GHOST SLAYER RE:DO [2 of 4]

Ghost Slayer REDOA STORY BY BAPKYR (@MICHANJEE)

GHOST SLAYER RE:DO

| 2 of 4 |

Kwon Yuri [SNSD], Kwon Jiyong [Big Bang], Leo [VIXX] and Zico [Block B] | PG-13 (because of bloody scenes) | AU, Supernatural, Mystery, Dark, Romance, Family

Hantu juga punya selangkangan lho!”


Kuakui Jiyong cukup sinting ketika memutuskan membawa pria bernama Leo tadi ke markas utama Mansion alih-alih membiarkanku menginterogasinya lebih dulu. Alhasil, kini kewenangan istimewa tersebut diambil alih oleh Choi Seunghyun yang langsung membawanya ke ruangan mahaluas miliknya, memisahkan pria tampan itu dengan kami.

Victoria nampak senang karena mereka memiliki tamu spesial, namun aku dan Jiyong tak menyukai peluangnya. Jelas-jelas, Leo membicarakan sesuatu yang berkaitan dengan dunia bawah, Kingdom. Apalagi ia baru saja mengklaim dirinya sebagai sepupu Jiyong, yang berarti bisa jadi saudara iparku. Memacari anak manusia dari raja iblis saja sudah aneh, masa sih aku harus berhubungan dengan yang lebih edan lagi? Ayolah!

Saat pintu ruangan Seunghyun terbuka lebar, aku berdiri setegap yang aku bisa, menampik perasaan gelisah yang sudah merayapiku sejak bermenit-menit lalu. Keluar dari sana pertama kali adalah Seunghyun, disusul dengan Leo yang kerepotan menarik-narik jubah hitamnya yang kerap terinjak-injak saat ia berjalan—nah ‘kan? Ada yang lebih idiot dari Jiyong.

Keduanya lantas memandangi Jiyong, sementara kekasihku itu membalasnya dengan senyuman asimetris. Aku tak perlu diberitahu kalau hubungan dua pria tampan ini benar-benar tak baik. Jiyong tidak mengenal Leo, tapi Leo seolah sudah tahu banyak tentangnya, yang biasanya sih merupakan indikasi penguntit. Fakta bahwa Leo muncul di tengah-tengah reuni keluarga kecil kami di pemakaman juga merupakan bukti bahwa ia tahu betul tak ada tempat yang lebih tepat untuk memojokkan kami selain di sana, seolah ia sudah meneliti ini sejak lama. Aku tidak menyukai asumsi tadi. Sudah menjadi naluri wanita untuk tidak bersahabat dengan seorang penguntit.

Tapi yah, naluri itu juga yang mengatakan padaku bahwa sayang banget, Cin! Leo itu tampan!

Tolong, aku tidak perlu dikomentari di bagian itu. Hanya memuji sedikit kok, sumpah.

Netraku sedari tadi hanya bergulir untuk memandangi tegangnya aura Jiyong dan Leo, sampai akhirnya Seunghyun memutuskan untuk menginterupsi. Aku berada di bawah aura kepemimpinannya, menundukkan kepala, berjanji tidak akan memandang mata sang Allegra.

“Oke,” suara beratnya beresonansi di ruangan, memantul-mantul di dinding beton raksasa dan kembali ke telingaku dalam gelombang yang mengintimidasi. Aku tidak suka efeknya. Suara Seunghyun selalu membuat jiwa pembangkangku mendadak patuh bagai anak anjing sehingga ia dengan bebas mengontrolku. “Aku telah mendengar cerita lengkapnya. Akan kurangkum untuk kalian.”

“Tak perlu. Mendengarkan rangkuman selalu membuatku ingin tidur.” Jiyong memalingkan wajahnya ke arah jendela, melongok ke luar di mana sepasukan tengkorak sedang heboh berebut gigi palsu baru.

Sayangnya, Seunghyun tidak tertarik melihat makhluk tak berdaging. “Leo adalah putra dari Raja Iblis, dilahirkan dari pernikahan sang Raja yang kedua. Dia bungsu dari sebelas bersaudara—semuanya pria, dengan kata lain, dia adik kandungmu, Tuan Kwon.”

Yoohoo! Aku sudah menduga bagian itu, tapi sebelas? Yang benar saja! Kulirik Jiyong sebentar, nampaknya ia ingin muntah.

