THREE SONGS CHALLENGE – LOVE IS DICTATED YOUR LIFE

Untitled-1Author : bapkyr

THREE SONGS CHALLENGE : LOVE IS DICTATED YOUR LIFE.

This is not a full-fiction. I made it for fun in one hour while play some kpop songs.

So basically i used 3 songs here and turned them into a fiction story. It will be better if you could play these songs while reading. Here they are :

  1. [1st Song] Akdong Musician – I Love You.
  2. [2nd Song] Younha – Hello From Far Away.
  3. [3rd Song] VIXX – Thank You For Being Born.

.

.

Happy Reading!

I.   I LOVE YOU  – AKDONG MUSICIAN.

“Aku menyukaimu.”

“Apa?”

Aku bergidik. Separuh diriku dikuasai rasa takut yang tidak beralasan, separuhnya diisi dengan perasaan aneh dalam ketidakmampuan menahan rasa malu. Aku melakukan kesalahan dengan datang ke tempat ini. Cokelat buatan tangan yang berada rapi di kotak merah muda dengan hiasan pita di atasnya, tidak kunjung kuberikan juga. Bahkan setelah aku berbicara pada pemuda di depanku tadi. Aku memilih menyembunyikan kotak merah muda itu di belakang tubuhku sambil memutar-mutar pergelangan kaki kananku lantaran gugup.

Kyuhyun mencoba mencari manikku setelah aku memutuskan untuk menundukkan kepala. Menyatakan beban yang kupendam setelah dua tahun terakhir pada pemuda itu bukan merupakan keputusan yang salah, tapi,

Entahlah.

“Aku tidak memintamu jadi kekasihku, Oppa.” Aku menelan ludah sebelum ia berhasil mendapatkan manik mataku pada matanya yang kecokelatan. “A—aku ha—hanya—“ Aku tidak sanggup menyelesaikan kalimatku. Pemuda ini terus memandangiku dengan ekspresi yang tidak bisa kutebak, seperti biasa.

Tidak sanggup menguasai rasa gugupku sendiri, aku menjatuhkan kotak merah muda di belakang tubuhku. Tutup dengan hiasan pitanya terlepas dari kotak. Isinya berantakan di atas rumput kehijauan yang tumbuh di belakang taman milik SM Entertainment, tempat di mana kami berdiri saat ini. Saat aku mengedipkan mata, kesadaranku soal cokelat berbentuk hati yang sudah hancur di atas rerumputan membuat aku tidak punya wajah lagi di depan Kyuhyun Oppa. Rasanya sudah cukup hari ini, aku berbalik dan berlari.

“Kau meninggalkan sesuatu, Yuri-yah.” Ia berteriak padaku. Mungkin maksudnya adalah kotak merah muda dengan cokelat remuk. Tapi saat ini, aku terlalu gugup untuk menoleh dan menjawab. Kutinggalkan saja semuanya di sana. “Yuri, kau meninggalkan—“

“Bi—biarkan saja cokelat itu, Oppa.” Kataku saat Kyuhyun mulai berteriak lagi. “Seseorang pasti akan membersihkannya besok pagi.”

“Cokelat?” Aku mendengar Kyuhyun terkekeh, meski tidak terlalu nyaring. “Siapa yang peduli soal cokelat hancur?”

Saat itu aku berbalik. Antara takut, heran dan penasaran akan kalimatnya. Mata kami bertemu-tatap, meski tidak sedekat sebelumnya. “Lalu, apa maksudmu?”

“Pokoknya kau meninggalkan sesuatu.”

“Iya aku tahu. Tapi kalau bukan cokelat, lalu apa?”

Kyuhyun merentangkan kedua tangannya ke atas dan menggoyang-goyangkan kakinya seperti gerakan senam aerobik. Ia berdeham beberapa kali saat angin Februari berhembus di sekitar tubuhnya. Aku melihat ia tersenyum sesekali sembari menutup mulutnya.

Ketika akhirnya tubuh pemuda itu berhenti bergerak serta ia mulai menghela napas panjang, aku bisa melihat tangan kanannya bergerak. Tangan kanan itu berhenti dengan posisi menyilang di depan dada kirinya. Kyuhyun menatapku saat itu.

