[FICLET] 224 – 143

224 143 copyAUTHOR : BAPKYR.

Title : 224 . 143

Cast : Kwon Yuri dan Lee Jongsuk

Genre : Romance, AU!

Rating : G.

Disclaimer : I JUST OWN THE PLOT AND IDEA.

No Plagiarism Please!

.

Aku menyukai angka.

Aku menyukai matematika.

Aku menyukai Kwon Yuri.

Dari ketiganya kini berdiri di hadapanku.

.

.

“Kau bilang kau menyukai angka?”

Aku mengangguk atas lantunan suara lembut itu. Dari bibir manis Kwon Yuri baru saja ia menyapaku. Beruntung? Tidak juga. Hari ini adalah prom-night party kami, yang artinya, tiga tahun sudah seorang Lee Jongsuk memendam perasaannya pada gadis selembut Kwon Yuri.

Aku tidak ingin berakhir sebagai pecundang dan menyesal di kemudian hari. Meskipun hasilnya masih samar, setidaknya aku sudah menyatakan perasaanku padanya beberapa hari sebelum aku mengajaknya ke prom-night sebagai pasanganku. Yeah, aku ini memang Si Peter Parker dari kisah Spiderman yang nasibnya tidak kunjung mujur. Kwon Yuri tidak memberikanku jawaban. Malah, hari ini kudapati ia berjalan bersisian bersama seorang pria kaya raya yang paling dipuja oleh seluruh gadis selama tiga tahun, Seo Inguk.

Kupikir harapanku pupus, tapi Kwon Yuri telah berdiri di hadapanku sekali lagi. Ia tersenyum dalam balutan gaun merah terangnya. Bibirnya yang tipis sangat menggoda mataku untuk tidak berkedip selama ia berdiri di sana.

“Kau bilang kau suka angka, Jongsuk-ssi?” Aku tersentak ketika ia bertanya kembali padaku. Terselip perasaan malu dan kikuk ketika aku mengangguk. “Kau lebih suka mana, aku atau angka-angka favoritmu?” Kata Yuri lagi.

Entahlah.

Aku merasa ini lebih sulit daripada soal olimpiade yang pernah kukerjakan semasa sekolah. Aku menyukai keduanya sehingga menyebalkan berada di antara dua pilihan sulit seperti ini. Aku memeras otakku, berharap agar Yuri mengulurkan tangannya dan mengeluarkan aku dari keadaan yang tiba-tiba terasa seperti penjara untukku.

Tapi yang kudengar malah tawa renyahnya. Ia menertawaiku, siapa lagi?

Kwon Yuri, tidak mengatakan apapun setelah ia puas dengan kekehan kecilnya. Aku berhadapan dengannya, aku tidak terlalu jelek sehingga aku tidak perlu malu ketika aku berada sedekat ini dengannya. Walaupun tidak sekaya atau sepopuler Seo Inguk, aku cukup mahir untuk mendapatkan hati wanita, jika aku mau. Kendalaku selama ini hanyalah, tidak setiap wanita menyukai apa yang kusukai. Yeah, mereka hanya menyukai angka dalam selembar kertas yang dapat ditukarkan dengan barang-barang di sepanjang Dongdaemun.

Itulah wanita yang kutahu.

Jadi kalau saat ini Kwon Yuri menolakku, aku hanya maklum.

“Jawaban yang kau tunggu selama seminggu, ada di dalam.” Yuri menyerahkan selembar kertas berwarna biru langit padaku. “Bukalah di rumah. Nikmati pesta ini dulu sampai akhir.” Katanya lagi. Sebelum aku dapat membalasnya atau sekadar tersenyum, ia sudah memunggungiku. Gadis itu sudah bergabung bersama teman-teman wanita berisiknya dan—mungkin saja—mereka mulai bergosip tentangku.

.

.

Aku berjalan di sepanjang koridor dengan gamang. Sudah dua hari sejak pesta akhir tahun tersebut dan aku malah tidak merasakan esensi dari pesta tersebut sama sekali. Sejak aku membuka surat biru langit dari Kwon Yuri, aku seperti dibodohi.

Aku menjadi seperti seratus kali lebih idiot dari sebelumnya.

Kalau kubaca kembali surat tersebut, perutku akan meletup-letup. Aku tidak tahan untuk tidak mencari apa maksudnya.

“224-143? Apa ini nomor teleponnya atau sesuatu seperti itu?” Aku mulai berspekulasi. Jujur saja, semua buku matematika, statistik dan rumus-rumus sains penting telah kubuka dan kujelajahi lembar demi lembarnya, tapi aku tidak menemukan apapun.