“Maksudmu aku punya sepuluh orang lagi yang bisa datang kapan saja dan memanggilku saudara?” tanyanya tak percaya. Tapi aku mau protes, ekspresi Jiyong terlalu berlebihan. Opiniku pribadi mengatakan bahwa sepuluh orang lagi serupa Leo kurasa tak masalah. Sepuluh roh tampan seharusnya akan baik-baik saja.

“Aku ingin bilang iya dan tidak di saat yang bersamaan,” balas Seunghyun. “Leo punya kabar buruknya. Sejak kejadian setahun lalu di mana Gate Kingdom dibuka dengan paksa, gerbang itu tak benar-benar bisa pulih kembali. Ada bagian yang malfungsi dan menyebabkan ketidakseimbangan di Kingdom. Raja Iblis sendiri diciptakan dari harmoni kekuatan yang berputar di dalam Kingdom, jadi ketika beberapa kekuatan tidak stabil, jiwanya tergoncang. Raja Iblis kehilangan kemampuannya untuk membawahi Kingdom. Kini ia bertindak sebagai penghukum, bukan pelindung Dunia Bawah. Singkatnya, ia mengamuk habis-habisan, membuat penghubung dunia nyata dan dunia roh perlahan menghablur. Merusak harmoni dua dunia secara keseluruhan perlahan-lahan.”

Aku ingin bertanya, lalu hubungannya dengan kesebelasan putera iblis tadi apa? Tapi niat itu kuurungkan segera. Seunghyun benar-benar serius, sampai-sampai aku bergidik ngeri. Firasatku menyebutkan bahwa akan ada petualangan besar dengan pertaruhan nyawa di lini depan sekali lagi. Dan entah mengapa, kurasa aku juga akan terlibat.

“Sepuluh saudara Leo, menjadi sarapan pagi dari ayahnya baru-baru ini. Hal itu terjadi begitu saja ketika mereka mencoba menekan kekuatan sang ayah. Leo berhasil menyelamatkan diri, dan ia menghubungi kita untuk mendapatkan bantuan.”

“Seunghyun,” Jiyong menginterupsi. “Aku paham keinginanmu untuk membantu, tapi dia ini roh! Makhluk yang seharusnya kaubawa kembali ke Kingdom, bukan teman curhat.”

“Aku berniat begitu, tapi kurasa itu sia-sia. Beberapa bulan belakangan aku menyelidiki trafik kemunculan roh dan fenomena aneh atas meningkatnya frekuensi pembasmian hantu di mana-mana. Penjelasan Leo hari ini membuat semuanya masuk akal. Ada dimensi, pintu-pintu sementara, yang muncul secara acak di dunia ini. Dimensi itu menghubungkan dunia dengan Kingdom, akses tol gratis untuk para roh yang menyukai petualangan. Kemunculan dimensi itu tidak akan berhenti sampai Raja Iblis normal kembali, atau setidaknya, bisa mengontrol para bawahannya yang membangkang. Selama Raja Iblis masih mengamuk, dimensi tersebut tidak akan pernah berhenti beroperasi. Batas antara dua dunia akan hilang, tidak ada batas antara yang hidup dan yang mati, dunia ini akan hancur.”

Aku sudah mendengar tentang kehancuran dunia berkali-kali, kadangkala disebabkan Global Warming dan mencairnya kutub utara, tapi aku sudah melihat yang lebih dahsyat—peristiwa satu tahun lalu. Kudengar, kekuatan Raja Iblis ketika murka setara dengan kekuatan alam untuk menghancurkan dunia. Satu tahun lalu, Chaerin hampir memanggil Raja Iblis ke permukaan dunia dengan membuka gerbang Kingdom secara paksa. Untungnya tidak terjadi, karena kalau si Raja betulan muncul, aku mungkin tidak bisa hidup hari ini.

Hal yang sama juga patut kuperhitungkan dari kisah Seunghyun. Jika Leo sungguh-sungguh menceritakan kejadian yang sebenarnya, maka melawan Raja Iblis adalah opsi terakhirku. Meski aku tak pernah bertemu langsung dengan sang Raja, kupastikan ia tidak bisa dininabobokan dengan dongeng Cinderella. Pria yang telah menelan sepuluh anak kandungnya tentu lebih berbahaya dari babi hutan agresif di musim kawin. Bahkan tak bisa dibandingkan.