“Yang kau tinggalkan adalah…” Aku menahan napasku. Aku tidak percaya saat Kyuhyun Oppa tersenyum sembari menyelesaikan kalimatnya. “Segerombolan kupu-kupu di sini.”

.

“I love you, I love you

On the days i can see you, although it’s not just us two

My heart races, i’m telling you.”

.

.

II.    HELLO FROM FAR AWAY – YOUNHA.

Aku diam, pemuda di depanku juga terdiam. Angin seolah tak berhembus dan mendung kini menggelayuti otak kami masing-masing. Mungkin pemuda itu memilih diam dengan sejuta spekulasi tentangku di dalam otaknya. Tapi diam milikku, sesungguhnya tentang mencari cara untuk keluar dengan cara terbaik dari hidup pemuda ini.

Aku memandangi sebuah kertas yang sudah kutandatangani kini sudah menggumpal kehilangan bentuk aslinya dalam tangan kekar Yoo Seungho. Ada alasan mengapa kertas itu ada di tangannya, ada alasan juga mengapa kini pria itu menyobeknya menjadi serpihan yang lebih kecil.

“Aku menganggap surat ini tidak pernah ada.” Suaranya parau. Matanya tidak menatapku, tapi benda yang sedang ditatapnya juga tidak benar-benar ada, seolah ia memandang kosong saat ia berbicara. Aku menarik tas tangan yang kutinggalkan pada sofa di belakang tubuhku. Tanganku menyerobok ke dalam tas. Aku mendapatkan sebuah surat lagi, masih di segel dalam sebuah amplop cokelat. Aku melemparkan amplop cokelat itu di atas meja yang membatasi aku dan Seungho.

“Kau bisa menyobek yang ini juga kalau kau mau, aku masih memiliki sepuluh lagi.” Kataku.

Seungho melukiskan ekspresi marah di wajahnya saat ia memandangi amplop cokelat yang kulemparkan tadi. Ia memandangku alih-alih tertarik pada benda itu. “Aku tidak akan pernah menceraikanmu, Kwon Yuri.”

“Ini bukan keputusanmu.”

“Kau juga tidak berhak memutuskan!”

“Kontrak pernikahan palsu ini sudah berakhir ketika ibumu memberikanku uang dalam jumlah besar. Dan ini bukan kau atau aku yang memutuskan.”

“Kau, bukan orang yang seperti ini, Yuri!”

“KAU TAHU APA TENTANG AKU!” Aku terengah. Rasanya hati ini sakit walau aku tidak melihat darah di sekitar dadaku. Aku limbung setelah mencoba mengatur napasku. Aku jatuh terduduk di sofa. Air mataku mengalir dari pelupuk, menuruni pipiku dan membasahi bibirku yang kekeringan. Seungho hanya menatapku tak percaya. Mungkin aku sudah sangat buruk di matanya, mungkin juga ia menganggap aku iblis betina yang sudah mengacak-acak hidupnya kemudian meninggalkannya tanpa belas kasih.

Aku tidak peduli apa yang Yoo Seungho pikirkan tentang gadis hina dan miskin sepertiku. Aku hanya peduli pada janin ini. Pada darah daging kami yang harus kuselamatkan dari tangan-tangan aristokrat di sekitar Seungho. Selain itu, aku juga memiliki alasan untuk diriku sendiri.

“Ini surat cerai dariku. Aku menunggu kau di pengadilan seminggu dari sekarang.” Aku menarik tali tas tanganku dan menyampirkannya di bahu. Dengan usapan tanganku yang cepat, air mata di pipiku dapat kupudarkan sedikit. “Kuharap kau tidak menghindar.”

Aku berjalan, menahan perih di dadaku. Aku hanya berjalan sejauh lima langkah dari tubuh Seungho yang mematung. Tapi rasanya aku sudah berjalan mengitari Gurun Sahara sendirian bertahun-tahun.  Rasanya aku baru saja meninggalkan sebuah oase di padang pasir saat ini. Tubuhku kekeringan.

Aku berjalan masuk ke dalam lift saat aku mulai terbatuk-batuk. Aku segera menarik beberapa tissue dari dalam tas tanganku. Aku terbatuk dengan mulut tertutup. Dada ini memang sudah sakit sebelum aku datang kesini, tapi rasanya menjadi lima kali lipat lebih sakit ketika aku berjalan keluar dari tempat ini.

