[Vignette] Lovesick

BAP - Lovesick - Daehyun (2)

Bapkyr productions :

LOVESICK

Starring

Jung Daehyun and Kwon Yuri

 [ Sad, Romance, Friendship, Canon, Teen ]

“It is hurt so much that i can’t hold in”

.

.

Kwon Yuri adalah gadis yang sangat baik. Perangainya manis dan bersahaja. Ia mudah sekali bergaul dan akrab dengan beberapa orang yang baru ia kenal karena perangai menyejukkannya tersebut. Ia tidak pernah mendendam atau menyisakan dengki terhadap mereka yang iri akan keindahan figur dan perangainya.

Ia tidak ambil pusing.

Kwon Yuri adalah sosok yang sangat kukagumi sejak aku pertama kali bertemu dengannya. Seperti dirasuki setan, aku selalu memikirkannya kala siang menjelang dan takut kehilangannya saat malam datang.

.

Tapi ketika aku terbangun di pagi hari, aku bertanya-tanya. Untuk apa aku takut kehilangan seseorang yang sebenarnya tidak pernah kumiliki?

.

Without you, you’re my love sick
Because you’re not here, I’m..

(BAP – Lovesick)

.

Seperti hari-hari yang lain, aku tersuruk masuk di dalam kenangan-kenangan lama. Sebagian dari fungsi otakku masih berenang-renang di dalam kehangatan mimpi sebagai buah delusi dari rasa sukaku pada Kwon Yuri.

Memendam perasaan itu ternyata tidak nyaman, ya?

Aku berani membuka kilatan memoar masa lalu ketika waktu break panjang dari pekerjaan baru kuterima. Saat-saat seperti ini, Yuri datang dua tahun yang lalu. Membawa sebuah bekal makan siang, ia menghujaniku dengan sejuta pujian soal penampilan debutku bersama B.A.P—jika kau rajin menonton acara musik, maka kau tahu siapa aku, Jung Daehyun.

Kwon Yuri bukan temanku, sialnya. Ia adalah sahabat karib dari Youngjae dan aku mengenalnya karena itu.

Kwon Yuri bukan siapa-siapa untukku. Namun ia bertindak seolah ia adalah benang merah dari arti keseluruhan dua puluh dua tahun hidupku. Ia membuat beberapa bagian dari jiwaku yang tadinya mati, menjadi menyala-nyala. Ia membuat beberapa fungsi otakku yang beku, menjadi hangat karena senyumannya.

Setelah ia menghidupkan nyala api dan mengencangkan sekrup kehidupan pada diriku, gadis itu pergi. Seolah semuanya tidak pernah terjadi; seolah dia tidak pernah ada; seolah aku bukanlah siapa-siapa.

Memangnya aku siapa?

.

I need u
Without you, I’m in pain, lovesick

(BAP – Lovesick)

.

Menjamu tamu adalah hal yang biasa terjadi di asrama kami. Tapi menjamu Kwon Yuri setelah kepergiannya dari hidup kami selama dua tahun, tentulah tidak bisa dikategorikan sebagai hal yang biasa. Aku harus berterima-kasih pada Youngjae dan manajer Kang soal kesediaan mereka membawa Yuri kemari untukku.

Di balik dinding-dinding putih ini, tidak ada satupun dari kami yang tidak tahu bagaimana perasaanku pada Yuri, kecuali gadis itu sendiri.

“Apa aku terlambat mengucapkan selamat atas comeback stage kalian?” Yuri tertawa seraya membuka tutup botol soju yang dibawanya. Bunyi desisan panjang bergema begitu ia berhasil memisahkan tutup botol tersebut dari wadahnya. Buih memenuhi tangan putihnya. “Kuharap aku tidak.”

Ia membuat buih itu terbagi rata di dalam gelas-gelas (kecuali gelas Junhong tentu saja.) Yongguk adalah yang pertama mengajak bersulang begitu ia mendapatkan gelas penuh soju di tangannya. Sedangkan aku—seperti biasa—adalah yang terakhir mengangkat gelas ke udara.

“Untuk B.A.P!” Kata Yongguk.

“Untuk B.A.P!” Kami bersahutan.

Tawa riang memenuhi ruangan kami ketika Himchan mulai menyediakan berbagai gag ringan dan kisah-kisah jenaka soal apa yang telah kami lewati sejak debut bersama-sama. Tak jarang ia menceritakan berbagai kekonyolanku sehingga Yuri tertawa karenanya.

Jam demi jam sudah berlalu dan saat ini kami sudah kepayahan dengan efek dari soju. Yongguk dan yang lain sudah permisi terlebih dahulu ke kamar tidur. Sementara aku, yang saat itu tidak bisa minum terlalu banyak (karena disibukkan dengan menatap wajah Yuri) kini adalah yang paling bertanggung-jawab untuk mengantarnya pulang.

Ia tinggal cukup jauh dari sini, jadi gadis itu berencana untuk menginap di hotel malam ini. Aku mengantarnya ke hotel terdekat.