“Untungnya, Leo datang dengan solusi,” Seunghyun tak nampak mencemaskan aku yang bergidik ngeri atau Jiyong yang kelihatan masih tak percaya ia memiliki adik semuda dan setampan Leo. Ia berbicara setelah menukar pandang dengan si Informan sebentar. “Raja Iblis tersusun dari energi Dunia Bawah, jalinan partikel-partikel positif dan negatif yang menyusun tubuh dan jiwanya. Saat gerbang Kingdom dibuka paksa setahun lalu, partikel positif yang ia miliki tercerai-berai, membentuk setidaknya puluhan pintu-pintu dimensi yang muncul secara periodik di tempat-tempat acak. Artinya, jika pintu-pintu itu dimusnahkan, kekuatan positifnya akan kembali pada sang Raja.”

Yeah, menutup pintu itu keahlianku!” tiba-tiba aku menjadi sangat bersemangat. Tadinya kupikir kami akan menghadapi sang Raja secara langsung, melakukan konfrontasi besar dengan ayah keji yang memangsa anaknya sendiri. Tapi kalau hanya menutup puluhan pintu, kurasa aku bisa melakukannya.

“Sayangnya,” uh-oh, Seunghyun belum selesai dengan penjelasannya. Kabar buruk. Kalau ia bicara setengah-setengah seperti tadi, artinya ada hal berbahaya yang akan menunggu kami. Aku menyesal menginterupsi. “Tidak sembarangan orang yang bisa menghancurkan pintu-pintu tersebut, bahkan Ghost Slayer terbaik pun. Karena karakteristiknya yang berupa partikel energi dari Dunia Bawah, hanya orang-orang yang memiliki kekuatan serupa partikel itulah yang dapat menghancurkannya. Artinya, hanya para roh kuat dan manusia yang memiliki darah sang Raja sendiri yang mampu.”

Aku melirik pada Leo. Kini jelas sudah kenapa ia meminta Jiyong secara khusus untuk melakukan pekerjaan ini.

“Cih,” Jiyong melipat kedua tangannya di depan dada seakan tak setuju dengan teori Seunghyun. Atau mungkin, ia setuju, hanya saja tak suka dengan peluangnya. “Artinya hanya ada dua orang yang memenuhi kualifikasi itu. Aku memang cukup kuat, Seunghyun, tapi menutup puluhan pintu bisa membuatku dehidrasi.”

“Siapa bilang hanya kalian berdua?” Seunghyun tersenyum. Aku jarang sekali melihat pria ini tersenyum lebar seperti ini, yang biasanya sih pertanda buruk. Ia pasti memiliki rencana, dan aku tidak menyukai bagaimana ia menatapku seperti pion kecil di dalamnya. “Kau masih memiliki Zico dan Yuri. Ia masih memiliki kekuatan cukup untuk menghancurkan pintu dengan sedikit bimbingan. Lagipula Jiyong, keduanya pernah jadi inang kekuatan iblis kau dan Chaerin, ada partikel energi yang masih tertinggal di dalam tubuh keduanya terlepas dari fakta bahwa mereka hidup atau mati. Itu memungkinkan kau mendapat dua bala bantuan lagi.”

Leo mengangguk, mengamini ucapan Seunghyun seolah ia sudah memrediksikannya. Victoria yang sedari tadi hanya berdiri di belakang Seunghyun bagai seorang bodyguard sekarang nampak seperti seorang sekretaris muda, menarik sebuah catatan kecil dari kantung celana jinsnya dan mulai menuliskan sesuatu dengan cepat di permukaannya. Entah apa yang dia pikirkan.

“Kau bicara seolah-olah kami setuju untuk diikutsertakan dalam kekacauan ini, Seunghyun,” Jiyong mencela, mempertanyakan eksistensinya.

“Selalu ada kontradiksi, dan sebagai Allegra aku bertugas menekan itu.”

“Secara tidak langsung kau mengatakan bahwa itu perintah.”

“Seperti itulah.”

Sudah lama sekali dari terakhir kali Jiyong dan Seunghyun berdebat, tapi ketegangan dan intensitas yang menguar nampaknya tak pernah berkurang. Ada pepatah mengatakan bahwa dua orang dengan kekuatan besar tak pernah bisa saling berkawan, dan kurasa itu ada benarnya. Meskipun nampak familier satu sama lain, Jiyong dan Seunghyun tak pernah benar-benar menyukai satu sama lain. Mereka ada dalam hubungan rumit kawan dan lawan.

“Victoria akan mengurus lisensimu untuk bertugas di lapangan kembali. Kalian akan dibekali beberapa peralatan kelas S untuk berjaga-jaga. Rencana A, B dan hal-hal teknis lainnya, kuserahkan penuh pada Leo. Kewenanganku sebagai Allegra akan melindungimu secara administratif 24 jam dari sekarang. Aku tidak bertanggung jawab untuk keselamatanmu dan hukuman apa pun yang timbul setelahnya.”