Ding.

Pintu lift terbuka dan aku memastikan tissue bekas milikku sudah terbuang di salah satu tempat sampah terdekat. Aku meninggalkannya tanpa mau melihat tissue tersebut. Aku sudah terbayang seperti apa rupa tissue itu sekarang : tergumpal dengan warna merah yang amis.

Ini alasan sebenarnya kenapa aku meninggalkan seorang pemuda yang paling kucintai. Ini juga alasan yang akan menjadi boomerang bagiku setelah aku melahirkan kehidupan yang ada di perutku enam bulan dari sekarang. Ini takdirku.

Kau tahu, meskipun jika aku tidak meninggalkannya hari ini, aku pasti akan meninggalkannya enam bulan dari sekarang. Pada akhirnya ia hanya mendapatkan kenanganku, bukan diriku. Aku tidak mau ia menderita dan penderitaannya justru lantaran gadis yang paling ia cintai. Aku tidak bisa memerankan peranan gadis seperti itu. Ini pilihan terbaik yang Tuhan tawarkan padaku, aku bisa apa.

Jika suatu saat aku memang benar-benar meninggalkannya, setidaknya Tuhan sudah menitipkan kehidupan lain untuk dimiliki oleh Seungho. Hanya ini yang bisa kulakukan. Hanya kalimat ini yang bisa kutitipkan : Aku mencintainya.

.

“Dont read my hidden heart

What would i do if the words i held in just spilled out?

If you are by my side after a long time

i will tell you then, that i loved you”

.

.

III.  THANK YOU FOR BEING BORN – VIXX.

Aku bukan tipe yang akan merengek karena setiap orang melupakan hari ulang tahunku. Tapi rasanya aneh ketika pada akhirnya aku melakukan hal tersebut. Ini sudah hampir detik-detik terakhir di hari ulang tahunku, tapi tidak ada satupun yang datang ke rumahku dengan kue-kue dan terompet ulang tahun.

Rasanya aneh.

Ponselku juga tidak berbunyi sejak tengah malam tadi. Dan aku tidak memiliki alasan untuk diam-diam memancing mereka agar mengingat hari ulang tahunku. Rasanya tidak seperti Kwon Yuri jika aku melakukan hal tersebut.

Tik Tok Tik Tok.

Jarum jam yang bergerak dengan suara rendah terdengar bagai lengkingan serigala yang sanggup mencabik-cabik kesabaranku. Aku memandangi sebuah foto di depan meja pajangan ruang tamu dengan tatapan kesal. Di sana terpatri gambar seorang pemuda yang tersenyum cerah di sisiku. Rambutnya cokelat dan matanya keabuan dengan bantuan kontak lens. Ia mengalungkan tangannya di bahuku saat foto itu diambil. Hari itu musim semi dan kami menikmati sakura di Kyoto, Jepang.

Hanya dengan memandang foto itu saja, aku sudah bisa merasakan semilir angin yang menerbangkan kelopak sakura di wajahku. Aku bahkan bisa menghirup aroma onigiri yang disajikan oleh para keluarga-keluarga Jepang di atas karpet pikniknya. Tapi lebih penting lagi, dengan memandangi foto itu, aku bisa melihat cara seorang Lee Seung Gi mencintaiku.

Tap. Tap. Tap.

Sudah hampir jam dua belas dan aku mendengar suara langkah yang  tergesa-gesa datang. Suara decitan pintu terdengar dari ruang depan. Aku mundur beberapa langkah. Tapi karena ruangan yang minim penerangan, aku tersandung sesuatu dan terjatuh dengan suara nyaring. Tanganku tidak sengaja menarik foto Seunggi dan aku di Kyoto sehingga benda itu juga jatuh bersamaku.

Aku buru-buru berdiri saat sesosok pemuda tinggi dengan syal rajut di lehernya menghampiriku. Ia berjongkok di hadapanku kemudian tersenyum pada foto yang kujatuhkan. Jarak kami kurang dari satu meter tapi dia tidak terlihat senang dengan sosokku.

Lebih tepatnya, ia tidak peduli.

“Kau menjatuhkan foto kesayangan kita, Yuri.” Katanya. “Pasti kau marah sekali karena aku melupakan hari ulang tahunmu.”

