi Yuri. Ia meledakkan liontinnya sendiri setelah dilemparkannya ke udara. Satu detik, tidak ada yang terlihat karena kepulan asap, tapi detik selanjutnya, liontin itu berubah menjadi sebuah tombak besi panjang dengan desain seperti timbangan bayi tradisional di Posko kesehatan masyarakat.

Kris belum pernah melihat Libra bertarung karena ia belum pernah berada terlalu dekat dengan roh-roh para bintang seperti saat ini. Melihat Libra sudah cukup bagus telah menyelamatkannya saja sudah cukup untuknya. Ia tidak memikirkan hal-hal rumit seperti yang dipikirkan Yuri saat ini. Rasa penasaran gadis itu membawanya berdiri dan melihat Yoona dengan seksama.

Meteor jatuh lagi. Kali ini hampir membakar ubun-ubun Yuri. Tapi ia lolos setelah Minho menyebarkan bulu biri-birinya sebagai perisai dan pemadam api yang ampuh. Yuri menjatuhkan tubuhnya untuk mengantisipasi serangan lain. Sayangnya, ia sedikit salah perhitungan. Meteor yang baru saja melesat itu tidak ditargetkan untuknya. Melainkan untuk mobil merah muda yang terparkir tidak jauh darinya.

“Krystal Jung.” Geram Yuri. Ia berlari sambil mengumpat. Saat itu ia lupa dengan rasa perih yang kembali menguar di punggungnya. Peduli apa ia pada dirinya sendiri, seperti inilah Yuri. “Aku tidak akan sempat.” Yuri bergumam. Saat itu Tao menyusulnya. Giginya dipamerkan saat Yuri melihatnya. “Butuh bantuan, Seksi?”

Perfect Timing, lil pervert.” Yuri melesat ke samping sedangkan Tao berlari lurus dengan kecepatan kuda ke depan. Well, agak aneh menyebutnya kecepatan kuda karena secara teknis, Tao adalah sapi jantan. Tapi terserahlah. Pemuda itu melakukan loncatan sekali dan tubuhnya langsung menggembung dua kali dari aslinya. “Jangan mendarat di atas mobilku, BAHKAN JANGAN MENGGORESNYA SEDIKITPUN!” Yuri mengancam. Tao kini sudah menjadi Taurus seutuhnya dan biasanya, sapi jantan tidak mau mendengarkan.

Ia mengeluarkan Krystal Jung yang masih tertidur pulas dari mobil kemudian melemparkan mobil itu di udara sebelum meteor membakar kulitnya. “Oh, bagus. Kuharap asuransi mau membayarnya.” Yuri berkacak pinggang. Mobil merah muda kesayangannya sudah terbalik dan menebarkan bau hangus.

“Apa yang harus kulakukan dengan gadisnya?” Tanya Tao di kejauhan. “Rumah sakit, hapus memorinya.” Jawab Yuri. Ia masih sibuk menghindari puing-puing meteor entah darimana yang terbakar. Saat Tao mengangguk dan kembali ke dalam tubuh manusianya, Yuri menepuk pundaknya serta memicing penuh ancaman. “Dan jangan coba-coba menyentuh tubuhnya.”

.

.

Kris mendongak ke udara. Meteor kecil yang baru saja menyerang Capricorn dan Pisces bukanlah hasil pekerjaan mereka. Sebelumnya, belum pernah ada benda langit yang bahkan mampu melukai para roh bintang. Dari namanya saja sudah begitu kuat. Roh. Roh tidak bisa dilukai oleh benda padat.

Dan kali ini, dengan mata kepalanya sendiri, Kris melihat Aries yang mundur teratur setelah bagian daging di bawah kulit biri-birinya tergores. Untuk ukuran sebuah binatang, pastilah sakit sekali.