Kami didera sebongkah kesunyian. Ada ketidakpahaman di kerutan kening Jiyong, kebingungan di sorotan netraku, dan kebanggaan menyeluruh dalam ekspresi Seunghyun, seolah dia baru saja memenangkan pertandingan mental dengan kami. Jujur saja, aku tak mengerti apa maksudnya dan kenapa kami hanya diberi 24 jam, namun si Allegra menyebalkan itu sudah undur diri, berjalan dengan angkuh ke dalam ruangannya.

Victoria memandangi kami satu per satu sebelum ia memutuskan bicara. Mata kami bersirobok, jelas sekali aku meminta penjelasan yang lebih darinya. Alih-alih, sang gadis memberikanku selembar kertas yang tadi dicoret-coretnya. Tertulis di sana, Z-23 Lorong Sembilan.

Jiyong berderap ke arahku, melongok kertas yang baru beberapa detik lalu selesai kubaca. Wajahnya pucat. Yah, menilai dari ekspresi mereka semua, kurasa hanya aku yang tak paham apa maksudnya ini.

“Aku dan Seunghyun telah melanggar lebih dari dua puluh aturan berlapis demi ini. Semoga kalian memanfaatkannya dengan baik dalam 24 jam ke depan, atau kami terpaksa membunuh kalian.”

Victoria berjalan meninggalkan kami tanpa penjelasan pasti. Jiyong berbalik penuh emosi, menendang-nendang tembok di sisi kami. Leo nampak tak acuh. Pastinya ia sudah memperkirakan apa yang akan terjadi kalau kami membantunya. Meski demikian, aku masih tak paham apa yang terjadi di sini—selain fakta bahwa sepertinya cukup buruk.

“Apa maksudnya ini, Jiyong?” tanyaku penuh harap akan kejelasan. Alih-alih menjawab, kekasihku yang idiot itu malah asyik menginjak-injak lantai, bertingkah seperti lantai baru saja mengambil sarapan paginya. Putus asa, aku memalingkan wajahku pada Leo, berharap pria itu tahu sesuatu.

“Yah, artinya kita harus siap-siap. Ada sebuah perjalanan berbahaya ke penjara spesial Mansion.”

.

.

Tidak terpikir olehku bahwa Jiyong dan aku akan berpisah secepat ini. Maksudku, secara teknis, kami memang berpisah jalan. Dari 24 jam yang disediakan oleh Seunghyun, kami telah menggunakan satu jamnya untuk berunding, merumuskan beberapa hal yang harus kami lakukan dan menyusun skala prioritasnya. Aku cukup kaget ternyata daftar panjang itu tidak bisa diselesaikan dalam waktu 24 jam saja, dan itu cukup memusingkan. Ada misi berbahaya di Kingdom dan dunia nyata sekaligus. Sekali pun kami berhasil menyelesaikan misi di Kingdom, Mansion sudah pasti akan membunuh kami jika batas waktu 24 jamnya sudah lewat.

Singkatnya, baik Kingdom dan Mansion, tidak terlalu baik untuk kami.

Jadi dengan berat hati, aku mengusulkan untuk berpencar.

“Tidak, itu berbahaya,” sahut Jiyong. Ia memandangku dengan netra penuh kekhawatiran.

“Berbahaya adalah nama tengahku. Kwon berbahaya Yuri,” jawabku sembarang. Biasanya sih Jiyong akan mengolokku, mengumpat dan berkata betapa idiotnya dia memacari gadis sepertiku. Tapi kali ini tidak ada reaksi. Ia benar-benar mencemaskanku. Entah kenapa ia terlihat sangat imut ketika cemas.

“Kalau boleh aku menginterupsi, Yuri benar. Kita harus berpencar.” Zico melayang di atas kepala kami dalam bentuk kabut yang berdenyar. Ia melesat ke pojok atas, kemudian bergerak cepat menduduki kepala Jiyong dan Leo, lantas melesat kembali ke pojok lainnya, seperti balon udara yang bocor. Sebelumnya, roh Zico berada dalam kotak hitam kami. Kotak itu dibuat khusus oleh Jiyong untuk melindungi roh-roh berguna dan membawanya ke Mansion untuk diteliti. Tapi dalam kasus kami, aku menggunakannya untuk menyelamatkan Zico dari sepasukan tengkorak milik Leo di pemakaman tadi. Selama Zico berada di kotak hitam tersebut, rupanya ia mendengar percakapan kami. Ia juga setuju untuk membantu, jadi kami membiarkannya berada di dalam rapat.