“Daehyun-a, Apa aku mabuk?” Katanya, ketika kami duduk bersisian di dalam mobil. Aku memegang kendali penuh atas mobilnya. Sementara ia duduk dengan lemas di kursi penumpang di sampingku. Rambutnya yang indah menutupi separuh dari wajahnya, tapi bagiku itu tidak mengganggu. Toh, ia masih tetap terlihat cantik.

“Kelihatannya begitu.” Ujarku.

“Apa aku hanya mabuk atau aku benar-benar mabuk?”

“Kau berbicara seperti ini artinya kau sudah benar-benar mabuk.”

“Ah, bagus sekali!” Ia tiba-tiba tertawa jenaka. Aku menyembunyikan diriku dari ekspresi heran.

“Apanya yang bagus sekali?”

“Setidaknya aku tidak merasa sakit saat ini.”

Masih heran, aku tetap bertanya. “Sakit? Kau sedang sakit?”

“Sesak ketika tertawa. Menangis tanpa tahu apa penyebabnya. Limbung saat tanah yang kupijak tidak bergerak. Aku merasakan itu semua setiap hari selama dua tahun. Aku sudah sakit.”

Aku menghentikkan laju kendaraan ketika Yuri mulai menyeka sebutir air matanya. Ia semakin tengelam di balik sabuk pengaman yang dipasang diagonal di depan tubuhnya. Kepalanya bergerak sedikit untuk menyembunyikan air matanya, tapi sesungguhnya dia sudah terlambat. Aku sudah melihat semuanya.

“Apa yang membuatmu seperti ini?” Tanyaku.

Sejurus kemudian aku terhenyak dari semua mimpi indahku. Waktuku seakan berhenti berputar dan dunia tidak lagi memiliki gravitasi yang cukup untuk membuat hatiku utuh. Satu sekon adalah waktu yang cukup untukku menyadari bahwa seharusnya aku tidak pernah menanyakan hal tersebut.

 

“Cinta. Cintaku pada Yoo Youngjae. Cinta yang tidak pernah terbalaskan.”

.

Hug me, who is in pain
I only look at you alone

(BAP – Lovesick)

.

Aku kembali pada titik rendah kehidupanku sebelumnya. Di mana warna itu hitam. Di mana cahaya itu gelap.

Yuri sudah tidak berada di dekatku. Tidak juga menghilang dalam kesehariannya yang menurutnya menyenangkan. Ia pergi ke kehidupan barunya di benua lain. Meniti apa yang tidak ia sukai menjadi apa yang akan membuatnya melupakan Korea dan Yoo Youngjaenya.

Cinta itu selalu berubah dan aku tertinggal di belakang.

“Tidak makan?” Himchan mengembalikanku dari dekapan masa lalu. Aku hanya mengerling sebentar kemudian menyantap burger keju yang sebenarnya sama sekali tidak terlihat enak. Yongguk beberapa kali mengajakku bicara dan Youngjae sesekali membantuku.

Pemuda itu tidak tahu soal perasaan Yuri padanya. Sama seperti Yuri tidak tahu bagaimana perasaanku padanya.

“Yuri tidak akan pulang untuk waktu yang lama. Kuharap kau masih tetap setia mencintainya. Kau adalah yang paling kuinginkan untuk menjadi kekasih gadis itu.”

Youngjae berbicara ketika kami bertemu di toilet. Mungkin wajah murungku selalu ditangkapnya setiap hari. Atau mungkin, isakan tangisku tiap malam dapat didengarnya dengan jelas.

Aku menatap wajahku di cermin, mengingat kembali bagaimana Yuri menangis di dekatku.

 

Cinta. Cintaku pada Yoo Youngjae yang tak terbalaskan.

 

“Apa hubunganmu dengan Lee Sena baik-baik saja?” Aku mengalihkan topik.

“Tentu. Kenapa kau bertanya?”

“Tidak,” aku membayangkan seolah aku berada di posisi Yuri. Lalu dadaku tertusuk setelah mendengar Yoo Youngjae bicara. “Tidak apa-apa.”

“Daehyun-hyung, belakangan ini kau selalu murung. Aku ingin menghiburmu. Jika ada yang kau butuhkan, kau bisa menghubungiku. Aku akan melakukan apa yang aku bisa jika itu ada kaitannya dengan Yuri.”

Youngjae adalah malaikat. Dan di waktu bersamaan, dia adalah iblis yang baru saja mencacah hatiku seketika. Aku masih mendalami karakter Yuri dan aku langsung menyadari jika apa yang aku rasa, tidak sebanding dengan apa yang gadis itu rasakan.

Menjawab merupakan hal yang belum bisa kukuasai sekarang. Jadi aku hanya menggeleng, mengedikkan bahu dan menepuk pundaknya.

Aku pergi lebih dahulu dari toilet dan menyesari lorong dengan perasaan gulana. Mungkin wajahku menyiratkan rasa menyerana, tapi sesungguhnya itu bukan seluruhnya gambaran dari perasaanku.

Separuhnya adalah perasaan Yuri.