“Memang! Kau ini kemana saja! Aku menunggumu sampai malam dan tidak kemana-mana seharian. Tapi kau—“

“Sulit menerima kenyataan kau sudah tidak bersamaku di sini.”

Aku belum selesai meluapkan emosiku. Tapi,

Apa tadi katanya?

“Setiap aku melihatmu tersenyum dalam foto ini, rasanya aku sudah kehilangan sesuatu yang tidak akan pernah kutemukan lagi. Sudah setahun sejak kau pergi, tapi rasanya masih sama. Seolah kau masih ada menungguku di rumah ini.”

Aku mengangkat tanganku perlahan. Untuk alasan yang masih belum jelas, aku bergetar hebat. Tangan-tangan itu kemudian meraih telingaku. Aku menutup pendengaranku sekuat yang kubisa. Fragmen-fragmen aneh terbayang di otakku saat tenggorokanku tercekat hebat. Suara memekikkan yang berasal dari sebuah truk besar hampir memecahkan gendang telingaku. Aku melihat sebuah mobil hitam terguling dan hancur dengan seorang wanita muda di balik kemudinya.

Rasanya aku pernah melihatnya. Rasanya aku kenal baju yang dipakainya. Rasanya aku mengetahui rasa sakit yang dirasakannya.

Aku memeluk tubuhku sendiri. Aku memejamkan mataku kuat-kuat dan menggelengkan kepala, aku mengusir mimpi buruk itu. Aku coba membuyarkan fragmen-fragmen yang muncul satu per satu di dalam otakku. Badanku gemetaran. Aku… Aku… Tidak kuat lagi.

Tubuhku lemas ketika fragmen terakhir terbayang jelas di dalam otakku. Wajah gadis muda yang terkulai lemah di atas aspal. Darahnya keluar dan mengenang di atas puing-puing mobilnya, kemudian hujan menghapusnya, memberinya satu ingatan terakhir tentang namanya.

Kwon Yuri.

Ceklek.

Seunggi menyalakan lampu di ruangan tersebut sehingga cahayanya menyinari setiap sudut ruangan yang harusnya menjadi rumahku. Tapi ini jauh dari kata layak menjadi rumahku. Aku melihat debu dimana-mana, tikus-tikus yang berlarian, juga benda-benda rumah tangga yang semuanya diselimuti oleh kain putih yang berdebu. Rumah ini dan segala yang ada di dalamnya kelihatan tidak terawat, kelihatan usang, kelihatan… mati.

“Aku tidak bisa memberimu apapun karena kau sudah menerima semuanya langsung dari Tuhan,” Seunggi menaruh kembali foto kami di tempat seharusnya. Ia mengusap kacanya dengan sebuah sapu tangan yang pernah kuberikan dahulu. Seunggi lantas mengeluarkan sebatang lilin kecil dari saku mantelnya. Ia juga mengeluarkan sebuah pemantik api.

Lilinnya ia tempatkan dalam sebuah piring besi kecil setelah apinya disulutkan. Lilin tersebut kini sudah menyala, tepat di hadapan sebuah foto favorit aku dan pemuda ini. Ia tersenyum pada benda mati tersebut. “Selamat ulang tahun, Kwon Yuri.”

Jam berdentang sebanyak dua belas kali. Hari ulang tahunku sudah selesai tepat ketika Lee Seunggi mengucapkan selamat padaku. Tidak, dia bukan saja yang terakhir. Tapi dia juga yang pertama. Aku terkesan, sungguh. Aku seharusnya bahagia kan? Tapi kenapa rasanya hati ini sangat sakit? Apa merayakan ulang tahun, bisa sesakit ini?

“Kau akan meniup lilinnya? Tidak? Oke, biar aku saja.” Seunggi berbicara sendiri. Hatiku semakin sakit. Air matanya menetes saat ia bersiap untuk meniup lilin. Seunggi tidak bisa meniup lilinnya, dengkulnya lemas dan ia terduduk di atas lantai berdebu. Ia tersedu.

Hatiku sakit lagi.

Apakah orang mati pernah sesakit ini?