“Aku melakukan riset dengan ayah selama berada di Kingdom. Dimensi itu memang ada, aku bisa percaya diri mengatakan terdapat tiga puluh tiga pintu yang tersebar di sepanjang titik barat dan timur, semenanjung Korea dan Jepang. Ada delapan pintu yang tersebar di Jepang, cukup kuat dan mengerikan, sementara sisanya yang berada satu level di bawahnya, tersebar acak di sini, Korea. Aku yakin kalian tidak punya cukup waktu bepergian dengan pesawat ke Jepang, jadi kekacauan di sana, biar aku yang menanganinya. Aku bisa terbang.”

Leo melipat tangannya dan mengangguk setuju. Aku dan Jiyong dengan berat hati menyetujuinya belakangan. Kami tidak punya opsi yang lebih baik meskipun menyadari bahwa eksistensi Zico sebagai roh penasaran bisa terbuyarkan jadi abu kapan saja. Aku tidak suka kemungkinannya. Tapi aku percaya pada Zico. Tak satu pun orang-orang yang dekat denganku adalah orang lemah.

“Bagaimana denganku?” tanyaku. “Aku bisa menutup—“

“Tidak,” Leo menggeleng. Aku ingin protes, tapi binar teduh matanya dan kegantengan luar biasa itu menghentikanku. Mendadak aku ditundukkan pada kenyataan bahwa Leo-lah pemimpinnya kali ini. Seunghyun paham betul karakterku dan Jiyong yang gemar sekali melakukan sesuatu di luar trek, jadi ia memilih pria hantu super kuat dan super ganteng ini untuk mengatur-atur kami. “Harus ada yang jalan-jalan ke penjara dan membebaskan Chaerin. Kita membutuhkan kemampuannya. Akan lebih baik lagi kalau Hani, ibunya, ikut.”

“Dari apa yang kudengar,” Jiyong menjejalkan diri di tengan konversasi kami. Tangannya menjawat jemariku, menyadarkanku dari hipnotis binar indah netra Leo. “Penjara Hani jauh lebih berbahaya untuk dijangkau. Lagipula Seunghyun tidak memberikan kewenangan untuk itu. Kekasihnya hanya menunjukkan sel tempat Chaerin ditahan. Pasangan gila itu baru saja menjerumuskan diri mereka sendiri ke dalam lubang gelap, dan kita punya waktu 23 jam tersisa untuk memanfaatkan kebaikan keduanya.”

Aku mengangguk, Jiyong ada benarnya. Pasti sangat sulit bagi pejabat sekelas Allegra melanggar banyak sekali peraturan hanya untuk membantu kami. Hukuman apa pun yang menantinya, jelas lebih berbahaya dari kami. Bisa jadi ia diperintahkan melakukan harakiri, dan bayangan itu tidak membuat perasaanku membaik.

“Baiklah, aku akan melakukannya. Kedengarannya jalan-jalan ke penjara cukup asyik,” putusku.

“Nah, sudah diputuskan,” seru Leo. “Zico akan pergi ke Jepang, aku dan Jiyong akan mengurus beberapa pintu nakal di sini, dan kau pergi menjemput Chaerin. Pertarungan besar terakhir akan dihelat di aula utama Kingdom, di mana ayahku sedang asyik menghancurkan dunia. Kusarankan kau harus hidup sampai saat itu, Yuri.”

Aku memutar bola mataku, Leo sepertinya menganggapku remeh.

“Rileks, tewas bukan bagian dari rencanaku malam ini.”

.

.

Penjara khusus Mansion, tidak sekhusus yang kubayangkan. Kupikir letaknya di bawah tanah dan berubah-ubah supaya tidak mudah dilacak. Aku juga sempat kepikiran bentuknya adalah sebuah puri tua yang disusun atas batu bata rapuh dan tanaman hijau yang tumbuh menjalarinya, tepat di tepi sebuah pantai bertebing yang ombaknya bisa menimbulkan abrasi parah.

Itu berlebihan. Aku kebanyakan menonton drama-drama kolosal.

Penjara khusus milik Mansion ternyata terletak di bawah markas besar Mansion sendiri. Di tengah kota, di sebelah pusat perbelanjaan besar Dongdaemun. Entah kenapa aku merasa tolol. Begitu aku menemukannya, aku mengendap-endap, memutari bangunan tersebut dari setiap celah yang memungkinkan, semata untuk mencari informasi. Bagaimana pun aku berusaha, hasilnya ternyata tak terlalu memuaskan. Aku tak menemukan apa pun selain lubang tikus berdiameter kira-kira sepuluh senti yang menghalangi jalan masuk ke lorong sembilan. Aku ingin tertawa soalnya ini lucu banget. Lorong sembilan adalah sebuah tempat terbaik untuk menimbun para perampok kekuatan dan ancaman-ancaman untuk Mansion. Agak sinting kalau mereka membiarkan jalan masuknya tanpa penjagaan.