Dari urutan para roh bintang yang bertebaran di sisinya, Capricorn adalah salah satu yang paling bisa diandalkan jika saja ia mau bekerjasama dengan Pisces. Libra bisa membuat kekuatan mereka bersatu, tapi dengan kondisi seperti ini, rasanya akan cukup sulit. Kris melirik ke arah Gemini. Sehun dan Luhan sepertinya sudah kepayahan mengingat sebelum ini, mereka sudah terlibat dalam penghentian perkelahian Pisces dan Capricorn. Taurus? Yeah, dia baru saja pergi dengan seorang gadis di bahunya.

“Tersisa kau dan aku.” Kata Kris begitu Yuri berdiri di sebelahnya. “Maaf?” Yuri menyelipkan sedikit helaian rambut di belakang telinganya. “Apanya yang kau dan aku?”

“Lihat sekelilingmu dan katakan apa solusimu.” Perintah Kris. Yuri mengecap lidahnya sebal kemudian terpaksa melakukan edaran pandangan. Semuanya kelelahan dan terluka. Satu-satunya yang baik-baik saja mungkin hanya Jaejoong. Tapi pria itu bukan tipe petarung.

“Ini memang hanya kita.” Yuri setuju. “Jadi mulai dari mana? Meteor-meteor dari mana ini?”

“Sumbernya tidak dapat dilacak, tapi spirit forcenya berasal dari penjaga bintang.” Jaejoong berdiri di sela antara Yuri dan Kris. Keduanya sepakat menoleh. “Yang bisa melukai roh bintang ada tiga. Penguasa roh bintang—dalam hal ini Zeus, roh bintang itu sendiri dan penjaga bintangnya. Zeus tidak mungkin menggunakan trik rendahan seperti ini. Roh bintang lain juga tidak mungkin menggunakan cara ini untuk bertarung mengingat kedudukan agung mereka di atas langit. Yang tersisa adalah manusia, para penjaga bintangnya.”

“Apa seolah kau mengatakan ada seseorang … maksudku manusia sepertiku yang berusaha mencelakai bintangnya?”

“Dan mencelakai kau dan Kris. Persisnya.” Jaejoong mengangguk. Saat itu meteor kecil yang lebih banyak jatuh berhamburan. Seolah memiliki mata, meteor tersebut tahu siapa targetnya. Jumlah yang turun adalah dua kali jumlah yang berada di atas tanah. Artinya, setiap kepala mendapat jatah serangan dua buah meteor kecil.

Libra baru saja berhasil dengan tongkatnya yang dapat memanjang dengan berbagai bentuk. Baru saja ia menyepak meteor kembali ke langit dan meledak bagai kembang api di atas sana. Sebagian poninya rusak karena terbakar. Ia mendesis sengit pada meteor kedua sebagai pembalasan dendam.

Di belakang Yoona, ada Gemini Luhan yang sibuk mendepak meteor dengan gerakan silatnya yang tidak terlalu mengesankan. Setiap ia menendang, setiap itu juga ia harus merasakan rasa hangus di telapak kakinya. Meskipun begitu, inilah sisi unik Gemini. Sehun akan selalu ada untuk memantrai Luhan dengan sihir penyembuhnya. Teknis serangan Gemini ada pada Luhan, teknik bertahan ada pada Sehun. Yuri tidak perlu khawatirkan dua orang itu. Mereka pandai.

Capricorn bangkit di dua sisi berlainan dengan Pisces. Keduanya saling pandang penuh emosi selama beberapa detik sebelum meteor menghancurkan jarak pandangnya. Sialnya, meteor tadi mampu mengalihkan pandangan Yoona tanpa menyadari bahwa gadis itu sedang diserang oleh meteor lain yang lebih besar.

“YOONA!” Yuri melihat seorang pemuda berubah menjadi kambing dengan tanduk besar dan menendang Yoona untuk menjauh. Batu panas besar itu menimpa punggungnya dan menjepitnya di atas tanah. Bulu-bulunya yang bau terbakar. Yuri mengendus.