Aku mencoba mengadu peruntunganku dengan internet. Aku membuka semua situs yang sekiranya dapat membantuku memecahkan kode ini, tapi tidak ada satupun yang bisa. Ketika aku akhirnya menyerah, di sinilah aku sekarang. Berjalan gamang di sepanjang koridor sekolah yang seharusnya bukan sekolahku lagi.

Pesta kemarin merupakan pesta terakhirku bersama seluruh siswa dan siswi yang kukenal di sekolah ini. Mereka akan bepergian masuk universitas setelahnya. Termasuk Yuri. Kudengar dia akan pergi ke Paris, mengejar impiannya sebagai desainer.

“Apa ini ada hubungannya dengan dunia desain?” Aku kembali memutar otakku. Rasanya aneh. Aku yang selalu berbicara bahwa aku menyukai angka, kini dipermalukan oleh angka-angka tersebut sendiri. Terlebih di depan Yuri.

Yang membuat aku semakin benci terhadap persoalan ini adalah, Kwon Yuri memberikan ini sebagai jawaban atas pernyataan cintaku beberapa saat yang lalu. Heol, ini membuatku frustasi.

Ah, omong-omong, Kwon Yuri akan pergi dari Korea sekitar tiga hari dari sekarang. Dan ini semakin membuatku gila.

Waktu juga angka. Dan untuk pertama kalinya, aku merasa begitu benci pada angka-angka ini. Juga Kwon Yuri.

.

.

“Kalau kau tidak suka padaku, kau seharusnya berbicara terang-terangan.” Kataku penuh amarah. Aku tidak peduli lagi kalau aku sekarang berada di bandara, di depan Kwon Yuri dan koper besarnya. Rasa frustasi tidak bisa kututupi lagi. Aku sebenarnya tidak ingin seperti ini, tapi segalanya mustahil setelah kucoba.

Alih-alih meminta maaf, Kwon Yuri malah terkekeh kecil di hadapanku. Gigi-giginya yang rapi seolah sedang ia pamerkan padaku. “Jongsuk-ssi,” Katanya. “Aku akan pergi selama dua tahun, dan itukah ucapan selamat tinggalmu?”

Ani, Kwon Yuri-ssi, kau memberiku sesuatu yang tidak dapat dicerna. Bagaimana bisa angka 224.143 ini adalah jawabanmu? Kau memberiku pil depresi jika aku tidak dapat menggali jawabannya darimu sekarang juga.”

“Jadi kau ke sini, untuk mendengarkan jawabanku atau memberi ucapan terakhir sebelum aku pergi?”

Aku memasukkan tanganku ke dalam saku. “Aku sudah tahu aku tidak seharusnya ke sini.” Gumamku rendah. Kwon Yuri mungkin mendengar, tapi aku sudah tidak peduli. Sama tidak pedulinya saat aku melihat ia tersenyum lembut padaku.

“Jongsuk-ssi, terima-kasih.” Katanya. “Kau sudah datang sejauh ini, mengatakannya dengan jujur, untuk semuanya aku ucapkan terima-kasih. Tapi aku tidak berniat memberitahukan arti dari angka-angka itu padamu. Aku hanya ingin mengingatkanmu, kadang, kalau ingin tahu sesuatu kau harus berhenti menggunakan otakmu sebentar dan mulailah gunakan hatimu. Tidak semua angka adalah rumus dan bilangan pasti.”

Kwon Yuri tersenyum lagi padaku. Ia memulaskan warna merah muda pada bibir tipisnya. Warna merah muda itu adalah warna terakhir yang aku lihat dari dirinya saat ia berbalik. Ia tidak mengatakan selamat tinggal, ia tidak menggenggam tanganku, ia bahkan tidak pernah memberitahukan perasaannya padaku.

Tapi cukuplah, kurasa.

Setidaknya ia masih ingat untuk berkata, “temui aku dua tahun lagi di kebun belakang sekolah, jika kau tahu jawabannya. Jika tidak, lupakan.”

.

.

-Dua tahun kemudian-

Masih ingat soal 224 – 143 yang diberikan Yuri?

Untuk alasan itulah aku berdiri di bawah sebuah pohon rindang belakang sekolah. Aku menunggu seorang gadis yang katanya akan kembali hari ini. Aku tidak tahu berapa lama lagi aku harus menunggu karena aku tidak tahu tepatnya pukul berapa ia tiba di Korea. Tapi setidaknya, aku sudah menepati janjiku.

Aku memecahkannya.

Semilir angin musim gugur yang dingin membuatku menggigit, tapi tidak lama, karena setelahnya seseorang menjatuhkan mantel tebal padaku. Aku mendongak dan mendapati sosok gadis yang begitu cantik duduk dengan anggun di sisiku.

“Yu—Yuri-ssi?”

Aku terpana. Memang. Ia tampak lebih dewasa dan lebih anggun daripada sebelumnya. Senyumnya tidak pernah berubah, begitupun tatapan hangatnya padaku. Saat aku akan menyapanya. Ia membuka telapak tangannya padaku, mulutnya mengerucut dan matanya seolah memohon sesuatu.