Yah, apa pun, aku tetap berjalan hati-hati. Siapa tahu ada perangkap super besar yang akan menjaringku dari bawah begitu aku menginjak tanah yang salah.

Sst…

Aku melirik ke arah kantungku. Memang agak gila kalau aku mengatakan ada suara berasal dari sana, tapi itulah yang kudengar. Seseorang berbisik, mencoba menarik atensiku dengan suara pelan. Kulirik atap dan tanah yang kujejak, juga seluruh arah yang memungkinkan untuk kupandangi. Tidak ada tanda-tanda akan kehadiran penjaga atau manusia lain yang hadir.

“Aku di sini, bodoh.” Kepulan asap yang asalnya dari kantung celanaku beterbangan di sepanjang lorong secara acak, perlahan menjelma menjadi sesosok gadis ber-crinolline dengan tudung merah darah. Kabar baiknya, ia tak nampak ingin memakanku. Kabar buruknya, wajahnya tidak ada.

“Uh, halo?”

Sst… jangan berisik! Tidakkah kau merasakan ada yang janggal di sini?” Baru kali ini aku benar-benar dibuat bingung. Hantu bertudung merah itu bicara tapi suaranya tidak berasal dari wajahnya. Tidak ada mulut, mata, hidung dan seperangkat organ normal yang bisa kulihat di sana. Wajah sang hantu benar-benar sepolos kertas. Aku jadi tergoda untuk meneriakinya Hey, yang janggal itu wajahmu tau!

“Dengarkan ya, Non. Aku tak tahu kenapa kau ada di sini pada jam seperti ini, tapi kusarankan kau keluar. Para penjaga di sini sudah kabur ke Mansion, meminta perlindungan dan bala bantuan. Ada seorang tahanan ganas yang mengamuk di dalam.”

Satu-satunya tahanan ganas yang aku kenal cuma Chaerin. Jadi, apakah itu Chaerin?

“Anu, apakah yang kaumaksud Lee Chaerin?”

“Penghuni Z-23, ya, tidak tahu, aku tak peduli pada nama. Aku sedang ditugaskan bersih-bersih di sini lalu seorang gadis manusia masuk dan membuat penghuni Z-23 tadi marah luar biasa.”

Gadis manusia? Itu aneh. Tidak ada satu pun manusia yang bisa diberi kewenangan besar menjejakkan kaki di lorong sembilan penjara bawah tanah ini selain seseorang yang dititah langsung oleh sang Allegra. Ditambah lagi, tidak ada seorang pun wanita berani masuk ke sini sendirian—mengecualikan kondisiku saat ini. Jika ada seseorang yang memiliki keberanian seperti itu, sepertinya aku tahu siapa.

“Halo, Yuri.”

Kudengar suara tak asing memantul di lorong sempit sepanjang lahan penjara. Beberapa tahanan yang berdiri menonton di ujung lorong mulai mundur dari sel, menekuk lututnya kuat-kuat dan beringsut di ruangan gelapnya masing-masing, ketakutan. Gadis bertudung merah di sisiku sudah melesat kabur, meneriakkan kata-kata minta tolong dari bokongnya—setidaknya sekarang aku tahu dari mana asal suaranya. Di depanku, berdiri sesosok gadis membawa rantai panjang. Di ujung rantainya, berdiri menyamping adalah Chaerin. Ia mengenakan terusan putih sepanjang mata kaki dengan rambut yang digelung ke belakang. Gadis itu tak sedikit pun menoleh padaku. Tapi saat kucuri sekali-dua kali pandangannya, ia memicing tajam pada gadis yang memegangi rantainya di ujung yang lain. Seorang gadis yang kukenali sebagai Victoria.

“Kenapa kau di sini dan kenapa kau memperlakukan Chaerin seperti itu?” tanyaku super bingung. Victoria jelas-jelas menyerahkan semuanya pada kami. Seunghyun juga mendukung tindakan kami untuk membebaskan Chaerin dalam waktu 24 jam dan menggunakannya untuk kepentingan keamanan dunia. Keikutsertaan Victoria dalam rencana ini tak pernah disebutkannya. Wajar jika sekarang aku curiga gadis ini berkhianat pada Seunghyun. Pertanyaan yang kulontarkan tadi mengandung unsur intimidasi kuat, menunjukkan betapa aku sangat curiga akan kewarasan otak Victoria, mempertanyakannya untuk diklasifikasi sebagai kawan atau lawan.