“Aromanya enak. Daging kambing.” Ucap Yuri yang langsung diserbu tatapan tak suka dari Kris. “Aku hanya berpendapat.” Kilah Yuri.

Dengan tumbangnya Yoona ke bagian paling belakang dan Capricorn yang sibuk melepaskan diri dari meteor, Pisces dan Aries adalah dua bintang yang tersisa untuk diandalkan. Tapi Aries, sepertinya tidak mampu bertarung lagi. Yuri ingat bahwa sebagian dari kekuatannya sudah makhluk itu habiskan untuk membantunya menolong Krystal Jung.

“Kau bisa melakukan apa yang tadi kau lakukan tidak? Kata Kris. Salah satu kakinya ia majukan selangkah di depan kaki yang satunya. Tubuhnya dimiringkan dan pedang sudah terlepas dari sarungnya. Kris mengibaskannya di udara dengan gerakan cepat sekali dua kali, bunyi zwing kencang sudah cukup membuktikan betapa tajamnya pedang tersebut.

“Aku tidak yakin.”

“Ketidakyakinanmu akan membuatku mati.”

“Memangnya apa yang akan kau lakukan? Kau bukan pahlawannya di sini.” Sergah Yuri. Kris menatapnya dengan jengkel.

“Diam dan lihat.” Kris memejamkan mata setelah ia berbicara. Ia mengucapkan mantra dalam bahasa asing yang tidak bisa Yuri kenali. Mungkin seperti asdfghjklmn apalah, tapi setelahnya ada cahaya berpendar di ujung pedang itu. Lucunya, cahaya itu berpendar tidak seperti cahaya kebanyakan. Pendarnya oranye, meletup-letup dan tidak terlalu kentara di siang hari. Persis seperti kembang api malam tahun baru.

“Ini rencanamu?” Yuri mengolok-olok. Kris mengayunkan pedangnya. Ia berlari kencang meninggalkan Yuri demi menerjang beberapa meteor yang menyerang Capricorn dan Libra. Saat pedangnya mengayun, kembang api itu terlihat normal di pedang Kris. Tapi saat ia menemukan target yang akan dibelahnya, mata tajam dari pedangnya menghilang, berganti dengan serbuk api yang meletup-letup di sepanjang mata pedang yang hilang tersebut. Pedang Kris berubah menjadi debu-debu percikan api yang panas. Sekali sentuh saja, meteor akan terbakar dan menjadi debu dengan sendirinya. Kris terus mengayunkan pedangnya dan tanpa terasa gumpalan debu dari meteor yang jatuh sudah menjadi tumpukan pasir.

Satu lagi tebasan terakhir, ia sudah bisa membebaskan Capricorn dari penderitaannya. Yuri melongo. Tidak percaya dan lebih banyak takjub. Pisces di sampingnya berdecak tanpa bicara. Kris berjalan ke arah Yuri, kemudian berbicara di depan wajahnya. “Apa aku sudah mengatakan untuk diam dan lihat?”

Yuri melihat senyum penuh arogansi kemenangan di bibir pemuda itu. Yuri benci dikalahkan.

.

.

TBC

140 thoughts on “TALES OF ZODIAC #8

  1. NG_YuriGG • Sulleh_ berkata:

    Waah mian baru sempet comment lagi
    Daebakkkk,penasaran sama chapter selanjutnya’_’ Aduh bingung mau ngomentarin apa,udah keren sih~ haha keep writing unn,fighting!^^

  2. yuniq eka cahya berkata:

    Kak nyun sya dteng lg dan lgi2 telat coment -_- Pas pertama kali baca part ini sya lngsung bertanya2 ‘krystal ini siapanya seunghyun?’ or ‘krystal ini ada hubungan apa dengan seunghyun?’.. Tpi klo disimpulkan-bersangkutan ama part 7- karakter ny krystal disini ‘aneh’ menurut sya sih hehe.. Jiah cinta segitiga kekekk~ Ok kak nyun coment ny sekian dari pda ntu ngalor ngidul. Gomawo kak nyun fighting😀

  3. li berkata:

    Wah…makin rame ceritanya. ga sabar ma lanjutannya. Kristal dingin bgt. Libra, Capricorn, Pisces moga aja cpt mo gabung ma yuri. Pokoknya q tunggu postingan chap. selanjutnya

  4. annon bee berkata:

    Wuih!! Keren kak nyun !!! (>̯┌┐<̯)
    Karakter Yonna disini keren!!
    Kukira cuma Yuri sama kris yang penjaga bintang, ternyata ada yang lain ! Ditunggu part9 nya kak!!!