Seunggi memukul-mukul dadanya. Tapi aku yang merasakan sakitnya. Ia menangis lebih keras tapi aku yang merasa pedihnya. Ia meninju-ninju lantai, tapi aku yang merasa letihnya. Seunggi dengan senyuman riangnya sudah lenyap hari ini. Ia bukan Seunggi yang ada di dalam figura foto. Tapi aku juga sama, aku juga bukan Kwon Yuri yang tersenyum begitu hidup di dalam sana.

Lagipula, aku memang tidak hidup.

Kini aku berjalan dengan refleks. Aku melihat kakiku, sama sekali tidak menjejak ke atas lantai. Aku belum jauh melayang, tapi lampu di ruangan tersebut sudah mati. Satu-satunya penerangan adalah lilin kecil di depan foto kami. Aku menoleh ke arah Lee Seunggi yang mulai berhenti menangis. Ia melihat pada satu-satunya sumber penerangan.

Tapi tidak lama,

Karena satu-satunya sumber penerangan itu sudah aku lenyapkan.

Aku meniup lilinnya. Kemudian lampu menerangi ruangan itu kembali. Lee Seunggi bangkit dan menatap foto kami di sana dengan seksama. Mungkin ia terheran-heran. Tapi aku tidak bisa menjelaskan apapun padanya.

Sejurus kemudian, untuk alasan yang tidak kuketahui, Lee Seunggi tersenyum.

“Aku lupa kau tidak menyukai air mataku. Maafkan aku, Yuri-yah.” Ia mengusap figura foto kami. “Maaf karena mengabaikanmu selama setahun ini. Aku sangat terpukul dengan kepergian tiba-tibamu. Kupikir itu salahku karena kita bertengkar malam itu. Selama ini aku berpikir kalau kau membenciku, sehingga aku mencoba mengabaikanmu. Tapi malam ini, kau memberiku jawaban atas beban ini, jadi terima kasih.”

Aku tersenyum padanya. Meski ia tidak mungkin melihatku.

“Kau tahu Yuri, aku tidak pernah mengatakan ini pada setiap ulang tahunmu yang kau lewatkan bersamaku, aku menyesal sekarang tapi aku tidak akan menundanya mengatakan ini padamu lagi.” Aku menunggu Seunggi bicara. “Terima kasih sudah lahir di dunia ini. Terima kasih sudah lahir untuk bertemu denganku.”

Air mataku menetes.

“Meskipun kau sudah tiada, setidaknya kau pernah dilahirkan. Aku di sini berterima-kasih untuk itu. Aku berterima-kasih padamu karena kau sudah menjadi Kwon Yuri. Kwon Yuri yang hanya milikku.”

Air mataku menetes lagi. Aku memudar.

“Tapi sekarang kau sudah milik Tuhan, bukan lagi milikku. Apapun yang menahanmu di dunia ini, lepaskanlah. Kau harus kembali, Yuri. Tuhan lebih menyayangimu dibandingkan aku. Meski aku berat mengatakan ini, tapi… aku tidak akan menangis lagi. Pulanglah, Yuri.”

Kalimatnya bagai sayap-sayap yang menjemputku. Fragmen-fragmen kesakitan dan teriakan memekik kini hilang. Aku hanya mendengar suara Seunggi dalam lantunan lagu merdu yang tidak pernah kuketahui. Aku hanya tahu, aku memudar saat Seunggi tersenyum di depan foto kami. Kami tidak berada di Kyoto dan di sini tidak ada bunga sakura, tapi aku bisa menghirup aroma onigiri ketika Seunggi tersenyum persis seperti yang ia lakukan di dalam foto.

Aku memejamkan mata dan ikut tersenyum. Beban aneh di dadaku hilang. Saat aku sadar, aku juga sudah menghilang.

.

“Thank you so much, thank you for my love

for being born today, for coming to me

meeting you was a great fortune in my life

now blow out the candles, my love.”

.

.

A/N

Halo.

Ketemu lagi sama aku di project baruku ini.

Ini cuma project iseng saat kemaren aku berusaha belajar di depan laptop tapi berakhir dengan membuat tulisan-tulisan ga jelas ini. Daripada mubazir, akhirnya aku memutuskan untuk posting di sini.