Tak perlu waktu lama bagi Victoria untuk berpikir. Setelah sebelumnya ia menyunggingkan senyuman asimetris andalannya, kini ia menyerahkan rantai yang digenggamnya padaku, menyerahkan tubuh Lee Chaerin tanpa perlawanan.

“Jangan salah paham, aku juga ingin turut serta dalam misi berbahaya ini. Kau tidak akan mungkin bisa mengendalikan seluruh penjaga di sini, jadi aku mengusir semuanya dengan terlebih dahulu membuat Chaerin marah,” Victoria melirik sekilas ke arah Chaerin. “Yah, meskipun dia tidak menyukai dustaku.”

Aku terbengong-bengong, benar-benar merasa bodoh dan ditipu. Kupikir di sinilah tempatku bisa berlagak kepahlawan-pahlawanan dengan membebaskan Chaerin dan sebagainya, tapi aku kecurian garis mulai. Victoria telah melakukan segalanya dengan rapi. Gara-gara gadis ini, semua orang di Mansion akan mengira Chaerin kabur atas keinginannya sendiri saat Victoria datang, membuatku dapat mengulur lebih lama waktu untuk menyelamatkan diri dari Mansion. Memang sih, cepat atau lambat Mansion akan tahu segalanya, tapi rencana Vic tadi bisa memberiku satu atau dua jam tambahan, yang mana sangat berarti dalam situasi seperti ini.

Kutarik rantai yang mengikat pergelangan tangan Chaerin. Ada energi magnetik saat kugenggam benda itu, mengalir dinamis bolak-balik seperti arus listrik paralel. Aku berkonsentrasi pada satu titik yang kugenggam, mengalirkan energiku sedikit demi sedikit berharap rantai tadi dapat hancur. Tiga puluh detik berlalu, dan rantai tadi melonggar sedikit demi sedikit tapi tidak hancur. Aku kecewa dengan kekuatanku, tapi melihat Chaerin dapat meloloskan tangannya dari rantai yang melonggar tadi, sudah cukup menghibur. Setidaknya kekuatan kecilku masih berguna.

Victoria menatapku. Kami menukar pandang selama beberapa sekon sebelum akhirnya aku menjawat tangan Chaerin dan pergi dari hadapannya. Sesaat setelah aku pergi Victoria menarik sebatang rokok dari saku celananya, membakarnya, dan mengisapnya dalam-dalam sebelum membumbungkan kabutnya ke udara pengap.

“Kekuatan iblis adalah penghancur. Melonggarkan rantai dengan energi iblis seharusnya tidak mungkin. Tapi kau membuktikan sebaliknya, kau bisa mengontrol sesuatu sebesar itu, kau melampaui ekspektasiku, Yuri. Aku akan sangat kesulitan jika harus membunuhmu esok hari, jadi, semoga kau berhasil.”

.

.

tbc


Maaf agak lama chapter 2-nya. Aku kemarin melanjutkan beberapa series secara bersamaan jadi konsentrasiku agak terbuyarkan. Tapi sekarang sudah normal lagi kok, tiap weekend Ghost Slayer akan di-update. Tungguin terus ya! Jangan lupa review-nya. Makasih banyak.

Salam,

nyun.

17 thoughts on “GHOST SLAYER RE:DO [2 of 4]

  1. slmnabil berkata:

    Nabil firsttttt!!!

    WOW KAK WOW, NABIL NGGATAU BANGET INI MAU KOMEN APA DAN CAPSLOCK JEBOL. BOL.BOL.BOL KAK NYUUUN INI KEREN SEKALIII!!! Penjelasan soal yang tak ada batasan kehidupan dan kematian itu kelas satu, jago banget sih geregetan. Dan ini sukses bikin makin cinta sama Jiyong ehehe :3

    Ngebayangin itu makan sebelas anak udah kaya masukin lapangan bola kali ya? Hehe🙂 good as always. Ditunggu banget loh next chapnya. Fiksi yang layak dikasih banyak jempooool hihi

  2. Cynthia berkata:

    Wooww pst mrk berhasil kok.. gak perlu bunuh yuleon.. hehhehehehehee..
    Gak ada crita ttg zico, leo, n jiyong oppa menghancurkan pintu di chaper ini.. jd agak sedih deh.. heehehehehee..
    Aq suka bgt crita yg adventure n action jd g susah2 bgt ngebayangin adeganx.. hheheehehe..
    Dtgu ff yg lain n yg baru..
    Fightingg kak nyun..