  5. tarhy94 berkata:

    gua slahh..Trnytaa Libra cancer n capricorn adl.Yonniee kyuuppa n laypaa..wahh mrekaa trjalin cinta sgitiga rupanyaa^^

    Izin k part slanjutnya yah eon^_^

  6. seria berkata:

    seru eon~ tp rada kasian sm aries.. Knp cuma dia yg wujud aslinya hrus injam wujud manusia? Sdg yg lain bs? Gk terima.. Kasian kan.. Udah plg lemah.. T_T *Digampar author

  7. minyul generation berkata:

    Agag bingung baca yg ini eonnie,,
    Mungkin karna gag konsen x ya,,
    “̮ ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ “̮ ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ “̮
    Libra-capricorn ya?? Nice
    Next chapter ya eonnie,, izin baca
    Saranghae,,

  8. Hn_avy berkata:

    Entahlah y tpi gak tahu knp aku suka ngakak liat tingkahnya si Taurus…
    Ahh disini belum jelas ada apa sbenarnya antara Capricorn dan pisces..ayo kita lanjutkan pnyelidikannya

    SERU SERU!!!!next y kak ^.^

  9. Dewi (Kwon Yul Yul) berkata:

    Kyuhyun lay???? Aduh duh.. Makin kece aja castnya nih.. Cinta segitiga dengan yoona, hmm.. Rumit, makin keren aja🙂

  10. NIZA berkata:

    hhhhhh untung gk ke proteccc, dn sesuai dugaan bar” prang yg dahsyatttttt bingggitssssss
    eeh eeehhh itu krisss msih bsa aja bkin yul onnie ksallll
    hahhaha sabar yahhh onnie

    hwaiting kha’k !!!!!!

  11. Lulu Kwon Eun G berkata:

    haha si Seksi, yeah…ada2 aja bung Tao..
    ciee Yul.a care bgt ama Krystal
    wah jgn-jgn yg nyerang mreka tuh Joe ama Seunghyun ya?
    next next..

  12. Hye Bin berkata:

    Ada penjaga bintang lain nih yang muncul.
    Bingung nih Yoona, dicintai dua roh bintang.
    Kriss jjang kris jjang!!!! Hahaa Ayooo Yuri jangan mau kalah. Tunjukin kekuatan penjaga bintangmu….

  13. lalayuri berkata:

    Hai kak Nyun, seru banget kak !!! Apalagi yg bagian yuri ngubah bola api jadi air, keren, sebenernya Yuri itu bukan manusia biasa dan penjaga bintang biasa kan, makanya para bintang milih dia. Aku next ya kak

  14. febrynovi berkata:

    KAKNYUUUUN

    sebetulnya sih harus baca part 6 & 7 dulu biar nyambung ceritanya apalah daya aku udah penasaran sama kelanjutannya jadi hajar aja /g

    aku penasaran banget sama part sebelumnya & selanjutnya omg xD

    semangat kaknyun❤

  15. Ersih marlina berkata:

    Harus berapa kali aku bilang keren untuk ff ini ? Pake banget malah kerennya

    ya ampuun, ketawa mulu bacanya
    ugh, lay sama kyuhyun alis capricorn pisces ska sama yoona alias libra.
    Trus yoona kya ska sma kris sih
    ah rumit, lanjuut smngat ka nyun

Leave your review, don't treat me like a newspaper.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s