Perasaan soal bagaimana sakitnya rasa cinta yang tidak terbalaskan.

.


It hurts so much that I can’t hold it in.

(BAP – Lovesick)

.

.

[ fin  ]

Halo!

Lama gak bertemu di project Kwon Yuri ya. Hihi. Belakangan aku banyak mendapat pertanyaan setipe “Kak, kenapa udah jarang post FF Yuri?”

Simpel, aku orangnya moody. Setahun belakangan fokusku sudah tersedot sempurna ke sosok Yuri lewat comeback IGAB. Dan tahun ini, B.A.P kembali menarik aku buat fokus pada mereka dengan comeback 1004-nya. Jujur aja, fandom utama aku memang Baby jadi aku makin fokus ke B.A.P belakangan ini. Dan lagi (maaf) aku gak bisa fokus ke comeback dua group meski SNSD juga comeback. B.A.P lebih penting buat aku :p (maklumlah aku bukan sowon)

Jadi biar clear, aku jelaskan di sini. Aku gak akan berhenti posting ff Yuri kok. Cuma sampai waktu yang tidak ditentukan, aku masih fokus sama B.A.P dulu.

Tanggal 15 Maret kemaren, itu tepat ulang tahun Blackpearl Fairytale lho! YEAY, SELAMAT ULANG TAHUN! ((telat abis)) ((salahin aja Himchan bikin lupa gini))

Nah, dengan tidak mengurangi rasa hormat, diumumkan pada semua pembaca blog ini bahwa ke depannya, aku tidak hanya akan membuat FF Yuri saja di sini. Aku akan melebarkan sayap dengan membuat beberapa FF Non Kwon Yuri juga sebagai wadah pengembangan kemampuan menulis aku. Oh, tapi tenang aja, gak ada cast cewe lain selain Yuri di sini, kalaupun ada, aku pake OC kok. Aku gak bisa dapet ilham kalau pake cast idol perempuan lain selain Yuri atau original character buatan aku sendiri. Hihi.

Semoga pembacanya tambah banyak deh dengan gebrakan ini. Yuk sama-sama berdoa. Yah, siapa tahu Blog bisa jadi segede FFIndo gitu ((ngarep)) ((dirajam))

Sekian. Dan oh! Fyi, Lovesick ini juga sudah pernah di-publish di IFK dengan judul sama dan Cast cewe yang berbeda. (aku make OC di sana) Jadi jangan kaget kalau lagi jalan-jalan di IFK dan nemu FF aku di sana :p

Sekian dan salam!

Kaknyun.

Iklan

37 thoughts on “[Vignette] Lovesick

  1. Kangen sama eonni {{}}
    lama gak baca ff eonni, dan akhirnya baca jg yg ini, ff chapternya udh ketinggalan jauh mesti ngebut nih bacanya
    duhh eon, aku berasa gimana gitu pas yuri cerita perasaannya ke daehyun kasian dia /puk puk/
    keep writing eon~

  2. Yuri suka Youngjae, Daehyun suka Yuri…
    Yuri gak tau perasaan Daehyun, Youngjae gak tau perasaan Yuri…
    #Nyesek#nangis dipelukan Himchan T^T

    Yak! Daehyun oppa babo!*dibunuh baby.. kenapa gak bilang aja perasaannya ke Yuri eonni, huh?! siapa tau Yuri eonni bisa melupakan Youngjae oppa tanpa harus minggat ke benua lain?!!

    Fighting eonni! semoga blognya makin KECE, ff on going-nya dilanjutkan, semoga ff tentang uri Yuri eonni diperbanyak dan happy ending semua#ngarep XD
    Sayang aku gak dapet feel kalau baca ff dengan cast yang OC, kecuali Kyuhyun dan Minho hahaha…
    tapi kapan2 aku coba baca deh…
    #Mian cuap2 aku semakin panjang-_-

    terakhir… Eonni Jjang!!

  3. keren ka nyun aku juga baru mulai suka sama B.A.P *telat suka*
    jadi baru mulai cari cerita tentang mereka wkwkwk
    aku suka ceritanya meski sad ending, keep writing ^-^

  4. Annyeong, aku reader baru di kyr fanfic.
    Eonni jjang! Ceritanya menyentuh banget, padahal baru pertama kali baca ff dengan pair B.A.P Yuri.
    Keep writing eon^^

  5. OMG KAKNYUN XD

    judulnya mengingatkanku sama lagunya TaeTiSeo yang Love Sick xD
    well kaknyun aku suka dari cara kaknyun nulis, kakak bisa menyampaikan dengan baik isi ceritanya dan itu yang buat aku ngubek2 blog kakak ini xD

    ditunggu ff daebak selanjutnya ya kaknyun! 😀

  6. Bgus kak nyun.
    Aku emang wktu itu kya ny prnh buka lovesick yg di ifk dg cast cewe ny bukan yuri, jadi aku gk bca smpe ahor hehe.
    Aku lanjutin disini deh

Ain't a selfie, don't just look, write something

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s