[Ficlet] 00.00 KST

00

KIM HIMCHAN SPECIAL BIRTHDAY GIFT!

HAPPY BIRTHDAY FOR KIM HIMCHAN!

00.00 KST

.

Cast : Kim Himchan [B.A.P] & Park Chorong [Apink] | Sad, Angst, AU, G. |

Do not take my things without permission!

.

Happy Reading!

.

.

.

Chorong baru saja menutup buku-buku tebal. Dilihatnya jam dinding yang tergantung apik di permukaan tembok krem, pukul sebelas lebih empat puluh lima menit. Chorong menghela napasnya, mengurai embusan karbondioksida dengan desahan dari bibir kecilnya kemudian. Ia mendudukkan diri di sofa, bersungut-sungut. Lantaran ia jengah, kini jemarinya sudah menari di atas panel tombol ponsel layar sentuhnya. Suara-suara jenaka dari permainan ringan yang tengah ia mainkan bergaung di ruangan sepi tersebut.

Tapi bosan itu tidak lekang jua.

Kring,

Telepon rumahnya berdering. Chorong menggeser tubuhnya lebih dekat dengan sumber suara, kemudian mengangkat gagang teleponnya. Lantunan nada merdu dari seorang pemuda di seberang telepon, menyebut namanya dengan lembut.

“Kau belum tidur, Cho?”

Chorong mengangguk, lantas terburu-buru menyuarakan ‘iya’ karena ia sadar, Himchan—mantan kekasihnya, tidak mungkin melihat anggukan tersebut dari balik telepon rumah.

“Sebentar lagi ulang tahunku, Cho.”

Suara lembut pemuda itu bergaung di dalam telinga Chorong. Gadis membentuk lengkung indah dengan bibirnya saat ia berkata,

“Aku tahu.”

Chorong tengah berkelana dalam kenangannya sendiri—bertemu Himchan, jatuh cinta padanya, kemudian berpisah karena jarak—ketika suara lelaki tersebut kembali terdengar di gendang telinganya.

“Aku tidak minta hadiah.” Katanya. Chorong terdiam sebentar, menggelung surai-surai hitamnya asal sembari mencoba menebak ke arah mana pembicaraan ini akan bermuara.

“Itu aku juga tahu.” Kata Chorong pada akhirnya. Chorong melirik jam besar di dinding, pukul sebelas lebih lima puluh lima menit.

“Aku tidak suka acara tiup lilin.” Himchan berbicara terus-menerus, tanpa henti. Chorong menyahutinya dengan beberapa kalimat pendek.

“Oke, aku akan mengingat itu juga.”

“Jangan tiup terompet.”

Noted.”

“Aku tidak suka nyanyian selamat ulang tahun.”

“Baiklah,”

“Jangan membangunkan aku tengah malam buta.”

“Oke, sudah kuingat.”

“…”

Tidak ada banyak suara terdengar lagi dari bibir Himchan di ujung telepon yang lain. Chorong mengerutkan dahinya,

“Tidak ada lagi?”

“Aku masih punya satu,” ujar pemuda tersebut.

Fine, aku mendengarkan,”

Terdengar desahan napas panjang yang luar biasa penat dari bibir Himchan saat itu. Chorong ingin bertanya tapi ia sudah berjanji akan mendengarkan terlebih dahulu. Tinggal beberapa detik lagi sebelum tengah malam, dan Chorong seharusnya sudah mempersiapkan banyak ucapan selamat untuk pria tersebut, jika Himchan tidak tiba-tiba menelepon.

“Tahun ini, jangan menangis Cho,” Himchan bicara begitu saja, diiringi gelengan tidak mengerti dari Chorong.

“Em? Kenapa?”

“Karena,” Himchan menyediakan jeda cukup panjang bagi gadis itu. Tapi Chorong tidak menyediakan banyak waktu untuk penasaran.

“Karena?”

Sekilas, tarikan napas yang cukup berat terdengar dari balik telepon. Chorong kemudian mulai merasa mual saat itu juga. Dilihatnya jam besar yang sudah berdentang dua belas kali dan alarm ponselnya yang sudah memunculkan barisan aksara berkedip dengan nama ‘Kim Himchan’s Birthday’ di atasnya.

Bibir gadis itu ingin sekali bergerak lembut dan mengutarakan kalimat selamat pada pemuda yang tengah berbicara padanya, namun kalimat tersebut terpenjara jauh di dalam pangkal lidahnya. Memori buruk mendatanginya tiba-tiba, mengurung gadis itu dalam penyiksaan hebat yang datangnya begitu mendadak.

Ia melihat banyak orang dengan baju hitam, mengitarinya kemudian sama-sama menangis di sisinya. Chorong terperenyak saat maniknya mendapati sosok Himchan sejurus kemudian, tepat di hadapannya. Telepon sudah tergantung begitu saja, meninggalkan suara-suara berisik yang tidak dapat diartikan.

Manik kelabu Himchan menyoroti sosok Chorong yang gemetar. Buliran air bening menetes dari pelupuk gadis itu ketika Himchan membagi senyum hangat padanya,

“Jangan menangis Cho, pusaraku tidak akan menyeka air mata itu sama sekali.”

.

.

.

f i n |

.

.

.

[First, DO NOT ASK why there is no Kwon Yuri. This is HIMCHAN’s birthday fiction! And i am biased to him.]

Secondly, kenapa pendek? Well, ini ficlet. Dan aku masih punya dua ficlet lagi yang belum di post. Jadi wajar kalau pendek. Third, HAPPY BIRTHDAY KIM HIMCHAN!

You Are What Perfection Means!

-bapkyr

Iklan

38 thoughts on “[Ficlet] 00.00 KST

  1. Thor kenapa doyan bgt nistain(?) Himchan??
    spertinya suka bgt bkin ff sad ya haha
    baru kali ini baca ff cast bap m apink, suka suka kk keep writing author^^

  2. Keren !!
    Ini ff singkat banget tapi ngenaaa banget. Sesek nih bacanya. Keep writing author-nim^^ Aku baru pertama kali mampir kesini. lagi cari ff chorong, eh kesasar kesini. hehe

Ain't a selfie, don't just look, write something

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s