Sebenernya Project Songs Challenge biasanya digunakan bagi para penulis/author, yang lagi kena writer’s block alias hang dan gak punya ide untuk nulis. Ada yang dalam satu jam bisa menyelesaikan 5 FF pendek dari 5 Lagu, ada juga yang lebih dari itu. Kalau aku sih berhasilnya bikin 3 doang. LOL.

Songs Challenge mungkin akan jadi favoritku di saat aku gak punya ide lanjutin FF-FF lainku. Cara ini ampuh sekali. Soalnya kita dituntut memeras otak untuk membuat beberapa ide cerita pendek dalam rentang waktu tertentu. Biasanya sih satu jam ya, tapi entah kalau ada yang bisa membuat kurang dari 30 menit.

Nah, akhir kata dariku, selamat! Kalian baru aja membaca my first Songs Challenge Fic.

42 thoughts on “THREE SONGS CHALLENGE – LOVE IS DICTATED YOUR LIFE

  1. Tetta Andira berkata:

    Yeayy!! Song challenge perdana yaa ?
    ommo! Pdhl songfic prtama manis banget . Yg ke-2 eh bkin berkaca-kaca . Ke-3 mewek dehh *lebay*slapp
    Sllu keren lah Nyun tulisanmu mahh ..
    ahh ,, ituh knpa pacar’x Yoong jd kekasih’x Yul ? Hha~ *slhfokus

    Sllu deh Nyun , gak bosen”x blg semangaaatt !! Fighting !😀

  2. yuniq eka cahya berkata:

    Dri 3lgu yg direkomendasilan kaknyun sya punya yg pertama dn ketiga. Yg ketiga nyesek euy.. .Fighting Kaknyun😀

  3. beninglaras berkata:

    Huaaa, knp yg ke 2 sm ke 3 sediih bgt?? Tp yg pertama lucuu, jauh dr kt romantis siih.. tp tetep dpt feel nervousny yuri pas nembak kyuppa.. untung diterimaa.. bikin lg yg kya gini thoor, daebaak!!

  4. Cynthia berkata:

    Yg lagu pertama aja yg happy end trs yg yg dua2x sad ending.. Huaaa nt eonni yuri cemburu sm oppa seung gi n eonni yul x_x
    Fighthing eonni buat trs membuat ff hehehhehee..😀

  5. Banana Kim berkata:

    KEREN, BAGIAN SI YURI SAMA KYUHYUN UNYU MAKS!
    Hai aku datang untuk rusuh loh, aku udah selesai masa hibernasinya^^ (terus kenapa?)
    KAKNYUN, FIGHTING! BANYAKIN FF yang castnya Yuri! lovyaaa!♥

  6. YhyeMin_ berkata:

    kakak knpa hrus KyuRi sih?? Aku tuh sedang memusnahkan(?) jiwa KyuRi shipperku tau*Apa hubungannya sma Kaknyun
    Hohoho kak aku tuh sbenernya kyuri shipper akut tp perlahan menghilang dengan datangnya EXOYUL shipper sma gara” kyu oppa main dramus ma seo*Malah curhat/plakkkk/
    Oke aku suka yg seung gi-Yuri meskipun Sad tp brasa banget feelnya*sbnernya KyuRi juga/plakkk/jiwa shipper dteng lgi/
    Kalo yg seung ho-yuri ….*aku kurang tau yoo seung ho
    Oke segitu aja,Bye!

  7. uzh_joon berkata:

    iiiiiiih bkin mewek ajja.. ending’y yuleon mati, huwaaa. … ff’y pas pas pas kena hatiku… he he… keren pokok’y kaknyun🙂

  8. choiyuri23 berkata:

    Qaqa selalu keren :)) selalu salut dengan kata2 qaqa🙂 pemeran cowoknya yang jarang2 di pairingkan dengan yul eon😀 tp kereeeeeeeeeen ada sensasi barunya haha

  9. kwonsy berkata:

    dari 3 cerita 2/3 ceritanya sedih gituu ah. tp paling nggak srek pas yg yuri-lee seunggi. gmn ya? soalnya seunggi punya hubungan asmara dengan yoona. jdnya agak aneh, pas di sini muncul seunggi.
    tapi, yah, seruu. aku paling suka pas ada kyuhyunnya. lain kali pake lee jongsuk dong kak nyun ;33 ditunggu songs challenge lainnyaa :>>

  10. yuri rahma berkata:

    ff pertama senyum2 g jelas
    Ff kedua mata berkaca-kaca
    Tiba ff ketiga mewek
    Nyun paling top kalau buat ff,yang baca kaya ikut jadi pemainnya

  11. Han Seung Mi berkata:

    Woaaa! Bagus banget. Jadi iri sama-sama kata-katanya kaknyun >,<
    detail, sampai sudut-sudut terkecilnya, bikin paham, bikin mudah larut ke cerita :')
    ada kyuri nya juga. Huwehehehe, seneng sama cerita yg drabble2 gini. Lanjutkan karyamu kak. Semangat!