  3. Rania SonELF berkata:

    “Naluri ku berkata klw ngga baca ff.x Kak Nyun Syang banget Cin..” Hehehe.. DAEBAK kak Nyun

    Pada tanggal 12/09/15, BlackPearl Fairy Ta

  4. Lulu KEG berkata:

    Yah yah yah… kak Nyun pake TBC lg😦
    ini lagi greget greget nya loh.. Kereen Yuri mulai beraksi lagi, tapi nutup nutup pintu/? hahah SUKAAAA!! >_< gak sabar bgt kak Nyun! inget loh kak weekend mwuehehehe
    aku sllu heran kak Nyun makan nya apa sih, gila tulisan nya keren bgt! gak pernah ada cacat sama sekali! jempol dah! duh aku tunggu kakak next chap nya!! MANGATSE^^
    oya aku Lulu Kwon Eun G hhe tengkyu kak Nyun^^

  5. imaniarsevy berkata:

    hayo loh..
    kak nyun… awalnya rada kaget dan was was takutnya vic itu berkhianat. dan yah,,, masih curiga sih ya.
    tambahin bumbu romancenya kenapa kak nyun..
    rada hambar kalo gak ada eomance nya..
    hehehe…
    keep writing kak..

  6. Yhyemin_ berkata:

    ini yakin cuma 3 chapter??kyknya bkal panjang deh…
    Eh yuri kepincut sodaranya jiyong… Hati hati aja kak jiyong jg anak iblis nanti ngamuk lho klo ketauan…hihihihi
    Duh gk sbar liat actionnya🙂

  7. zcheery berkata:

    DIS! NGGAK PERNAH KEHILANGAN KESANGARAN SEKALIPUN!
    aaaaaaaa aku mah hanya bisa terkagum-kagum kakk wkwk

    oke jadi yg ngomong terakhir itu Chaerin? atau Victoria? kok ada semoga berhasil nya??
    kasian ji young sama Yuri nggak bisa lama lama berduaan😂

    dan pada akhirnya aku harus menunggu seminggu seperti jadwal webtoon yg setiap minggu apdet😂 mana kebanyakan nggantung lagi/? hahaha tapi gaapa dari pada harus nunggu sebulan💨 wks

    that’s all fr me, thx for the story kak💕💕 me love you somay💕 good Luck Buat lanjutannya ya kak hahahaha♡~

  8. Stella Kim berkata:

    sejujurnya aku bingung mau tulis apa di comment…
    soalnya ff ini perfect as always! gak ada yang kurang ataupun mengecewakan

    ngomong-ngomong soal inang, apa kabar toz kak? sehat toz? v kangen nihhh huhuhuhu ;'(
    uda kangen berat nih kak sm toz omg

    makasih kaknyun

  9. Dewi (Kwon Yul Yul) berkata:

    ya ampunn.. ternyata komen ku kemaren ga masuk??? pokoknya ga ada kata kata lagi deh selain kerennnnn… kak nyun the best !!! penasaran apakah misi mereka akan berhasil? ditunggu kak kelanjutannya^^

  10. Luluu berkata:

    Kaknyuunnn aku pas lagi sempet nih huehehe jengjeng baru sekrol2 eh ada ini😄
    Keren deeeehhh penasaran juga huhuhi ga sabar nunggu lanjutannyaaa
    Overall sih keren as usual kaknyun cm aku jadi agak bingung leo itu adik kandung atau sepupu nyaaa ._. Hehehe
    Keep writing kaknyun!!!

  11. aloneyworld berkata:

    Omaigot omaigot ini kenapa keren syekali kak😀 hihi aku ngakak pas ada tulisan “nah kan, ada yang lebih idiot dari jiyong.” Hahahaha tapi leo idiot gitu juga tamvan kan😄 asihh serem juga kalo ngga selesai 24jam mereka dibunuh -_- yaampun jiyong punya sebelas saudara x_x hahahaha raja iblis makan anak-anaknya sepertinya dia lapar😄 keren banget kereeeen😀

  12. Ardelia wynne berkata:

    Wah chae rin bakal gabung sama tim yuri
    Penasaran deh dia bakal berkhianat ga ya
    Bagian ini bener” bkin penasaran soal na the real advanture is gonna begin hehe

Leave your review, don't treat me like a newspaper.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s