“Kau kemari karena sudah mendapatkan jawabannya, atau kau kemari hanya karena kau sedang iseng?”

Kini giliran aku yang tersenyum. “Apa menunggu di tengah cuaca dingin seperti ini menurutmu adalah pekerjaan iseng?”

“Jadi kau sudah tahu?”

“Tidak, tidak sepenuhnya.”

Yuri menunjukkan raut kesalnya padaku. “Lalu kenapa kau kemari, Jongsuk­-ssi!”

“Setidaknya aku tahu kalau kau mencintaiku. Itu sudah cukup. 143, I love you.”

Aku melihatnya, rona merah di pipi gadis cantik itu. Aku tidak pernah melihat Yuri yang tersipu seperti ini di depan seorang pria. Meskipun itu Inguk, aku tidak pernah melihat wajah Yuri tiba-tiba saja menjadi merah seperti udang rebus. Ingin sekali rasanya kucubit pipinya sambil berkata bahwa dia tidak perlu malu karena sebenarnya aku juga sedang tersipu malu saat ini.

“Katakan, itu benar ‘kan?” Kataku, meminta penegasan. Tanpa perlu kutanya dua kali. Yuri mengangguk. “Benar, kau benar. Kau membutuhkan dua tahun untuk hal sepele seperti ini, Jongsuk-ssi, sebenarnya aku agak kecewa.”

“Siapa yang bilang dua tahun? Aku segera menyadarinya setelah pesawatmu lepas landas. Aku menunggu dua tahun untuk hari ini, ini lebih mengecewakanku sebenarnya.”

Yuri memilin bajunya. “Mian.” Katanya.

“Kau mulai menggunakan banmal.”

Wae geurae? Kau dan aku bukan orang asing lagi setelah hari ini. Membiasakan diri dengan banmal kurasa cukup bagus.”

“Setidaknya panggil aku Oppa jika kau ingin menggunakan banmal.”

Em, akan kupertimbangkan.” Goda Yuri. Aku mulai memberanikan diriku, melingkarkan tangan di pundak Yuri. Ia menyandarkan kepalanya di bahuku. Aku menyelimutinya dengan mantel besar yang ia bawakan untukku. Bersama-sama, kami menikmati musim gugur yang dingin hari itu. Daun-daun kuning berjatuhan dan beberapa kali tertiup angin kemudian menjauh ke tempat yang lain.

“Kau benar-benar tidak tahu arti dari 224, Oppa?” Kata Yuri.

Aku mempererat tanganku di pundaknya. Perasaan ini adalah perasaan yang kutunggu sejak dua tahun lalu. Jenis perasaan yang tidak akan pernah kulupakan sepanjang hidupku. Aku berbisik di telinganya. Kemudian ia tertawa geli dan memukuli pahaku dengan ringan.

Langit kemudian menjadi redup.

Senja sudah hampir menyapa.

“Tentu saja. 224 Two-two-four. To-day, to-morrow, for-ever. 143, I-love-you.”

.

.

Question

Berapa Y, jika Y < 3 dan Y > 8 ?

Answer

Logika : Mustahil. Tidak ada nilai Y yang kurang dari 3 namun lebih dari 8.

Intuisi : Ada, satu.

Y = Yuri.

 Yuri < 3 ; Yuri > 8

‘Yuri lebih dari cinta; Yuri selamanya’

.

Rumus baku oleh : Lee Jongsuk.

Diperuntukkan bagi pemuda-pemudi yang sedang jatuh cinta.

.

.

FIN

.

.

Sekadar tambahan buat yang bingung.

1-4-3 itu kepanjangan dari Huruf I Love You. ( I ada satu huruf, LOVE ada 4 huruf dan You ada 3 huruf, maka 143) >> Kalau yang tahu Henry Suju-M pasti tahu deh 143 itu apaan.

2-2-4 Itu kalau dilafalkan dengan bahasa inggris jadi Two-Two-Four. (dibaca Tu-Tu-For) Karena cara baca suku pertamanya yang mirip, maka 224 sudah dikenal sebagai singkatan dari Today, Tomorrow, Forever. (Cara bacanya Tu-day, Tu-moro, For-eva >> suku pertama masing-masing kata itu mirip sama cara pelafalan 224 makanya diciptakanlah bentuk singkat seperti itu)

 Y < 3 itu maksudnya Yuri lebih dar cinta (❤ itu kalau ditulis tanpa spasi, jadi emoji bentuk hati gitu. identik sama cinta )

Y > 8 itu artinya Yuri selamanya. 8 adalah simbol ‘eternity’ atau simbol keabadian karena bentuknya yang tidak memiliki sudut. (Tau infinite? Nah lambang boyband infinite make simbol rantai semacam angka 8 horisontal juga.) 8 juga bermakna, selamanya.