  12. mellinw berkata:

    Allaaah .. Sedih amat kaaak partnya yuri-seunggi . Suer aku kebayang langsg muka seunggi pas nangis gt . Ampuuun sedih banget kak ..

    2jempol buat kakak . Segala ff yang tercipta, baik dadakan ataupun dipersiapkan maksimal . Tetep aja keren hasilnya ..

    Kwon yuri jjang!! Bapkyr jjang!!

  13. tha_elfsone berkata:

    waw nyun keren🙂
    daebak bisa bikin song collection yang keren bnget..🙂
    yang ma seunggi bner” bikin gimana gtu..heheh
    tapi ttp semua nya keren koq ffnya nyun🙂

  14. blackpuarl berkata:

    akkkk yg pertama paling suka serius>< kyuri<3 ini otp juga sih hehe
    tapi aku rada 'awkward' pas baca yg ketiga soalnya kan itu lee seunggi hehe._. tapi tetep keren kak serius aaakkk < hehe
    fighthing kak! ♥

  15. Just26th berkata:

    dari ketiga lagu yg direkomendasikan ga ada yg aku tau wk.. referensiku cuma lagu shinee dan lagu” korea yg lagi happening doang xD
    tapi ketiga ceritanya bagus as always lah. ini kamu nulisnya lagi dalam masa writer’s block kah? tapi kok bagus u,u aku iri sama orang” yg gampang nuangin idenya dalam tulisan dan bisa sebagus ini. uh bete sih tiap punya ide tapi gabisa cara nulisnya wk /malah curhat/
    aku suka yg cerita pertama. fluff banget. greget bacanya. tapi pas baca 2/3 yahh kok sedih gitu. heran sama seungho kok ga ngejar yuri sih kalo gamau cerai.-.
    ‘-‘)b

  16. NG_YuriGG • Sulleh_ berkata:

    Ff unnie kok bagus semua sih._. Wkwk
    Daebak unn,aku mana bisa bikin cerita sejam doang unn, idenya mampet/? Haha

  17. Baek Lina is Yurisistable berkata:

    Wah ada kyuri couple y? kmarin aq s4 galau gr2 liat kiss kyu ama seo d musikal mrk. kok aq yg nyesek y liatx??? eh, crt yg ke 2 ama k 3 sad bgt thor, mataq amp’ brkaca2 bcx.

  18. Potterviskey berkata:

    Yang i love you itu asli deh bikin senyum2 sendiri. Dari lirik nya aja itu udah buat orang yang lagi fallin love. MV nya apalagi, ada pacar aku yang gak kalah ganteng sama chanyeol /re: hyunwoo/ /salah fokus/ xD
    aku belum denger yang lagu younha, vixx jugaa. Pertama baca judul; ini cerita nya pasti engga manis kaya i love you. Dan bener aja, yg terakhir itu nyesek:(

  19. soshiyulk berkata:

    Baru hari kamis kemaren selesai liat film Imissyou dan berharap ada ff nya dia. Ok sekarang berjumpa dengan ff eonni ini, daebak /bertepuk ria/? Tapi ending jan dibikin sedih dong eonTT cukup di IMY aja seungho nangis” terus/?
    Awalnya yang ff yuri-seunggi agak ga cocok eon, tapi baca lebih kedalam rasanya feelnya pas banget /ea
    Kalo buat kyuri no comment deh/? ㅋㅋ

  20. Bintang Virgo berkata:

    T_T
    banjir kak banjir..
    gara gara seunggi dan yuleon..
    dapat banget feelnya kak

    buat kakak 1000 jempol dah…
    (y)

Leave your review, don't treat me like a newspaper.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s