Nah, sekian. Ini adalah kali kedua aku bikin FF yang berunsur utama angka-angka dan matematika setelah 1/0 (Chanbaek Fanfiction)

Semoga suka. Karena pada dasarnya aku sangat suka matematika dan sangat suka menulis. Daripada ilmu matematika ga dipakai, makanya aku kait-kaitkan di sini. hehe.

Review ditunggu.

TOZ SOON!

 

73 thoughts on “[FICLET] 224 – 143

  1. EKHA_LEESUNHI berkata:

    Kyahhh Jongsuk oppa…yuri tu ngasih angka yg simple sbnernya cuma dy terlalu stress mkirinnya. Kadang emang benar orang yg lebih kuat ke hitungan tu logika n hatinya kadang agak lamban jalannya hahahah kece…seenggaknya ada pelajaran gt deh yg bisa diambil dari FF ini.

  2. lcr1227 berkata:

    chacha~ @exohbeat here unnie~
    halo ^^ reader baru nih ^^ Thanks buat temen yang nyaranin ff ini ke aku ^^
    and then, for this,
    daebak. 143 sih tau pas awal, tapi ga ngeh pas liat 224-_- aku kira kode ato apalah itu~
    Salam kenal ya eonn. aku 99l~ lol~
    semoga di lain kesempatan bisa ketemu dan ngobrol //?

  3. Kwon Yul Yul berkata:

    Wah kak, gak kepikiran dah tuh yg 224, daebbakk bgt ff nya, ff logika gitu , 100 jempol deh buat kak nyunn😀

  4. nana berkata:

    aduh..
    Gila eon, gila..
    Ceritanya romantic abis,
    angka2 itu buat aku penasaran eon, tpi trnyta diblik angka trselip huruf yang indah. Dan rangkaian kta yg indah.
    .
    Semangat buat eoni ne.

  5. Dhea Kwon berkata:

    Aaaaaaa!! JongSuk!! Akhirnya nemu juga ff jongsuk-yuri #ciumkaknyunlagi
    Huuaa!! Cooocwiiit.. Keren dah!!
    Aku sih cuma ngeh pas bagian 143 Doang.. Hehe

    D’tunggu klanjutan Orion nya eonn~~

  6. iflashbaek berkata:

    sampe beberapa detik yang lalu sebenernya gatau sih artinya 224 itu apa hhehe
    dan ini.. ternyata ada orang yang bisa gabungin matematika2an sama beginian? you amazed me

  7. Luluu berkata:

    Kaknyun! Ini keren! Banget! Aku bahkan gatau 224.143 itu apa ampe bagain ending nya! Hihihi.. mereka sweet ya :3 benerbener good story!
    Keep writing kaknyun~~

  8. SSY_ELF berkata:

    posternya foto film ‘no breathing’ ya eon? foto Inguk dipotong…
    224.143? kupikir apaan… keren!! eonni emang jenius!!
    aku juga suka bgt fell romancenya…
    “Yul-Suk” aku suka <3…
    btw, biasanya(?) Jongsuk bakal memainkan karakter kaya raya dan idola para yeoja… tapi disini kebalik sama Inguk*haha… tapi ttp suka kedua oppa ganteng ini kok…

    Eonni Jjang!!

  9. minyul generation berkata:

    Keren eonnie,,
    Sanggup a mereka sama2 nunggu slama 2 taon,,
    “̮ ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ “̮ ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ “̮
    Eonnie jjang!!

  10. intan berkata:

    Keren eon, aku malah baru tau setelah baca ff ini -_- ya ampunn gua kudett amat ya?? -_-”
    Hehehe, daebak kak ceritanya😀

  11. dede berkata:

    Hay kak nyun,,,

    Aaaaaa pertama aku uda ngeh yang 143 itu tapi yang 224 nggak ngeh sama sekali.
    Pas di jelasin baru ngerti dan itu manis sekaliiiiii
    Aku jadi mau bikin gitu sama calon pacarku nanti HAHAHA xD

    Semangat ya kak nyun :))

  12. Anonym berkata:

    Hahaha sumveh aku gatau arti 224 143 itu apa -_- tapi pas baca a/n jadi ngerti😀 keren banget hihi :3 kaknyun suka matematika? Aku juga dulu tapi sebelum SBMPTN dimulai /nggaknanya/ hahaha nice fic kak😀

  13. Choiindah berkata:

    Daebak eonni keerenn bisa hapal rumus matematika,aku aja bingung.,Awalnya aku kira itu kode apa gitu,,eh trnyata itu perasaanya yuleon ke jongsuk

Leave your review, don't treat me like a newspaper.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s